
Mario yang sedang menanti kelahiran putri nya, Dia mulai membatasi takaran makanan istrinya.
"Sayang! mulai sekarang porsi makan mu harus di kurangi' kata mario saat sang istri mulai merajuk.
Karina kini berdemo kepada suaminya karena telah mengurangi porsi makan nya.
"Aku masih lapar!"
"Lambung mu sudah sebesar lambung kapal Tidar! tau tidak?! apa kata dokter, kamu akan menjalani Caesar dan itu berbahaya bagi keselamatan mu!" kata Mario mulai tegas kepada istri manjanya itu.
Mario masih ingat apa yang di sampaikan dokter kepada nya.
Karina tidak bisa melahirkan normal berdasarkan hasil USG nya, rahim Karina di timbun lemak. hal itu membahayakan keselamatan ibu dan bayi nya.
Mario menyerahkan semua urusan kantor kepada Asisten nya. Dandy yang akan menghandle semua urusan kantor.
Mario akan menemani isteri nya sampai waktunya melahirkan.Karena Karina yang harus di awasi agar makannya bisa berkurang.
Pagi ini Mario menemani Istrinya jalan jalan di sekitar kompleks. Banyak mata yang menatap aneh pada pasangan ini ada yang sampai menutup mulut ingin tertawa.
Bagaimana tidak Mario yang gagah tampan, sangat bertolak belakang dengan penampilan Karina yang sangat gemuk.
Karina yang di perhatikan oleh orang orang merasa bangga. Secara suaminya tampan dan kaya.
Mario sendiri tidak peduli dengan tatapan mereka, yang dia peduli kan saat ini adalah kondisi istrinya.
Dia harus menjaga dan mengatur pola makan istri nya. Mengingat ini bulan terakhir Karina akan melahirkan.
"Aku lapar!"
"Bentar jam makan siang baru kita makan"
"Aku pingin makan sate kambing"
"Jangan rakus, badan mu sudah sebesar gajah'
"Aku sebesar gajah karena mengandung anak mu!" protes Karina melotot pada Mario.
"Iya aku tau itu"
Mario menarik tangan Karina membawanya pulang.agar dia tidak merengek lapar di tempat karamaian ini.
Mario menyiapkan makanan untuk Karina, Sayuran hijau dan buah, serta segelas jus jeruk.
Karina merengek minta di buatkan susu oleh Art nya. Tapi Mario melarang, Karina sudah tidak boleh mengkonsumsi semua makanan yang mengandung lemak.
Mario sudah memberikan peringatan kepada Art nya, biar dia yang akan mengatur semua makanan untuk Karina.
Yang banyak di konsumsi Karina buah dan sayuran hijau serta vitamin. agar mengurangi timbunan lemak di tubuh nya.
Karina yang selalu proses mendapat ancaman dari Mario.
"Bukan kemauanku untuk gemuk seperti ini, tapi ini yang di inginkan calon anak mu, siapa juga yang mau punya tubuh sebesar gajah" protes nya mulai menangis.
"Maafkan aku, tapi ini juga aku lakukan karena aku tuh sayang kamu?!" kata Mario lembut sambil mencium jemari karina.
Mario lalu mengambil jus jeruk yang ada di atas meja memberikan kepada Karina. Karina menatap mario sebelum meneguk habis jusnya.
"Auh" Karina meringis saat merasakan si orok mulai menendang rusuk nya.
"Apakah dia mulai nakal?" tanya Mario sambil mengelus perut Karina. ia dapat merasakan benjolan yang bergerak gerak di dalam perut Karina.
"Papa, akan memberikan nama untuk putri cantik papa" Mario mendekat wajah nya di perut karina.
"Apakah papa akan memberikan nama untuk putri kita?" tanya Karina.
"Ya, papa beri nama Sesilia!" ucap Mario.
"Oooh nama yang cantik, aku suka nama itu" seru karina berbinar senang.
"Tentu saja dia cantik seperti ibunya" puji Mario tulus.
"Aku akan sematkan nama kita berdua di belakang nya. Agar menjadi Sesilia Marina" ujar Karina.
__ADS_1
"Sesilia Mario Karina. "Marina!"
"Setuju" Mario menatap wajah cantik Karina yang nampak tembem.
Karina tersenyum menggoda membuat Mario langsung menyergap bibir nya. Mario ******* lembut bibir Karina.
Karina melingkar kan kedua tangannya di leher Mario, manikmati ciumannya yang memabukkan.
Mario makin memperdalam ciuman nya memainkan lidahnya di rongga mulut Karina.
Tangan Karina mulai merayap meremas sesuatu di bawah sana membuat Mario menggeram.
"Jangan Lakukan itu" Mario meraih tangan nakal Karina. Menatap Karina dengan wajah sendu berkabut gairah.
"Aku akan membantumu melakukan pelepasan" bisik karina.
"Tidak usah aku akan melakukan itu di kamar mandi"
Mario mengecup sekilas bibir Karina. lalu beranjak berdiri melangkah ke kamar mandi. Sesuatu di bawah sana yang sudah mengeras membuat pusing kepala nya.
Mario akhirnya memilih bermain solo dengan sabun. Karena menolak untuk di bantu melakukan pelepasan oleh Karina.
Hampir satu jam Mario berada di kamar mandi, setelah itu dia keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Tubuhnya nampak segar dengan senyum yang mengembang melihat Karina yang duduk di tepi tempat tidur. menatapnya dengan tatapan terpesona dengan ketampanan Mario.
"Maaf kan aku" ucap Karina.
"Untuk apa?" satu alis Mario terangkat.
'"Yang tadi!"
"Sudah selesai, kami bisa membayar nanti setelah melahirkan Sesil" ucap Mario. menatap lembut wajah Karina.
Mario lalu masuk ke ruang ganti memakai kaos oblong dan celana pendek.
"Ayo istirahat lah" Mario membantu merebahkan Karina ke tempat tidur.
Wanita hamil besar itu pun tidur sementara Mario lalu masuk ke ruang kerjanya. Membuka laptopnya lalu periksa Email yang masuk dari Dandy.
Mario sengaja membuka akses nya yang di blokir Lea. Mario tersenyum ternyata Lea sudah membuka blokir nya.
Mario lalu menulis sebuah kalimat pendek namun bermakna dan mengirimkan untuk Lea. Mario tersenyum misterius saat pesannya telah mendapatkan centang dua biru.
Lea yang sedang duduk di mana kerjanya dan ada di kamar mereka terkejut ketika sebuah pesan masuk tertera di layar laptopnya.
Lea berdecak kesal dan ingin membalasnya namun belum lengkap sebuah kalimat yang di ketik Lea. Tangan kekar Oscar telah menutup laptopnya dengan tiba-tiba, membuat Lea terkejut.
Lea menatap Oscar yang nampak gusar tatapan nya menghujam tajam.
"Apakah ini yang kamu lakukan bersama nya di belakang ku?"
Suara dingin Oscar penuh kemarah, Lea sampai terkejut menegang kaku, mendengar nya.
Selama ini Lea belum pernah melihat Oscar semarah ini.
"Maaf dadd! ini hanya salah faham" kata Lea takut.
"Salah faham kamu bilang?" bentak Oscar dengan wajahnya yang memerah. dia lalu melangkah hendak keluar dari kamar.
Lea yang melihat Oscar akan pergi buru buru menarik tangan nya. "Dadd dengar kan aku!"
"Apa????" Oscar menepis kasar tangan Lea.
Oscar keluar dari kamar dengan membanting pintu kamar nya dengan keras. membuat Lea benar benar terkejut.
"Dadd?!" Teriak Lae.
Lea ingin mengejarnya tapi itu tidak mungkin karena mereka akan menjadi tontonan seisi penghuni asrama.
Oscar yang sudah keluar dari rumah pergi ke kantor nya. Oscar benar benar marah kepada Lea. ia yang sampai berpikir Lea masih berhubungan dengan mantan suaminya itu.
Padahal dia hanya salah faham.
__ADS_1
Lea merasakan hatinya terasa sakit melihat perlakuan Oscar padanya. Seharusnya dia mendengar kan penjelasan Lea. barulah mengambil kesimpulan dari pesan yang di kirim Mario.
Dua hari Oscar tidak pulang ke rumah padahal hari ini jadwal Terapi nya Lea. karena Oscar tidak pulang ponselnya pun tidak bisa di hubungi. Lea memilih pergi sendirian menggunakan taxi.
"pak tadi ibu kemana kok tidak di antara?" kata seorang anggota nya yang sempat melihat Lea naik taxi.
"Apa kamu lihat ibu pergi dengan siapa?"
Oscar balik bertanya membuat anggota itu kebingungan. Dia berpikir Oscar pasti tau kemana perginya.
"Ku lihat ibu pergi sendiri pakai taxi"
Oscar meraih ponselnya yang sempat di matikan, seharusnya dia tidak seperti itu, sampai mengabaikan Lea.
Ada sebuah pesan dari Lea, dia pergi ke tempat terapi. begitu ponselnya aktif.
Bergegas Oscar meraih Hp dan kunci mobil nya yang tergeletak di atas meja. Oscar lalu masuk ke mobilnya buru buru menyetir menuju tempat di mana Lea menjalani terapi.
Sampai di sana Oscar melihat Lea yang baru saja masuk mengikuti nomor antrian nya.
Rasanya ada penyesalan telah mengabaikan istri nya selama dua hari.
Bergegas Oscar ikut masuk ke dalam, begitu melihat Oscar Lea berpaling tidak ingin melihat suaminya yang baru saja masuk.
Oscar tau Lea pasti marah kepadanya, Oscar pun tau seperti apa wataknya Lea.
Lea merupakan wanita yang mandiri selama ini dia tidak pernah bertanya berapa gajinya Oscar.
Bahkan ATM yang di berikan Oscar tidak di pakai Lea, dengan alasan mereka belum punya banyak kebutuhan masih bisa pakai gajinya Lea.
Gaji Oscar di berikan kepada orang tua nya,dan juga kebutuhan adik adiknya.
Lea hanya memejamkan matanya saat Oscar duduk di dekat tempat tidur nya.
Oscar menggenggam lembut tangan Lea mengecup nya beberapa kali, menebus rasa bersalahnya kepada Lea.
Selesai menjalani terapi Oscar memeluk tubuh Lea mencium nya berulangkali tidak peduli dengan sekitar.
Lea hanya diam menerima perlakuan Oscar, tidak ada reaksi saat Oscar mulai menjahilinya.
Lea bukan tipe lemah yang dengan mudah menerima perlakuan baik saat merasa kan hatinya tersakiti.
Dua hari Oscar tidak pulang setelah marah kepada nya, Dua hari pula Lea mendiamkan Oscar.
"Biarlah dia tau seperti apa rasanya sakit hati itu"
Oscar yang di diam kan Lea akhirnya meminta maaf berulang kali. tapi Lea bukan lah orang yang mudah memaafkan.
"Sayang maafkan aku, mungkin aku yang terlalu cemburu, aku sangat mencintaimu" Oscar memeluknya.
Lea hanya diam menatap nya, membuat Oscar semakin tersiksa.
"Bicaralah kalau kamu memang masih marah pada ku, jangan diam kan aku seperti ini" pinta nya.
Lea menarik nafasnya lalu menghembuskan dengan kuat. seakan ada beban yang menyesakkan dada.
"Apakah kamu tidak ingin bertanya, tentang pesan itu?" kata Lea.
"Tidak aku tidak ingin bertanya, lupakan saja, aku tidak ingin membuat mu terluka, aku salah semua telah berlalu, mungkin aku yang terlalu cemburu"
Oscar memeluk Lea erat seakan tidak ingin melepaskan nya. "Maaf kan aku yang telah mengabaikan mu!" Oscar mengusap sayang pipi Lea. meletakan wajah Lea di dadanya.
Hanya karena pesan yang sengaja di kirim Mario membuat Oscar marah dan meninggalkan Lea selama dua hari.
Pada akhirnya Oscar menyadari seharusnya dia mendengar penjelasan dari Lea. bukan pergi seperti orang bodoh hanya karena cemburu dengan pesan yang sengaja di kirim oleh Mario.
Mungkin beberapa hari ke depan Othor belum sempat Up. Mengingat Thor masih dalam masa berkabung dengan kepergian seseorang yang membesar kan othor dari kecil selain mama tercinta.
Othor baru merasakan gimana rasanya kehilangan orang tersayang salah seorang dari bagian kehidupan otor. air mata ini seakan tak pernah berhenti seiring lantunan doa.
Setiap yang bernyawa akan kembali kepada sang pencipta.
Salam sayang untuk kalian semua yang aku cintai ❤️❤️❤️**
__ADS_1