Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Demi Kasih sayang


__ADS_3

Mario tersadar saat Lea menjerit memanggil nama Oscar. Mario tertegun apa yang


barusan dia lakukan sangat melukai harga diri Lea.


Mario memeluk tubuh Lea yang hanya tinggal pakai dalam nya. Memeluk tubuh langsing itu dengan erat. Dia hampir saja kehilangan kontrol dan melakukan hal bodoh karena rasa cemburunya yang menguasai jiwa.


"sayang maafkan aku! maafkan aku!sejujurnya aku tidak sanggup melihatmu bersama laki-laki manapun.Rasa ini terlalu sakit sakitnya sesungguhnya aku sangat mencintaimu dan begitu takut bila harus kehilanganmu lagi.cinta itu hadir bukan saat ini. Tapi pertama kali kita bertemu. saat pertama kali kamu mendatangi kantor ku. setelah tumbuh rasa suka itu menjadi cinta hingga aku harus menjadikanmu pacarku berpura-pura. Agar tidak ada laki-laki lain yang mendekati mu. Sejujurnya aku takut! sangat takut untuk kembali kehilanganmu lagi. saat melihat mu bersama Malik aku sangat cemburu, cemburu jika melihat orang lain yang harus memilikimu! mencintaimu sangat lah sakit, sakit dari setiap luka yang ku toreh sendiri, hingga akhir aku harus menikahi Ibunya Sesil untuk bisa membalut semua luka. Tapi tahukah engkau semua itu membuat aku tidak bahagia. Betapa berdosa nya aku dengan berpura pura mencintai Karina hanya demi melupakan mu! Jika memang hati dan cinta tidak bisa di paksakan maka aku akan ikhlas melepas mu pergi, biarlah Sesil yang akan menjadi satu satunya belahan jiwa ku! aku akan memilih untuk tidak akan menikah untuk selamanya. Empat kali aku menjalani pernikahan dengan wanita yang sama itu telah cukup bagi ku! hingga semua membuat sakit, jiwa ku seakan sakit dan lelah menanti ketulusan hati mu!" Tak urung butir bening itu menetes jatuh dari wajah tenang yang selama ini selalu membuat Lea terluka.


Mario kini meneteskan air mata saat mengungkapkan beban perasaan nya. Biar bagaimanapun dia hanyalah manusia biasa yang di dalamnya terdapat segumpal daging berbentuk hati.


Lea masih membisu dalam pelukan Mario, hatinya yang keras kini tersentuh. Dia tidak pernah melihat sosok Mario yang rapuh.


Sosok tegas dan tegar itu kini terlihat sangat rapih dan berada di titik terendah nya. Di mana hatinya kini terluka.


"Mencintai mu seakan mengejar bayangan ku sendiri, nyata namun Abstrak!" Mario mengelus pipi Lea. Meraih selimut menutupi tubuhnya.


Lea yang pakaian nya telah di robek Mario karena emosi dan hampir membuat Lea membencinya.


Kini menyesal dan mengakui apa yang menjadi kemarahan nya.


Rasa dari semua kemarahan nya selama ini setiap kali melihat sikap Lea yang menguji kesabaran nya.


Mario masih memeluk Lea dengan erat seakan takut untuk melepaskan nya. Tatapan nya kini berkabut kesedihan dari kerapuhan hatinya.


"Maaf kan aku bila membuat mu terluka! sesungguhnya aku sangat takut bila harus kehilangan mu!.Aku tidak ingin menjadi Egois bila memang hati mu bukan untuk ku maka aku akan harus merelakan semua nya"


Pelukan hangat dan penuh kasih sayang nya membuat Lea luluh dan menatap wajah tampan bapak satu anak yang kini sedang memeluknya.


Yang terlihat hanya lah sosok yang rapuh dan kacau dengan menyesali kesalahannya. Mario melirik jam di pergelangan tangannya. sudah saatnya untuk makan siang.


"Maaf kan Momm!" bisiknya lembut mengusap pipi Lea.


Tangan Lea terulur menghapus sisa air mata di wajah Mario. Bukan nya terhapus tapi malah berguguran jatuh dari kelopak mata Mario yang terpejam saat tangan Lea menyentuh wajahnya.


"Dadd,,,,! buka mata mu, bantu aku,ajari aku bagaimana caranya agar aku bisa mencintai mu! sejujurnya Aku tidak bisa melupakan Oscar. Meskipun dia telah tiada tapi betapa sulit dan sakit nya mencintai orang yang telah pergi" bisik Lea serak.


Mario tersenyum menatap wajah tirus yang selama ini dia rindukan. "Kita mulai semua dari awal" Ucap Mario pelan.


Kehidupan rumah tangga kedua nya selalu di warnai pertengkaran,hanya karena kecemburuan Mario yang berlebihan.


Mario bukan tipe pria yang pengertian dia sendiri tidak menyadari sifat buruknya itu berdampak pada kehidupan rumah tangganya.


Karena Lea bukanlah tipe wanita yang penurut,dia selalu keras kepala dan akan mengikuti semua kemauan nya.


"Ya atau tidak!" Prinsip hidupnya dia tidak akan menjadi wanita yang lemah apalagi sampai memohon untuk laki laki.


Pada akhirnya Mario yang harus mengalah dan memohon agar semua akan baik-baik saja. Dia harus ekstra sabar dan pengertian.


Jika kehidupan Mario di kelilingi banyak wanita maka kehidupan Lea akan lebih dari itu. Tapi Lea bukanlah tipe wanita yang mudah untuk jatuh cinta.


Apa yang sudah di lakukan Mario membuat Lea tersadar bahwa selama ini Mario selalu memperhatikan dirinya.


Lea baru memahami mengapa sampai Mario berlaku seperti itu. Karena rasa cemburu dan sakit hati yang ingin dia lampiaskan kepadanya.


Tidak seharusnya mereka harus bertengkar seperti ini. Lea pun ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia.


Setiap orang berhak untuk bahagia, bagaimana cara mempertahankan semua itu. Mereka harus saling memahami satu sama lainya. Saling memaafkan dan memperbaiki semuanya.


"Kita mulai semua nya dari awal"


Mario mencium nya dengan lembut, mengelus pipinya dengan rasa sayang.

__ADS_1


"Aku mencintaimu!" berbisik.


"Ajari aku bagaimana caranya agar aku jatuh cinta pada mu, "Badai?!"


Mario terkekeh mendengar ucapan Lea, nama Badai itu dulu pernah di dengar nya. Lea selalu memanggil nya Badai.


"Mandilah kita makan siang" kata Mario.


Terdengar ketukan di pintu kamar, suara manja Sesil terdengar memanggil.


"Daddy,,,,? Mommy,,,,?!!! buka pintunya?"


"Ayolah,Mario mengangkat tubuh Lea membawa ke kamar mandi lalu membuka pintu untuk Sesil.


gadis kecil itu melompat ke pelukan papanya sambil matanya mencari cari keberadaan Lea.


'Dadd? di mana Mommy ku, apakah dia pergi lagi?"


"Cup?!"


Mario mengecup pipi putri nya, membawanya keluar dari dalam kamar menuju meja makan.


"Mommy sedang mandi kita tunggu dia di meja makan ya?"


Meletakkan putrinya di bangku lalu mengambil gelas menuangkan air putih minum untuk membasahi tenggorokan nya yang kering.


Lea yang baru selesai mandi memilih untuk memakai baju kaos dan celana pendek, sesuai dengan kebiasaan nya bila di rumah.


Berpenampilan seperti itu membuat Mario menetapnya dengan terpesona. ya Lea kelihatan lebih cantik dan lebih muda dari usianya karena memang wanita itu masih muda perbedaan beberapa tahun dengan Mario.


"Cantik" puji Mario sambil tersenyum.


Lea meraih piring Mario mengambil nasi dan juga lauk nya. Setelah itu dia menyuapi Sesil, barulah Lea mulai makan selesai dengan Si kecil.


"Apakah kamu akan lanjut ke Ausie?" Mario meletakan sendok nya di piring yang telah kosong.


Menatap Lea yang sedang memasukkan sendok ke dalam mulutnya mengunyah makanan terakhirnya.


Lea meletakkan sendoknya di piring yang telah kosong pula sambil menatap ke arah Mario.


"tergantung apakah saya Sesil mengijinkan aku untuk pergi!"


"Kalau itu memang sudah menjadi cita-citamu kita akan pindah ke sana"


"Akan ku pikirkan nanti setelah ini" Lea beranjak dari duduknya mengangkat piring-piring kotor meletakkan di wastafel tempat cuci piring.


"Okey,,,, kita bicarakan nanti Mario berdiri dari duduknya mengangkat tubuh si kecil sesil membawanya ke ruang keluarga dan duduk bersantai di sana dengan Putri kesayangannya itu.


Sore Dandy datang berkunjung ke kediaman bos nya dengan membawa sebuah amplop coklat.


"Nih ada undangan dari sekolah SMA kita dulu" Dandy menyodorkan amplop itu kepada Mario.


Mario mengambil amplopnya meletakkan di meja namun tidak berniat untuk membuka amplop tersebut.


Dua pria itu asyik bercerita di ruang tamu sambil melihat Beberapa Email yang masuk. Dandy mengatakan bahwa mereka di undang sebagi Aluni dalam rangka ulang tahun sekolah di mana mereka pernah menjadi murid di sana.


Dan undangan itu untuk memeriahkan hari olahraga dan mereka di undang untuk bermain basket.


Mario terpaksa akan hadir sebagai pemain basket idola semua murid sekolah nya dulu.


Setelah Dandy pamit pulang Mario memberikan amplop yang dia sendiri sudah tau apa isinya, kepada Lea.

__ADS_1


Lea membuka amplop itu membaca isinya yang berisikan undangan olahraga dari sekolah.


"Besok temani aku kira ke sekolah untuk reuni"


"Baiklah, kita bawa Sesil ya?"


"Jangan, Titip sama bibi saja" kata Mario.


"kok Sesik di biarkan sendiri sih?!"


"Dia masih terlalu kecil sayang?!' Mario mencium pipi Lea.


Mario mulai mesra dan bermanja manja sama Lea, hal yang ia lakukan sejak awal. Sekarang Mario sudah bisa tenang karena Lea mulai bisa mengakuinya.


Mario masih memberikan waktu untuk Lea, tidak ingin meminta haknya sebagai seorang suami.


Meskipun hasratnya nya ada tapi Mario berusaha meredam nya.


Biarkan semua berjalan apa adanya, biarkan Lea yang akan meminta dengan sendirinya.


*


*


*


Pagi ini Lea akan mendampingi Mario untuk pergi ke acara reuni sekolah. Dengan penampilan nya yang menawan. Walaupun seadanya karena pada dasarnya memang sudah cantik.


Penampilan nya seperti ini apa adanya dan nampak cantik. Masih sempat melirik penampilan nya di kaca.



Mario nampak keren dengan penampilan nya berbaju dan celan olah raga. Mereka kini berada di tribun sekolah. Tepatnya di lapangan basket.


Lea bersama Gabby dan Chintya, My LeGaCy itu kini mendampingi para suami nya. Tiga pria tampan itu kini turun lapangan.


Terdengar teriakan-teriakan histeris dari gadis gadis remaja yang mengagumi ketampanan tiga bintang basket itu.


"Oh Tuhan betapa tampannya mereka! aku mau dong jadi sugar baby nya" terdengar kata kata sanjungan dan ingin menjadi selingkuhan atau istri simpanan nya


My Legacy saling pandang lalu tertawa, betapa beraninya anak jaman sekarang. Mario yang lebih menjad pusat perhatiannya mereka.


"Eh katanya yang bernama Om mario itu sudah menduda aduh mau dong aku jadi sugar nya!"


Telinga Lea sudah berdiri ingin melabrak anak bau kencur yang sudah dengan lancangnya menyukai suami nya.


"Jaga suami mu , mulai ada bibit palakot tuch?" Bisik Cynthia.


Lea tertawa kecil lalu berkata tegas, "kalau tidak ingin kaki dan tangan serta anu nya ku patah kan"


Mario memang terlihat sangat lah tampan sangat mempesona. itu kelebihan nya. Lea baru sadar masih banyak wanita muda yang menggilai suaminya itu.


Mario bersama Tommy juga Dandy, mereka bertiga menjadi bintang hari ini.


*


*


*


*****Love you All ❤️❤️❤️ salam manis❤️❤️❤️*****

__ADS_1


__ADS_2