
Mario tersenyum, puas setelah menuntaskan hasratnya yang lama terpendam.
Lea cemberut kesal menatap pantulan dirinya di cermin. Bagaimana tidak suami mesum tingkat tinggi ini melukis banyak tanda cinta hampir di sekujur tubuhnya.
"Daddy?!"Pekik Lea ketika Mario dengan gemas tiba tiba menggigit nakal pundak nya yang terbuka.
"Kamu selalu membuat ku,,,,,,"Sudah sudah sudah ,ayo siapkan makan malam nya aku kini lapar tau" potong Lea.
Mario tertawa mendengar perkataan istri nya, terang aja Lea kini menjadi lapar akibat di garap berlama lama oleh ke gilaan suaminya.
"Baiklah nyonya Gerald" Goda Mario lalu melangkah keluar kamar.
"Dasar Badai,mengamuknya tiada henti"
Mario tertawa mendengar kata Badai, itu panggilan sayang Lea kepada nya waktu awal jatuh cinta.
Mario kini di dapur menyiapkan sendiri makan malam untuk mereka.
"Tuan biar bibi saja yang menyiapkan makan malam nya" kata Bi Ratih.
'Beristirahatlah Bi, biar aku saja yang menyiapkan makan malam nya" ujar Mario.
BI Ratih lantas keluar dari dapur sesuai permintaan Mario. Bapak empat anak itu kini sibuk sendiri menyiapkan Makan malam dengan senyum senyum sendiri.
Teringat awalnya jatuh cinta dengan istri keras kepala nya itu. Dari seringnya mengajak Lea menjadi pacar pura pura di setiap pertemuan.
Lalu akhirnya mereka menikah tanpa pengakuan cinta, mempertahankan ego. Akhirnya berpisah dan Lea dengan beraninya menceraikan dirinya.
Hingga harus jatuh bangun mengejar cinta nya, kembali menikah dan mendapatkan malam pertama nya karena suatu tragedi.
Sungguh kisah perjalanan cinta nya yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Hingga akhirnya mereka kini memilih untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
Mario kini benar benar insaf dari setiap kesalahan dan menjadi pelajaran berharga bagi nya.
"Ngapain senyum senyum sendiri Daddy?" Suara Lea membuat nya kaget.
"Ingat mantan" jawab Mario Santai dengan senyum yang masih terlukis di wajahnya.
"Ingat mantan????" Lea melotot kepada nya.
Bukan nya takut Mario malah melebarkan senyumnya, semakin menggoda.
"Jangan macam macam! akan ku potong burung mu itu biar tidak bisa terbang ke mana mana" ancam Lea melotot jahat.
Mario bukan nya takut dengan ancaman istri nya,malah tertawa terbahak bahak. Lea yang kesal buru buru mendekati Mario hendak mencekik lehernya.
Belum lagi aksinya terlaksana Mario sudah dengan cepat menangkap tubuh rampingnya, Mencium dan ******* bibirnya dengan rakus.
Lea berontak sambil memukul dada suaminya, namun Mario semakin nakal memperdalam ciuman nya.
Mario baru melepaskan ciumannya setelah merasa kekurangan oksigen. Mario tertawa berhasil mengerjai istri nya.
"Sekarang makan dulu, setelah itu barulah kita tempur lagi" Mario membawa Lea yang masih berada di dalam dekapannya.
Mendudukkan dirinya di kursi setelah itu Mario baru duduk di tempatnya. Mengambil piring untuk istri nya. Mario benar benar memperlakukan istrinya dengan baik.
Melayani semua kebutuhan nya, maklum istri cantiknya itu masih dalam tahap pemulihan.
"Sekarang makan dulu ya, marah nya pending dulu. mommy sayank" bujuk Mario masih dengan senyum menggoda.
Namun semua itu tidak membuat wajah cantik itu tersenyum.
"Okey, sekarang mommy makan dulu, persiapkan Asi untuk kembar. Daddy akan cerita siapa mantan yang membuat Daddy senyum sendiri" Mario masih sabar membujuknya.
Mengingat kembar Lea yang memang sedang lapar akibat tenaganya terkuras habis. Akibat pertempuran sengit yang baru selesai bersama suaminya.
Dengan lahap menikmati masakan koki handalnya ini. Melihat istrinya makan dengan lahap membuat Mario yang sejak tadi menatap istrinya. ia kini tersenyum senang.
"Apakah masakannya enak?"
"Tidak! hanya karena aku sedang lapar saja"
__ADS_1
"Baiklah" Mario yang sejak tadi tidak makan hanya memperhatikan istrinya makan, kini pelan pelan mulai makan.
Menu masakan nya terasa pas di lidah, pantas istri nya yang biasa nya punya kebiasaan makan sedikit. Karena menjaga pola makan nya, kini dengan lahap menikmati makanan nya.
Bukan karena masakannya yang enak, tapi karena Memeng dirinya benar benar lapar.
Setelah makan Lea menengok bayi nya yang sedang di ayunan. Wajah wajah imut mengenaskan itu sedang pulas.
Seakan tidak pernah bosan memandang baby Triplet. Mereka melengkapi Kebahagiaan dan kesempurnaan hidup nya.
Mario memeluk nya dari belakang dengan mesra dan berbisik lembut. Hembusan nafasnya yang segar dengan bau mint menyapu Indra penciuman Lea.
"Mau denger tidak mantan pacar Daddy?" bisiknya menggoda.
"Ceritakan lah" Lea berbalik menatap dalam dalam mata suaminya.
Wajah Mario yang tampan dengan senyuman yang menawan serta tubuh kekar yang menjadi dambaan.
"Namanya Zahira Milea Albram Aldrich Zee!"
Lea lantas berbalik lagi menatap ke arah anak anaknya yang sedang pulas.
"Mereka mirip dengan Daddy nya" kata Lea. Dia tidak ingin mendengar cerita Mario yang ujung ujungnya berakhir di ranjang.
Mario tertawa mendengar ucapan istrinya, kembali di peluk nya tubuh yang kini seksi menggoda. membawa nya untuk duduk di tepi tempat tidur.
"Mau nggak cerita tentang Badai?"
"Lupakan saja" ketus Lea.
"Ingat nggak waktu aku jemput di apartemen?" tanya Mario lagi.
"Sudah lupa!"
"Ha ha haaaa,,,, lupa apa malu mengakui?" Mario tertawa menggoda.
"Malas mengingat nya"
"Itu malam pertama kita" bisik Mario.
"Malam pertama???? bukan nya saat aku mabuk?"
"Malam pertama aku jatuh cinta kepadamu" bisik Mario mesra.
"Lalu?"
"Saat kita pura pura jadi pacar, sebenarnya itu aku sungguhan"
"Oh ya?" Lea mencibir.
"Iya dong, setelah itu kita menikah"
"Pura pura lagi"
"Saat aku pulang kantor betapa terkejutnya aku Waktu mendengar kamu bernyanyi di balkon sambil bermain gitar, tidak nyangka kamu begitu lihai memainkan alat musik itu"
"Oh ya?"
"Aku sangat kehilangan saat kamu pergi, berhari hari aku tidak bisa tidur" Mario mengelus lembut pipi Lea yang kini dalam pelukannya.
"Bila mengingat perjalanan cinta kita, aku kadang senyum sendiri" ucap Mario.
"Ada lucu nya, sedih dan saat kamu mabuk, malam yang tidak bisa aku lupakan" bisik Mario.
Ia ingin mengenang kembali peristiwa di mana perjalanan cinta nya yang pernah kandas. Namun pepatah itu ada benarnya.
"Jodoh takkan kemana"
"Bagaimana aku merasakan apa itu Rindu, memikirkan kamu setiap saat, bahkan tidak bisa tidur berhari hari, makan tak enak tidur pun tak nyenyak. Belum pernah aku merasakan seperti itu. Bahkan hatiku rasanya sangat sakit, aku pun merasa hampa saat itu, Bayang bayang dirimu tidak bisa hilang dari ingatan ku" tutur Mario.
"Lalu Sesil itu anak siapa?" tanya Lea, menatap dalam mata Mario.
__ADS_1
"Korban perasaan dengan berpura pura bahagia, karena aku tau saat itu kamu sedang bahagia, dengan pernikahan mu"
"Daddy itu masa lalu, bahkan semua telah berlalu, hidup itu untuk masa depan bukan untuk masa lalu" ucap Lea mengecup bibir Mario lalu turun dari pangkuannya.
'Saatnya memberikan Asi untuk kembar" melangkah menuju kamar kembar.
Di sana ada Sesil yang sedang bermain dengan adik adik nya. Sesil membawa boneka Barbie yang sempat di beli oleh Malik.
Lelaki yang pernah menjadi sahabat nya itu entah di mana rimbanya kini. Tidak ada kabar berita, bagikan hilang di telan bumi.
Lea sempat melihat sebuah nama tertulis di boneka itu, nama Malik tersulam indah di boneka itu.
"Rupanya dia sempat meninggalkan kenangan, agar selalu mengingat nya" bisik hati Lea.
"Mommy? lihat dedek menyukai boneka ini!' ujar Sesil jenaka.
Lea tersenyum melihat Sesil menunjukkan boneka nya kepada adiknya Zia.
"Ternyata dia sudah tau yang mana adik perempuan nya"
"Sekarang Dede Zia belum bisa bermain boneka, nanti kalau sudah besar baru bisa bermain boneka nya bersama Sesil" jelas Lea sambil mengambil Zain dari box nya.
Memberikan Asi kepada Zain setelah Zain ,Zian baru lah giliran si cantik Zia.
Mario masuk ke kamar bayi nya setelah mandi dan berpakaian santai.
Pria tampan hot Daddy itu terlihat sangat mempesona. Ia mendekati Sesil menggendong dan menciumi nya. Itu di lakukan Mario setiap hari sebelum menggendong kembar agar Sesil tidak merasa terabaikan dengan kehadiran kembar.
Mario sempat melihat nama Malik pada boneka yang di pegang Sesil. Ia jadi ingat akan teman Lea yang satu itu. Laki laki yang pernah membuat Mario cemburu.
Kedekatan Malik dengan Lea dulu sempat membuat Mario cemburu berat dan uring iringan setiap hari. Akhirnya semua karyawan yang ada di kantor nya mendapat amukan.
Mario tersenyum sendiri mengingat hal itu, entah mengapa ia selalu tersenyum belakang ini jika mengingat bagaimana dulu positif nya kepada Lea.
Kepergian Malik membuat hidup Mario terasa lebih tenang. Kehadiran kembar membuat diri nya kini sangat bahagia.
"Apakah sedang ingat mantan lagi?" goda Lea melihat Mario senyum senyum.
"Ya ingat mantan mu yang bernama Malik" Mario makin melebarkan senyumnya.
"Entah di mana sahabat ku itu, aku jadi merindukan dia" ujar Lea, memancing reaksi Mario.
Benar saja ,Apa yang di katakan Lea membuat Mario melotot ke arah nya.
"Jangan rindukan laki laki manapun selain aku, pasti akan ku habisi"
"Ha haaaaa,,,,, Cemburu mu kelihatan" seru Lea sambil menertawakan suaminya.
Begitulah keseharian mereka selalu bercanda dan tertawa bahagia. Lea sibuk mengurus kembar, Mario yang mulai sibuk di kantor nya.
Sesil yang tumbuh menjadi anak yang pintar dan Cerdas. Gadis kecil itu kini duduk di bangku Taman kanak-kanak.
Mario setiap hari bertugas mengantar Sesil ke sekolah, barulah menuju ke kantor nya. Kebetulan sekolah Sesil satu arah dengan kantor nya.
Nah sekarang kita jumpa lagi ya dengan Hot Daddy Rio nya yuk?????
Inilah Daddy Rio yang akan menjemput Putrinya pulang sekolah.
Sesil akan di jemput oleh Daddy nya , kebetulan hari ini tidak ada pekerjaan penting di kantor nya. Mario memutuskan untuk pulang dan menjemput putrinya.
Bapak empat anak itu terlihat tampan dan awet muda. Sampai sampai ada guru nya sesil yang mengira Mario seorang duren alias duda keren.
*
*
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ Like dan komen nya dong, ayo dukung Mario*****
__ADS_1