Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Pertemuan Di Bukit Rinjani


__ADS_3

"Siapa yang tidak akan cemburu melihat pacar nya bersama wanita secantik kamu" Rony malah tertawa.


Mengingat dulu Lea pernah nekat mendaki ke Semeru bersama dua temannya. Untung saja ada Rony saat itu yang menggagalkan aksi mereka.


"Gimana kabar mu, masih suka bertualang dengan hal hal ekstrim?" Tanya Rony santai. ketika mereka sedang di perjalanan pulang.


Rony yang mengemudikan mobilnya dengan santai. Lea tertawa menginginkan dulu di omelin Rony habis habisan. karena nekat mendaki baru satu pos sudah di suruh turun oleh Rony.


"Bulan depan ada acara menjelajah di bukit Rinjani dengan para alumni juga,apa kamu akan ikut?"


"Tentu saja, aku ikut serta, ada juga gabungan beberapa daerah dengan alumninya, acara ini kayaknya spektakuler nih" terang Rony.


"Apakah Nila juga ikut?" tanya Lea.


"kenapa?" Rony mengangkat satu alisnya.


"Tanya aja takut ada yang cemburuan"


"Nila orang nya pengertian kok"


"Oooh!" hanya itu yang keluar dari bibir Lea.


"Nila akan ikut" ujar Rony akhirnya.


"Kita bertemu di sana" ucap Lea.


"Ya kita bertemu di basic camp!"


mereka sampai di rumah Kiki, tapi yang punya rumah sedang pergi. Lea lalu masuk ke mobil nya yang terparkir di halaman.setelah pamit pada Rony.


Lea memilih pulang ke kosan My legacy, dia seakan rindu keindahan dulu bersama Gabby dan Cynthia.


Dia sahabatnya itu sudah punya kehidupan masing masing punya suami dan anak anak.


Mereka sudah jarang bertemu seperti dulu, kalau pun mereka bertemu itu atas permintaannya nya Lea.


*


*


*


Lea sedang bersiap siap memasukkan pakaian dan keperluan lainnya. selain obat obatan yang harus di bawa untuk menjelajahi gunung Rinjani.


Tujuan yang di pilih kali ini adalah Lombok, dengan semangat empat lima nya tidak lupa pula gitar kesayangannya ikut serta.


"Di hutan kalau bernyanyi kan asyik dari pada kesepian duduk manis di temani api unggun."pikir Lea.


Kampus yang memfasilitasi keberangkatan mereka, Sebenarnya Gabby dan Cynthia juga ikut tapi anak anak nya lagi tidak enak badan.


Padahal mereka paling getol kalo ada acara beginian.


Akhirnya Lea beserta rombongannya berangkat tanpa ada Gabby dan Cynthia.


Mereka sampai di Lombok di sambut hangat Muspida setempat. Pendakian di bagi empat jalur dan bertemu di satu titik.


Setiap regu terdiri dari sepuluh orang, lima cewek lima pria.


Hanya regu Lea yang tiga cewek Tujuh lakinya.


Sudah ada juga dari daerah lain yang sudah naik duluan. mereka sudah siap di pos dengan semua persiapan. menyambut yang baru mendaki.


Para mahasiswa dan alumni dari berbagai kampus di tanah air.


Ada yang menggeleng melihat Lea yang membawa gitar seorang.


Ada juga yang bawa tapi dari kelompok lain umum nya para lelaki.


Pendakian yang menyenangkan menurut Lea. Ransel besar di tambah gitar ke sayangnya.


Pendaki wanita dengan usia termuda adalah Lea.


Hanya postur nya yang tinggi tapi usia masih terbilang muda. orang juga tidak akan mengira bila tau Lea seorang janda.


Dengan mengikuti kegiatan seperti ini bisa membuat Lea punya kepuasan tersendiri.


Hal ini yang membuat Lea sedikit lupa akan kisah rumit hidup nya.


Perasaan nya akan terhibur dan tidak terpuruk dengan kenyataan yang membuat Lea harus kehilangan kebahagiaan nya.


Beberapa jam mendaki mereka kini kelelahan. keringat yang membasahi tubuh nya membuat pakaian nya terasa basah.


Tidak Beberapa lama lagi mereka akan tiba di pos utama yang mulai terlihat ada asap yang mengepul.


*


*


*

__ADS_1


"Gila cantik nian" ujar seorang pria yang sibuk menggunakan Teropong pembesar nya.


"Togar,,, lihat ini!"


"Apaan Kornel?"


"Coba kau lihat tuh cewek berbaju biru yang memakai kabaret merah" ucap pria yang di panggil Kornel.


'Mama Mia super cantik, anjai Duta kecantikan mana yang di ikut sertakan nih" pekik Togar.


"Eh Bro jangan berbaring lah kau, macam bini yang mau melahirkan" ujar Togar pada temen mereka yang sedang tiduran.


"Eh Bro coba lihat ada yang luar biasa, cantik kali dia" Dua pria itu sibuk melihat kelompok yang mulai mendekati mereka.


Teman kedua nya masih berbaring telentang di rerumputan. dengan kedua tangannya dilipat menyangga kepalanya, dia hanya berbaring menatap birunya langit di sore hari ini, pikiran nya hanya tertuju kepada seorang wanita yang jauh di sana.


"Dia tidak ingin melihat itu, yang dia pikirkan hanyalah bini orang" seru Togar sinis.


"Bini orang lebih cantik dari perempuan yang mau lihat itu" balas nya masih tetap berbaring.


Sepuluh meter lagi kelompok Lea akan segera tiba di pos, tempat berkumpulnya semua rombongan. Sebuah sebuah dataran yang sangat luas dengan pepohonan yang rindang dan begitu hijau dari atas bukit ini bisa melihat pemandangan ke laut lepas, gugusan pulau yang begitu cantik indah mempesona yang ada di pulau Lombok ini.


Oscar bangkit dari tidurnya saat rombongan Lea sudah di dekat mereka. Dia terkejut melihat seorang wanita yang ada di antara rombongan, wanita berbaju biru itu dengan topi kabaret merah yang sejak tadi di sebut sebut kedua temannya itu ternya adalah Lea.


"My Good!" pekik Oscar hampir tidak percaya.


"Oscar....???!" Lea mengerjapkan matanya, pemandangan yang ada di hadapannya membuat Lea hampir tidak percaya.


Tangan nya melepaskan gitarnya yang dia bawah serta ranselnya.


"Lea,,,?" Tanpa pikir panjang Oscar segera memeluk nya.


Lea yang masih mengatur nafasnya mereka yang baru saja tiba di pos.


Oscar tidak peduli berapa pasang mata yang menatap mereka dengan heran. Termasuk dua teman nya saling pandang terheran heran.


"Oscar!" Lirih Lea dengan mata yang berkaca-kaca.


Oscar yang masih betah memeluk nya, sosok yang amat dia rindukan itu.


"Aku capek, sungguh" ucapnya pelan.


Pertemuan dengan Oscar seakan membuat Lea serasa bermimpi. Benarkah yang ada di hadapannya saat ini adalah Oscar?


"Aku akan membawa mu beristirahat di tenda kami" Oscar lalu menuntunnya ke tenda.


Dua sahabat membantu membawa gitar dan Ransel milik Lea. mereka berdua merasa heran melihat kelakuan Oscar.


Lea mengistirahatkan tubuh nya sebentar setelah itu mereka kembali berkumpul dengan seluruh peserta yang ikut menjelajah.


Sementara Oscar menemui dua sahabat nya, "Kamu berhutang penjelasan"


Togar dan Kornel menatap nya meminta penjelasan.


"Dia adalah Lea!"


"Apa kah kamu ikut pendakiannya ini karena telah berjanji dengan nya?" Tiga Pria itu kini duduk di rerumputan.


"Aku tidak menyangka dia akan ikut pendakian ini" ucap Oscar.


"apakah dia bersama suami nya?" tanya Kornel.


"Dia datang sendirian dengan teman teman kampusnya"


" jadi dia seorang mahasiswi?"


"Hmm!"


"Kehidupan rumah tangganya, sedang goyah"


"Jangan bilang karena engkau?!" seru Togar.


"Itu terjadi sebelum aku bertemu dengannya di kampus yang sama, saat itu dia dan suaminya telah bercerai" tutur Oscar.


"Jadi dia kini menjanda?"


"Mereka sudah kembali rujuk!"


"Oooh,,,!" Kornel nampak kecewa.


Tiga pria tampan ini sedang duduk membahas tentang Lea.


Malam ini mereka semua berkumpul di depan api unggun acara persahabatan saling mengenal satu sama lain.


Lea bersama teman teman kampusnya dan beberapa peserta lainnya sedang asyik bercerita sambil tertawa.


Di antara sekian banyak peserta Lea sempat mencari oscar. Dia melihat Oscar sedang berbincang dengan seorang gadis, terlihat gadis itu sangat manja pada nya.


Lea yang tidak dapat melihat jelas wajah gadis itu ,memilih menjauh pergi.

__ADS_1


Lea sedang memetik gitar nya, seorang pria mendekati nya saat mendengar suara petikan gitar Lea yang merdu.


"Hai Lea?" sapa pria itu.


"Hai Kornel!" Balas Lea ketika menoleh ternyata Kornel yang kini duduk di sampingnya.


"Ayo petik lagi biar aku yang bernyanyi, bisa kan pilih lagi Melayu" kata Kornel.


Kornel sendiri merasa tertarik pada nya, meskipun Kornel sudah dengar dari Oscar kalau Lea sudah bersuami.


Lea lalu memetik nada sebuah lagu Melayu secara Kornel berasal dari daerah Melayu.


Mereka berdua lalu bernyanyi beberapa orang mulai mendekati mereka dan ikut bernyanyi.


Mereka mengagumi kemahiran Lea bermain gitar.


Hasrat ku terbang jauh melayang ....


Mimpi yang indah kini telah hilang...


Jangan tangisi cinta yang pergi....


Ternyata suara itu milik Oscar yang sudah berada di antara mereka.


Lea merasa memiliki banyak teman saat ini mereka dari berbagai daerah.


Tapi sayang Oscar tidak merelakan hal itu, dia tidak ingin ada laki laki lain yang mendekati Lea.


Puas bernyanyi Oscar mengajak Lea menjauh dari teman teman nya.


"Aku tidak ingin kamu dekat dengan pria lain" Oscar melayangkan protes kayak pacar yang lagi cemburu.


"Kenapa emang,,?" alis Lea terangkat.


"Kamu itu punya suami, istri orang, aku akan menjagamu sebagai sahabat dan adik ipar nya Jhon, aku sudah memberitahu kan Jhon kamu sedang bersama ku" tegas Oscar.


"Apa yang di katakan Jhon pada mu?" tanya Lea, Jhon pasti sudah bercerita soal Mario yang telah menceraikan dirinya.


"Dia berpesan agar aku menjaga mu selamanya, biar Mario tidak kuatir akan keselamatan istri nya" ujar Oscar.


"Apakah Jhon tidak cerita pada mu, Mario sudah menceraikan aku beberapa bulan lalu??!.


"Apa, coba katakan sekali lagi..???" pekik Oscar sangking kaget nya.


Lea tertawa melihat reaksi Oscar yang malam ini sangat terkejut, demi mendengar berita itu.


"Lea,,,! jangan buat aku patah hati dengan candaan mu itu" Oscar memegang kedua bahunya, menatap dalam mata Lea.


Oscar menemukan segalur luka di sana, telaga bening itu kini beriak kesedihan.


"Saat kamu temui aku di rumah sakit, semua telah usai"


"Jangan buat aku semakin bingung sweety!"


"Aku sudah bukan lagi istri Mario!" ujar Lea.


"Aku tidak percaya, akan ku tanyakan pada Jhon"


Lea malah tertawa, " Ku kira Jhon telah bercerita pada mu"


"Kalau pun itu benar adanya, aku akan melamar mu, kita menikah" tegas Oscar.


"Aku sangat mencintaimu! aku selalu menunggu saat itu, di mana cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan" Oscar membawa Lea dalam dekapan hangat nya.


Lea hanya diam menatap wajah Tampan Oscar yang tersenyum untuk nya. Tapi sayang senyum Oscar membuat Lea justru menangis.


"Jangan beri aku mimpi yang hanya hadir saat hari berganti pagi, aku bukan wanita sempurna yang akan mendampingi mu"


"Jangan menangis aku akan memperkenalkan kamu dengan seseorang' bisik Oscar. saat seorang wanita berjalan ke arah mereka.


Lea melihat seorang wanita yang tadi sempat bermanja dengan Oscar.


"Nila?" desis Lea.


"Hai Lea?" Nila tersenyum menatap Lea yang masih berada dalam pelukan Oscar.


"Aku berharap ini bukan mimpi bagi Abang ku" ujar Nila.


Lea semakin bingung menatap wajah Oscar dan Nila bergantian.


"Kenalkan ini adik ku nama nya Nila" ucap Oscar.


"Sejak awal berjumpa aku sudah jatuh hati padamu untuk menjadi kekasih Abang ku, tapi ternyata,,,,


Nila menjeda kalimat nya dia menatap sinis wajah Oscar.


*


*

__ADS_1


*


****Love You All❤️❤️❤️❤️


__ADS_2