
Hati dan cinta tidak lah bisa di paksakan, karena perasaan yang sama tetapi terluka.
Lea merasa perasaannya di permainan kan dari Mario, Frans dan kini Oscar.
Di mobil saat pulang dari kantor polisi Lea seperti melamun.
Mario yang mengemudi sempat melihat Lea menghembuskan nafas nya yang seakan menyesakan dada.
Dia ingin bertanya tapi tidak jadi melihat Lea yang kini bersandar sambil memejamkan matanya.
Mario tau semua terasa berat bagi Lea, Lea sendiri sering terlihat melamun di balkon kamar nya.
Mario tidak ingin mengusik dan bertanya, dia membiarkan Lea yang sering seperti itu.
Hingga bila nanti semua baik baik saja Mario baru akan bertanya.
Untuk saat ini Mario membirkan Lea untuk mendapatkan ketenangan hati nya.
Oscar sendiri merasa sangat kecewa saat Lea tidak ingin berbicara dengan dirinya.
Setidaknya dia bisa menjelaskan semuanya. Biar Lea tidak sampai membencinya.
Bukan harapan kosong yang dia berikan untuk Lea, tapi janji yang akan dia tepati, tapi sayang semua menjadi hancur saat pesta itu.
Semua terjadi di luar ekspektasi nya, Lea bahkan membencinya kini.
Hari hari Lea jalani seperti biasa pergi ke kampus dan ke kantor selalu diantar Mario. Tapi sejauh ini diantara mereka tidak pernah ada pembicaraan serius yang ada hanya rasa asing dan mereka sama-sama lebih banyak diam.
Kehidupan rumah tangga mereka seperti waktu pertama mereka menikah dulu. hanya saja sekarang Mario lebih banyak berubah dia akan pulang kantor tepat waktu.
jam makan siang pun dia akan pulang dan tidak lupa selalu membeli barang-barang untuk kebutuhan istrinya.
Terkadang juga dia harus membeli beberapa jenis buah untuk disimpan di kulkas. Mario tahu seperti apa jenis makanan yang dimakan istrinya dia tidak akan banyak makan dia lebih banyak minum susu, buah dan jus alpukat.
Pantas saja tubuh nya begitu ideal dan indah. Mario juga telah menyiapkan sebuah ruangan Gym di rumah nya. Agar dirinya dan juga Lea bisa berolahraga di sana.
Lea yang masih sering melamun membuat Mario tidak tahan untuk bertanya. Karena selama ini mereka hidup serumah tapi bagaikan orang asing.
Berbicara seperlunya pergi bersama makan bahkan tidur seranjang.Tapi tidak berbuat apa-apa.
Mario masih bisa menahan diri, tapi tidak untuk hari ini. setelah menjemput Lia pulang kantor Mario bertanya akan makan malam di rumah ataukah di luar.
Lea memilih untuk makan di luar di restoran tepi pantai milik keluarganya.
Selesai makan mereka lalu duduk di tepi pantai, Lea memandang Sunset di mana matahari akan ke peraduannya.
Rona jingga membias di ufuk sana, nampak begitu indah mempesona. Lea terpaku menatap keinginan itu.
"Lea,,,?" panggil Mario akhirnya.
Lea menoleh menatap nya, Hatinya berdesir melihat Mario tersenyum lembut, nampak tampan dan mempesona.
Sosok yang kini kembali menjadi suaminya mereka yang kini rujuk lagi.
Kalau saja peristiwa itu tidak pernah terjadi Lea sebenarnya tidak ingin kembali kepada Mario.
Hatinya kini telah tertambat pada sosok Oscar.
Lelaki yang membuat hidup nya penuh warna dan juga dia yang kini membuat Lea payah hati dan terpaksa harus memilih untuk hidup bersama Mario.
Walau pun sebetulnya hati Lea terasa hambar, tapi dia berusaha terlibat baik baik saja di mata Mario.Mario masih tersenyum menatap nya.
Lea beralih menatap jauh ke lautan lepas, di mana hatinya akan berlabuh.
"Lea, maaf kan atas semua salah ku, andaikan kamu terpaksa, aku rela melepas mu, aku tau hati mu bukan untuk ku" kata Mario pelan.
Walaupun bibirnya mengucapkan kalimat itu, tapi tidak dengan hatinya, rasa begitu sakit dan perih.
__ADS_1
Lea hanya diam tak bergeming, tatapan nya seakan fokus ke laut biru.
Tanpa menatap Mario Lea berdiri lalu melangkah pergi. Mario seakan ingin mencampakkan dirinya setelah semua terjadi.
"Itu bukan lah ingin mu dan Juga bukan mau ku" semua telah terjadi" ujar Lea dingin.
Dia melangkah menuju mobilnya dan ingin pulang.
'Antar aku ke kosan, aku ingin menginap di sana malam ini" pintanya.
Andaikan malam itu Lae ingin biarlah Oscar yang bersamanya bukan Mario yang telah membekukan hatinya.
Sikap dingin dan tidak peduli Lea pada nya membuat Mario merasa sakit. Hati nya seakan perih dari luka yang tidak berdarah.
Beginilah yang di rasakan Lea dulu saat Aku tidak mempedulikan dirinya.
Mario terpaksa mengantarkan Lea ke kosan Lea mengatakan pada nya untuk membiarkan dia sendiri di sini.
Mario hanya menuruti apa maunya Lea, membicarakan dia sendirian.
*
*
*
Oscar yang seperti orang yang patah hati hanya termenung di ruangan nya.
Dia yang dari awal tidak pernah jujur untuk mengatakan siapa dirinya kepada Lea kini malah menyesal.
Hatinya yang telah tertambat untuk Lea, membuat ia enggan untuk beraktivitas.
"Hei, Bro, melamun aja" gurau Jhon.
"Setidaknya aku bisa minta maaf" kata Oscar penuh sesal.
"Ingat itu istri orang" kata Jhon lalu duduk di hadapannya.
"Mau minta maaf? serius mau minta maaf, ikut aku, hari ini Lea ada di suatu tempat dia tidak ke kampus. atau kamu masuk kampus dan temui dia lalu minta maaf" saran Jhon.
"Tidak Jhon! dia pasti akan menghindari ku"
"Oke, kalau begitu kamu ikut aku kiya temui Lea"
Jhon beranjak pergi Oskar lalu berdiri dari duduknya dia pun mengikuti langkah John masuk di mobil dan meluncur ke suatu tempat.
Oscar terkejut ketika Jhon membawanya di kos-kosan miliknya. Oscar tidak pernah tau bahwa rumah yang di sebelah kosan Jho.Adalah markas My LeGaCy. di mana Lea selalu berkumpul bersama teman-temannya di rumah itu.
Jhon lalu mengetuk pintunya saat pintu terbuka berdiri sosok Lea di hadapan mereka dengan matanya yang sembab habis menangis.
Jhon lalu masuk rumah nya membiarkan Oscar dan Lea menyelesaikan masalah mereka.
"Lea,,,?" Oscar menghampiri nya, dia lalu masuk secepatnya saat Lea akan menutup pintu.
"Dengar kan aku dulu, kita harus bicara" ujar Oscar.
"Kebohongan apa lagi yang akan kamu bicarakan untukku semua tentang kita telah berakhir" seru Lea dingin dengan wajah nya yang datar.
"Aku bisa jelaskan semuanya"
"Aku tidak butuh penjelasan mu" Lea menatap nya marah.
"Aku akui, aku salah membiarkan semua terjadi malam itu, maaf saat itu aku sedang bertugas" Oscar menatap nya sendu.
"Saat kamu bertugas, kami bisa kan jujur mengatakan pada ku, tapi kamu hanya mempermainkan perasaan ku, untuk kepentingan pribadi mu, kalau aku tau biarlah malam itu kami yang melakukan nya, biar aku tidak mengulang lagi masa lalu ku" teriak Lea marah, dia menatap Oscar dengan berlinang air mata.
Saat yang sama Mario tertegun dia sempat Mendengar semuanya. Mario yang datang menjemput Lea untuk makan siang.
__ADS_1
Pria itu mendengar pertengkaran Lea dengan Oscar. Mario merasa kecewa saat mendengarkan apa yang di katakan Lea.
Bukan hanya Mario yang sakit dan kecewa, tapi juga Oscar dia melihat segalur luka di tatapan mata Lea.
"Terlalu agung kah cinta itu untuk bisa membuat ku bahagia?" tangis Lea.
Oscar yang ingin memeluk nya namun tidak jadi, karena Mario sudah ada di sana dan segera memeluk Lea.
Meskipun hati nya sedemikian sakit tapi Mario tidak sanggup melihat Lea menangis.
"Tinggalkan kami sendiri" kata Mario dingin tanpa menatap Oscar.
Oscar terpaksa harus pergi dari sana, dia menuju rumah Jhon.
"Gimana minal Aidin nya?" Tanya Jhon cuek.
"Tunggu lebaran kuda" ketus Oscar.
"Jangan tergoda jodoh orang" seru Jhon meletakan bungkus rokok di meja depan Oscar duduk. Pria itu duduk meletakkan kepalanya di sandaran kursi, lalu mengusap kasar wajah yang nampak gusar.
"Aku kalah satu langkah sama suaminya" desah Oscar.
"Itu artinya kamu harus mundur teratur"
"Ya, aku harus mundur tapi aku juga harus memastikan apakah Lea benar-benar bahagia bersama suaminya itu. Tapi andaikan dia tidak bahagia apapun bisa kulakukan untuk merebutnya dari tangan laki-laki itu" Geram Oscar nampak kesal.
"Aku beri saran sebaik lupakan dia, pengalaman akan mengajarkan suaminya untuk lebih baik lagi dari hari-hari yang kemarin, dia bisa saja membangun istana untuk membahagiakan istrinya itu"
"Sekalipun dia bangun istana yang megah berlapiskan emas intan berlian! tapi kalau Lea tidak bahagia aku tetap akan menanti hari itu tiba"
" Sudah pernah ku katakan pada mu, jangan pernah bermain dengan perasaan"
"Siapa yang akan menolak pesona nya bro!" seru Oscar.
Jho tertawa keras, "aku pun tidak bisa menolak pesona nya, tapi saat aku mendengar siapa laki laki yang dia cintai, aku malah menyimpan rasa itu. yang akhirnya ku berikan kepada kakaknya itu" tutur Jhon.
"Siapa kah laki laki beruntung itu?" tanya Oscar penasaran.
"Suaminya!" jawab Jhon singkat.
"mengapa mereka bercerai? andaikan dia mencintai suami nya?" Oscar masih penasaran.
Dia meluruskan tubuh nya, meraih bungkus rokok mengeluarkan kan sebatang lalu menyulut dan menghisapnya.
"Mana ku tau, bikin apa saja kamu waktu bersama nya?" tanya Jhon balik.
"Tauk ah!"
"Jangan Frustek!"
"Rasanya aku ingin memukul orang!"
"Salahkan kesalahan mu sendiri bro yang terlambat melangkah" seru Jhon lalu mengambil sebatang rokok. Jhon lalu menemani Oscar merokok.
Di rumah sebelah Lea sedang menangis di dada Mario. Melepaskan semua kesedihan hati nya selama ini. Walaupun sebenarnya Mario sendiri sedang terluka.
Semua yang di katakan Lea pada Oscar membuat Mario sadar cinta dan hati Lea telah tertambat pada seorang Oscar.
Namun dia berusaha untuk menahan beban rasa yang membengkak di dadanya.
Dia telah memiliki raganya tapi tidak untuk hati dan cinta nya, semua telah terlambat Lea telah memberikan hatinya untuk orang lain.
"Aku mencintaimu Lea,,,,!" bisik Mario.
*
*
__ADS_1
*
**** Love you All❤️❤️❤️