
"Aku mencintaimu Lea.…?!" Bisik Mario.
"Maaf kan aku atas semua salahku selama ini, Aku sayang kamu Lea, bukan hanya saat ini, tapi sejak awal saat kita selalu memulai semua dengan berpura pura. Aku yang tidak pernah jujur mengatakan perasaan ku, hingga aku mencoba melupakan mu, tapi hingga saat ini dunia ku benar benar hancur saat kepergian mu, mungkin saat ini aku hanya bisa memiliki raga mu, tapi hati mu milik orang lain" kata Mario serak dan menatap dalam-dalam wajah Lea dengan sendu.
Meskipun hatinya terasa perih dengan apa yang di dengarnya tadi tapi Mario akan tetap mempertahankan rumah tangga nya agar tidak hancur untuk yang kesekian kalinya.
Dia akan berusaha sekuat apapun agar Lea tidak akan pernah pergi lagi darinya.
"Kita mulai dari awal tanpa ada siapapun hanya kita berdua, aku dan kamu, aku tau terlalu besar kesalahan yang telah ku buat, ku mohon maaf kan aku!"
Lea kini menatapnya, mencari keberadaan dari setiap kalimat yang diucapkan Mario.
Wajah yang tidak pernah tersenyum itu menatapnya sendu.
Lea menggeleng mengatakan "Aku tidak ingin hidup bersama mu" Lea menatapnya dengan berlinang air mata.
"Deg"
Kalimat Lea bagaikan sebuah pukulan yang telak di jantungnya, teramat sakit yang membuat Mario hampir tidak kuasa untuk berdiri.
Sekuatnya dia memeluk Lea mencoba menahan rasa yang teramat sakit di hatinya.
"Aku tidak akan sanggup untuk hidup tanpa mu, aku tau dari kesalahan yang aku buat hingga kamu membenci ku,bahkan tidak ingin untuk hidup bersama ku, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya, membuktikan rasa sayang ku pada mu" pinta Mario akhirnya.
Lea yang masih berada dalam pelukan Mario masih terisak. Dari luka yang di gores Mario, Frans yang pergi, lalu Oscar yang tidak jujur, dirinya kini harus kembali lagi dari awal bersama Mario.
Nasib seakan mempermainkan dirinya, nasi yang telah menjadi bubur. Lea yang sudah tidak bisa lagi merubah segalanya.
Akhirnya pasrah mengikuti Mario untuk tinggal di rumah yang baru di bangun Mario untuk dirinya.
Seperti Taj mahal yang di bangun untuk Mumtaj. Begitulah gambaran kehidupan Lea bersama Mario.
Mario membuktikan semua apa yang dia janjikan pada Lea. Dari memasak mengurus rumah hingga mengantar jemput Lea ke kampus dan kantor.
Lea hanya pasrah dan tidak banyak bicara seperti dulu, Lea yang telah banyak berubah dari yang cerewet menjadi kalem.
Hingga pernikahan Kakaknya Rilley kembali mempertemukan dirinya dengan Oscar. Pesta yang meriah di gelar keluarga Leawrans.
Lea yang sedang berbincang dengan Gabby dan Cynthia. Dua teman nya itu mulai kepo menggoda Lea.
"Gimana rasanya berada di dekat badai yang dingin itu?" tanya Gabby melirik Mario yang lagi asyik bersama ketiga temannya. Edo, Dandy dan Tomy. Para suami my LeGaCy itu terlihat serius.
"Pasti dia akan selalu berselimut tanpa busana, biasanya orang yang dingin itu selalu Hot di ranjang, mengingat kedinginan nya itu" seru Cynthia terkikik menggoda Lea.
Dari tempat nya mata Mario tak lepas menatap Lea yang malam ini nampak cantik. dengan balutan gaun biru atasan terbuka memamerkan sebagian ke indahan tubuh nya.
Oscar yang sejak tadi memperhatikan Lea tidak tahan untuk menghampirinya.
"Hai Lea,,,?!" sapa Oscar pelan. Pria itu kini berada di hadapannya.
Lea melotot padanya dengan wajah yang tidak suka, hal itu membuat Oscar merasa gemas, dia tersenyum menatap lembut wajah Lea.
"Kalau melotot seperti itu kamu bertambah cantik" puji Oscar.
Lea hendak pergi tapi Oscar mencegah nya, "Aku minta maaf nyonya Gerald" ujar Oscar.
Lea semakin melotot padanya, bola matanya hampir melonjak keluar sangking marahnya pada Oscar.
__ADS_1
Oscar menarik tangan Lea membawa nya keluar dari gedung itu. mereka kini berada di taman di samping gedung di mana pesta pernikahan Jhon dan Aprilya sedang berlangsung.
Lea terdiam menatap nya "Terima kasih atas semua kebohongan mu pada ku" Lea menatapnya tajam.
"Bisakah kita bicara baik baik sebagai orang dewasa?"
"Jadi selama ini kamu menganggap ku anak anak? pantas kamu permainkan aku" ketus Lea.
'Dengar aku Lea, aku tulus sama kamu, kalau saja malam itu aku tidak bertugas, aku pasti bisa menolong mu"
"Semua telah usai, kamu beri aku harapan palsu, menanti mu berhari hari, kamu hanya bilang ada pekerjaan penting, tapi kamu tidak pernah jujur kalau kamu seorang abdi negara" Lea menatapnya berkaca kaca.
"Maaf kan aku Lea! aku akan mengatakan semua setelah tugas ku malam itu, tapi aku tidak pernah tau kalau mereka menjebak mu, dan saat itu pula hadir suami mu! Aku di pilihan yang sulit, antara tugas dan suami mu, aku bisa meninggalkan tugas ku, tapi Mario yang datang menolong mu, sehingga aku harus merelakan semua nya, meskipun pada akhirnya kamu akan membenciku, maafkan kan aku yang tidak jujur mengatakan nya. Tapi sesungguhnya Aku mencintai mu Lea! tulus tanpa kebohongan" tutur Oscar, membuat Lea menangis kini.
Oscar memeluknya dia tidak peduli dengan Mario yang akan marah bila melihat nya. Karena saat itu Oscar melihat Mario yang keluar mencari istri nya.
"Ijinkanlah aku memeluk mu untuk yang terakhir kalinya"bisik Oscar.
"Oscar,bawa aku pergi dari nya" ucap Lea yang membuat Oscar terkejut.
"Maaf kan aku Lea, aku menghormati pernikahan mu, aku tidak mungkin melakukan itu"
"Aku tidak ingin hidup bersama nya, aku benci, aku benci" desis Lea.
"Lea, seburuk apapun dia suami mu, cobalah untuk menjalani nya" kata Oscar mencoba untuk membuat Lea tenang.
Oscar menatap manik mata Lea, Mata yang kini mengalir anak sungai yang berupa air mata.
Sedalam apakah luka yang di goreng kan Mario? di tambah lagi sayatan dari Oscar. Membuat Lea semakin terluka.
"Maafkan aku Lea, aku menyayangi mu, aku ingin kamu bahagia meskipun tanpa aku, antara kita ada batas tak kasat mata.Kamu terikat dengan pernikahan mu, karena Mario tidak ingin melepaskan diri mu" kata Oscar pelan, mencoba agar Lea bisa memahami.
Lea baru menyadari kalau Mario ada di sana, saat Dandy menghampiri mereka dan mengatakan Mario mencarinya.
Mario menatap tajam pada Oscar yang mendekati nya.
"Aku harap, jangan pernah temui istri ku lagi" kata Mario dingin dengan wajah datar nya.
"Bahagikan dia kalau tidak ingin ada orang lain, yang akan menemukannya" ujar Oscar lalu pergi.
Mario mendekati Lea, dia berusaha menahan amarahnya agar semua baik baik saja. perkataan Oscar merupakan sebuah ancaman bagi nya.
Seandainya Mario harus marah tidak menutup kemungkinan untuk Lea akan pergi dari nya lagi.
Mario mengulrkan tangannya meraih jemari Lea, menggenggam nya lembut. dia harus bisa bersabar untuk bisa membuat Lea tetap nyamanan bersama nya
Meskipun sebenarnya Mario menyaksikan semua yang terjadi antara Lea dan Oscar dengan tatapan yang sakit.
Mario menyadari itu lah karma yang di balas Lea atas apa yang pernah dia lakukan dulu bersama jenny.
Mario memeluk pinggang Lea membawa nya masuk. mereka lalu menemu pasangan yang lagi berbahagia itu.
Lae memeluk kakak nya Rilley wanita dengan nama lengkap Aprilya Aldrich Abraham Zie itu menyambut sang adik dengan pelukan hangat.
"Semoga samawa kak hingga Oma opa" bisik Lea.
"Yang sama sayang,,?!" balas Rilley tersenyum.
__ADS_1
Lea beralih menatap Jhon, Lea menatap lama wajah sahabat pertama nya itu.
"Jaga Kakak ku, awas ya,,?" Lea melotot padanya.
"Siap ibu negara!" balas Jhon tertawa.
Mereka lalu tertawa saat Mario menyalami Jhon.
"Selamat kakak ipar" Mario menjabat tangannya.
Di balas Jhon dengan meremas kuat tangan Mario.
"Jaga adik ipar ku, kalau tidak anak buah ku,akan membawa nya kabur,,,,!"
"Siap komandan" di balas Mario dengan bercanda.
Mario dan Lea lalu berkumpul dengan orang tua mereka.Papa Liton terlihat sedang berbincang dengan papi Valen. Sementara bunda lagi berbincang dengan ibunya Reno.
Mario menatap Kiki yang tidak pernah lepas dari suami nya Reno.Mereka terlihat sangat bahagia.
Mario berjanji akan membangun kebahagiannya bersama Lea. Apa yang pernah terjadi merupakan cambuk bagi untuk bisa meraih kebahagiaan itu.
Setelah berbicara dengan orang tua mereka beberapa saat Mario dan Lea lalu pamit pulang.
Di perjalanan pulang Lea lebih banyak diam, dia menatap ke luar jendela.
Mario melirik sekilas, perlahan meraih jemari Lea menggenggamnya lembut. Pemandangan yang dilihat nya tadi membuat Lea seakan menguji kesabaran nya.
Mario menarik napas dan menghembuskan pelan, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman saat melirik Lea yang kini memejamkan matanya.
Mobil sampai di depan rumah mereka namun Lea masih terpejam. Mario melihat Lea yang kini tertidur.
Jam menunjukan pukul satu dini hari, perlahan Mario mengangkat tubuh Lea dari mobil, menggendong Lea.Mambawanya masuk,satu tangan Mario membuka pintu membawa Lea naik ke kamar.
Mario membaringkan Lea ke tempat tidur, lalu melepaskan Heelsnya. Mario melepaskan pakaiannya, lalu masuk ke kamar mandi. membersihkannya tubuh nya sebentar sebelum tidur.
Mario dengan hati hati naik ke atas tempat tidur, takut Lea akan terbangun. sebelum merebahkan diri di samping Lea. Mario menatap wajah Lea yang cantik sempurna di saat tidur seperti bayi yang tak berdosa.
Perlahan Mario mendekakan wajah ke wajah Lea, tidak tahan untuk tidak mencium nya.
Dengan lembut Mario ******* bibir seksi menggoda itu.
Mario semakin memperdalam ciuman nya, dia melakukan sentuhan sentuhan lembut yang membangkitkan gairah Lea.
Lea pun mulai membalas dan mengerang nikmat ketika Mario dengan lihai menyetuh titik kelemahan di tubuh Lea.
Semua penutup tubuh Lea terlepas satu persatu dan kini berserakan di lantai. Hingga tampak tubuh indahnya tanpa sehelai benang pun.
#Di skip aja syoi....#
Lea tidak menolak saat Mario menjamah tubuh nya, mereka akhirnya melalui malam panas yang melelahkan.
Mario seakan tidak pernah puas dia bahkan melakukan nya berulang kali. Hinga waktu menjelang pagi, barulah mereka tertidur.
*
*
__ADS_1
*
****Love ❤️❤️❤️maaf kan othor yang membuat kecewa. saol obat perangsang itu. jelas Oscar tidak mungkin melakukan hal itu untuk menghilangkan pengaruh obatnya. Tau kan siapa Oscar ? seorang penegak hukum. Mario lah suaminya yang beruntung itu,,🤣🤣🤣❤️❤️❤️