
Lea masih terisak ketika Mario mengusap lembut air mata nya.
"Jangan menangis terseyumlah untuk ku," pintanya.
Mario lalu meraih tubuh Lea untuk bersandar di dada nya. Meresapi makna kebersamaan mereka
walaupun Mario tau hati Lea masih terpatri untuk Oscar.
Tapi dia berusaha untuk pelan pelan menghapus jejak Pria itu dari hati Lea.
Setiap kata cinta yang Mario ucapkan, Lea hanya tersenyum tidak membalasnya.
Itu cukup membuktikan bahwa hati wanita yang kini kembali hidup bersamanya setelah sekian waktu berpisah.
Kebersamaan mereka dulu hanya sebantar bagikan malam yang berganti siang.
Tapi waktu yang panjang di lalui Lea bersama Oscar. keceriaan senyum canda dan tawanya bersama Oscar, sering Mario saksikan dengan tatapan yang sakit.
Mario yang diam diam mengikuti kemanapun Lea pergi bersama Oscar.
Meskipun Mario tau Oscar pun menyadari kehadiran nya yang selalu membuntuti mereka.
Merio berjanji untuk tidak akan melepaskan Lea untuk siapapun apapun yang terjadi.
"Jangan berjanji kalau akhirnya janji itu menggores luka" kata Lea menatap Mario.
Mario pun tersenyum lalu menghidupkan mesin mobil nya.
meninggalkan tempat pemakaman itu. pulang ke rumah.
Sampai di dirumah Lea memilih merebahkan diri nya di kamar. dirinya seakan begitu leleh dan lemas tiba tiba.
Sementara Mario sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
Setelah semua siap di meja makan Maria lalu naik membangunkan dia yang kini tertidur.
"Sayang ayo bangun kita makan malam, aku sudah lapar nih" Mario mengecup bibir nya mengigit kecil bibir seksi itu.
"Nggghh,,,,!"Lea mengeluh capek.
"Sini!" Mario lalu menggendong nya. membawanya turun untuk makan malam.
Lea terpaksa melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh Mario.
Setelah makan Lea memilih nonton film, Lea memilih untuk nonton film kartun Marsha And The Bear.
Mario memilih menemani Lea sambil mengerjakan pekerjaan nya.
Lea tertawa melihat kelucuan Marsha yang selalu nakal dan menggemaskan, membuat Bear pusing dan kewalahan menghadapi nya.
"Benar benar menggemaskan" ujar Lea.
Mario tersenyum melihat tingkah istrinya yang mirip dengan si Marsha yang di tonton nya itu.
Hari hari mereka lalai kini dengan kembali beraktivitas seperti biasa Lea yang sibuk di kampus dan di kantor.
Terkadang juga dia harus bertemu dengan Oscar di kampus. Pria yang mematahkan hatinya itu sering mengajaknya bicara.
Seorang anggota polisi yang sedang mengambil gelar master nya.
Oscar sosok tampan yang banyak di gilai gadis gadis kampus.
Tapi hati Oscar telah tertambat pada sosok Lea yang kini berstatus istrinya Mario Odiez Geraldian. pebisnis handal yang lebih di kenal dengan nama Gerald di dunia bisnis.
Hari ini Mario datang menemui papi di kantornya dia meminta kepada papi untuk segera memberikan surat mutasi kepada Lea.
untuk dipindahkan bekerja di kantornya Mario sebagai sekretaris pribadinya.
__ADS_1
Mario melangkah masuk ke gedung mewah yang lebih dari kantor nya itu.Dia di sambut ramah oleh Reception.
Mario yang berwajah dingin dan jarang untuk tersenyum dengan orang lain.
Dia melangkah menuju lift pembesar perusahaan,memencet nomor lantai di mana letak ruang kerja papi mertua nya itu.
Sampai di lantai yang di tuju Mario menuju ruangan papi, Sekertaris papi memberitahu kan kedatangan Mario.
Papi memberikan ijin untuk Mario masuk ternyata ada bunda di ruangan papi pasangan fenomenal itu barusan selesai berpeluk cium.
Kegiatan mesra kedua terhenti dengan kehadiran Menantu nya itu.
Siang Pi,,,bunda..!" Mario menunduk hormat menyalami keduanya tidak lupa bersalaman dan mencium tangannya.
"Ayo duduk!" papi mengajaknya untuk duduk di sofa,dalam ruangan besar yang serba mewah ini.
"Apakah putri ku, buat masalah lagi?" Tanya bunda kini duduk di hadapan Mario.
Di samping bunda, papi yang diam menatap Mario. hingga Mario merasa di adili.
"istri ku tidak buat masalah, tapi yang buat masalah tuh aku Bun" ujar Mario.
"Ada masalah apalagi Rio?" sela papi menatapnya tajam.
"Pi, Rio mohon kirim mutasi Lea ke kantor Rio, biar dia bisa bersama ku" pinta Mario.
Papi tertawa mendengar permohonan Mario.
"Tanpa di mutasi juga kan kamu bisa meminta Lea untuk hengkang ke kantor mu kan?" kata papi do sela tawa nya.
"Tidak etis kalau Lea harus pindah tanpa melalui prosedur" ucap Mario.
"Ya sudah papi buat saja mutasinya, Mario ingin bersama istrinya Pi" sela bunda.
"Baiklah papi akan buatkan surat mutasi untuk Lea, Tapi semua keuangan gajinya biar bunda yang alihkan, karena posisi Lea di sini manejemen"
"Lea biar nanti di ganti kan oleh Riky bila dia tiba nanti " ujar papi.
Mario akhirnya puas dengan permintaan nya yang di kabulkan papi dan bunda.
Dia lalu berpamitan masih ada banyak pekerjaan nya yang tertunda di kantor.
Lea terkejut ketika bagian mutasi datang membawakan mutasi untuk dirinya dipindah kantor kan ke gedungnya Mario.
Lea segera menemui papi di ruangannya.
"Maaf pa , mengapa saya harus di mutasikan ke, kantor MTG, tanpa pemberitahuan?" Lea melayangkan protes nya.
"Pihak kantor memberikan mutasi tanpa harus konfirmasi kepada karyawan nya, karena itu hak penuh dan wewenang dari kantor, kamu bisa mengikuti prosedur. Bila tidak puas kamu bisa minta Resign" tegas papi.
"Tapi Lea lebih suka bekerja di sini pa!" protes Lea lagi.
"Sudah pi, biar bunda yang bicara dengan Lea" sela bunda.
Bunda lalu menuntun Lea masuk ke kamar pribadinya di kantor ini. Papi kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Lea menatap seisi kamar mewah mirip kamar hotel itu.
Kamar dengan ornamen ornamennya yang unik, lebih mencengangkan Lea, ada sebuah lukisan telanjang. Seorang gadis cantik yang hanya di balut selendang merah yang transparan.
postur tubuh indah nya terlihat jelas membuat Lea menatap bunda, lalu menatap lukisan itu.
'Bunda?" itu bunda di masa muda nya.
"Jangan lihat itu, hanya papi yang boleh melihat nya" seru bunda lalu membawa Lea untuk duduk di balkon.
Dua wanita beda generasi itu berbincang di balkon sambil menatap keindahan kota yang terlihat dari ketinggian gedung ini.
__ADS_1
Bunda menasehati Lea untuk taat kepada suaminya. Berbaktilah kepada suami mu, seperti apapun kesalahannya, seburuk apapun kelakuan nya. simpan aib rumah tangga mu, tutuplah jangan sekali-kali mengumbarnya pada orang lain. Dosa bila kita melawan suami, jangan beri celah dan jendela untuk pelakor. salah nya istri bila sampai ada pelakor. puaskan suami mu di ranjang agar dia tidak akan tergoda dengan rayuan wanita lain. jaga keindahan tubuh mu,rawat kecantikan mu, biar tidak luntur".
Lea mencerna semua yang di katakan oleh bundanya. memang benar, bunda sampai saat ini masih tetap awet muda, kecantikan nya tidak pernah luntur di telan usia. papi dan bunda yang selalu romantis.
Papi yang tidak pernah selingkuh karena bunda yang selalu tulus mencintai nya. Bunda yang penuh perhatian untuk suami dan anak anak nya.
Bunda yang dulu meninggalkan pekerjaan dan semua kemewahan hidup nya, karena cinta dan pengabdian nya untuk papi. Hingga bunda rela berkorban dan tinggal di sebuah daerah terpencil.
Kampung di mana dulu Lea lahir dan di besarkan sebelum mereka pindah ke kota ini.
Tiba tiba Lea teringat Mario, suaminya yang sudah menjelang tiga bulan Lea kini mendampingi nya.
Meskipun sebagian hati Lea masih tertambat pada Oacar.
"Lupakan Oscar sayang?" suara bunda membuat Lea terkejut.
'Bunda tau sebagian hati mu tertambat pada polisi tampan itu, tapi lebih tampan suami mu sayang?!"
"Ingat penyesalan itu datang nya di saat semua telah terlambat, saat kita baru menyadarinya. Berhentilah untuk memakai obat obatan,Jadilah seorang wanita yang sempurna untuk suami mu" nasihat bunda bijak.
Lea sampai menangis di pelukan bundanya, semua yang di katakan bunda membuat Lea tersentuh.
"Suami mu butuh kasih sayang seorang wanita selain ibunya yang kini telah tiada. Mario tidak seberuntung diri mu yang masih memiliki orang tua yang utuh. Setegar apapun dia, masih ada sisi lain kerapuhan nya. Dia tidak akan pernah menangis di hadapan mu, tapi hati nya akan menangis di belakang mu sayang?!" Bunda menghapus air mata putri nya.
"Jadilah wanita yang sempurna untuk suami mu, bunda tau di sisi lain hati mu mario lah laki laki pertama yang kami cintai, jadikan dia yang terakhir pula".
Setelah mendengar nasihat bundanya Lea pun berpamitan pulang.
Sepanjang perjalanan Lea merenung semua apa yang di katakan ibunya yang ada benarnya.
Lea baru menyadari mario yang pertama membuat Lea jatuh cinta. saat pertama Lea melihat nya. waktu magang dulu, Lea sendiri tidak tau kalau mario adalah pemilik kantor pilihan Lea untuk magang.
Sampai di rumah baru Lea mengabari Mario kalau dirinya sudah pulang.
Mario yang mendapat kabar kalau istrinya itu sudah di rumah buru buru untuk pulang.
Hari sudah sore ketika Mario tiba di rumah.
Istri cantik nya sedang sibuk menyiram semua tanaman di halaman. bunga bunga yang baru di belinya beberapa waktu lalu kini subur bermekaran.
"BI? panggil Lea, meletakan selang air lalu menyambut suaminya. mencium tangan nya, mengambil tas dan jasnya. meletakkan pada tempatnya.
"sejak kapan nama ku bibi?" ketus Mario.
"Rio,,,?" seru Lae manja.
Mario tersenyum melihat ke arah Lea yang menggemaskan. Dia segera menggendong Lea ke kamar nya.
Mario meletakkan Lea mendudukan di tempat tidur. Tapi Lea melangkah ke arah Mario membantu melepaskan kancing kemejanya.
"Bentar aku siapkan air hangat untuk mu" bergegas Lea ke kamar mandi.
"Tumben minum obat apa dia hari ini?" gumam Mario.
Mario merasa heran melihat perubahan sikap Lea hari ini.
Saat Lea sibuk di kamar mandi ponsel Lea berbunyi. Mario yang ada di dekat meja segera membuka tas Lea mengambil Handphone nya.
Tanpa sengaja Mario menemui srip obat. Mario menatap benda tersebut dengan nanar. sementara ponsel Lea terus berbunyi.
"Rio? kenapa tidak angkat aja" ujar Lea buru buru keluar dari kamar mandi.
"Sejak kapan kamu pakai obat obatan ini?" Mario menunjukan dua strip obat yang ada di tangan nya. Dengan tatapan matanya yang tajam, aura kemarahannya terpancar di wajahnya dengan rahangnya yang mengeras.
Wajah Lea mendadak pias melihat apa yang ada di tangan Mario.
Dia lalu melemparkan obat obatan itu ke wajah Lea. Mario meraih kembali bajunya, dengan langkah cepat dia keluar dari kamar dengan suara pintu yang di banting kuat hingga menimbulkan getaran di ruangan itu.
__ADS_1
Terdengar suara mobil Mario yang pergi dengan gas tinggi dari rumah.