
Ciuman mereka pun berakhir di ranjang, Lea yang kini terlelap dalam pelukan suaminya. Mario menatap wajah cantik yang ada dalam pelukannya itu.
Mengelus lembut pipi chubby nya dengan penuh perasaan sayang nya. Sebentar lagi akan lahir anak anaknya.
Bukan tanpa perjuangan Mario dengan gigih memperjuangkan cintanya. Berusaha keras agar istri tercintanya bisa hamil.
Berbagai cara dari terapi sampai nungging atas saran dokter. Tips itu akhirnya berhasil dan tinggal menunggu waktu untuk mereka menghirup alam fana.
Mario tersenyum mencium lembut pipi Lea lalu ikut berbaring terbuai mimpi.
Keesokan harinya Dandy datang membawa laporan tentang kegilaan Regina.
Dua pria itu kini sedang berbicara serius di ruang kerja Mario. Apa yang di lakukan wanita itu benar benar membuat Mario emosi.
Bagaimana tidak Regina datang ke kantor mencari Mario dengan alasan dia kekasih nya Mario. Yang pada akhirnya menjadi perbincangan seisi kantor.
Para karyawan menjadi heran namun juga percaya saat wanita itu dengan beraninya menunjukkan bukti kemesraan nya dengan Mario sewaktu masih di luar negeri dulu.
Foto foto dan video mereka yang di buat Regina. Wanita itu ingin menjatuhkan Mario dengan cara yang licik.
Saat Mario menolak Regina di malam pesta relasi nya beberapa waktu lalu. Mario bahkan selalu menghindarinya. Hal itu membuat Regina sakit hati dan ingin mencari perhatian Mario dengan cara nya.
"Hapus dan block semua akun media sosialnya, kamu tau apa tugasmu sekarang Dan!" titah Mario dengan rahang yang mengeras, wajah nya nampak benar benar gusar.
"Baik bos, aku permisi masih ada tugas kantor yang harus aku selesaikan" Dandy undur diri dan kembali ke kantor.
Mario masih berada di ruang kerja nya membuka Laptop dan memblokir semua akses Regina. Takut jangan sampai wanita itu mengirim gambar dan video tidak bermoral nya kepada Mario.
Mario kini bertambah kuatir dengan ulah Regina, kalau saja Lea tidak dalam keadaan hamil,Mario pasti sudah akan menemui wanita ular itu.
"Apa sebenarnya maunya dia?"
Benar saja saat Mario baru membuka akses nya masuk beberapa Vidio. Matanya membulat sempurna dengan rahang yang mengeras.
Lebih terkejut lagi Lea tiba tiba masuk ke dalam ruangan nya dengan segelas kopi.
"Sayang?! kamu tidak usah repot-repot untuk membuat kopi untuk ku, persiapkan diri mu hari ini dokter Via akan datang!" Buru buru Mario menutup Laptop nya dan menghampiri Lea.
Memeluk dan mencium pipi nya dengan lembut, lalu mengambil gelas kopi yang masih mengepul dari tangan Lea, meletakkan di atas meja kerja nya.
Takut wanita hamil itu melihat apa yang di lakukan Regina, Mario dengan cepat membimbing istri nya ke luar dari ruang kerjanya.
Dahi Lea berkerut melihat sikap Mario yang tidak biasa. Biasanya dia dengan senang hati akan mengajak Lea duduk di sofa dan bermesraan di sana,bila Lea masuk ke dalam ruang kerja suaminya itu.
"Ada apa Daddy? kok buru buru mengajak keluar, biasanya senang kalau Mommy masuk ke sini?" Tanya Lea menatap Lekat wajah suaminya.
"Hmmm itu, karena sebentar lagi dokter Via akan datang lebih baik kita bersiap untuk menunggu nya" Jawab Mario agak gugup. Ia berusaha tersenyum untuk menutupi kegugupannya.
Bukan Lea namanya kalau dia tidak dapat melihat kejanggalan sikap suaminya.
"Dadd,,? apakah tidak ada yang berusaha engkau sembunyikan?" Lea berhenti dan menatap lekat mata suaminya mencari kejujuran di sana.
Mario yang di tatap seperti itu berusaha mengalihkan perhatian Lea.
"Baiklah Sayang,ada yang aku ceritakan nanti setelah dokter periksa kehamilan mu,kita bicarakan nanti ya" kata Mario lembut.
__ADS_1
Baru saja tersenyum menunggu kelahiran anak anak nya, kini Regina membuat masalah, hingga Mario merasa was was.
Entah apa yang terjadi bila Lea sampai tau soal masa lalu Mario dengan Regina. Dulu Jenny, sekarang Regina, benar benar Mario dibuat pusing.
Sekarang Mommy bersiap siap tunggu di kamar kita, Daddy kirim Email untuk Dandy secepatnya" Mario membimbing Lea masuk ke dalam kamar mereka.
Dengan cepat Mario melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Menghapus foto foto dan Vidio yang di kirim nomor tidak di kenal, namun Mario tau itu pasti ulah Regina.
"Huffff,,,sialan wanita itu benar benar keterlaluan" umpat Mario geram. "Awas saja kamu ya!"
Setelah Mario keluar dari kamar menuju ruang kerjanya. Lea yang melihat kejanggalan sifat suaminya Lea berpikir jangan sampai ada masalah menyangkut perusahan.
Lea melangkah dan duduk di meja kerjanya membuka Laptop dan masuk ke akses Mario. Lea mulai periksa satu persatu semua laporan dan File nya.
Wanita itu menemukan satu File yang baru di hapus. Bukan Lea namanya wanita dengan IT tertinggi dan seorang Hacker, peretas ulung itu dengan cepat membuka File yang sudah di hapus Mario.
Mata Lea membulat sempurna melihat apa yang ada di layar Laptop nya. tiba tiba perutnya terasa kram dan mual.
"Regina????" Pekik Lea terkejut.
Lebih terkejut lagi Mario yang saat itu baru masuk ke kamar nya dan menemukan Lea yang sedang menatap nanar layar Laptopnya.
Di mana terdapat Foto dan Video yang barusan di hapus Mario.
"Mommy,,,, jangan salah faham, Daddy bisa menjelaskan semuanya" Ujar Mario yang buru buru memeluk Lea.
Lea melepaskan pelukannya berusaha berdiri dan menatap Mario "Aku sudah tau sejak bertemu dengan wanita itu saat di taman"
Mario tertegun saat Lea menatap nya dengan dingin.
"Momm! maafkan Daddy dia ......Aku tidak butuh penjelasan dari mu"potong Lea dengan nafas nya yang mulai tidak teratur. Dia berusaha menahan perasaannya.
Lea berusaha menahan perasaan nya, terang aja dia shock melihat foto dan Video tentang Mario.
"Auwhhh,,,,!" Lea meringis memegang perut nya yang tiba-tiba terasa sakit.
Mario bergerak cepat memeluk istrinya namun Lea menepis tangan nya. Dia berusaha keluar dari kamar. Dengan langkah yang tertatih. Tepat saat itu Dokter Via juga tiba di kediaman mereka.
Mario tidak tinggal diam dengan gerakan cepat dia menggendong Lea. Meskipun bobot berat badan Lea kini bertambah tapi Mario tidak peduli.
Lea berusaha berontak namun Mario melarang nya. "Mommy apapun yang terjadi bertahan lah demi anak anak kita" Ujar Mario yang mulai khawatir.
"Dok! kita bawa istri ku ke rumah sakit, segera persiapkan segalanya" Teriak Mario yang buru buru membawa Lea menuju mobil nya.
Dokter yang baru masuk terkejut heran, melihat Mario yang sibuk menggendong istrinya.
"Apa yang terjadi dengan istri mu, kita ke rumah sakit biar Pakai mobil ku saja" Dokter Via buru buru mengikuti langkah cepat Mario.
"Bawa kesini di mobil ku" Ajak Dokter yang segera membuka pintu mobil nya.
Tanpa pikir panjang Mario segera mengikuti Dokter Via memasukkan istri nya ke dalam mobil sang dokter.
Demi keselamatan istri dan anak anak nya Mario menuruti perintah Dokter.
"Temani istri mu biar aku yang menyetir" Dokter berinisiatif membawa mobilnya, menuju rumah sakit.
__ADS_1
Mario memeluk Lea yang mulai kesakitan, mengelus lembut perut Lea. Wajah nya nampak jelas sangat mengkhawatirkan istri nya.
Lea meringis menahan sakit pada punggung nya, rasanya seperti mau putus.
"Ini akibat ulah Regina" geram Mario dalam hati.
Mobil memasuki area parkir rumah sakit milik keluarga Lawrans. Para suster sudah siap setelah di hubungi dokter Via sebelumnya.
Lea segera di bawa ke ruangan IGD, setelah menjalani pemeriksaan Lea segera di bawa ke ruang operasi.
Dokter Via sendiri merasa terkejut Lea akan melahirkan lebih awal dari waktu nya. Dokter tidak tau apa penyebab semua itu.
Mario segera menghubungi orang tua nya, dan juga orang tua Lea. Lea akan segera di operasi dan Mario sudah menandatangani nya.
Itu yang di inginkan Mario agar Lea menjalani operasi atas persetujuan nya sebagai suami Lea.
Operasi sedang di lakukan tim dokter berusaha untuk melakukan tugas nya dengan baik. Menyelamatkan anak dan ibunya.
Di luar tepatnya di ruang tunggu, keluarga besar kedua belah pihak sedang duduk berharap harap cemas sambil berdoa.
Operasi sedang berlangsung, Mario nampak dengan ke khawatiran nya. Dalam hati dia berdoa tiada henti. "Tuhan hamba mohon! selamat kan istri dan anak anak ku".
Papa Liton menghampirinya mengelus lembut pundak Mario. Mario menoleh menatap papanya.
Lelaki paruh baya itu tersenyum lembut mencoba untuk membuat Mario tegar. Papa Liton tau anak nya itu pasti sedang trauma dengan operasi seperti ini.
Dulu ibunya Sesil meninggal saat operasi kelahiran Sesil. Dan kini Lea istrinya juga mengalami hal yang sama.
Sedang menjalani operasi kelahiran anak anak nya. Beberapa jam kemudian pintu ruang operasi terbuka.
Dokter keluar dengan wajah lelahnya. Mario buru buru menghampiri dokter saat melihat pintu itu terbuka.
"Dok bagaimana kondisi istri dan anak anak ku? apakah mereka selamat?"
Dokter menatap serius wajah Mario, membuat hati Mario makin tidak karuan.
'Katakan Dok, bagaimana kondisi istri dan anak anak ku?" desaknya.
Dokter tersenyum lalu berkata "Selamat kamu memiliki Dua anak laki laki dan seorang perempuan, mereka sehat selamat"
"Bagaimana dengan istri ku Dok?"
Dokter menatap Mario lalu menghembuskan nafasnya. "Istri mu belum sadar kan diri"
"Jangan katakan apapun pada ku, lakukan yang terbaik untuk istri ku" titah nya.
"Dokter bagaimana kondisi putri ku?"
'Nyonya Lea masih belum sadar pasca operasi"
"Apa,,?????' Pekik bunda sambil menutup mulutnya.
*
*
__ADS_1
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ Salam manis*****