
Lea masih menatap Layar canggih di hadapannya penasaran gimana Mario memunculkan dana ratusan juta itu setiap bulannya.
Lea tidak bisa melacaknya hanya tertera di situ Mario yang menarik untuk siapa dan sementara Mario bukannya mentransfer ke rekening tapi memberikan langsung secara tunai kepada yang bersangkutan.
"Mungkin juga bukan uang pribadi ku, tapi aku perlu tau sebagai istrinya. uang itu di pergunakan untuk apa?" Jelas Lea saat My LeGaCy kebetulan berkunjung Leave rumah nya.
Dua sahabat nya itu kangen akan dirinya mereka kini berkunjung ke rumah Bu mil. Gabby Merasa heran dengan perut Lea yang menurut nya tidak wajar.
Dua sahabatnya itu memang merasa aneh dengan perut Lea. yang sangat besar melewati ukuran ibu hamil pada umumnya.
"Sebaiknya kamu tanya kan langsung sama Rio, untuk apa uang sebanyak itu dan dia berikan untuk siapa" saran Chyntia.
"Betul juga say, tanyakan saja pada suami mu itu, ingat sayang! kamu jangan sampai stres dengan masalah ini, ingat ada bayi mu" timpal Gabby memberikan saran.
"Akan ku tanyakan nanti kalau dia pulang" kata Lea sambil menarik nafasnya dan mengembuskan dengan kuat.
Hal ini membuat nafasnya terasa sesak dan dia benar benar marah sama Mario. Suaminya itu tidak jujur, kalau saja Lea tidak iseng iseng membuka akses suaminya dia tidak akan tau masalah besar ini.
"Sayang! jangan stres ingat ada debay mu!" kata Gabby.
"Ya,aku paling tidak suka kalau di bohongi"
"Selesaikan dengan kepala dingin, jangan bertengkar dengan masalah ini, yang terpenting anak anak mu,uang bisa di cari, tapi harta yang paling berharga adalah buah hati mu, ingat bagaimana perjuangan mu untuk mendapatkan mereka" Chyntia menasehati sahabat nya ini.
"Makasih aku merasa lega dengan kehadiran kalian"
"kamu akan lebih legal lagi bila sudah mengatakannya kepada Mario"
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat ponakan ponakan ku ini" Gabby mengelus perut Lea.
"Kalau cewek pasti sangat cantik, secara mama papanya aja cantik dan tampan" ujar Gabby.
"Aku pun yakin bila mereka cowok, oooh betapa tampannya" Chyntia dengan gemas mengelus perut buncit Lea.
'Tau tidak mereke sering membuat aku sesak nafas!" ujar Lea.
"mereka pasti sangatlah montok dan lucu-lucu beb" seru Chyntia semakin gemas
Membayangkan anak-anak Lea yang lahir nanti pasti sangat menggemaskan. Tiga wanita itu kini sibuk dengan calon ponakan mereka yang belum lahir itu.
Puas melepas rindu kedua nya berpamitan pulang. Mereka sudah tidak lagi sebebas dulu ada suami dan anak anak nya.
Sepertinya dua sahabatnya itu Lea kini memilih untuk menghabiskan waktu seharian di dalam kamar. Bahkan dia sampai mengabaikan Sesil yang berteriak memanggilnya sambil mengetuk pintu kamar nya.
BI Ratih yang melihat hal itu segera mengambil Sesil dan menjauh dari kamar Lea.
"Sesil jangan ganggu mommy dulu ya, mommy sama debaynya lagi beristirahat, ayo kita ke taman" Bi Ratih yang sempat mendengar obrolan Lea dengan dua sahabatnya tadi, memilih untuk tidak membiarkan Sesil mengganggu mommy nya.
Ingin bertanya tapi tidak bisa, menunggu Mario pulang kantor. Lea akhirnya memilih untuk meretas semua data milik suaminya.
Semua saham mengatas namakan diri nya sejak beberapa tahun lalu. Saat pernikahan pertamanya dengan Mario. Pernikahan yang berantakan akibat ulah Mario.
Dan kini ada lagi ulah Mario yang membuat Lea kesal kepada nya. Hingga Mario mendapatkan sambutan dingin istri nya saat pulang kantor.
Tidak ada senyum tidak juga cium tangan, sikap Lea nampak tak acuh kepada. Bahkan wanita dengan perutnya yang besar itu membiarkan Mario sendiri membuka jas dan kemejanya.
__ADS_1
Biasanya Lea yang melakukan hal itu,Mario pun memakluminya,mengingat istri nya yang sedang hamil dan memiliki anak kembar.
Mungkin juga pengaruh hormon dan Lea merasa capek. Mario mirasa heran ketika Lea mengabaikan dirinya bahkan mendiamkan diri nya. Saat Mario bertanya apakah dia sudah makan atau belum.
Mario bertanya tentang Sesil tapi Lea masih saja diam, tidak seperti biasanya.Saat dirinya pulang kantor Sesil pasti sedang bermain bersama ibu sambungnya itu.
"Tumben hari ini Sesil tidak bersama mommy"kata Mario melihat Lea yang kini berbaring di tempat tidur dia pun menaiki tempat tidur dan ikut berbaring di depan Lea.
Mario menatap Lea yang sedang diam menatap nya. Dia seakan tidak ingin bicara apapun dengan Mario.
"Sayang ada apa sampai dari tadi mommy mendiam kan Daddy terus?" tanya Mario akhirnya.
Ia merasakan sikap Lea yang berbeda dari biasanya. Hingga sejak pulang kantor sampai malam hari ini Lea membiarkannya terus.
Tidak berbicara apapun dengan dirinya dan Mario pun menyadari hal itu. Ia sendiri bertanya kesalahan apa yang telah dia perbuat hingga istrinya ini begitu marah dan tidak ingin berbicara dengannya.
"Katakan Dadd,?! untuk apa uang ratusan juta yang keluar dari rekening mu setiap bulan nya?" tanya Lea sambil menatap wajah Mario tidak berkedip.
Tangan Mario terulur membelai wajah cantik mulus yang ada di hadapannya sambil tersenyum.
"Momm,,,, Daddy minta maaf kalau itu yang membuat mommy seharian ini mendiamkan Daddy. Terus terang dana itu sudah diberikan kepada orang tua Karina setiap kali mereka mengajak Sisil untuk pergi liburan" aku Mario jujur..
Mario menatap lembut wajahnya sambil mengusap lembut pipinya. Lea hanya menarik nafasnya dan menghembuskan dengan pelan.
"Dadd! sebaiknya hentikan semua kebiasaan mereka untuk pergi liburan, itu hanya akan membuang buang uang, tidak ada manfaatnya"
"Mereka orang tua Karina momm!"
"Daddy Karina telah tiada dan sesil itu sepenuhnya tanggung jawab mu, bukan mereka, kamu yang berhak untuk semua tanggung jawab kepada sesil, ingat Dadd sesil masih punya adik adik yang akan lahir kecuali kamu akan mentiadakan mereka" Lea mulai tersulut emosi.
"Demi tuhan momm! seandainya kamu marah kepada ku, jangan mengatakan hal apapun yang akan membuat jantung ku berhenti berdetak" pinta Mario menatap nya sendu.
"Kalau kamu sayang aku dan anak anak mu ini, hentikan semua kegiatan liburan Sesil bersama orang tua Karina, itu tidak ada Manfaatnya, simpan semua uang itu untuk masa depan mereka"
"Baiklah akan Daddy lakukan apa yang mommy inginkan dan Daddy akan menghentikan kegiatan liburan itu oke?" Mario terpaksa mengabulkan permintaan Lea.
Demi cinta dan kasih sayang nya kepada anak anak nya yang ada di dalam rahim Istri nya. Mario begitu takut untuk kehilangan untuk yang ke sekian kalinya.
"Mulai detik ini tidak lagi ada liburan,aku tau keluarga itu hanya memanfaatkan Sesil untuk memoroti keuangan mu, ingat sekarang ada aku dan janin mu ini" tegas Lea.
"Ya , maaf kan Daddy!" Mario mengalah lalu memeluk tubuh gendut istri nya.
Lea baru merasa lega setelah mendengar pengakuan Mario, dia tidak akan lagi memberikan dana untuk acara liburan Sesil, hanya pemborosan yang dilakukan oleh keluarga Karina.
Mario tersenyum membelai belai wajah cantik Lea. Dengan lembut dia mulai menciumi wajah mulus yang ada di dalam pelukannya kini.
"Daddy kangen!" bisik Mario serak.
Lea tersenyum melihat mata Mario yang mulai menatap nya sendu. Seperti apa pun keinginan nya Mario berusaha untuk meredam gairah yang mulai membuat diri nya tidak tahan.
Mario mengesak gesekan hidupnya di pipi Lea. Sambil tangannya mulai nakal meremas gundukan indah yang mulai membesar yang kini menyimpan Asi untuk para bayinya nanti.
"Ukuran nya makin membesar ya" tangan Mario mengelus bukit kembar milik si kembar.
"Jangan mengganggu nya, itu Milik si kembar"
__ADS_1
"Oh ya???".
"Hmm!"
"Sekarang masih milik ku, selama mereka belum lahir" Mario tidak mau kalah.
Dia mulai menyesap pelan, ingin mendaki di sana, hal itu membuat yang bermilik mendesah pelan.
"Dadd!"
Mario mulai melakukan aksinya apa yang berusaha dia tahan namun pada akhirnya harus dia tuntaskan.
Malam panjang terasa panas setelah berhasil membuat sang isteri tidak lagi mendiaminya.
Sungguh merupakan siksaan yang bertubi-tubi bagi Mario. Hasratnya yang tertahan beberapa waktu membuat Mario puas melampiaskan dendam dengan cara nya, agar tidak menyakiti bayinya di dalam sana.
Mario akhirnya menghentikan kucuran dana untuk keluarga Karina termasuk acara liburan yang kalau di pikir pikir ada benarnya juga. Dan semua keuangan nya kini di atur oleh istrinya.
Mengetahui keuangan di hentikan oleh Mario, ibu Karina menjadi marah, jelas aja hal itu membuat mereka tidak lagi bisa mengelilingi beberapa negara.
Mario sendiri tidak tahu kalau selama ini mereka hanya memanfaatkan dirinya sebagai pohon uang.
Lea bukanlah wanita bodoh yang akan membiarkan keluarga itu memoroti suaminya.
Wanita cerdas itu menghentikan semua kebiasaan buruk orang tua Karina.
Mario adalah suaminya Lea punya hak untuk mengatur semua keuangan dan urusan rumah tangganya.
Bahkan semua saham yang telah menjadi milik Lea telah di ambil alih oleh Lea kini. Dia yang akan mengurus semua nya setelah melahirkan nanti.
Mario pun setuju dengan pernyataan istri nya, itu akan lebih baik untuk masa depan anak anak nya kelak.
Apapun yang menjadi keputusan Lea,kalau menurutnya itu yang terbaik Mario selalu mendukung demi keutuhan rumah tangga nya.
Namun satu hal yang menjadi ketakutan terbesar bagi Mario adalah saat Lea akan melahirkan.
"Mommy, bila nanti kembar akan lahir, sebaiknya mommy jalani operasi Caesar" saran Mario.
Mario kini jarang ke kantor dia akan menemani istrinya menunggu kelahiran bayi kembarnya. Meskipun ia harus menyembunyikan sesuatu dari Lea.
Mario ingin agar Lea melakukan operasi Caesar, namun Lea tetap bersikeras untuk melahirkan normal.
Hal itu membuat Mario semakin ketakutan hingga terkadang ia merasa tidak memiliki kekuatan.
Satu satunya orang yang bisa membuat dirinya tenang adalah dokter Via, Dokter pribadi keluarga nya.
Diam diam Mario bersama dokter Via merencanakan operasi Caesar untuk Lea. Semua sudah matang dengan segala
peralatan operasi sudah di siapkan, di sebuah ruangan khusus keluarga Lawrans yang ada di rumah sakit milik keluarga itu.
*
*
*
__ADS_1
***** Love you All ❤️❤️❤️ salam Rindu*****