
Pagi yang dingin namun tidak di rasakan oleh dua insan yang sedang berpelukan di bawah selimut Mario seakan tidak ingin melepaskan pelukannya.
Kalau saja Sesil tidak datang dan mengetuk pintu kamar mereka, Mario masih tidak melepas kan pelukan nya.Enggan bangun dari tempat tidur, tangannya masih melingkar erat di pinggang Lea.
Dia yang baru saja melakukan olah raga di pagi buta. Biasanya di jam jam menjelang pagi senjata pamungkas nya akan menegang ingin bertempur.
Akhirnya dia baru tenang setelah puas melakukan serangannya. Dengan masih mengantuk Mario memakai celana pendek nya buru buru karena Sesil yang merengek dari luar.
Masih sempat memberikan morning kiss kepada sang istri yang masih tertidur. Mario tersenyum menatap wajah cantik yang membuat dirinya ingin selalu menggelora.
"I Love You Daddy! kenapa lama tidak buka pintunya?" rengeknya minta di gendong.
"Cup,,,! putri Daddy yang cantik, jangan berisik Mommy masih bobo"
"Dadd, mengapa mommy belum juga bangun? biasanya mommy selalu bangun pagi masak buat Sesil?" gadis itu menatap Lea yang masih tidur.
Matanya masih terpejam dan tidak menyadari bahwa Sesil kini berada di kamar nya.
"Baiklah biar hari ini Daddy yang masak buat kita, Lets go" Mario segera keluar dari kamar sambil menggendong putri nya.
Sebelum keluar Mario masih sempat melirik Lea yang masih pulas di tempat tidur. Mario tersenyum mengingat bagaimana dia membuat Lea tidak berdaya, dan akhirnya tertidur karena kelelahan melayani nya di pagi buta.
Mario meletakkan Sesil di kursi meja makan, dia lalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dekat dapur. Mencuci muka dan gosok gigi barulah dia akan memulai dengan membuat sarapan pagi untuk mereka.
"Tuan biar bibi saja yang akan membuat sarapan nya" kata bi Ratih yang datang untuk membuat sarapan nya.
"BI biarkan hari ini aku yang akan memasak, karena hari ini aku tidak ke kantor" kata Mario sambil membuka kulkas.
.
Mengeluarkan beberapa potong sosis dan beberapa telur, dia akan membuat nasi goreng spesial untuk sarapan paginya.
Setelah meracik bumbu, Mario menghidupkan kompor. meletakkan wajan memakai sedikit minyak untuk menumis bumbu nya.
"Lea tidak bisa makan makanan yang terlalu berminyak, kira kira segini aja minyaknya" pikir Mario dia kini kelihatan sangat seksi dengan alat alat dapur di tangannya.
Soal Masak Mario memang orang nya, dia yang jago kalau soal memasak. Beberapa tahun tinggal di luar negeri membuat Mario selalu masak sendiri.
Hanya mengenakan celana pendek Mario menjadi koki di pagi hari. Tidak ke kantor, dia akan menemani istrinya ke dokter kandungan.
Hari jadwal periksa Lea, dan Mario memilih untuk tidak masuk kantor.
Lea yang baru keluar dari kamar mencium bau harum tumisan bumbu yang di goreng Mario, tiba tiba perutnya terasa lapar.
Dia yang baru selesai mandi dan sudah cantik mengenakan daster hamil yang di beli kakak iparnya Lian. .
Sementara Mario kini sibuk membuat sarapan dan mengupas beberapa jenis buah untuk istri tercintanya.
Mario tau seperti apa pola makan Lea, tentu saja buah adalah makanan andalan nya. pantas saja tubuh nya begitu langsung dan seksi aduhai bohai, membuat Mario selalu mengajak nya untuk bertempur tanpa kenal lelah. Bahkan meyerang nya tanpa ampun.
Lea berdiri di depan pintu penghubung dapur dan ruang keluarga. Menatap kagum tubuh seksi Mario yang bertelanjang dada tanpa baju.
Dia kini sibuk membuat sarapan untuk istri dan anak nya
Pria itu nampak begitu seksi di mata Lea, saat memasak untuk sarapan mereka. Bau harum masakan sederhana nya membuat Lea cepat cepat masuk ke dapur.
"Pagi momm!" ujar Mario meyambut dengan senyum yang merekah.
Lea hanya tersenyum melihat apa yang telah tersedia di meja makan. Ternyata suaminya itu jago juga soal masak memasak.
"Oke, sekarang semua siap untuk di nikmati" ujar Mario, Sambil memberikan segelas susu yang sudah dia siapa kan untuk Lea dan tentu juga buat putri kecilnya.
Mario lalu memberikan segelas susu terlebih dahulu untuk Putri nya. Barulah dia memberikan susu untuk Lea.
Hal yang di lakukan Mario itu menandakan bahwa dia lebih sayang Putri nya selain Lea. Melihat itu Lea jadi tau bahwa setiap kali mereka bersama Mario mendahulukan putrinya.
__ADS_1
Kasih sayang Mario sangat berlebihan kepada Sesil. Bagaimana nanti bila anak nya lahir dan mereka akan hidup bersama dengan Anak pertama Mario dengan wanita lain.
Entah mengapa hati Lea jadi ragu untuk melihat semua itu. Bahkan ada nyeri yang merejam hatinya.
Lea menatap Mario dengan tatapan yang tidak berkedip. Ada yang menjadi beban di hati nya.
Secinta apapun Mario kepada Lea, tapi sebelum nya ada wanita wanita lain yang ada di kehidupan Mario sebelumnya.
Bahkan Mario memiliki anak dari wanita lain, dan itu entah mengapa hati Lea merasa cemburu.
Selama ini Lea tidak pernah merasa apa apa. Mario mau mendahulukan Sesil, atau apa pun yang di berikan buat Sesil. entah mengapa hati Lea seakan tidak rela.
Lea sendiri merasa heran dengan perubahan hatinya. Apakah itu berarti Mario mulai menggeser posisi Oscar di hati nya?
Mendiang suaminya yang penuh cinta dan perhatian. Apa yang di lakukan Mario selama ini untuk nya. Mengapa sekarang justru dia seakan tidak rela bila Mario mendahulukan Sesil.
Apakah mungkin ini hanya pengaruh kehamilannya nya? atau juga hanya kerena dia teringat akan Oscar?.
Melihat Lea yang menatap nya dengan pandangan yang kosong membuat Mario meraih jemarinya. Meletakkan jamari lentik itu di dadanya.
Satu tangan nya mengelus sayang pipi Lea, Mario sendiri dapat merasakan perubahan wajah Lea. Ada bilur bilur kesedihan di telaga mata yang tiba tiba berembun itu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Mario. Meskipun ia sendiri tau apa yang ada di pikiran Lea. Jelas bayang bayang Oscar masih bersemayam hingga saat ini di hati Lea.
Bahkan pernah suatu malam Lea menyebut nama Oscar dalam tidurnya. Namun hal itu membuat Mario dapat memaklumi. Lea pernah menjadi istri dari seorang Oscar.
Tidak kah mudah bagi Mario untuk mendapatkan kembali hati Lea. Perlu proses dan perjuangan yang gigih.
Meskipun Lea kini telah menjadi istrinya dan akan mendampingi hidupnya sampai akhir hayat.
Kesediaan yang mendalam pun mewarnai suasana pagi mereka. Sarapan yang tadinya di buat dengan sangat bersemangat. Kini hampir merubah suasana mereka di pagi ini.
Mario dengan cepat membuat suasana itu menjadi hangat. Mencium lembut jemari Lea lalu mengambil gelas susu menyodorkan ke mulut Lea.
"Di minum dulu susnya sayang, debay nya pasti sudah haus" kata Mario lembut.
Rasa sayang dan cemburu nya membuat Lea tersenyum. Mengapa dia harus cemburu? itu artinya Mario telah merajai hatinya.
"Ayo buka mulut nya" Mario menyuap Lea, lalu Sesil. Dua wanita yang sangat berharga dalam hidup nya kini.
Pagi ini Mario melakukan yang terbaik untuk istri dan anak nya. Menyuap mereka berdua menikmati masakan nya.
"Apakah masakannya enak?" Mario menatap Lea.
Menanti jawaban berupa pujian atau kata kata manis dari wanita sedang mengandung anak nya ini.
Lea terdiam sejenak, berusaha mencari rasa dari masakan suaminya.
"Hmmn.. lumayan!" menatap Mario lalu tersenyum. "Masakan Daddy enak lho!" puji nya.
"Benar nih?" Mario tidak yakin.
"Sangat enak malah, Daddy ternyata seorang chief handal juga" puji Lea tulus, senyum terukir di bibirnya.
"Oh ya?"
"Hmm..!"
"Terima kasih atas pujiannya" Mario mengecup pipinya. "oh ya setelah sarapan kita ke dokter kandungan, hari ini jadwal nya kamu periksa" kata Mario mengingatkan.
"Astaga Dadd, aku sampai lupa" Lea memukul jidat nya.
Usia kehamilan nya memasuki bulan ke empat, mereka kini berada di rumah sakit. Dokter tersenyum setelah periksa kehamilan Lea.
Perutnya yang mulai terlihat membesar dan itu membuat Lea merasa heran. Baru beberapa bulan hamil perut nya kini terlihat lebih besar dari kebanyakan wanita hamil lainnya
__ADS_1
Selama dalam masa kehamilan Mario sangat menjaga kondisi istri nya. Dia sangat berbahagia apapun yang di minta Bu mil Mario selalu memenuhinya.
Sesil yang melihat perut Lea yang mulai membuncit itu merasa senang. Gadis kecil itu kini mengerti dia akan punya adik.
"Sayang,,,,?!" Lea mengguncang tubuh Mario yang sedang tertidur.
"Hmmm!" Mario hanya menggumam pelan rasa kantuknya membuat dia enggan untuk membuka mata.
"Panas! gerah main gitar yuk!" Lea mengguncang lagi tubuh Mario.
Namun suami nya itu masih tetap tidak bergerak untuk bangun. Pada akhirnya Lea mengambil gitar nya lalu keluar menuju gazebo.
Lea duduk di sana sambil menatap gitar kesayangannya. Benda itu selalu menjadi teman Lea saat belum menikah hingga saat ini.
Jemari lentiknya mulai bergerak pekan pada senar gitar nya. Terdengar nada sebuah lagu dan itu membuat Lea sendiri merasa senang.
Mario baru membuka matanya dan melihat sang istri tidak ada di sampingnya. Bergegas bangun menyusul Lea di taman belakang.
Mario tersenyum melihat wanita yang kini berbadan dua itu asyik dengan gitar nya. Lea menatap Mario yang melangkah santai ke arahnya.
Suaminya itu terlihat sangat tampan dan itu membuat Lea terus menatapnya.
" Mengapa menatap aku seperti itu?" tanya Mario yang kini duduk di samping nya.
"Pingin di peluk" ucap Lea pelan. Belakangan sifat nya semakin manja. Maunya selalu berada di dalam pelukan Mario.
"Sini, Mario membawa Lea ke dalam pelukannya.
Mencium nya berulang kali, sambil mengelus perutnya yang membesar.
"Pingin punya anak cowok apa cewek dadd?" Tanya Lea yang sedang mengusap dada suaminya.
"Cowok atau cewek sama saja, yang penting mereka lahir dengan selamat"
"Kok banyak amat sih, kayak kucing sekali lahir bisa empat" celetuk Lea mengerucut bibir nya seperti Piramida.
Sejak hamil Lea kini semakin manja dan Mario selalu mengikuti apa kemauan nya.
"Astaga" Mario keceplosan.
Dengan cepat dia mencium bibir Lea, agar wanita itu tidak banyak bicara, mereka kini dalam sesi bermesraan.
Mario selalu menciumnya setiap saat dan membuat Lea tidak berdaya. Dia malah suka dengan apa yang di lakukan Mario.
Termasuk olah raga panas yang selalu di inginkan Mario. Suaminya itu paling jago kalau bermain dengan waktu yang lama.
Mario selalu memperlihatkan segenap cinta perhatian dan kasih sayangnya. Memanjakan Lea dengan berbagai hal.
Mario sendiri tidak ingin Lea melakukan hal apapun. menjaga kehamilannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
"Mereka berdua mulai bernyanyi dengan Lea di pelukan nya. Mario yang kini beralih mengambil gitar. Mereka berdua mulai bernyanyi.
"Suara mu bagus Daddy"
"Oh ya, apakah kamu suka?" Mario mengecup bibir nya.
Teringat apa kata dokter tentang kehamilan Lea membuat Mario bahagia dan juga ketakutan. Bayangan kematian Karina saat melahirkan Sesil membuat Mario sangat mengkuatirkan Lea.
*
*
*
****** Love You All❤️❤️❤️ Maaf Jika Thor jarang Up, maklum pekerjaan yang menyita waktu.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang masih setia bersama ku ❤️❤️❤️******