
Mario terkejut ketika Regina menyodorkan ponselnya. Foto dirinya bersama wanita itu dalam keadaan intim.
Jadi dulu Regina selalu mengabadikan setiap kebersamaan mereka? Mario tidak habis pikir untuk apa lagi wanita ini menyimpan kenangan itu, toh mereka telah berpisah.
"Kamu tidak perlu menyimpan foto itu, sudah tidak ada gunanya lagi" ucap Mario.
"Bagimu mungkin tidak berguna tapi tidak bagi ku, ini merupakan kenangan manis kita dulu"
"Terserah padamu,tapi jangan usik kehidupan ku, karena semuanya tidak akan mengubah apapun, mengapa kamu datang untuk mencari perhatian ku? jangan harap untuk bisa mendapatkan perhatian ku, aku telah berkeluarga, kamu sudah menjadi barang bekas yang pantas untuk di buang" tegas Mario dengan tatapan sinis nya
Regina tersenyum, menyebar pesona.wanita modern itu terlihat anggun dengan pesonanya. Sayangnya Mario sudah tidak lagi peduli, baginya Regina sudah menjadi bekasnya dan tidak ada lagi dalam kamus hidup nya.
Mau seperti apa pesona seorang Regina tidak akan bisa meraih hati Mario. baginya Lea di atas segalanya. Apalagi istri tercintanya itu sedang mengandung dan tinggal menunggu hari untuk melahirkan anak anak nya.
Aura dingin nya tidak membuat Regina surut akan keinginannya untuk kembali memiliki Mario.
Randy yang melihat sepasang mantan itu bersama dengan wajah datar Mario. Sahabat dan asistennya itu tau apa yang harus dia lakukan.
"Bos rupanya engkau ada di sini, jangan lupa kita akan terbang malam ini ke Singapura. Maaf nona Regi! aku harus membawa mantan mu ini sekarang?" kata Randy yang menghampiri mereka, dengan angkuhnya dia mengajak Mario untuk pergi dari Regina.
Mario berdiri dari duduknya membetulkan jasnya "Maaf kami harus pergi, Oh ya simpan aja kenangan itu untuk mu" kata Mario beranjak pergi.
Wanita itu berdecak kesal saat Mario sengaja mengatakan hal itu kepada nya. Di tatapnya dua pria tampan itu yang sudah pergi dari nya.
"Cih lihat saja nanti kamu akan kembali menjadi milik ku" Gumamnya tersenyum jahat.
'Hai cantik?!" Seorang pria menyapa Regina yang sedang kesal. Tanpa permisi ia duduk di hadapan Regina, dengan senyum yang mengembang.
"Tidak baik membiarkan wanita cantik seorang diri di tengah ramai nya pesta" ucapnya.
pria itu melambaikan tangan kepada pelayan yang sedang membawa nampan minuman. pelayan pun datang dan meletakan dua gelas minuman di atas meja mereka.
"Silahkan di minum tuan! nona!" ucapnya mengangguk ramah setelah menaruh gelasnya di atas meja, lalu pergi dari sana.
"Ayo bersulang"pria itu menyodorkan gelas kepada Regina.
Wanita yang sedang kesal ini akhirnya mengambil gelas minuman yang di berikan sang pria lalu bersulam. Walaupun sebenarnya Regina tidak kenal siapa pria itu. Dengan senang hati mereka mulai menikmati minuman beralkohol itu.
Melihat Regina yang tidak menolak untuk diajak minum pria itulah memanggil pelayan untuk membawakan mereka beberapa botol minuman.
Regina akhirnya di temani minum oleh pria yang memperkenalkan dirinya bernama Franky. Pria itu mengajaknya minum hingga mabuk dan berakhir di kamar sebuah hotel.
Pagi nya Regina terbangun dan mendapati dirinya berada dalam pelukan pria yang semalam menemani minum hingga menemani dirinya di atas ranjang pula.
Regina melotot marah ketika sadar bukan Mario yang tidur dan bergumul di ranjang panas bersama dirinya semalam.
Semalam dia membayangkan pria itu adalah Mario hingga dengan senang hati melayani nya di ranjang sampai hampir pagi.
"Sial" rutuk Regina melepaskan diri dari pelukan pria yang masih pulas dalam tidurnya setelah bertempur hebat dengan Regina hingga menjelang pagi.
Regina memijit kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing dan masih terasa berat akibat sisa-sisa minuman semalam.
Namun ia dengan cepat memungut semua pakaian yang berseraka. Dengan ter buru-buru memakai pakaian nya kembali dan pergi secepatnya dari kamar hotel itu meninggalkan pria itu yang sedang tertidur pulas seorang diri.
*
*
*
Dandy tertawa melihat wajah kesal Mario, ia tau bosnya itu sedang kesal dengan tingkah Regina.
"Duh yang bertemu mantan!" goda Randy sambil tertawa.
__ADS_1
Mario hanya melirik sekilas kesal kepada Dandy. Masih untung di selamatkan dengan alasan akan ke Singapura.
Dia sangat kesal dengan tingkah Regina yang dengan percaya diri nya mengatakan masih merindukan masa masa mereka dulu.
Masa yang Mario sendiri sudah melupakan semua itu. Saat ia melarikan perasaannya dari Kiki dan bertemu dengan Regina setelah Jenny.
Sempat mengajak Regina untuk menikah namun wanita itu tidak mau karena Mario tidak punya pekerjaan.
Bahkan Regina dengan mentah mentah menolak untuk menerima lamaran Mario. Saat itu yang di inginkan Mario adalah segera menikah agar bisa melupakan cinta nya pada Kiki.
Namun Regina malah memilih laki laki bule yang katanya sudah mapan di Negeri Paman Sam, ketimbang dirinya. Namun apa yang terjadi wanita itu hanya di jadikan pemuas nafsu. Dan hidup dengan pergaulan bebas.
Dia teringat akan istri nya di rumah dan ingin cepat sampai untuk memeluknya. Benar saja begitu sampai rumah, di lihatnya Lea yang sedang asyik di depan Laptop nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan mom?" Mario menghampirinya dan memeluk tubuh gendut yang akan melahirkan nanti beberapa hari lagi.
"Jangan terlalu capek!" Tangan Mario terulur menutup Laptopnya yang sedang menyala.
Lea menoleh padanya dan saat itu Mario spontan mengecup bibir nya. "Ayo istirahat" membimbingnya ke tempat tidur.
Lea yang merasakan tubuhnya semakin sesak menarik nafas perlahan dan menghembuskan pelan.
Mario membantu nya untuk berbaring setelah itu ia pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Bentar Daddy mandi dulu"
Terdengar gemericik air di dalam kamar mandi suaminya itu pasti sedang mandi membersihkan diri.
Maklum baru pulang pesta, pasti ada virus karena bertemu dengan banyak orang yang hadir di pesta itu..
Mario keluar dari kamar mandi dengan tubuh nya yang segar. menghampiri tempat tidur di mana Lea sedang berbaring.
Sebenarnya Lea tidak bisa tidur karena yang di dalamnya mulai nakal menendang dan menonjok hingga membuat Lea harus bercerita dengan mereka.
"Apakah mereka nakal di dalam sana?"
"Seharian mereka semakin aktif membuat mommy sesak nafas" keluh Lea.
"Halo anak anak Daddy, jangan nakal ya sama mommy kalian" bisik Mario sambil mengelus lembut perut istri nya dengan rasa sayang.
Membantu untuk berbaring dan mengusap lembut perutnya, membantu istrinya untuk bisa terlelap. Benar saja tidak berapa lama Terdengar nafasnya yang mulai teratur lelap terbuai mimpi.
Mario mengecup lembut kening Lea, tersenyum menatap wajah cantik yang sudah terbuai mimpi. Ia pun ikut memejamkan matanya dan lelap dalam mimpi.
Pagi harinya seperti biasa Mario akan sibuk di dapur membuat sarapan untuk mereka. Pria tampan itu sibuk berkutat dengan peralatan masak hingga terciptalah beberapa menu sayuran kesukaan istri nya.
Menata semua di meja makan dengan rapi tidak lupa pula beberapa potongan buah segar yang sudah menjadi salad buah, makanan khas sang istri tercinta.
Sedangkan Sesik di buat kan ayam goreng dengan susu coklat kesukaannya. Siap untuk di nikmati.
"Wao kelihatan nya enak sekali" seru Lea ketika sudah masuk dapur bersama si cantik imut Sesil.
Putri kecil nya itu sudah mandi dan cantik mewangi.
"Daddy memang koki yang handal" puji Lea.
"Ya Daddy buat kan untuk kalian yang sangat Daddy sayangi" Mario meraih tubuh mungil si kecil.
Menggendong dan mencium pipi nya berulang kali. "Hmm putri Daddy yang c? sudah antik harum pagi ini"
"I Love You Daddy" Sesil balas mencium pipi Daddy nya.
"Love you to baby! balas Mario gemas.
__ADS_1
Mendudukkan Sesil di kursi nya lalu menghampiri Lea. Manarik kursi lalu duduk di samping istri nya.Sebelum duduk masih sempat mengecup lembut bibir seksi sang istri.
Mereka menikmati sarapannya dengan lahap setelah itu Mario menemani Lea jalan berkeliling di halaman rumah mereka yang cukup luas.
Setelah jalan jalan Lea memilih untuk beristirahat di gazebo yang ada di dekat kolam renang. Dan Mario seperti biasa sebelum masuk ke kolam renang dia akan bermain dengan Si bulat beberapa kali memasukannya ke dalam keranjang.
Sibuk dengan Bola basket andalannya, meskipun sudah tidak lagi menjadi pemain basket tapi Mario menggemari olahraga itu.
Tubuh atletisnya yang Bermandi keringat terlihat seksi dan sangat tampan. Ia lalu mantap Lea yang sejak tadi mengagumi ketampanan suaminya itu.
Mario bersiul menggoda dengan tatapan nakal nya menggoda Lea dengan meleletkan lidah nya, sambil mengedipkan mata. Lalu meloncat masuk ke dalam kolam renang.
.
Lea tertawa kecil melihat kegenitan suaminya, Mario yang selalu membuat dirinya tersenyum. Bahkan sangat memanjakan istri nya itu.
Tinggal menunggu hari Lea akan segera melahirkan. Mengingat Lea akan melahirkan dan tidak ingin terjadi hal buruk, Mario akhirnya memilih untuk tetap di rumah menjadi suami siaga.
Kaki Lea yang mulai membengkak ia duduk di gazebo sambil menatap kedua telapak kakinya yang bengkak itu, tanda nya tidak lama lagi dia akan melahirkan.
Mario sendiri sudah menyiapkan semuanya untuk istrinya melahirkan nanti, bersama dengan dokter Via yang selalu mengontrol kehamilan Lea.
Asyik di taman belakang datang Bi Asih memberitahu kalau ada tamu yang datang.
"Abang????!!" pekik Lea ketika seorang pria tampan menuju ke arah nya. Wajah Lea berbinar kaget.
Ternyata yang datang adalah abangnya yang bernama Harsendy. Kakak nomor tiga nya setelah Kiki. Kakak yang sangat dia rindukan setelah pergi hampir sepuluh tahun lamanya dan mereka jarang bertemu.
Harsendy yang memilih untuk tinggal di Belanda bersama Om nya Jemmy. Pria tampan itu memilih untuk melajang hingga selesai meraih gelar Master nya. Ia memilih untuk menjadi COE di salah satu perusahaan orang tuanya.
"Sayang?" Harsen memeluk adik gendut nya, menatap dari atas ke bawah.
"Apakah sebentar lagi ponakan kembar ku akan lahir" tanya Harsen melepas pelukannya.
"Ya, tinggal menunggu hari"
"Hay bang?" sapa Mario yang baru naik dari kolam renang saat melihat kakak iparnya itu datang. Ia mesih mengenakan handuk.
Keduanya bersalaman ala laki laki, dan saling bertanya kabar.
"Apa kabar mu bang?" tanya Mario.
"Baik"
"Oh ya! kapan Abang tibadi tanah air?" tanya Mario.
"Dua hari yang, lalu dan aku merindukan adik kecilku yang bar bar ini" Harsen menatap Lea.
"Apakah setelah ini Abang akan balik lagi ke Holand sana?!" tanya Lea, menatap sendu kakak tersayang nya.
"Tidak! Abang akan melanjutkan salah satu perusahaan Papi"
"Oooh kita akan selalu bersama lagi" ujar Lea girang.
"Ada yang tidak bisa kamu tinggal" bisik Harsen di telinga Lea sambil melirik Mario yang cengar cengir merasa terabaikan.
*
*
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ Betapa Rindunya aku pada Kalian*****
__ADS_1