
"Terima kasih, lain kali aku akan membayar nya,akan ku traktir kamu makan" ujar Lea saat turun dari mobil Oscar.
Pria itu dengan senang hati membuka pintu mobil nya untuk Lea.
"Aku ku tunggu traktirannya ya!" seru Oskar saat Lea sudah melangkah terburu-buru masuk ke gedung tempat di mana dia bekerja.
Lea hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh, dirinya kini sudah terlambat beberapa menit.
Sebelum masuk Lea masih sempat menghubungi sopir mereka untuk mengurus mobilnya. membawa nya pulang ke rumah.
Lea menengok ke dalam ruangan besar di mana sudah ada beberapa orang pejabat tinggi perusahaan. Papi Valen pun sudah duduk berwibawa di kursi kebesarannya.
"Selamat siang,Maaf aku terlambat" Ujar Lea membungkuk hormat lalu buru buru menuju tempat duduk nya.
Papi hanya menatap dengan wajah datar dan tegasnya. Lalu melanjutkan Meeting nya.
Lea yang tidak ada tugas penting hari ini hanya diam menyimak semua laporan sampai rapat selesai.
Biasanya papi akan memberi kan tugas untuk dirinya, mempresentasikan setiap materi yang akan di bahas.
Tugasnya hanya hari akan membuat semua laporan hasil rapat dan akan periksa semua berkas yang masuk.
Sebelum di serahkan kepada papi untuk di tanda tangani.
Pulang kantor Lea di kejutkan dengan kehadiran Oscar yang menjemputnya.
"Astaga, apakah kamu tidak pulang ke rumah?" tanya Lea.
"Aku pulang makan, tidur, bangun,mandi lalu datang menjemput mu" kata Oscar dengan santai nya.
"Padahal aku bisa pulang naik taksi kan?"
"Aku kebetulan tidak ada kerjaan yang penting hari ini,makanya aku sempat kan waktu untuk menjemput mu"
Lea menatap penampilan Oscar yang memang rapi jali sore ini hanya untuk menjemput dirinya seorang.
"Kamu seperti mau wakuncar" celetuk Lea.
Oscar tertawa, dia memang tampan, tidak kalah bersaing dengan Mario. Teringat Mario hati lihat tiba-tiba menjadi dongkol ngapain sih aku harus ingat dia, atau dia sudah bahagianya aku yang terlunta-lunta sekarang.
Datang Frans lalu pergi , datang Jhon malah kepincut kakak nya Rilley. sekarang datang satu lagi yang bernama Oscar.
Mereka seperti bayangan yang silih berganti, membuat Lea merenung.
"Hei,,? jangan melamun" tegur Oscar.
"Tidak aku hanya ingat sesuatu yang terlupa" elak Lea.
"Ataukah kamu teringat Frans?" goda Oscar.
"Ngapain aku harus ingat dia, mungkin aja dia di sana tidak sedang ingat aku saat ini"
" Baiklah sekarang ayo ku antar kamu pulang" Oscar dengan senang hati membuka pintu mobil untuk Lea.
Lea terpaksa harus pulang di antar Oscar, pria yang satu ini memang suka memaksa dan pandai mengambil hati.
Tentu saja dia memang piawai merebut hati wanita, Lea terkejut ketika di mobil Oscar tiba tiba memberikan setangkai bunga mawar merah untuk nya.
"Aku tau kamu suka mawar" kata tersenyum lembut.
"Kamu seperti nya tau bunga kesukaan ku"
"Hanya Filing saja"
'Ternyata benar"
"Sebagian orang ada yang tidak suka mawar, Takut dengan diri nya" ujar Oscar ketika mereka sudah di jalan.
Oscar sengaja mengurangi laju kecepatan mobil nya. Oscar dengan santainya membawa mobil menuju sebuah Restoran.
"Kita makan dulu, barulah ku antar kamu pulang" kata Oscar ketika Lea akan bersuara.
Lea terpaksa harus menuruti permintaan Oscar yang lagi lagi memaksa. Entah mengapa Lea tidak bisa menolak setiap sikap manis Oscar padanya.
Lea membawa bunga pemberian Oscar padanya. dia adalah laki laki pertama yang memberikan bunga untuk Lea.
__ADS_1
Oskar menarik sebuah kursi mempersilakan Lea untuk duduk, barulah dia memilih untuk duduk di hadapan Lea.
Perlakuan manis Oscar membuat hati Lea menghangat, selama ini jarang ada yang berlaku semanis ini.
Lea pernah dekat dengan Frans tapi mereka jarang ke luar sekedar untuk makan. atau jalan jalan, kerena Frans hanya bertindak sebagai Bodyguard nya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Oscar lembut.
"Aku pesan salad buah, kebetulan waktu nya sore, aku tidak banyak makan di malam hari" terang Lae.
"Kamu pasti menjaga kebugaran tubuh mu" acap Oscar menatap lembut pada Lea.
Tatapan Oscar membuat Lea berdebar, matanya seakan melenakan dengan senyumnya yang mempesona.
Lea tidak ingin jauh hanyut dalam pesona Oscar, dia berbalik meraih bunga mawar yang tergeletak di meja itu, bunga itu di letakkan Lea tadi begitu saja.
Mantap bunga itu memutar tangkai nya, seakan bunga itu lebih indah untuk terus di pandang.
"Apa alasan mu menyukai mawar?" tanya Oscar.
"apakah semua orang mempunyai alasan untuk menyukai bunga?" balik Lea tanpa beralih dari setangkai bunga di tangan nya.
"Ya" jawab singkat Oscar.
"Setiap bunga punya keistimewaan tersendiri" ucap Lea.
"Alasannya?"
"Seperti mawar dia punya duri untuk melindungi nya dari setiap kejahatan" terang Lea.
"Bisa ku tebak, itu pribadi mu" kata Oscar.
"Apakah setiap yang di sukai menggambarkan kepribadian seseorang?" tanya Lea.
"Kurasa wanita cerdas seperti mu, sudah pasti tau jawabannya" Oscar malah berbalik kata.
Mereka terdiam sejenak saat pesanannya datang, pelayan dengan ramah mempersilahkan mereka untuk makan.
"Tuan nyonya silahkan di nikmati" Pelayanan itu membungkuk hormat sebelum pergi.
Oscar mengulum senyum mendengar pelayanan itu menyebutkan tuan dan nyonya.
Saat berbalik tanpa sengaja Pelayan itu, menabrak seorang wanita yang sedang membawa sendiri makanan nya.
Wanita itu terpekik, sontak mengamuk melihat bajunya terkena tumpahan makanan.
Dengan ganasnya wanita cantik itu memarahi si pelayan dan meminta menager untuk menggantikan kerugian nya.
Lea tidak terlalu peduli dengan keributan yang di buat wanita itu. Dia masih asyik menikmati salad buah nya.
Lea merasa prihatin mendengar sang pengunjung yang terus mengomel dengan angkuhnya.
Lea lalu melirik wanita kearah wanita itu, pelayanan itu memohon sambil menangis agar tidak di pecat karena tidak sengaja.
Manager pun datang menghampiri mereka, wanita itu meminta pertanggung jawaban dari pihak restoran dan payan itu harus di pecat.
"Baik lah nona kami akan mengganti semua kerugian mu nona, sebagai kompensasi anda boleh makan selama tiga hari di sini dengan gratis. Dan kamu saya pecat" kata seorang pria yang mengaku manager restoran. sambil menatap gusar pada si pelayan.
Mendengar dirinya di pecat gadis itu menangis memohon untuk tidak di pecat. Dia mengatakan membutuhkan pekerjaan ini karena bapak nya yang lagi sakit membutuhkan biaya pengobatan.
Lea terus menatap kejadian itu membayangkan dirinya berada di posisi itu pasti sangat lah menyediakan.
Sungguh di mana orang kaya akan mengandalkan kekayaan nya dan tidak memikirkan nasib orang lain.
Lea berdiri dari tempat duduknya, dia lalu menghampiri pelayan yang masih terduduk sambil menangis.
"Berdirilah, kamu tidak boleh menangis seperti ini, saya tau kamu tidak bersalah" kata Lea lembut tangan nya menyentuh bahu gadis itu.
"Duduklah, aku akan menolong mu" Lea lalu membawa pelayan yang masih seumuran dirinya itu untuk duduk di kursi yang ada di samping tempat duduk nya.
Oscar hanya diam menyaksikan apa yang di lakukan Lea.
"Siapa nama mu?" tanya Lea.
"Mira kak" ucapnya pelan dengan wajah sayu.
__ADS_1
Lea memperhatikan penampilan gadis itu yang seadanya jauh dari kata gaul.
"Tunggu sebentar aku akan temui Manager mu" kata Lea lalu beranjak ke ruang manager.
"Lea,,,?" Oscar segera berdiri menyusulnya.
Lea berbalik menatap Oscar, " maaf Os! kali ini biarkan ini menjadi urusan ku! kamu boleh menunggu ku okey?" Lea menatap nya tegas.
"Aku akan temani kamu" putus Oscar.
"Maaf, Os! aku akan perlu bantuan mu nanti" tolak Lea.
Oscar ingin memaksa tapi Lea sudah mengancam nya. "Kalau kamu memaksa aku akan pulang sekarang"
Oscar terpaksa mengikuti mau nya Lea, dia kembali duduk di kursi nya sambil mengamati gadis itu yang tidak berani menatap nya.
Lea mengetuk pintu ruangan Manager dan masuk, seorang pria sedang duduk memijit pelipisnya.
"Maaf boleh aku masuk?" Ujar Lea sopan.
"Ada perlu apa?" nada tegas sang manager.
Pria dengan wajah tegas itu menatap Lea tajam, membuat Lea terpaksa harus ekstra tenang.
"Maaf pak boleh aku bicara sebentar, soal masalah pelayan tadi"
"Siapa yang mengijinkan kamu masuk ke ruangan ku?" bentaknya.
"Keluar!"
Mendengar kata pelayan, pria itu menjadi gusar dan marah, dia lalu mengusir Lea untuk keluar dari ruangan itu.
Lea tidak bergeming dia masih tetap akan berbicara dengan manager restoran ini.
'Saya harap bapak tidak pecat Mira" ujar Lea pelan.
"Siapa kamu berani berani beraninya mengatur saya hah?" bentaknya, pria itu menatap Lea dengan kemarahan. "Kamu tau berapa kerugian kami akibat kecerobohan pelayan itu" dia berbicara dengan nada tinggi.
" Pak Herry, Aku Milea,anak pemilik restoran ini!" ujar Lea akhirnya.
Lea terpaksa mengatakan siapa dirinya, karena pria yang menjadi manager itu terlalu tegas padanya.
Manager itu nampak terkejut mendengar apa yang di katakan Lea.
"Maaf nona Lea, mari silahkan duduk" kata Pria yang bernama Herry itu mulai lembut, saat tau siapa Lea.
"Saya tidak perlu duduk,saya hanya minta kepada bapak untuk tidak pecat Mira, tempat kan dia di bagian dapur jangan jadi pelayan. Untuk kejadian pelanggan tadi tidak usah ganti rugi padanya, karena saya melihat sendiri kejadian itu" tutur Lea. "Permisi" Lea melangkah keluar dari ruangan itu.
Manager yang tidak mengenal siapa lea itu menjadi kagum dengan kebaikan hati Lea.
Lea kembali menemui Oscar dan Mira yang masih nampak murung.
"Mira,kamu masih bisa bekerja di sini, sekarang temui manager mu" kata Lea.
"Benarkah?"Mira menatap Lea hampir tidak percaya.
"Ya, aku melihat kejadian tadi, dan memberitahukan manager mu" tutur Lea lembut.
"Terima kasih kak, terima kasih!" gadis yang bernam Mira itu segera memeluk Lea.
"Sama sama, temui manager mu sekarang"
Mira buru buru ke ruang managernya, sedangkan Oscar yang dari tadi hanya diam menatap apa yang terjadi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Saat itu ponsel Oscar berdering dia lalu mengeluarkan ponselnya dari saku baju.
"Maaf Lea, aku terima telepon sebentar ya" Oscar lalu menjauh dari Lea.
Sementara dari satu meja yang tidak jauh dari tempat mereka, seorang pria sedang mengamati mereka dengan intens.
*
*
*
__ADS_1
***Love ❤️❤️❤️ salam manis paling sayang untuk kalian semua nya.