
"Ternyata dia telah menikah! semoga kita tidak akan pernah bertemu sampai akhir dunia"
Dari kejauhan Lea menatap Mario dengan tatapan sinis. Dia lalu membawa dua ponakannya untuk pulang.
Mereka keluar lewat pintu lain tidak searah dengan Mario.
Mario yang baru keluar bersama ponakannya juga kini giliran terkejut. Demi Melihat Lea yang baru masuk ke mobil dengan dua ponakannya.
Mario tau itu pasti anak anak nya Kiki yang tadi sempat bermain di arena mandi bola bersama Alif.
"Mengapa aku sampai tidak menyadari kehadiran mereka disana?" Batin Mario.
Mario masih terpaku menatap mobil yang telah membawa Lea pergi hingga Alif menangis membuat dirinya kaget.
"Sayang jangan menangis ayo, nih Tante belikan bola untuk mu" seru Karin. Alif yang langsung menerima bola yang baru di beli untuknya.
Bocah kecil itu terlihat senang, mendapatkan maina baru.
"Makasih Rin" kata Mario, dia lalu membawa Alif masuk ke mobilnya disusul Karin yang langsung masuk di samping mereka membuat Mario terkejut.
Kenapa wanita ini harus ikut di mobil mereka?perasaan Mario tidak pernah mengajaknya.
Ada-ada saja tingkah wanita ini yang selalu dan mencari perhatian dari Mario.
"Kamu sih tidak tahu bagaimana caranya membujuk anak kecil! kalian laki-laki memang begitu, tidak peka dengan keinginan anak-anak"celetuk Karina.
Mario menatapnya dengan dongkol, wanita yang satu ini memang nekat.
Mario menyuruh sopir untuk segera pulang, baru hari ini Mario menggunakan jasa sopir, biasanya dia akan menyetir sendirian.
Tapi berhubung hari ini dia pergi bermain bersama Alif ponakannya, maka dia meminta sopir untuk mengantar mereka.
Sampai di rumah Mario membuka pintu mobil lalu segera turun berputar membuka pintu mobil untuk karina yang sedang memangku Alif.
Mario lalu mengambil Alif dari gendongan Karina, pria itu melangkah terburu-buru masuk ke dalam yang disambut oleh kakaknya Lian yang menatapnya dengan tatapan horor.
"Kak surut sopir untuk mengantar Karin pulang, aku mau istirahat dulu"
Mario lalu masuk kamar dan mengunci pintunya, lalu tidak keluar-keluar dari sana dia memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan beristirahat.
Mario baru terbangun di malam hari rupanya dia sempat tertidur.Mario lalu melangkah masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Setelah berpakaian dia lalu turun ke meja makan.
Di meja makan sudah ada kakaknya Lian bersama suaminya Leon dan papanya Liton mereka sedang menunggu Mario untuk makan malam.
Mereka lalu makan malam dengan diam hanya dentingan sendok yang berbunyi beradu dengan piring.
Setelah makan malam Mario dan papanya berbincang-bincang di ruang keluarga.
Sementara Lian sedang membujuk anaknya untuk tidur. Dan Leon masuk ke ruang kerja mengerjakan pekerjaannya di sana.
"Rio,,,? apakah kamu memiliki hubungan khusus dengan Karina?"tanya pak papa Liton menatapnya serius.
"Tidak aku tidak punya hubungan yang spesial dengan dia" ujar liton.
"Kalau kamu ingin menikah lagi, carilah wanita yang baik-baik yang bisa mengerti dan menjaga kamu" kata papanya.
"Pa,,,,! untuk saat ini aku tidak akan pernah berpikir untuk menikah lagi beberapa tahun lagi" ujar Mario.
"Apakah kamu masih menunggu istrimu hingga saat ini?"
"Biar bagaimanapun Lea masih sah menjadi istriku, mungkin aku akan menantinya" Aku Mario jujur.
"Seandainya Lea sudah benar-benar tidak ingin kembali lagi kepadamu apakah kamu masih akan tetap menantinya?"
"Biarkan waktu yang akan menentukan itu, aku berharap suatu saat dia akan membuka pintu hatinya untuk ku, meskipun aku harus bersabar untuk menantikan itu dalam waktu yang panjang" tutur Mario.
"Maka dari itu papa sarankan, kamu harus menjaga jarak dan jangan dekat-dekat dengan wanita manapun. Karena itu juga akan membuat istrimu semakin menjauhi kamu. Ingat Rio?! keluarga itu punya spion yang ada di mana-mana" kata Papa Liton.
Mario baru menyadarinya akan hal itu, dia lalu berpikir untuk menjauhi Karina. mario lalu berpikir jangan hanya Karina wanita itu kehidupannya akan lebih hancur lagi.
Pengalamannya bersama jenny cukup membuatnya menjadi jera.
*
__ADS_1
*
*
Lea yang mulai dekat dengan Oscar pria idaman para wanita di kampus nya.
Sudah ada beberapa wanita yang iri dengan kedekatan mereka
Terutama dengan gadis yang selama ini dekat dengan Oscar. wanita yang bernama Regina, dia tiba tiba menghalangi langkah Lea saat di koridor menuju kelasnya.
Regina bersama beberapa orang temannya wanita itu memasang wajah angkuhnya dengan tatapannya yang garang.
"Heh gadis kampung jauhi Oscar!" bentaknya.
Lea hanya diam tidak merespon mereka, Lea menatap tajam Regina yang tingginya hampir menyamai tingginya Lea.
"Jangan halangi langkah ku"
"Ku beri tahu ya, jangan coba coba mendekati Oscar" kata Regina tangannya hendak mendorong Lea.
Lea hanya bergeser agar Renata tidak sampai menyentuh nya. Dengan gerakan cepat Lea menangkap pergelangan tangan Regina lalu memutar nya, membuat Regina terpekik.
"Jangan coba coba menyentuh ku, kalau tidak aku akan mematahkan tangan mu"Geram Lea lalu menghempaskan tangan Regina dan berlalu pergi dengan seringai jahatnya. Sikap bar bar nya dari kampung di tunjukkan pada Regina dan kawan kawan nya.
Renata merasa marah melihat Lea yang meremehkan dirinya. "Awas saja kamu ya aku akan membuat mu merengek minta ampun pada ku, kamu tidak tau ya siapa Regina' gadis itu tersenyum jahat.
Renata bersama Kelompok nya lalu pergi dari sana, mereka tidak kembali ke kelasnya tapi menuju Parkiran.
Mobil Lea akhirnya yang jadi korban nya, ke empat ban mobil Lea jadi kempes.
*
*
*
"Lea,,,,,! panggil Oscar saat Lea menuju kantin.
Lea menatap Oscar yang menyusulnya dengan langkah lebar. pria itu dengan senyuman yang menawan.
"Seperti apa yang kamu lihat"
"Okey sekarang kita makan" Oscar mengajak Lea ke tempat duduk di pojokan, memesan makanan untuk mereka berdua.
Saat sedang menikmati makanan nya muncul Regina cs.
"Oscar?!" serunya.
Tanpa permisi Wanita itu sudah duduk di bangku sebelah Oscar.
"Aku cari kemana mana rupanya kamu di sini" katanya sambil menunjukan kemanjaan nya pada Oscar. gadis itu sempat melirik sinis pada Lea.
Lea hanya diam menikmati jus alpukat nya, dia tidak mempedulikan kehadiran Regina.
"Gina, apakah tidak melihat ku lagi makan?" Oscar menatap nya kesal.
"Kenapa kamu tidak angkat telepon ku?"
"Gina, kamu boleh pergi sekarang, selesai makan, aku akan temui kamu di kelas Okey" kata oscar melunak.
"Janji ya?" katanya merajuk.
"okey" Oscar mengangkat satu tangan nya.
Regina spontan mencium pipi Oscar lalu pergi dengan senyum menang. dia masih sempat melirik tajam pada Lea.
Oscar yang mendapat perlakuan memalukan dari Regina, pria itu mengumpat kesal.
"Dasar perempuan gila"
Lea hanya tertawa kecil melihat wajah Oscar yang nampak kesal.
"Rupanya dia cemburu pada ku, gila aja! dia hampir melabrak ku tadi pagi" kata Lea masih dengan tawanya.
"What,,,,?"Oscar nampak terkejut.
__ADS_1
"Pacar mu itu mungkin sangat mencintai kamu" kata Lea lagi.
"Percaya deh dia bukan pacar ku, kami hanya berteman, dia mungkin salah mengartikan kebaikan ku Selama ini" tutur Oscar.
"Sorry Lea,,,! Regina selalu begitu bila melihat ku dekat dengan taman teman wanita di kampus ini"
"Wajar saja kalau dia seperti itu, karena kamu spesial bagi dia"
"Seharusnya dia tidak boleh seperti itu,kami hanya berteman" Oscar nampak marah, terlihat dari reaksinya.
"Kayaknya dia cinta banget sama kamu, sampai nekat menghajar semua wanita yang kamu dekati"
"Aku akan memberikan dia peringatan, agar tidak menggangu kamu lagi" tegas Oscar.
"Tidak apa aku tidak masalah kok" kata Lea cepat.
"Ini tidak bisa di biarkan Lea, aku temui dia dulu, maaf aku harus pergi" Buru buru Oscar menuju kelasnya. di sana sudah ada Renata yang dengan kesal menunggu nya.
"Gina ?! ngapain sih kamu mengancam Lea segala?" ujar Oscar saat menemui Regina di kelasnya. wanita itu sedang kesal menunggu Oscar.
"Oscar, aku tuh cinta sama kamu, kurang apa aku sampai kamu tidak bisa terima kehadiran ku?" pekik Regina, dia menatap sendu pada Oscar.
"Dengarkan aku Gina,,,?! kita hanya berteman aku hanya menganggap mu sebagai teman dan adik ku tidak lebih" kata Oscar pelan.
Oscar berusaha memberikan pengertian kepada Regina agar gadis itu tidak lagi mengganggu setiap wanita yang dekat dengannya.
Seperti halnya Lea yang baru di dekati Oscar, belum lagi apa apa Regina sudah mengancamnya.
Oscar dan Regina sudah dekat saat mereka baru menjadi mahasiswa baru. kedekatan keduanya hanya sebagai sahabat tidak lebih bagi Oscar.
"Tidak kah sedikit pun kamu bisa menghargai sedikit perasaan ku Oscar?" lirih Regina.
"Maaf kan aku Gin, aku tidak memaksakan rasa itu pada mu,aku sayang kamu sebagai adik ku" Oscar memeluknya mengusap air mata di pipi Regina.
Sikap lembut Oscar membuat Regina semakin terisak. Hapus air mata mu, orang akan mengira aku menyakitimu" kata Oscar pelan.
Regina terpaksa menghapus air matanya, membiarkan Oscar membelai rambutnya. membuat gadis itu semakin sakit setiap kali di tolak Oscar.
Sepulang kampus Lea terkejut saat melihat semua ban mobilnya kempes. Lea merasa gusar, hari ini dia ada meeting penting di kantor dengan Papinya.
"Awas saja kalau ku tau siapa yang melakukannya ini" geram Lea.
"Hai Lea?" tegur Oscar.
Lea tidak menoleh ketika Oscar menyapa nya, wajah nya masih memerah marah, melihat ban mobilnya yang sudah seperti ini.
Oscar melihat ke arah mobil Lea, wajah nya berkerut heran melihat apa yang terjadi dengan semua ban mobilnya.
"Aku sebaiknya naik taksi saja" Lea melangkah pergi dari Oscar.
"Lea,aku bisa mengantarkan kamu pulang" tawar Oscar.
"Makasih lain waktu saja" ujar Lea buru buru ke luar mencari taksi.
Saat sedang menunggu taksi sebuah mobil berhenti tepat di depan nya.
Oscar lalu turun membuka pintu mobil nya untuk Lea.
"Ayo aku akan mengantar kamu pulang!" ajak Oscar.
Lea menatap jam di pergelangan tangannya dirinya hampir terlambat. Papi pasti sedang menunggu nya di ruang Meeting.
Karena terburu buru Lea terpaksa ikut mobil Oscar,gadis itu meminta Oscar mengantarkan dirinya ke kantor.
*
*
*
***** Love you All ❤️❤️❤️ tinggalkan jejak kalian.
Like dan komentar nya ya ...Vote dsb.
Salam manis yang pilinga sayang untuk kalian semua...Love ❤️❤️❤️
__ADS_1