
Keluarga kecil itu sedang berada di taman belakang di mana bunga bunga yang dulu di tanam Lea sedang berbunga. Berbagai warna dan bermekaran indah di pandang mata.
Mario sibuk melayani dua bidadari nya, menyiapkan susu untuk Bu mil dan putri nya. Serta sarapan pagi ini mereka.
BI Ratih membantu Mario menyiapkan semua masakan yang di masak oleh Mario. Dia ingin melakukan hal yang terbaik untuk istri dan anak.
"Kelihatannya enak sekali, apakah Daddy yang memasak nya" tanya Lea sambil mencium sup panas yang memang di masak oleh Mario sendiri.
"Aroma nya yang menggugah selera" Lea tersenyum dia tau suaminya memang jago soal memasak. karena lama tinggal di luar negeri, Mario sudah terbiasa dengan masak sendiri.
mereka menikmati sarapan di taman belakang dengan Mario yang memasak sebagai koki di pagi hari ini untuk menyiapkan semua sarapan kepada keluarga kecilnya.
"Daddy aku mau makan itu" tunjuk sesil kepada sepiring ayam goreng.
Mario tertawa lalu mengambil apa yang diinginkan putrinya. Meletakkan sepotong paha ayam goreng di piringnya.
Merupakan suatu kebahagiaan bagi Mario dapat melayani keluarga kecilnya dengan senang hati. Sambil menunggu kelahiran anak kembarnya.
setelah sarapan Mario kini bersiap untuk berangkat ke kantor. Lea membantu memasangkan dasi suaminya.
Mario menatap wajah cantik yang sibuk memasang dasinya.
Cup! Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir yang selalu membuat nya tergoda. Lea menatap nya.
Tidak puas Mario kembali mencium bibir itu, kali ini lebih lama. Bukan Mario nama nya jika ciuman lembut nya tidak berubah menjadi panas.
Pria itu seakan menggila dengan ciuman nya yang tidak ingin berhenti. Malah ada tanda cinta nya di leher mulus istrinya.Mario seakan tidak ingin jauh jauh dari istri nya.
"Berhentilah Daddy! kamu harus ke kantor sekarang" Lea melepaskan pelukannya. Sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Baiklah sayang" Mario kembali mengecup sekilas bibir nya. "Aku berangkat, ingat ada apa apa segera hubungi aku"pesannya melangkah keluar dari kamar. Lea mengantar nya sampai di depan pintu.
Mario merasa berat untuk pergi ke kantor dia ingin mendampingi Lea . Apalagi keadaan Lea yang sedang hamil besar, membuat Mario selalu memikirkan nya bila berada di kantor.
Dandy menghubunginya hari ini mereka ada rapat penting dan pertemuan dengan beberapa relasi bisnisnya.
Mario terkejut ketika menemui relasi bisnisnya yang dari Sydney lelaki bule itu didampingi seorang wanita cantik yang tidak lain adalah regina.
"Gerald?" Ucap Regina.
Mereka sudah saling kenal, wanita cantik itu menyambutnya dengan senyum manis, membuat si bule bertanya-tanya dalam hatiku mereka sudah saling mengenal.
Selama Mario berbicara dengan relasi bisnisnya, Regina tidak lepas memandangi wajah tampan Mario
Wanita itu semakin terpesona dengan Mario yang semakin tampan saja di matanya.
Regina yang merupakan mantan pacar mario terdahulu waktu masih di luar negeri mereka sama-sama berkuliah di kampus yang sama.
Mereka bertemu di sebuah restoran membicarakan bisnisnya sekalian dengan makan siang di sana.
Setelah menemui kesepakatan bisnisnya Mario bergegas pergi meninggalkan regina bersama dengan bule itu.
__ADS_1
"Gerald tunggu!" regina sengaja menyusulnya ke parkiran.
Mario menatapnya dengan satu alisnya yang terangkat untuk apa wanita ini menemuinya.
Penampilan wanita itu begitu anggun seksi dan menggoda, tapi sayang seorang Mario bukan lagi Mario yang dulu, Ia tidak lagi tergoda dengan wanita manapun.
Meskipun Regina adalah mantan pacar nya, tapi sudah tidak ada lagi rasa di hati nya. Mereka sudah putus sedari dulu.
Mario masih ingat Regina lah yang meninggal kan dirinya. wanita itu mengatakan Mario merupakan lelaki yang pasif.
"Ada apa?" tanya Mario dingin dengan wajahnya dan datar.
"Bisakah kita bicara sebentar?" Pinta Regina dengan tatapan lembut nya.
"Aku tidak punya banyak waktu" kata nya lalu masuk ke dalam mobil.
Setelah berkata demikian Mario lantas masuk ke dalam mobilnya meminta Dandy untuk segera pergi dari tempat itu.
"Gerald????"
Tidak mempedulikan wanita itu yang memanggilnya dengan kesal.
"Aku akan mendapatkan mu kembali" desisnya. Senyum licik mengembang di wajah cantiknya.
"Sedang apa kamu di sini baby?" Suara seorang menyapanya.
Regina menoleh dan tersenyum manis mendapati Mr Roland telah berdiri di sampingnya. Pria bule itu tau kalau Regina mengejar Mario saat dirinya ke toilet.
Bahkan Mario sudah tidak lagi mengingatnya pertemuan ini kembali mengingatnya di mana dulu Regina dengan tubuh mulusnya sering menemaninya tidur.
Iya regina merupakan wanita bebas di mana dia bebas melakukan **** dengan lelaki manapun yang dia inginkan dan mungkin juga dia telah tidur bersama bule itu pikir Mario.
Mario bahkan pernah melihat Regina waktu mengantar istrinya ke rumah sakit, tapi dia tidak mempedulikan wanita itu dan kini mereka kembali bertemu bahkan regina ingin mengulang masa lalu mereka.
Dia ingin kembali menjalin kasih dengannya, tapi sayang! Mario bukanlah Mario yang dulu. yakni menjadi seorang suami dan ayah untuk anak-anaknya serta lelaki yang setia untuk istrinya.
Tapi tidak bagi Regina, pertemuan itu membangkitkan kembali kenangan manisnya bersama Mario.
Sekian lama baru bertemu wanita itu ingin kembali menjalin kasih dengan Mario. Apalagi setelah dia kini tau Mario merupakan seorang pria sukses. CEO di perusahaan nya sendiri, hal itu membuat Regina ingin kembali menjadi kekasihnya.
Regina kembali merindukan seorang Mario, dengan cara apapun dia akan kembali mendapatkan hatinya.
Melihat sikap Mario yang dingin kepada nya membuat Regina tersenyum. Sibuk memikirkan Mario membuat dia terkejut ketika Mr Roland berbisik di telinga nya.
"Aku masih bisa memuaskan mu Baby?!" Bisiknya meraih pinggang Regina.
Membawa nya menuju mobil yang langsung menuju hotel di mana mereka menginap untuk beberapa hari selama Mr Roland mengurus bisnisnya di negeri ini.
Regina merupakan bookingan Mr Roland selama dia berada di tanah air. Bahkan dengan senang hati wanita cantik ini menemaninya kemanapun dan di mana pun Mr Roland berada.
"Bos seperti nya si Regi masih memiliki rasa kepadamu, melihat dari cara dia menatap mu saja seakan menyimpan rindu" celetuk Dandy sambil menyetir.
__ADS_1
"Perhatikan jalanan, jangan terlalu kepo!" kata Mario tegas.
"Ha ha haaaa,,,, biasa saja bos jangan tensi gitu" Tawa Dandy menggelegar.
Mengingat bagaimana dulu Mario sangat sibuk dengan urusan nya menemani Regina di samping ada Jenny juga.
"Tidak ada yang lucu!" geram nya.
"Tidak lucu bagaimana bos, mengingat dulu sangking sibuk nya kamu dengan si Regi" kata Dandy masih dengan tawanya.
"Lupakan Dia jangan ungkit masa lalu, ingat Dandy! istri ku sedang hamil,aku tidak ingin sampai ada berita buruk yang membuat dia trauma, sampai itu terjadi kamu ku pecat" Mario nampak Emosi.
"Asiap bos!" Dandy tersenyum melirik Mario yang kesal di sampingnya.
Mario yang dongkol menatap ke arah lain, tidak ingin melihat Dandy yang terus menggoda nya.
"Oh bos apakah wajah tampan ku berubah jelek sehingga kamu sudah tidak Sudi menatap ku?" ujar Dandy makin menggoda.
"Bisa kah kau berhenti berbicara? sebelum ku robek mulut lancang mu" Mario sendiri sudah ingin tertawa.
Dandy menatap dengan kerlingan menggoda dan akhirnya mereka berdua tertawa. Mario yang sejak tadi mendengar kata kata lucu sahabat nya ini akhirnya ikut tertawa.
"Tidak usah membahas soal wanita wanita yang sudah tidak jelas itu! mereka merupakan bagian dari masa lalu yang telah terkubur" tegas Mario akhirnya.
"Tapi aku kuatir jangan jangan Regina mengejar mu lagi" kata Dandy.
"Apakah kamu tidak melihat tatapan bos nya itu"
"Ya Mr Roland menatap nya dan dia menatap mu penuh kerinduan"
"Jangan mengada ada kamu!" dengus Mario.
Padahal dia sendiri merasakan apa arti tatapan Regina kepada nya. Tapi Mario bersikap dingin kepada nya.
"Aku dapat melihat nya" ujar Dandy.
"Berarti kamu tidak fokus tadi,hanya menatap dua orang itu. mulai sekarang kamu handle semua urusan kantor" tegas Mario lalu turun saat itu mobil telah sampai di kantor nya.
"Aku akan menemani isteri ku sampai dia melahirkan, semua urusan kantor kamu yang urus" titah Mario tak terbantahkan.
Dandy hanya mengangguk menuruti perintah bos nya. Saat sahabatnya itu memberi perintah sebelum turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah nya.
Dandy melajukan mobilnya pulang kerumah dengan senyum senyum sendiri, mengingat apa yang terjadi dengan bosnya yang kembali bertemu dengan wanita di masa lalu nya.
*
*
*
***** Live you All❤️❤️❤️ salam Rinduku******
__ADS_1