Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Segenggam Rindu


__ADS_3

Mario sudah siap di pagi hari dengan setelan jas kantor nya. Duduk di meja makan menunggu Lea yang sedang berganti baju.


Wanita yang sedang hamil muda itu sering mandi karena kegerahan. Semua makanan yang di makan akan kembali keluar setelah berada di dalam perut Lea.


Mario yang akan berangkat ke kantor kini tidak jadi padahal ada meeting penting hari ini. itu berarti Mario rela melepaskan ratusan juta rupiah karena membatalkan meeting nya.


Uang bagi Mario sekarang itu tidak lah penting yang terpenting adalah istri dan anaknya saat ini, Apalagi melihat Kea yang lemas sehabis memuntahkan isi perutnya.


"Maafkan aku sayang karena anak anak ku membuat mu seperti ini"


"Maksud Daddy?" Lea merasa heran mendengar Mario mengucapkan kata anak-anaknya.


Mario baru tersadar dia kini kelepasan ngomong lagi.


"Maksud Daddy Sisil bersama anak yang ada dalam rahimmu ini.mereka sangat merepotkan" ralat Mario.


Mario mengubah kalimatnya agar Lea tidak curiga pada hamilnya ini. .


"Aku ingin berbelanja bersama Daddy sekarang"


"Baik lah aku akan menemani mu untuk pergi berbelanja sekarang"


Mario menuntun Lea untuk pergi, namun sampai di depan pintu Lea menghentikan langkahnya.


Menatap Mario dengan intens, lalu berujar membuat Mario melotot.


"Kau yakin ingin memakai setelan itu untuk pergi bersama ku?"


"Ya memangnya kenapa?"


"Aku ingin kau pakai kaos dan celana jeans saja. Karena berpenampilan seperti ini kau terlihat nampak tua"


"Apa? aku terlihat tua?"


"Ya kamu memang nya sudah tua, usia kita kan terpaut beberapa tahun"


Mario menatap lekat wajah Lea lalu tersenyum.


"Baiklah aku akan berganti pakaian"


Mario melangkah masuk membiarkan Kea menunggu nya di teras.


"Jangan terlalu lama" teriak Lea.


Masih sempat di dengar Mario, ia cepat cepat mengganti pakaiannya sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Bu mil.


Tidak berapa lama Mario muncul dengan style yang baru. Celana jeans biru, berkaos ketat putih yang lengannya di lipat sebatas siku.


Penampilan nya yang membuat Lea tersenyum melihat mario yang nampak lebih muda dan tampan. Dengan rambutnya yang acak sengaja di biarkan memberanikan.


"Nah ini baru suamiku yang tampan dan terlihat lebih muda tampan dan ....."Cup!"Jangan banyak bicara ayo berangkat" Mario dengan cepat mengecup bibir Lea.


"Apakah kamu suka dengan penampilan ku seperti ini?" tanya Mario ketika mereka sudah di mobil menuju Mall.


"Ya kamu sangat tampan dan keren!" puji Lea. Mata indah nya menatap kagum sosok yang sedang menyetir mobilnya dengan santai.


"Ya aku memang tampan, kalau tidak mana mau Milea itu sama aku"


Lea terkekeh melihat wajah yang kini memang membuat dirinya ingin selalu dekat dan berada dalam pelukan hangat nya.


"Oh ya sejak kapan kamu suka pada ku?"


"perhatikan jalan aku tidak ingin kita celaka" Protes Lea.


"Baiklah nyonya Mario Tirta" ucap Mario tertawa.

__ADS_1


Rasanya ia begitu bahagia saat ini akan menjadi seorang ayah dan memiliki anak dari wanita yang di cintai nya. Bertahun tahun perjuangan dan penantian nya kini berhasil mendapatkan kembali wanita keras kepala nya ini.


Mario sangat menyukai sifat Lea yang keras kepala dan selalu menentang nya. Butuh kesabaran yang ekstra untuk menaklukkan hati nya.


Mereka sampai di Mall,Mario membuka pintu mobil untuk istri nya, menggandeng tangan nya menuju pintu masuk.


Lea membeli beberapa keperluannya, setelah itu dia mengajak Mario ke sebuah toko parfum. Lea memilih parfum untuk dirinya dan juga Mario.


Setelah itu ia membeli beberapa jenis kutek , juga beberapa mainan anak laki laki di belinya. Entah mengapa Lea seakan senang memilih mainan anak laki laki.


Setelah puas berbelanja Lea minta makan Coto Makassar. Mata nya yang sempat melihat ada rumah makan yang menyediakan makanan yang di inginkan nya.


Mereka kini berada di sebuah restoran yang ada di Mall itu. Mario sendiri sampai heran melihat lea yang menghabiskan beberapa porsi Coto Makassar nya.


"Mengapa kamu jadi rakus seperti ini?"


"Apa?" Lea menatap tajam kearah Mario. "Kamu bilang aku rakus, ini karena kurang ajar mu itu yang selalu membuat ku nungging untuk memuaskan nafsu mu yang besar itu" Semprot Lea.


"Hah?????" Mario terkejut melihat ke kiri kanan kalau kalau ada yang mendengar perkataan istri nya ini.


"Beruntung baru beberapa pengunjung itu pun mereka baru masuk tidak ada yang mendengar ocehan Bu mil.


"Aku ingin makan Coto Makassar yang di beli langsung dari Makassar" cetus Lea.


"Jangan aneh aneh dong sayang! mana mungkin makanannya bisa beli di sana yang ada basi tau sampai sini"


"Eh jaman sekarang kan canggih" Lea malah ngotot.


"Iya iya kita beli Coto Makassar nya di Makassar nanti ya" bujuk Mario mengalah.


"Benarkah?!" Lea berbinar ceria memeluk erat pria yang duduk di samping nya itu.


"Tentu saja semua untuk mu!" Mario berkata lembut. mengelus pipi mulus nan menggemaskan itu.


Lea merasa kesulitan bergerak dengan perutnya yang membesar dan buncit. Mario semakin kerepotan sebagai suami siaga.


Selalu saja merengek minta ini itu membuat Mario benar benar pusing tujuh keliling. Untung ada Dandy yang selalu membantu dan meledek.


Menuntut janji Mario untuk membelinya Coto Makassar. Mario terpaksa harus terbang ke Makassar demi membelikan Coto Makassar nya.


Harus dari Makassar dan harus ada bukti nya, kalau Mario benar benar ke Makassar. Berfoto di bandara internasional Hasannudin Makassar. Juga di depan restoran nya.


Ini benar benar luar biasa demi istri nya dan juga janin nya. Mario sampai harus rela memenuhi apapun permintaan Lea.


Di kamarnya Lea kini merindukan Mario, setelah suaminya itu pergi Lea seakan begitu merindukan suaminya itu.


Ya segenggam rindu yang tertahan entah mengapa baru sehari Mario pergi kerinduan Lea kepada nya seakan menggunung.


Meskipun ada Si kecil Sesil yang kini bersama nya di kamar. Putri kecilnya itu kini sedang terlelap.


Kea akhirnya menghubungi suaminya melakukan panggilan Vidio.


Mario yang baru sampai di bandara di jemput Dandy.


"Halo sayang sebentar lagi Daddy sampai rumah, nih pesanannya" Mario menunjukkan Box khusus untuk makan.


"Kangen Dadd!" ucap Lea pelan tatapan matanya terlihat sendu.


Mario tersenyum menatap layar ponselnya lalu memberikan kecupan untuk sang istri.


"Daddy akan segera tiba dan mengobati kerinduan mu, Love You"


"Love you to".


Benar saja tidak berselang lama Mobil Mario memasuki halaman rumah. Lea buru buru menyambutnya.

__ADS_1


Begitu pintu terbuka Lea menghambur ke dalam pelukan suaminya.


Mario menyambutnya dengan pelukan dan ciuman mesra. Dua insan itu kini berpelukan bahkan juga berciuman di depan pintu.


"Sebaiknya soto nya buru buru di makan sebelum terlambat" ujar Dandy yang sejak tadi berada di luar.


Dandy masuk ke dalam melewati pasangan yang asyik berciuman itu. Menuju dapur meletakkan makanan yang di beli Mario langsung dari kota asalnya.


*


*


*


"Sudah dua kali menjadi bapak kok masih bingung juga kamu menghadapi istri yang sedang hamil, kayak yang mau belajar jadi bapak" ujar Dandy.


Mereka berdua kini berada di kantor bukan membahas soal kantor tapi soal kehamilan istrinya.


"Iya itu karena istri mu melahirkan baik baik saja, beda sama istri ku, kamu sendiri juga tau itu"


"Tidak semua istri itu harus mati saat melahirkan, karena nasib Karina sudah di takdir kan seperti itu" tutur Dandy.


Mario hanya diam ingin mengatakan kepada Dandy tentang kehamilan Lea, tapi tidak jadi, takut nya akan bocor dan itu akan membuat Lea merasa kuatir.


Sebaiknya Dandy tidak perlu tau masalah yang dihadapi nya kini. Rasa sayang nya kepada Lea membuat Mario bahagia dan juga ketakutan.


"Jangan terlalu berpikir yang macam macam inti nya berdoa demi keselamatan anak dan istri mu" ujar Dandy, melihat sahabatnya itu seperti sedang melamun.


Mario tersenyum membenarkan apa yang di katakan oleh sahabat yang merangkap sebagai asisten nya itu.


Dua sahabat itu asyik bercerita sampai pintu ruangannya di ketuk Vina.


"Masuk!"


"Ada rapat sehabis makan siang" lapor Vina.


"Baiklah"


Siang itu Mario buru buru menyelesaikan rapat nya, dia ada janji dengan dokter hari ini. Seorang dokter kandungan.


Seperti yang sudah di sepakati Mario datang tepat waktu. Berkonsultasi soal kehamilan Lea yang membuat Mario merasa takut.


Setelah mengatur waktu untuk jadwal periksa istri ya Mario segera pulang.


Baru aja sampai rumah Lea sudah menjemputnya dengan permintaan aneh nya.


Kemarin nya Coto Makassar yang tidak sempat untuk di makan yang punya permintaan ini minta lagi Es buah NTB.


Meskipun capek nya luar biasa, Mario terpaksa mencari lagi apa yang di inginkan Lea. Wanita itu meminta tiga porsi Es yang ingin di makan.


Mario heran setiap kali meminta makanan harus tiga. alasannya karena lapar saja.


Mereka berdua kini sedang bersantai di ruang keluarga.


"Daddy?" Perut ku kok besar sekali" ujar Lea membuat Mario tersedak saat minum kopi.


Mario jadi bingung harus jawab apa sementara Mario sendiri sedang menyembunyikan fakta tentang kehamilan istrinya itu.


*


.*


*


***** Love You All ❤️❤️❤️ salam rindu**"*

__ADS_1


__ADS_2