
Keesokan harinya Lea merasa heran semalam dia ingin makan rujak tapi tidak jadi. Perutnya terasa mual dan kembali menuju ke kamar mandi.
Mario yang baru masuk dengan seh
gelas susu hangat meletakkan susunya di meja lalu menyusul masuk ke dalam kamar mandi.
Membantu istri nya mengusap punggung nya lalu menggendong nya ke luar.
"Sekarang minum susunya ya" Mario berkata lembut.
Sejak hamil Lea jarang sekali bangun pagi, kecuali ke kamar mandi. dia akan bangun jika mual dan muntah di kamar mandi.
Setiap hari Mario sibuk melayani nya barulah dia akan berangkat kerja. Mario memberikan perhatiannya dengan melakukan semua pekerjaan agar Lea tidak repot repot kerja.
Mario melarang Lea untuk melakukan apapun yang akan membuat dia kelelahan. Mengingat kandungan Lea yang lemah.
"Daddy? bikin rujak nya dong?"
"Sayang ini masih pagi, siang aja ya baru makan rujak nya" bujuk Mario.
"Maunya sekarang" rengek nya.
Mario berpikir keras mencari akal agar Lea tidak makan rujak di pagi hari. Hingga akhirnya dia pun tersenyum penuh arti.
Mario menatap wajah cantik di hadapannya dengan tatapan yang sulit untuk di mengerti, Senyum mengembang di wajah tampan nya.
"Aku sangat mencintaimu" Bisiknya lalu mendekat kan wajahnya ke wajah Lea.
Bibir mereka bertemu Mario mulai dengan lembut mengecup dan ******* bibir seksi yang selalu menggoda itu.
Mario melepaskan ciumannya dan turun ke leher Lea, melabuhkan ciuman nya di sana. Membuat banyak tanda merah di sana.
Mario akhirnya berhasil membuat Lea terlena di pagi hari dan mendesah nikmat. Pergumulan panas pun terjadi.
Hingga Lea lupa akan rujak yang di inginkan sejak semalam. Mereka baru berhenti setelah puas menikmati keindahan surga dunia.
Lea masih berbaring di dalam pelukan Mario yang telah membuat dirinya lemas di pagi hari. Mario yang lihai soal bermain di atas ranjang membuat Lea terkapar tidak berdaya.
Mereka baru bangun setelah hari menjelang siang saat Bu Mil merengek lapar. Mario buru buru menyiapkan makanan untuk istri nya.
Ia tau selera makan Lea seperti apa, hanya sedikit nasi dan lauk selebihnya Lea memilih untuk makan buah.
Mario jadi ingat Karina, dulu wanita itu punya porsi makan yang banyak, apalagi sampai obesitas.
Mario tersenyum mengingat semua itu bagaimana dulu dia di buat kerepotan oleh Karina yang hamil minta ini dan itu.
Mario sendiri jarang menyentuhnya hanya beberapa kali saat mereka menikah. Sampai Karina hamil dan melahirkan lalu meninggal.
Sejak saat itu Mario sudah tidak lagi berhubungan dengan wanita sampai akhirnya dia memutuskan untuk menikah lagi dengan Lea.
Wanita yang sangat di cintai nya, wanita keras kepala yang Mario temui dalam kehidupan nya yang luar biasa.
Setelah makan barulah Mario mulai membuka kulkas. Akan membuat rujak untuk istrinya,dia lalu menghubungi Dandy.
Menyuruh asistennya itu untuk membeli beberapa jenis buah untuk membuat rujaknya.
" Belum gila kan bos,aku sibuk banyak pekerjaan di kantor" Protes Dandy.
"Dan?! ayolah secepatnya istri ku pengen makan rujak sekarang" kata Mario di telpon. "Pokoknya aku tidak mau tau sepuluh menit dari sekarang"
Akhirnya Dandy di buat kerepotan,untung Dandy sudah pengalaman soal beli bahan bahan untuk membuat rujak.
Istri nya nya yang sudah tiga kali hamil sering ngidam rujak, makanan khas wanita Hamil sedunia. Jadi tidak begitu sulit bagi Dandy untuk mendapatkan semua buah segar nya.
Dandy langsung meluncur ke pasaran buah membeli pesanan bosnya itu.
"Beruntung kamu tidak di suruh panjat pohon tengah malam" ujar Dandy yang datang membawa bahan rujak pesanan si bos.
"Beruntung pala mu, semalam aku sampai terjun bebas dari tuh pohon mangga"
__ADS_1
Dandy tertawa terbahak-bahak mendengar nasib bosnya yang terjun dari pohon mangga.
Matanya menatap beberapa tanda merah di dada sahabat dan bos nya itu.
"Ekhemm,,,, drakula nya ganas ya, sampai banyak jejaknya tertinggal ha ha haaa,,,!" goda Dandy tertawa.
Mario melotot kepada, ia tau Dandy melihat cupangan bekas gigitan Lea saat mereka bercinta.
"Selamat berjuang bos,aku balik ke kantor" Dandy laku balik ke kantor masih banyak tugas yang harus dia kerjakan.
Maklum bos lagi mengurus istri nya yang sedang hamil.
Mario senyum senyum sendiri sambil mengupas buah nya. Dia yang hanya memakai celana pendek tidak memakai baju.
Hingga tanda tanda merah terlihat oleh Dandy yang tertawa dan menggoda nya.
Lea yang sedang bermain dengan Sesil di taman belakang sambil menunggu rujak buatan Mario.
"Mommy, apakah sebentar lagi Sesil akan punya adik?" tanya bocah mungil itu.
"Ya! apakah Sesil suka bila punya adik?" tanya Lea.
"Iya mommy,,,,Sesil pengen punya banyak adik biar ada teman bermain" kata gadis kecil itu polos.
"Baiklah mommy akan memberikan Adik untuk Sesil" Lea mencium gemas pipi tembem nya.
"Horeeee,,,,Sesil bakal punya adik" Sesil bersorak gembira.
Dua wanita itu asyik bermain sambil bercerita tentang seorang adik kecil yang di impikan sesil.
Adik yang imut seperti anak anak Aunty nya.
Mario yang kini menjadi suami siaga, sibuk dengan buah nya. Tidak berapa lama rujak pun jadi.
Mario bersiap mengantarkan rujak perdananya untuk sang istri. Wanita yang sedang hamil muda itu kelihatan sangat cantik menggoda.
Wajah Lea berbinar senang melihat Mario yang datang dengan membawa sepiring rujak untuk nya.
"Love you to" Mario meletakkan rujak buatannya, lalu mencium pipi Lea.
Melihat Daddy nya mencium mommy, Sesil pun merengek minta di cium juga.
"Putri cantik Daddy,,,,cup!"
Mario meraih tubuh mungil itu menghujani wajah imut nya dengan ciuman. Sesil tertawa kegelian saat Mario menggelitik lehernya.
Anak dan bapak itu pun tertawa bahagia apalagi sebentar lagi Sesil akan punya adik.
"Daddy, sebentar lagi Sesil akan punya adek!" celoteh nya.
"Apakah Sesil senang bila punya adik?" tanya Mario sambil mencium pipi tembem nya.
"Iya dong, biar Sesil tidak sendirian,ada teman untuk bermain" ujar putri cerdas nya ini.
Sesil memang tumbuh menjadi anak yang cerdas, dia bisa mengerti apa yang di katakan orang tua nya.
Sejak memiliki Mommy Lea, Sesil langsung akrab dengan nya. Meskipun dia tau Lea bukan ibu yang melahirkan dirinya.
Orang tua Karina juga selalu mengatakan hal itu, mereka bahkan setiap minggunya datang menjemput Sesil untuk liburan.
Meskipun demikian tidak berpengaruh akan sikap Sesil. Dia bahkan sangat dekat dengan Mommy sambungnya ini.
Mario lalu membawa Sesil mereka kini duduk bersama Lea. Menyaksikan wanita yang lagi ngidam itu menikmati rujaknya.
"Apakah itu enak?" tanya Mario,menelan air liurnya melihat Lea yang menikmati berbagi buah bercampur bumbu kacang dan banyak cebenya itu.
"Ini sangat enak Dadd!" puji Lea yang air mata nya mulai menetes kepedasannya.
Alis Mario berkerut melihat Lea yang berkeringat dan mata nya mulai berair. Bagaimana tidak Lea menyuruh Mario memberikan banyak cabe.
__ADS_1
"Sebentar sayang!" Mario memindahkan Sesil dari pangkuannya.
Lalu melangkah menuju jemuran handuk yang ada di dekat kolam renang. ada beberapa handuk kecil tergantung di sana.
Mario mengambil salah satunya akan di gunakan untuk menghapus keringat Lea. wanita itu sangat rakus menikmati rujak buatan Mario.
"Kenapa mommy menangis?" tanya Sesil heran melihat Lea yang menghapus air matanya.
"Mommy tidak menangis sayang?! tapi rujak buatan Daddy mu membuat Mommy sedih" ujar Lea.
"Mengapa? mengapa Mommy bersedih?"
"Rujak nya sangat pedis sayang!" sela Mario.
"Sekarang Sesil nya sama Bi Rita tidur siang ya"
Mario meraih tubuh mungil itu dan menggendong nya, Membawa sesil kepada Bi Rita.
"BI bujuk Sesil tidur ya"
"Baik tuan!"
BI Rita yang sedang membersihkan wajan meletakkan benda itu di tempat nya. lalu mengambil Sesil dari gendongan Daddy nya.
Membawa gadis kecil cerdas itu ke kamarnya, untuk membujuknya tidur.
Mario lalu keluar menemani Lea, wanita cantik itu membuat dirinya tidak ingin jauh jauh dari nya.
Apalagi setelah Lea kini berbadan dua.
Impian Mario untuk punya anak akan terwujud makanya dia sangat menjaga kesehatan sang istri.
Mereka kini duduk berdua di gazebo, seperti pasangan yang sedang pacaran. Mario yang tidak henti hentinya mencium Lea.
Mereka nampak begitu romantis,Lea yang duduk di hadapan Mario yang memeluknya dari belakang.
Mereka berdua asyik bermesraan memadu kasih seakan cinta membuat mereka kini semakin saling membutuhkan.
*
*
*
Hari ini Mario buru buru pulang ke rumah setelah selesai Meeting nya. Rapat yang mendadak dan sangat melelahkan setelah beberapa jam.
Meskipun penat dan terlihat lelah semua itu sirna dan tidak terasa melihat sebuket bunga yang indah yang telah di belinya untuk sang istri tercinta.
Begini kira kira bunga yang di beli babank untuk sang pujaan hati.
Buru buru pulang takut wanita nakal dan keras kepala itu melakukan hal yang berat.
Begitu sampai di rumah sang istri tidak ada di kamarnya. Mario bertanya kepada bi Ratih.
"Bibi,,, Mommy nya Sesil kemana?"
"Nyonya Naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar nya yang lama"
"Lea??????"
Mendengar itu Mario segera berlari naik dengan panik menuju kamar penuh kenangan mereka dulu.
Kamar yang sekian tahun tidak pernah mereka tempati. Mario jadi takut setengah mati mengetahui Lea kini berada di dalam kamar tragedi itu.
*
*
__ADS_1
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ salam Rindu*****