Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Merdu Suara Mu Penuh Cinta


__ADS_3

Bunda membicarakan perihal rencana Lea yang akan membangun super market kepada papinya.


"Apa saja bisa doa lakukan asal kan dia sembuh! anak mu itu memang keras kepala" kata papi berdecak kesal.


"Kok anak ku, siapa papa nya???" protes bunda. Iris coklat nya menatap tajam kearah papi Valen.


"Iya iya anak kita berdua! hasil dari mahakarya ku yang luar biasa itu" ujar papi merasa ngeri.


"Ayo tidur?!" bisik papi sambil tangannya meraba raba sesuatu yang indah di tubuh istrinya.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Sssst diam nikmatilah"


"Sudah tua lupa umur" Bunda menepis tangan papi.


Namun papi dengan nakal terus menggoda hingga bunda tidak kuat melawan. Malam pun terasa panas.


Kalau papi dan bunda sedang bercinta beda dengan di kamar sebelahnya.


Oscar dan Lea Hanya tidur sambil berpelukan tidak ada kegiatan apapun.


Oscar yang harus berpuasa dalam jangka waktu yang panjang.


Mengingat kondisi rahim istri nya yang masih luka, butuh waktu beberapa bulan lagi untuk bisa pilih kembali.


Oscar rela menahan diri demi wanita yang sangat di cintai nya. Demi keselamatan sang istri, yang bias dia lakukan hanya lah peluk cium.


"Bunda tidak ingin kamu melakukan kegiatan apapun selama kondisi mu belum benar benar pilih. soal pembangunan yang kamu telah kamu rencanakan papi sudah menyetujui hal itu" kata bunda saat mereka berada di meja makan untuk sarapan.


"Pembangunan ini akan berjalan tiga bulan lagi,papi tau saat itu kami baru boleh beraktivitas" kata papi.


"Tidak Pi, Bun?! aku tidak ingin istri ku melakukan pekerjaan apapun" tegas Oscar yang belum tau rencana pembangunan apa yang direncanakan istri dan kedua orang tuanya itu.


"Sayang aku berencana untuk membangun mini market di tanah kosong yang ada di samping rumah kalian" kata Lea.


"Diri mu saja belum sembuh sudah rencana segala, kalau itu memang mau mu, akan aku bicarakan dengan kedua orangtuanya ku"


Oscar yang tidak bisa menolak permintaan istrinya. Dia tidak mau Lea sampai kecewa nanti nya.


'Oscar,,,?! Bunda tidak mau istri mu bekerja saat ini!!!" kata bunda lembut.


"Tidak harus sekarang Bun, seperti apa yang papi katakan tunggu sampai tiga bulan lagi"


Setelah membahas rencana yang telah ditetapkan Lea, mereka kini menuju rumah orang tua Oscar untuk membicarakan perihal pembangunan minimarket tersebut.


Orang tua Oscar menyambut hangat kedatangan mereka. Mommy yang langsung memeluk Lea menciumnya berang kali.


Suasana hangat penuh kekeluargaan, mereka asyik bercerita sampai ke rencana pembangunan mini market itu.


Orang tua Oscar pun menyetujui dan dengan senang hati mendukung rencana itu.


Mereka pun sepakat untuk membangun sebuah minimarket di tanah kosong yang cukup luas milik keluarga Oscar.


Daddy dan mommy akhirnya meminta Papi Valen dan Bunda Ranny untuk menginap di kediaman mereka.


Lea pun demikian mommy tidak ingin menantu kesayangan nya itu balik ke asrama selama belum sembuh.


Oscar pun terpaksa mengikuti keinginan orang tua nya, tentu atas kemauan Lea.


Oscar terpaksa harus tinggal di rumah orang tua nya bersama sang istri tersayang.


Mengingat Lea masih dalam masa pemulihan.


Setiap harinya Oscar mendapatkan omelan dari mommy.


"Mom,,?!" jangan terlalu cerocos terus! macam mana kalau istri ku sampai tersinggung" kata Oscar suatu hari.

__ADS_1


Saat itu Lea sedang berada di taman belakang bermain gitar bersama kedua adik iparnya.


Lina yang sangat merindukan Lea seakan tidak mau jauh jauh dari kakak iparnya itu. mereka kio asyik bernyanyi di iringi petikan gitar dari Lea.


Vino adiknya Oscar sangat mengagumi kepiawaian Lea bermain alat musik petik itu.


"Kakak sangat mahir bermain gitar,Abang saja jarang sekali bisa bernyanyi bareng kita" ujar Vino.


'Ha ha haaa..Abang kalian mana sempat, tugas nya saja tidak bisa di tinggal' kata Lea sambil tertawa.


Oscar yang baru saja ikut bergabung merasa tersindir dia pun mengambil alih gitar dari tangan istrinya.


Oscar mulai memetik gitar nya menghadirkan nada sebuah lagu. Lea tertegun mendengar nada dari petikan gitar Oscar.


Itu lagu yang pernah mereka nyanyikan sewaktu mereka berada di Sagara Anakan. Saat cinta kembali mempertemukan keduanya setelah mereka beberapa waktu berpisah.


"Wao, seperti nya itu lagi cinta yang sering Abang senandung kan waktu mandi" ledek Vino sambil tertawa.


"Alvino,,,!"hardik Oscar.


Adiknya itu kini buka kartu, Oscar memang sering menyanyikan lagu itu di kala mandi.


Saat mengguyurkan air ke tubuh nya sepenggal nyanyian itu yang sering kali Oscar senandung kan.


"Sudahlah jangan ribut! ayo kita bernyanyi, petik lagi gitarnya" seru Lea.


Oscar mulai memetik gitar nya mereka lalu menyanyikan sebuah lagu,,,,"Dingin malam ini sio nona....biar selimut lai tak mampu untuk bungkus Beta....sayaaaaaaang...?!!!".


Mommy yang melihat hal itu tersenyum semoga kebersamaan mereka akan menghibur Lea yang sebenarnya sedang berduka.


Lea sendiri sering terlihat melamun bila sendirian sejak kedua orang tuanya pulang beberapa hari yang lalu.


"Bunda yang setiap hari menghubungi Lea, menanyakan kondisi nya.Beliau ingin memastikan kondisi putrinya itu baik baik saja setelah kepulangan mereka.


Lea sendiri sering melamun sejak kehilangan janinnya. Entah kapan lagi dia akan bisa hamil kembali.


Suasana sore yang membuat mereka semua berkumpul di halaman belakang. Daddy dan mommy merasakan suasana yang dulu nya sunyi kini kembali ramai dengan keberadaan Oscar dengan istri nya.


Sementara mereka asyik bermain musik dan bernyanyi datang lah tamu Oscar sore itu.


Kornel bersama Tigor dan Via. pasang yang beru saja mendeklarasikan hubungan mereka. itu di temani Kornel.


Menurut Kornel pasangan itu harus mendapat pengawalan ketat. Berhubung Tigor yang akan tidak punya akhlak.


Tigor yang tidak tau malunya selalu mengumbar kemesraan nya bersama Via, di sembarang tempat.


"Sore Bu Lea apa kabar?" tanya Via sopan.


"Baik ayo silahkan duduk!" Kata Lea yang di dampingi suaminya.


Tangan Oscar yang melingkar indah di pinggang istri nya. Mereka terlihat sangat mesra dan bahagia meskipun baru mendapatkan cobaan.


"Ngapain kalian datang ke mari?" ketus Oscar.


"Ya pengen mengunjungi Bu Lea apakah sudah baik dan sehat kembali' Via yang berbicara mewakili dua laki laki yang terdiam mereka sadar Oscar masih sangat marah kepada mereka.


Karena mereka lalai dalam menjaga istri atasan dan sahabat mereka itu. Sebagai permintaan maaf Kornel dan Tigor siap menerima hukuman yang di jatuhkan oleh Oscar sebagai atasan mereka.


"Katakan bro hukum apa yang pantas untuk kami jangan terlalu, menyimpan kemarahan mu" pinta Tigor bernada canda.


"Kami jadi tidak enak, jika engkau terus bersikap ketus begitu, wajah mu terlalu manis untuk marah" seloroh Kornel yang mendapat lemparan banyak sofa dari Oscar.


Mereka berbincang banyak hal. Sampai dengan urusan kantor mereka bahas. Lea hanya menjadi pendengar setia dia juga tidak mengerti arah pembicaraan suaminya dengan ketiga tamunya itu.


Oscar berbicara santai dengan tangan nya yang masih tetap memeluk istrinya. Lea pun bersandar di dada suaminya sambil mendengarkan mereka yang bercerita.


Setelah beberapa saat lamanya mereka bertiga pamit pulang. Via menyalami Lea yang tetap duduk karena Oscar pun tidak beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Sorry aku akan mengantarkan kalian,masih tau jalan untuk pulang kan?" ujar Oscar tetap bersandar pada sandaran sofa sambil tetap memeluk Lea.


"Jangan seperti itu dong Dadd,,,?!! protes Lea.


"Kami permisi Bu Lea" kata Kornel sambil mengulurkan tangannya kepada Lea.


Namun tangan Kornel keburu di pukul Oscar.


"Tidak usah bersalaman toh lebaran juga masih lama" seru Oscar.


Kornel tertawa lalu melangkah keluar dari rumah berlantai dia itu. Rumah di mana Oscar dan istrinya sedang tinggal untuk saat ini.


Seperginya tamu mereka Oscar kembali membawa Lea ke belakang, namun mommy melarangnya.


"Bang bawa istri mu ke kamar biar Lea istirahat di kamar, ini mau magrib" peringat Mommy.


'Kita ke kamar ya sayang,,,??!!!"


Oscar lalu menuntun Lea ke kamar mereka yang ada di lantai bawah. karena setiap kali naik tangga Lea tidak bisa.


perutnya akan terasa sakit jika menaiki anak tangga, itu membuat perut Lea terasa ngilu.


Setelah mengantar Lea ke kamar ya Oscar lalu mandi bersiap untuk sholat Maghrib berjamaah dengan orang tuanya.


Setelah selesai sholat Oscar menemui Lea di kamar, wajah itu nampak begitu tampan ketika basah air wudhu.


Lea tertegun saat Oscar masuk ke dalam kamar mereka dengan melantunkan ayat suci yang terdengar merdu di telinga Lea.


Suara Oscar yang begitu merdu belum pernah di dengar Lea, sagat terdengar pelan dan syahdu membuat hati Lea terasa tenang.


Oscar melantunkan salah satu ayat Alquran dengan arti "Nikmat Tuhan manakah yang kamu Dustakan,,,,????".


Ternyata suara Oscar lebih merdu dari pada bernyanyi. Lea langsung memeluk nya saat Oscar memberikan tangannya untuk di cium.


"Sayang,,,, kenapa?!!!"


Oscar menatapnya dengan pandangan yang meredup lembut. Rasa nya begitu damai dan tenang.


"Aku ingin kamu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk ku"


"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan,aku akan dengan senang hati mengaji untuk mu" Oscar mengecup sekilas bibir seksi istri nya.


Terdengar sangat merdu dan syahdu suara Oscar sangat bagus seperti pula ketampanan nya. seindah tatap matanya seperti bening cinta kasih nya.


Lea baru tau kalau ternyata suaminya itu sering menjuarai MTQ. suara merdu nya mampu melenakan jiwa yang syahdu.


Setelah itu Oscar memeluk Lea mencium nya berulang kali. sebelum mereka ke dapur untuk makan malam.


Setelah acara makan malam selesai mereka kini berkumpul di ruang keluarga.Bercerita dan Lea memuji suara merdu nya Oscar sang suami.


"Suami mu itu sering menjuarai lomba MTQ tingkat nasional. apalagi dulu semasa bersekolah dia selalu menjuarai lomba" cerita mommy.


"Kok selama ini aku sampai tidak tahu" kata Lea menatap Oscar yang menggoda nya.


hingga akhirnya jadi kebiasaan setiap menjelang tidur. Oscar selalu meninabobokan Lea dengan lantunan sholawat.


pantas saja Oscar merupakan sosok penyabar dan penyayang. Dia memiliki kesabaran tingkat dewa. Selama beberapa bulan dia bisa bertahan untuk tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.


Menunggu hingga nanti Lea akan memberikan haknya.bukan berati kemesraan mereka berkurang. Tapi malah semakin mesra saja. Mereka hanya akan berciuman lalu tidur berpelukan.


*


*


*


*****Yang sabar ya babank ntar juga buka puasa 🤣🤣🤣 Love you All❤️❤️❤️ kalian yang sangat sangat aku Cintai ❤️❤️❤️ peluk jauh***"

__ADS_1


__ADS_2