Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Kejujuran


__ADS_3

Di kamar nya Lea sedang merenung semi yang telah terjadi. perjalanan hidupnya yang berliku-liku. Kebahagiaan yang selalu berakhir dengan luka.


Berawal dari Mario yang sudah menghancurkan segalanya. berakhir dengan Oscar bahagia setelah Oscar membuat utuh kepingan hati nya yang retak lalu pergi untuk selamanya.


Sekarang dia kembali menikah dengan pria yang pernah membuka luka di hati nya. Setelah itu akan ada Malik, tidak Malik bukan masa depannya.


Kalau boleh memilih Lea akan memilih untuk tidak lagi menikah untuk selamanya. itu lebih baik dari pada nasib akan mempermainkan hidup nya.


Biarlah Malik masih bisa memilih wanita manapun. Di dunia ini bukan hanya Lea tapi masih banyak wanita yang menghuni bumi ini.


Lea akan bertemu Malik dan mengatakan semuanya, menolak untuk menjadi wanita pilihan nya. Biarlah Malik terluka dari awal dari pada nanti mereka akan sama sama terluka pada akhirnya.


Lea sudah cukup terluka sekian kali dan tidak ingin pula terluka nantinya.


Benar saja Malik memenuhi janjinya pria tampan itu kini sudah di depan dengan mobilnya.


Sementara Mario yang melihat sosok Malik dari lantai atas segera turun. Dia ingin bicara dengan Lea, di anak tangga Mario bertemu Lea yang akan pergi.


Istrinya itu sudah terlihat cantik dan anggun, dengan dress panjang yang agak ketat menampilkan bentuk tubuh rampingnya.


"Lea,,?! Mario terkesima menatap nya.


Lea mengentikan langkah di dekat tangga saat Mario menghampiri nya.


"Aku menikahi mu bukan pura pura, kalau kamu menganggap pernikahan ini hanyalah pura pura tapi tidak bagi ku. Aku hanya ingin kamu bisa melihat di mana letak kebahagiaan mu. Temui Malik dan aku menunggu mu, saat kamu kembali maka akan ku lepaskan ikatan ini agar kamu bisa menemukan kebahagiaan mu!" Mario berkata dengan nada yang bergetar.


Lea dapat melihat segalur luka dari tatapan yang menatap nya dengan sendu. Mario yang begitu terluka karena keputusan nya sendiri.


Lea masih sempat tersenyum untuk nya "Maaf aku harus pergi" desisnya lalu melangkah pergi.


Mario menatap punggung ramping yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya. wanita yang sampai saat ini masih di cintai nya.


Malik yang sedang bersandar di mobil nya, pria itu tersenyum melihat sosok pujaannya yang sangat anggun malam ini.


Malik berniat mengajak nya untuk menemui kedua orang tuanya. Malik sudah bercerita kepada ibunya tentang Lea.


Papa nya juga sudah tau siapa Lea dan bagaimana karakter wanita yang menjadi pilihan putranya itu.


Makan ini Malik akan memperkenalkan Lea kepada ibunya. Dengan semangat empat lima, Malik menjemput Lea. atas ijin dari ibunya.


Mereka kini berada di mobil menuju rumah kediaman orang tua Malik. Mereka akan makan malam bersama. Malik sudah memaksa ibu nya untuk memasak yang banyak karena akan ada tamu istimewa nya.


Sebenarnya Malik tidak menyadari kalau wanita yang akan dia perkenalkan kepada orang tuanya itu adalah istri orang.


Malik hanya tau Lea menikah dengan Mario hanya di atas kertas. Sebatas rasa tanggung jawab Lea karena telah menabrak anak nya Mario.


Mobil sampai di rumah Malik, Pria itu turun memutar membuka pintu mobil untuk Lea. Kea dengan anggun nya melangkah turun.


Menatap wajah tampan Malik yang sedang tersenyum bahagia. Lea merasa bersalah akan hancur impian Malik malam ini.


Lea sudah memutuskan untuk menolak dan mengatakan semua di depan orang tua Malik. Terdengar egois dan tentunya akan sakit dan kecewa yang di rasakan Malik nanti nya.


Sambutan hangat dari kedua orangtuanya, Malik dengan bangga memperkenalkan Lea kepada ibunya.


Tatapan menyapu dari wajah tebal ibunya Malik yang bagi Lae adalah sambutan yang tidak bermakna.


"Selamat malam prof,,,Bu,,,!" Lea menunduk hormat, menyalami kedua orang itu Malik.


Setelah basa basi sebentar ibu Malik mengajak mereka ke meja makan. Banyak hidangan yang telah tersaji di meja makan.


Padahal hanya mereka berempat yang akan makan,tapi sajian nya seakan untuk satu batalyon infanteri yang akan makan.

__ADS_1


Berbagai macam masakan dari berbagi menu, telah di masak oleh beberapa pelayan atas perintah ibunya Malik.


Lea sendiri merasa kenyang sebelum makan, melihat banyak nya makanan di meja membuat perut nya tidak lapar.


"Ayo sayang di makan dong! kamu bisa pilih menu apa yang kamu suka, ini di masak spesial untuk menyambung kedatangan mu, ya kan ma!" celetuk Malik.


"Hmmm,,,,! silah kan kamu boleh makan sepuasnya. sahut ibunya Malik.


Seperti biasa pola makan Lea hanya sedikit,porsi makan nya selalu terjaga.


Ibunya yang melihat hal itu menatap heran "Ayo dimakan! kenapanya hanya a dikit semua masakan sudah masak untukmu atas perintah Malik dan dia meminta ibu untuk memasak banyak yang datangnya istimewanya" Ujar wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


"Terima kasih untuk semuanya Bu! aku sudah kenyang"


Malik menatap nya dengan senyum yang mengembang sempurna. Wajahnya semakin tampan dan membuat para wanita akan jatuh cinta kepadanya.


Lea membalas senyuman indah itu dan mengambilnya tissue membersihkan mulut nya.


Suasana di meja makan kembali hening. Papanya Malik melirik Malik yang tidak lepas memandang lea.


Beliau tau putranya itu sedang bahagia dengan kehadiran wanita idamannya ini. Papanya juga menyetujui hubungan Malik dengan Lea.


setelah makan Malik mengajak Lea dan kedua orangtuanya untuk bersengkeram di ruang keluarga.


Mereka kini duduk di sofa yang ada di ruangan itu. ibunya Malik mulai membuat suara, mengajukan beberapa pertanyaan kepada Lea dan dengan tenang Lea yang menjawab dan menanggapinya.


"Apakah kamu sudah selesai kuliah?"tanya ibunya.


"Sudah Bu beberapa waktu kemarin"


"Apakah sekarang kamu bekerja?"


"Belum, masih akan lanjut!"


"Ke Ausie Bu!"


"Itu bagus lanjutkan masa depan mu"


"Makasih!"


Oh iya,,,kata nya kamu pernah menikah tiga kali ya?" pertanyaan yang mulai menjurus.


Ibunya yang sesungguhnya tidak menyukai Lea. dan akan membuat mental Lea jatuh. Senyum miring kini tersungging di bibirnya.


Wanita itu mulai bersikap seperti reporter yang sedang wawancara dengan narasumber nya.


Namun semua pertanyaan dan kata kata yang mulai menyinggung di jawab Lea dengan tenang tanpa perlu merasa tidak nyaman.


"Ya aku memang sudah menikah tiga kali" jawab Lea menatap Malik yang masih dengan senyum nya.


"Ih iya katanya juga kamu tidak bisa hamil dan melahirkan?" pertanyaan yang luar biasa.


"Ya itu benar Bu!" jawab Lea tenang.


Lea sudah tau akan ke arah mana pertanyaan wanita yang pasti akan menolaknya. Sejak awal Lea sendiri sudah punya rencana untuk membuat Malik melupakan dirinya dan mencari wanita lain.


"Apakah kamu mencintai Malik?"


"Sebaiknya ibu tanyakan hal itu kepada Malik"


Alis wanita itu terangkat naik menampilkan wajah angkuhnya. Lea hanya tersenyum melihat tingkah ibunya Malik yang mulai tidak suka.

__ADS_1


"Ma?!" Malik menatap ibunya dia tidak ingin agar tidak bertanya dan berkata segala.


"Sudah lah ma,,, biarkan mereka menjalani hubungan ini!" sela papanya.


"Mama tidak setuju dengan hubungan kalian, Malik tidak mungkin menikah dengan seorang wanita yang tidak bisa memiliki keturunan alias mandul, kami sebagai orang tua tentunya ingin punya cucu dari anak Laki laki dan kamu tidak bisa kan memberikan Cucu kepada kami?"


Lea menatap wajah ibunya Malik dengan senyuman manis nan indah tanpa rasa tersinggung.


"Ma,,,?!" pekik Malik mulai gusar. "Mama jangan keterlaluan deh!"


"Apa yang mana katakan ada benarnya kok!" Selanya.


"Ma,,, jangan seperti itu, hargai pilihan Malik!" ujar papa nya.


"Masih banyak wanita dan gadis, Malik tidak perlu menikah dengan seorang wanita yang sudah tiga kali menjanda, mau di taruh di mana muka mama pa, jika teman teman sosialita mama tau akan hal itu!" kata kata pedas level tinggi mulai keluar dari bibir panas nya.


"Mama?!" teriak Malik yang mulai emosi, jelas dia tidak ingin Lea di hina seperti ini.


"Ibu benar aku tidak mungkin menikah dengan Malik, dan hal itu memang tidak akan pernah terjadi"


"Nah itu lebih baik kamu sudah sadar diri!" katanya pongah.


Lea tersenyum manis dan menatap Malik dalam dalam. Lalu menatap kedua orang tua Malik bergantian.


"Aku Mohan maaf atas semua ini Lea!"Malik meraih jemari Lea yang duduk di sampingnya.


Mengecup penuh kasih dengan tatapan lembut nya. Dengan halus Lea menarik tangan nya dari genggaman Malik. Saat nya mengatakan semuanya lalu segera pergi dari sini dan melupakan tentang Malik.


"Sebaiknya bapak dan ibu perlu tau, aku tidak perlu menikah dengan Malik. karena sesungguhnya aku telah menikah beberapa waktu lalu, aku punya suami dan anak sekarang, Malik sendiri mengetahui hal itu, bahwa aku kini telah menjadi istri orang!"


perkataan Lea bagaikan petir yang menyambar membuat Malik tertegun dan kedua orang tua Malik pun terkejut.


"Aku menghadiri undangan Malik untuk makan malam di sini, dan menyampaikan semua nya, agar semua menjadi jelas, supaya Malik juga tidak berharap, terima kasih atas makan malam nya, aku permisi suami dan anak ku menunggu di rumah!"


Setelah berkata demikian Lea pamit pergi meninggalkan rumah Malik.


"Lea,,,,, tunggu aku akan mengantarmu" Malik mengejarnya namun terlambat Lea sudah naik taksi pulang ke rumah nya.


Dimana Mario sedang gelisah menunggu nya di rumah. Hati tidak rela bila pada akhirnya Lea memilih Malik. Menunggu Kea yang tidak kunjung pulang Mario meraih kunci mobilnya dan pergi menuju sebuah club.


Sementara di rumah nya Malik kini menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Rasa sakit dan kecewa membuat Malik sangat marah.


ibunya kini telah menganjurkan semua harapan indah untuk bisa memilih Lea.


"Ma,,,,mama telah menganjurkan semuanya?!" Malik menatap wajah ibunya dengan penuh kecewa.


"Mana mungkin kamu bisa mencintai istri orang Malik?!" sergah Ibu nya.


"Mama tau apa tentang Lea,,,dia menikah hanya karena telah menabrak anak suami nya itu. Mereka akan bercerai setelah anak nya sembuh!" katanya gusar Lalu masuk ke dalam kamarnya membanting pintu depan kuat.


"Malik,,,????!"


"Ma,,,, biar Malik menentukan pilihan nya!" seru sang papa bijak. Papa nya yang sejak tadi hanya diam mengawasi istri dan anaknya itu hanya menggeleng.


"Mana mungkin Malik menyukai istri orang pa!".


*


*


*

__ADS_1


**** Love you All❤️❤️❤️ Tinggal kan jejak kalian****


__ADS_2