
Mario masih tetap di tempatnya menatap kepergian mobil Lea. Wanita yang sudah sekian tahun tidak pernah di jumpai nya.
Pesona seorang Lea yang kembali menggetarkan hati nya. Entah mengapa rasa itu hadir saat sosok Lea kembali hadir di depan mata nya.
"Lea,,,,? gumam Mario yang teringat akan topi yang tidak jadi di beli nya. Mario kembali ke tempat di mana topi itu berada.
Menatap topi itu tapi mengapa Lea tidak jadi mengambil topi itu ketika tau mario yang juga menginginkan topi itu.
Sekian waktu bergelut dengan drama kehidupan membuat Mario tidak pernah tahu kabar tentang Lea. Bahkan wanita itu kini hadir dan tanpa sengaja mereka harus bertemu.
Sebuah kisah dari sejarah kehidupan mereka biar bagaimanapun Lea pernah menjadi istrinya. Wanita yang sampai saat ini masih berada di dalam sanubari nya.
Dari rasa cinta dan kasih sayangnya untuk Lea tidak akan tergantikan. Mario merasa betapa luka yang pernah dia torehkan di hati Lea, namun juga dia sendiri merasakan bagaimana orang yang mengisi hari dan kehidupan nya, harus hidup dan berbagai dengan lelaki lain.
Hingga cinta dan kesetiaan membuat dirinya sadar, setelah yang di cintai nya benar benar pergi dan memilih orang lain.
Mario masih termenung menatap topi yang ada di hadapannya. Topi yang juga di inginkan Lea.
Andaikan sejak awal Mario tau bahwa wanita yang berdiri di depan nya itu Lea, mungkin dia akan mengalah.
"Maaf pa,,,apa ada yang bisa saya bantu?' sapa penjaga toko itu, membuat Mario tersadar dari lamunannya.
"Saya mau topi yang itu, tolong di bungkus ya"
Mario memilih membeli topi lain bukan topi yang di perebutkan tadi. 'Mungkin suatu saat Lea akan datang dan membelinya".
Setelah membayar topi nya Mario memilih untuk pulang dan melindungi putri nya.
Isi kepala nya kini di penuhi dengan bayang bayang bayang seorang lea.
*
*
*
"Ngapain juga pake acara ketemu dia segala?" umpat Lea sambil melanjutkan mobil nya dengan kecepatan tinggi sangking emosinya kepada Mario.
Topi yang dia inginkan harus di ambil Mario tanpa Lea sadari. Hal itu membuat Lea kaget dan memicu emosi nya, "Mengapa harus ketemu mario, apakah di dunia ini sudah tidak ada orang lain selain Mario sialan itu,,?"
Dengan geram Lea menginjak pedal gas nya hingga mobilnya melesat kencang. Tanpa Lea sadari dia hampir menabrak seorang pengendara motor.
Seorang pria yang sedang melaju santai dengan motor sport nya terkejut saat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi nyaris menabrak nya.
"Woi,,,brengsek awas lu ya!" maki nya sambil mengejar mobil tersebut.
Motor itu pun dengan cepat mengejar Lea, pria itu ingin menghajar nya. Bila berhasil mengejar pengendara mobil yang tidak patuhi aturan lalu lintas itu.
Bunyi decitan ban beradu dengan aspal saat beberapa motor tiba tiba menghadang mobil Lea.Sehingga dengan cepat Lea menginjak pedal rem nya.
Lae masih berdiam di dalam mobilnya dengan hati yang mendongkol. Siapa lagi yang tiba tiba menghadang mobil nya, ataukah jangan jangan itu Mario? oh tidak aku tidak ingin bertemu dengan dia.
Lea duduk cuek ketika kaca mobilnya terus di ketuk oleh seorang yang memakai helm masker,pengendara motor itu.
__ADS_1
Lea tidak ingin membuka pintu mobilnya, tapi orang itu makin kuat mengetuk pintu mobilnya.
Beberapa orang laki laki telah mengepung mobil Lea. wajah wajah orang itu terlihat sangat menyeramkan.
"Hey ,,buka apa perlu aku akan memecahkan kaca mobil mu ini hah?!" teriak orang berhelm itu sambil terus mengetuk pintu mobil Lea.
"Cih siapa sih" Lea dengan kuat menghentakkan kaca mobilnya hingga terbuka dan berhasil mendorong kuat lelaki itu.
Orang yang terpelanting itu segera mendekati Lea dan tangan nya hampir menghantam Lea.
"Astaga Lea,,,,???"
Malik menarik balik pukulannya yang hampir mengenai wajah Lea. Dia melepaskan helmnya.
"Malik,,,,???" Lea melotot kepada nya.
Dua manusia beda kelamin itu saling terkejut, Malik tidak menyangka Lea bisa segila itu mengendarai mobil nya.
Kalau saja itu bukan Lea Malik sudah menyuruh anak buahnya untuk mengajarnya hingga babak belur.
"Bagaimana kalau sampai kamu menabrak pria setampan aku tadi hingga tewas, apakah kamu tidak akan menyesal,,,???" kata Malik berubah santai.
Lea tertegun dan matanya terpejam, kalimat Malik mengingat kembali Lea akan mendiang suaminya.
Malik seakan mengingatkan Lea kepada peristiwa yang terjadi bertahun lalu.
"Maaf kalau aku hampir mencelakai mu kak!"
Malik tidak menjawab matanya menatap kagum penampilan Lea yang apa adanya. celana pendek baju kaosnya dan sendal jepit yang dia pakai membuat Lea terlihat lebih muda dan imut.
Lea menatap orang orang berwajah seram itu, lalu menatap Malik. Lea tau itu anak anak gank.
Postur dan penampilan nya sudah bisa di tebak Lea siapa mereka. Malik yang menyadari hal itu segera memberikan kode agar mereka pergi dari sana.
kalau saja ini bukan seorang wanita yang dihormatinya. mungkin saja Malik sudah menerkam dan menciumnya habis-habisan.
Malik mendekat lalu bersandar di mobil Lea. Mata tajamnya menatap Lea dengan lembut. Tersirat sebentuk rasa yang berbeda.
Malik sadar pesona seorang Lea telah menjerat hatinya kini. Sekian rindu dan pertengkaran dengan mommy nya membuat Malik dalam di lema. Antara cinta dan orang tua.
"Lain kali jangan suka ngebut seperti itu, kalau terjadi sesuatu pada diri mu ,aku akan sangat menyesal"
Malik berkata lalu melangkah dan naik ke motor sport nya. Dirinya terlihat sangat Tampan dengan gayanya yang memikat.
Tapi sayang Lea tidak lagi tertarik untuk itu, dari tempatnya Lea hanya diam menatap orang yang hampir saja dia tabrak itu.
"Ayo pulang, biar kita jalan bareng"Ajak Malik sambil menghidupkan mesin motor nya.
Lea masih belum bergerak dari tempatnya, apa yang di katakan Malik membuat Lea kembali trauma dengan kematian Oscar yang tragis.
Rasa yang sudah berusaha Lea pupus seiring waktu kini kembali terkoyak, dengan apa yang di ucapkan Malik.
Walau sebenarnya Malik sendiri tidak menyadari bahwa. apa yang dia katakan akan sangat melukai hati Lea. Dia yang kembali membuat Lea merasa trauma, kematian mendiang suaminya kembali teringat.
__ADS_1
"Hey,,,beb,,?! mengapa bengong di situ,aku tau aku ini tampan, jangan terpesona seperti itu"Gurau Malik sambil tertawa.
Lea hanya menyunggingkan senyum kecilnya, semua bukan salah Malik. Sebaiknya Malik tau akan hal itu biar dia tidak tersinggung bila nanti Lea menghindari nya.
Malik tidak jadi pergi dia kembali turun dari motornya. "Jangan marah! maaf aku hanya bercanda, jangan menatap aku seperti hantu begitu, atau kah aku mirip dengan seseorang?" Malik bertanya dalam gurauan.
Malik sudah tau kalau memang dirinya mirip dengan mantan suami Lea yang sudah meninggal. Tapi bukan berarti Malik akan menempatkan dirinya menjadi bayang bayang masa lalu Lea.
Malik adalah Malik yang tidak dapat membuat dirinya menjadi Oscar. Mungkin Tuhan telah mentakdirkan dirinya begitu mirip dengan Oscar.
Malik juga tau ada luka di tatap mata Lea setiap kali mata indah itu menatapnya. pasti sangat sakit baginya.
Bagaimana bisa Malik menghindari nya, sementara hatinya sendiri telah terpaut sejak pertama kali bertemu Lea di ruangan papanya.
Malik jatuh cinta saat pandangan pertama yang membuat dirinya mulai melakukan pendekatan dengan Lea, secara perlahan lahan.
Fakta yang menarik dan sekaligus membuat Malik tercengang, konon dirinya mirip Oscar. Mendiang suaminya Lea yang katanya Alumni di kampus yang sama.
Bahagianya dia bisa mendapatkan cinta dari wanita secantik Lea. Bahkan sampai saat ini belum ada satupun pria yang berhasil menundukkan hatinya.
Malik kini memilih untuk duduk di atas kap mobil Lea. Apapun yang terjadi dia harus jujur mengakui apa yang kini dia rasakan.
"Aku tau Lea, maaf aku harus mengatakan ini pada mu, sebenarnya aku juga tidak tau kalau aku harus menjadi bayangan seseorang yang sangat berarti bagi mu" Malik menatap lea, menelisik setiap sisi dari bentuk mahluk indah di tatap matanya.
Seulas senyuman yang terlukis dari wajah penuh luka dan duka itu bahkan dalam nestapa. Lea mengulas senyum untuk nya.
Lea tau ke arah mana pembicaraan Malik dan Lea sudah siap untuk menerima semua kenyataan ini. Bahwa Malik bukan lah Oscar.
"Ya...aku tau kamu mirip dengan mendiang suami ku, tapi kamu bukan dia. Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mati, Semua telah berlalu dan aku harus melanjutkan hidup ku" Lea ikut naik mereka berdua kini duduk di atas kap mobil Lea. Nampak begitu santai dengan dengan ketenangan nya.
Tidak ada jarak dan garis nasib yang sudah di takdir kan untuk dirinya. Malik menatap nya, orang tidak akan percaya kalau Lea sudah tiga kali menikah.
Dua kali menikah dengan Mario,dan tanpa sengaja mereka kembali bertemu tadi, hingga Lea yang kesal hampir menabrak Malik.
Sejauh apapun Lea berlari dari kenyataan toh langkahnya harus terhenti di antara orang orang yang sama.
"Aku tau seperti apa luka di hatimu bila melihat ku, tapi percayalah aku tidak pernah tahu kalau wajah ku bisa membuat mu menangis, padahal sebenarnya aku ingin membuat mu bisa tertawa" tutur Malik.
"Terima kasih perhatian nya ya,,,?!"Senyum Lea mengembang sempurna.
Malik semakin terpesona melihat senyum indah yang kini seakan tanpa beban. Itu berarti Lea sudah tidak lagi trauma.
"Coba kalau senyum nya seperti itu setiap hari, aku merasa senang tidak lagi merasa bersalah sudah jadi duplikat nya Oscar"
"Aku tidak terlalu merasa kok!"
"Jangan bohong?! aku pernah melihat mu menangis saat menatap ku, waktu di ruangan papa. Saat aku belum tau kalau wajah ku selalu mengingat kan mu akan seseorang" seru Malik menatap wajah yang kini tampak lebih tenang dan masih terlihat seperti gadis remaja itu.
Lea hanya nyengir ternyata diam diam Malik telah memperhatikan dirinya. Pria yang kini mulai akrab dan sudah tau semua tentang dirinya.
*
*
__ADS_1
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ segudang Rindu untuk kalian****