Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Menanti sebuah keajaiban


__ADS_3

Lea sampai di rumah dan masuk ke kamar Sesil, setiap kali pergi bila pulang hal pertama yang Lea lakukan adalah masuk ke Sesil.


putri kecil yang kini menjadi bagian dari hidupnya. menengok dan menciumi nya penuh rasa sayang.


Barulah Lea akan kembali ke kamarnya, merebahkan tubuhnya namun tidak tidur. Matanya masih tetap terjaga belum bisa terpejam .


Lea akhirnya memilih bangun lalu duduk di meja kerjanya. Membuka Laptop di mana terdapat wajah Tampan yang selalu tersenyum untuk nya.


"Dadd,,,! Jika memang engkau ingin aku hidup dalam kesendirian di mana tidak akan ada orang yang akan menyakiti hati ini. Ku Mohon datang lah di dalam mimki ku. Aku menanti mu di ujung kerinduan ku pada mu!. Katakan pada ku Dadd,,,?! apakah aku harus hidup di dalam dilema setelah kepergian mu,,,?????!! Desis Lea menatap sendu wajah yang selalu dia rindukan. Tanpa terasa air matanya menetes jatuh berguguran dari kelopak indah nya.


Lea kini menangis dalam kesendirian nya, Malik yang menjadi tempat mengadunya kini harus dia tinggalkan.


Biar bagaimanapun Malik berhak memiliki kebahagiaan nya. Lea tidak ingin Malik terbelenggu dengan cinta nya yang tidak mungkin Lea balas.


Lelaki sebaik Malik tidak mungkin bisa bahagia bila nanti semua telah berubah.


Lea tidak ingin egois menjadikan Malik tempat pelarian nya. Dari setiap masalah yang hinggap dalam hidupnya.


"Betapa sakit nya merindukan orang yang telah pergi" Tulis Lea di layar canggih nya itu.


Dia pun memilih untuk kembali merebahkan tubuhnya dan tertidur. Hingga mimpi yang yang ada di benak nya hadir di dalam tidurnya.


*


*


*


Mario datang dan memberikan sebuket bunga yang cantik untuk dirinya. Lea dengan senyum indah nya menerima dengan senang hati dan mencium bunga itu.


Harum bunga yang membuat tenang jiwanya bagai aroma terapi yang menyembuhkan rasa sakit di hatinya.


"Aku sangat mencintaimu!" Mario mengecup bibir seksi menggoda itu.


Lea membiarkan Mario memeluknya, pria itu dengan lembut membelai wajah cantik yang selalu dia dambakan.


Menghujaninya dengan ciuman yang seakan melebur samua rasa kerinduan nya selama ini.


Lea memejamkan matanya menghayati kelembutan yang sekian waktu tidak dia rasakan. Belaian seorang lelaki yang membuat jiwanya menjadi tenang.


"I Love You Bebby?!" Lea tertegun suara itu membuat matanya terbuka. Orang yang memeluk nya kini bukanlah Mario, bukanlah juga Malik, melainkan suaminya Oscar.


"Oscar?!" pekik Lea.


Oscar tersenyum dan mengecup bibir nya, Sambil tersenyum menatap wajah cantik Lea. Lea pun membalas pelukan Oscar.


Rasa rindu nya kepada sosok itu kini terobati dengan girang Lea menyebut nama nya.


"Daddy....aku sangat merindukanmu!" rengekannya manja.


"Berbahagialah meskipun tanpa aku di sisi mu,,,aku sangat mencintaimu, kamu berhak menemukan kebahagiaan mu, tetaplah tersenyum seperti ini" Oscar melepaskan pelukannya dan berlalu pergi meninggalkan Lea yang memanggil manggil nama nya, namun Oscar tetap menjauh hingga hilang dari pandangan nya.


"Oscar,,,,Oscar ,,,,,Oscaaaar! jangan tinggalkan aku!" Lea mulai menangis.


Suara nya kini serak memanggil manggil nama Oscar yang telah pergi.


"Bahkan dalam mimpi pun nama Oscar selalu dia sebut, sebegitu dalam nya cinta mu kepada Oscar" Mario yang sejak tadi duduk di tepi tempat tidur Lea menatap sendu wajah yang sedang bermimpi itu.


Di tatapnya dalam dalam wajah yang selalu dingin kepada nya, namun selalu tersenyum bila bersama Malik.


Mario sendiri berusaha menghalau rasa sakit yang menderita, terasa sangat menyakitkan, mencintai orang yang tidak mencintai nya.

__ADS_1


Mario yang pergi ke club memilih untuk tidak minum, saat beberapa botol minum yang di pesan nya datang.


Mario tiba tiba teringat akan bagaimana dulu Lea pergi meninggalkan dirinya. Hanya karena satu kesalahan nya memilih mabuk lari dari masalah yang justru membuat hidup dan hatinya menjadi gersang bagai sebuah fatamorgana di Padang yang gersang.


Bahkan malam pertama nya di habiskan bersama Jenny, bukan dengan Lea yang di nikahinya.


Kering dan kehilangan segalanya setelah Lea memilih untuk dan akhirnya menikah dengan Oscar.


Menyadari hal itu Mario tidak jadi minuman dan akan melakukan hai bodoh saat mabuk. Teringat akan Lea, wanita dengan watak keras yang selalu teguh dengan pendiriannya.


Mario akhirnya memilih pulang setelah membayar semua minuman yang telah di pesan tadi.


"Tuan apakah minuman nya perlu aku bungkus?" tanya pelayanan yang melihat tidak ada satu pun botol botol itu terbuka masih utuh tersegel.


"Ambil saja semua untuk mu!"


Berkata demikian Mario langsung keluar mengendarai mobil nya pulang ke rumah,kali ini dia tidak terbuai dengan bujukan setan.


Dulu dengan mudah Mario tergoda bujukan setan hingga membuat dirinya tersesat di jurang nista.


Di mana malam pertamanya di habiskan bersama Jenny dan pada akhirnya karma yang harus dia terima. Selalu saja ada laki laki lain di antara kehidupan nya bersama Lea.


Menyadari akan hal itu Mario tidak ingin kehilangan Lea untuk yang ke sekian kalinya.


Dia akan bersaing dengan Malik untuk mendapatkan kembali hati Lea bukan lagi Oscar.


Namun kenyataannya yang terhampar dan di dengar dengan mata kepalanya kini. Nama Oscar yang masih bertahta di hati Lea bukan Malik.


Perlahan Mario berdiri dan melangkahkan ke luar dari dalam kamar Lea. Setelah melihat Lea kini tenang dalam tidurnya tidak lagi berteriak memanggil manggil nama Oscar mendiang suaminya.


*


*


*


Namun gadis kecil itu tidak ada Lea lalu kedapur bertanya kepada Bi Ratih di mana sekecil cantik itu.


"BI Sesil nya mana?" Lea bertanya kepada Bibi yang sedang memasak sup ayam.


Di halaman belakang berasama Daddy nya non!" sahut bibi tanpa menoleh,beliau sedang memasukan bumbu kaldu dan ayam ke dalam panci berisikan kuah yang telah mendidih.


Tanpa pikir panjang Lea mencari keluar di halaman belakang yang cukup Luas itu. Di sana Sesil sedang duduk menatap kagum Daddy nya yang sedang sibuk dengan bola basket nya.


Mario yang sedang melepaskan kerinduan nya kepada keranjang yang menggantung dengan lemparan jitu benda bulat yang menjadi favoritnya di masa Muda dulu.


Seorang bintang basket yang di gilai para gadis cantik di jaman SMA nya dulu, namun hatinya tertambat kepada seorang gadis cantik, anak dari mantan kekasih papa nya dulu. Askya Zilljiran Aldrich Albram Zie. Yang biasa di panggil Kiki.


Kakaknya Zahira Milea Aldrich Albran Zie yang kini menjadi istri nya namun tidak bisa dia miliki.


Lea sempat menatap kagum sosok yang kini Bermandi keringat itu. tubuh kekar atletis Mario nampak begitu seksi.


tubuh dan rambutnya yang basah dengan keringat membuat Mario tampak lebih muda dan terlihat mempesona.


"Sesil besama Daddy ya, hari ini mommy akan pergi" Sekilas Lea mencium pipi Sesil dan berbisik kepada nya.


"Mommy mau kemana, bawa Sesil ikut!" Mata bulat itu menatapnya penuh harap.


"Anak kecil tidak bisa ikut, percaya deh mommy pergi sebentar Okey,,,?!" satu ciuman kembali mendarat di pipi gembul nya.


"By sayang?!" Lea melangkah pergi dari sana meninggalkan Sesil yang mulai meneteskan air mata menatap kepergian Lea.

__ADS_1


Mario menghentikan bermain nya lalu menghampiri putri nya.


"I Love you! anak Daddy kenapa menangis hmmm,,,,?!" Mario menciumnya.


"Mommy pergi,,, Sesil ingin ikut tapi Mommy tidak Mau" lapornya menatap penuh harap kepada Daddy nya


"Mommy akan pergi ke mana emang?! ya sudah kita susul mommy" Mario menggendong putri nya.


"Bi,,, Mommy nya Sesil kemana?"


Tanya Mario setelah mencari Lea di semua ruangan. namun wanita itu sudah tidak ada mobilnya pun juga tidak ada di garasi pergi tanpa ijin kepada Mario.


Mario menjadi gusar Lea seakan menganggapnya tidak pernah ada.


"Oh tadi non Lea titip Sesil katanya mau dua hari pergi"


"Pergi ke mana bi???!"


"Tidak tau juga tuan hanya berkata demikian"


Mario berpikir Lea pasti pergi bersama dengan Malik. Karena semalam Lea sudah di perkenalkan kepada orang tua Malik.


Nafas nya sekarang sesak terlalu banyak menyimpan beban yang terasa berat baginya. ingin mengungkap semua yang membuat dirinya begitu marah kepada Lea.


Mana mungkin Lea pergi Begitu saja tanpa memberikan tahukan dirinya sebagai suaminya.


Meskipun Mario adalah suami pura pura bagi Lea, tapi Mario merasa bertanggung jawab atas keselamatan Lea.


Biar bagaimanapun Lea adalah tanggung jawabnya. Karena mereka hidup serumah dengan Lea sebagai istri nya.


Mario tidak bisa membiarkan Lea dengan sikap nya yang tidak pernah menganggap nya ada.


Segudang kemarahan yang siap di muntahkan Mario bila nanti Lea kembali ke rumah.


Emosi yang kini mulai memenuhi kepala Mario kini perlahan surut saat pesan masuk dari Lea yang mengatakan di mana dia berada.


"***,,,,,Dadd! Maaf! aku tidak sempat pamit, aku buru buru pergi, dengan penerbangan pagi ke tempat suamiku berada, Ziarah ke makam Oscar"


Hati Mario yang sudah panas mendidih Level terpanas di titik batas dan penuh curiga Lea pergi dengan Malik.


Hatinya kini tenang, lalu membawa Sesil ke meja makan di mana kini saatnya makan siang. Bibi yang telah menyiapkan makan untuk mereka.


Sorenya Mario kembali bermain dengan bola basket nya. Bermandi keringat dan tampak seksi.


Setelah puas barulah Mario beristirahat sebentar, lalu mandi dan akan mengajak anaknya jalan jalan.


Sesil yang kini sedang tidur siang itu menangis saat terbangun. Biasanya Lea akan menemani tidur nya.


Tapi kini wanita yang Sesil tau ibunya itu tidak ada di rumah. Mendengar tangisan anak nya Mario lalu bergegas masuk dan menggendongnya.


Di rasakan tubuh Sesil yang kini panas dan menggigil. "Sepertinya Sedang demam!" ujar Mario kepada bibi yang membantu di rumah ini.


Mereka lalu membawa Sesil ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.


"Mommy,,,",tangis Sesil.


Gadis keci itu selalu tidak boleh Lea pergi kamana mana. Sesil seakan tidak ingin Lea pergi dari nya berlama lama, dia akan selalu menjadi ibu yang baik untuk Sessil tentunya.


*


*

__ADS_1


*


*****Love You All ❤️❤️❤️ tinggal kan jejak kalian ❤️❤️❤️ ****


__ADS_2