
Frans sengaja memutar lagi romantis untuk Lea, gadis itu bersandar di jok sambil memejamkan matanya. Entah menikmati musik atau sedang tidur.
Frans melirik wajah cantik itu lewat spion, Lea nampak tenang seakan tanpa beban.
"Hanya laki laki bodoh yang tidak bahagia memiliki gadis secantik kamu"
Lea masih tetap menutup mata hingga mobil sampai di depan rumahnya.
Frans melihat kebelakang sudah beberapa saat belum ada gerakan gadis itu akan turun. Frans lalu turun membuka pintu belakang lalu masuk dan duduk di sampingnya.
Mengamati wajah yang masih terpejam itu,Lea yang tertidur tidak menyadari kalau mereka sudah sampai rumah dan jari mulai gelap.
Frans seakan tidak ingin mengganggu nyenyak nya tidur Lea. seandainya ini tidak di mobil Frans tidak akan membangun Lea.
"Lea,,,,?! ayo bangun, apa kamu mau tidur di mobil sampai besok pagi?" kata Frans hati hati takut Lea akan terkejut.
"Heh! apa yang kamu lakukan?* pekik Lea ketika membuka matanya, wajah Frans yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Aku, ingin mencium mu tapi tidak jadi, tidak asyik mencium orang tidur" kata Frans, membuka pintu mobil lalu turun. membiarkan Lea yang jengkel sendiri.
Lea melangkah masuk dia melihat Papi dan bunda yang lagi santai di ruang keluarga, di tangannya menenteng boneka beruang besar.
"Pi,,Bun?" sapa nya lalu masuk ke kamarnya.
Setelah mandi berganti pakaian Lea memilih santai di balkon kamarnya.
Lea membuka ponselnya ada beberapa pesan masuk dari My LeGaCy. Mereka mengatakan merindukan dirinya.
Lea tersenyum dia segera bersiap untuk pergi ke tempat dua temannya itu.
Bunda melihat Lea yang sudah rapi berkerut heran, "Mau ke mana sayang?" tegur bunda.
"Papi, Banda ,,,?! boleh Lea ke kosan?" Lea menghampiri kedua orangtuanya, lalu memeluk papi melingkar kan tangan nya di leher papi.
Papi menatap wajah putri nya lalu mencium pipinya. "Putri papi bukan anak kecil lagi, kemanapun akan pergi,Papi hanya pesan jaga diri".
"Kamu boleh pergi tapi tetap di kawal Frans" tegas bunda.
"Bun?! Lea ingin sendiri, biarkan Lea pergi tanpa di kawal siapapun, tolong percaya pada Lea" mohon nya dengan wajah cemberut.
"Bunda tau kamu bukan anak kecil lagi, tapi semua yang bunda lakukan demi kebaikanmu"
"Kebaikan yang bagaimana mana Bun?" protes Lea.
"Bunda tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu sayang" kata bunda melunak.
Lea menarik nafas nya, dirinya seakan merasa terkekang oleh perlakuan orang tua nya.
Di nikahkan di usia nya yang masih muda Lea tidak protes.
Menjadi janda di usia nya yang masih muda lebih membuat Lea akhirnya ingin berontak.
Dengan kesal Lea pergi di kawal Frans, wajahnya nampak seperti kertas yang di lipat.
"Apa yang membuat mu sampai menjadi cemberut begitu?" Suara Frans membuat Lea yang duduk di sampingnya menoleh padanya.
"Frans bisakah aku minta tolong pada mu, untuk tidak mengikuti setiap langkah ku?" ujar Lea akhirnya.
"Seandainya aku rasa kamu nyaman, aku tidak perlu untuk terlalu terus mengikuti mu, ketahui lah, waktu ziarah ada mobil mantan suami mu di sana, kupikir kamu tidak akan nyaman, makanya aku temani kamu, waktu di Mall tadi sore ada Mobil Tomy sepupu Mario di sana makanya aku temani kamu, Maaf kalau aku sudah membuat mu merasa tidak nyaman" tutur Frans.
"Frans, makasih atas segala perhatian mu, aku tidak menyadari akan hal itu" kata Lea Pelan.
"Aku akan mengantarmu ke kosan,kamu jangan pulang sebelum aku jemput,katakan berapa lama kamu akan di sana, karena aku ada urusan lain yang harus ku selesai kan" kata Frans.
"Aku tunggu kamu, sampai selesai urusan di kosan" ujar Lea.
"Okey,,,,, kemanapun kamu pergi katakan,atau kamu bisa kirim pesan, bila mereka tanya aku bisa berikan alasan seakan akan kamu ada bersama ku" putus Frans.
"Thanks,Frans atas pengertian mu"
__ADS_1
"Eits tapi tentu saja semua itu tidak gratis" ujar Frans.
"Aku harus bayar berapa?" tanya Lea polos.
Frans malah tertawa mendengar apa yang di katakan Lea barusan.
"Turunlah dan nikmat dunia mu cantik, ingat jangan lupa hubungi aku" kata Frans ketika mereka sudah di depan kosan.
"Sekali lagi terima kasih Frans,atas pengertian mu" ucap Lea. Lalu turun.
"Ya, jangan lupa kabari aku!"
Frans segera melaju ke suatu tempat di mana dia akan bertemu dengan, teman temannya.
"Sayang, akhirnya kamu datang juga" pekik Cynthia.
"Apa kabar mu sayang?" ujar Gabby yang baru keluar dari kamar nya.
"Gimana kabar calon Imam kalin?" tanya Lea.
"Alhamdulillah baik"
"Ceritanya siapa yang akan nikah duluan nih?" Tanya Lea sambil menatap kedua temannya.
"Cynthia duluan" jawab Gabby.
"Seharusnya kamu yang duluan Genit, karena kamu yang sudah kebobolan" ujar Cynthia.
"Kamu yang sudah langsung di lamar tunggu apa lagi? seru Gabby. "Legian kamu belum merasakan nikmatnya sih, bikin ketagihan".
"Iya gara gara nikmat sampai kamu rela di bolongin duluan" Cyntia malah tertawa.
"Ayo malam ini kita ke Bar aja" ajak Lea.
Lea mengajak kedua temannya hanya untuk menghilangkan jenuhnya.
Terlepas dari Mario Lea malah mendapat penjagaan yang super ketat.
Aku sudah seperti di penjara.
Saat menjadi istrinya Mario, dia tidak pernah mengekang kebebasan Lea.
Bahkan Lea di beri kebebasan melakukan apa saja. tanpa tekanan mengapa justru sekarang Lea merasa di kekang oleh orang tua nya.
Mereka akhirnya pergi ke Bar malam ini, ke tiga gadis cantik itu menghabiskan malam tanpa pasangan. mendengar alunan musik yang menghentak, di sana terlihat banyak pasangan yang lagi berjoget.
*
*
*
Di sebuah meja Mario yang asyik minum seorang diri sampai benar benar mabuk. dia sudah terkulai dengan beberapa botol minuman yang sudah kosong.
Mata nya yang memerah menatap pada seorang wanita sambil meracau tidak karuan.
"Sayang mau kah kamu, berkencan dengan ku malam ini?" Mario menarik tangan seorang wanita dengan kuat. Hingga wanita itu memekik kaget dan berteriak, Seorang pria yang melihat wanita nya di ganggu Mario.
Merasa marah ketika ada orang mabuk mengganggu wanitnya.
Pria itu segera menghajar Mario hingga terjadi keributan.
Lea dengan teman teman nya sempat melihat dua pria yang berkelahi. Tapi Lea tidak terlalu memperhatikan siapa yang berkelahi.
Mario yang mabuk berat tidak kuat melawan. Dia akhirnya babak belur di hajar orang.
"Lea?! sepertinya Mario yang di pukul orang itu" seru Gabby yang dari tadi melihat kejadian itu.
Lea menoleh di lihatnya Mario yang terhuyung dengan keadaan yang babak belur.
__ADS_1
Lea segera menerobos kerumunan orang orang untuk melihat apa yang terjadi.
Lea masih sempat mencari keberadaan Dandy, biasa nya dia akan bersama bos nya ini.
Tapi Dandy tidak ikut bersamanya.
"Awas ya kamu sudah berani menganggu istri ku" racau Mario terhuyung memegangi meja, saat dia hendak jatuh.
Lea terpekik melihat orang itu memukul wajah Mario. Segera di pelukan tubuh Mario menghalau pukulan pria yang tidak di kenalnya itu.
"Hentikan jangan pukul kakak ku" Bentak nya.
"Bawa kakak mu agar dia jangan kurang ajar sama pacar orang" Pria yang hendak memukul Mario menatap tajam.
Mario yang sudah babak belur tidak bisa berbuat apa-apa.Gabby dan Cynthia segera membantu Lea memapah Mario.
"Bantu aku bawa dia ke mobil" ujar Lea.
Mereka bertiga dengan susah paya membawa Mario yang besar itu ke mobil.
"Aku bersama nya di belakang, Gabby kita ke apartemen Mario" kata Lea cepat.
Sesuai perintah Gabby membawa mobil menuju Apartemen Mario.
Mereka membawa masuk Mario, beruntung Lea masih ingat password nya.
Setelah membaringkan Mario mereka mengompres wajah nya dengan air hangat.
"Kalian pulang lah biar aku merawat Mario di sini" ujar Lea.
Gabby dan Cynthia mengangguk lalu pergi, namun sebelum pergi Cynthia sempat berpesan.
'Hati hati Centil! Menurut yang aku baca di cerita, pria yang mabuk, memperkosa gadis yang bersamaan nya"
"Ya, aku tau!" jawab Lea.
"Hati hati Sayang! kami pergi"
Seperti nya kedua temannya Lea kembali mengompres wajah Mario yang tidak berbentuk kena pukul bonyok bonyok.
Lea melepas sepatu dan jas Mario, meletakkan di tempat nya.
Lea sempat melihat seisi ruangan yang berantakan. botol botol minuman yang berserakan bersama puntung rokok.
Mario yang benar benar berantakan, kamarnya sudah seperti kapal pecah.
Mario yang terus meracau. Menyebutkan nama Lea berulang kali, Pria itu tertawa bagai orang gila.
Pengaruh alkohol membuatnya meracau tertawa lalu menangis.
Lea merasa miris melihat kondisi Mario yang memprihatin kan.
"Aku tidak ingin melihat kamu bersama laki laki lain Lea, Aku cinta kamu, jangan buat aku seperti ini, puas kah kamu melihat kehancuran ku?" racaunya.
Mata Lea membulat mendengar ocehan Mario, tubuh nya yang berbau alkohol. Mario berbicara dengan mata nya yang tertutup.
Lea segera keluar dari kamar itu. Dia kuatir kalau kalau Mario akan berbuat tidak baik padanya, seperti kebanyakan yang ada di dalam cerita.
Sebelum keluar Lea masih sempat mendengar ocehan Mario.
"Aku sayang kamu Lea, seperti Mama yang juga menyayangi mu" desisnya yang masih sempat di dengar Lea yang mematung di pintu.
*
*
*
Love you All ❤️❤️❤️ jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1