Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Takut Kehilangan


__ADS_3

Lea merasa heran saat petugas jaga di kediaman nya memberitahukan bahwa ada sebuah mobil yang datang membawa banyak mainan anak-anak. Perasaan dia tidak membeli atau pun memesan mainan anak-anak sebanyak ini.


Begitu pula dengan Mario saat Lea menghubungi nya di kantor soal banyak nya mainan itu.


"Tolak saja sayang! mungkin mereka salah alamat" kata mario di telpon.


"Maaf pak, kembalikan saja mainan nya mungkin ini salah alamat karena kami tidak pernah pesan mainan anak-anak" tolak Lea.


"Maaf Bu, ini ada titipan untuk ibu Lea"


Lea terkejut saat kurir itu memberikan sebuah amplop. Lea membuka amplop yang ternyata dari Malik.


Pria itu hanya mengucapkan selamat dan berharap agar Lea menerima hadiah untuk debay.


Setelah itu mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Karena Malik memilih untuk pergi ke luar negeri dan mukim di sana tepat nya di Jerman.


Benar saja setelah saat itu Malik sudah tidak ada lagi kabar beritanya. Pria tampan yang mirip dengan mendiang Oscar itu pergi membawa hatinya yang terluka. Untuk bisa melupakan tentang Lea yang di sukainya.


Mario sendiri sampai terheran heran melihat hadiah berupa mainan anak-anak sebanyak itu.


"Malik mungkin ingin membuat rumah kita menjadi tokoh mainan"Celetuk nya.


Kamar bayinya sampai penuh sesak hingga sebagian di simpan di gudang.


"Uncle Malik yang baik hati" kata Lea.


"Ya uncle yang menyukai istri ku" Mario memeluk dan mengecup bibir Lea.


"Dia sahabat ku Dadd!" peringat Lea.


"Ya aku tau itu sayang"


Mario memeluk nya mencium dan mengelus perut buncit Lea.


"Kamu semakin cantik" bisiknya.


Lea menatap wajah tampan suaminya lalu tersenyum. "Apakah kamu sedang merayu ku?"


"Hmmm,,,!" gumam Mario dengan tatapan matanya yang meredup.


"Pasti ada maunya"


"Aku tidak tahan" bisiknya pelan.


"Tidak tahan apa nya?" Lea sengaja bertanya pura pura tidak tau. Padahal dia sendiri tau apa yang di inginkan oleh suaminya.


"Jangan menggoda ku sayang,aku akan semakin tersiksa"


Mario mulai melakukan aksinya bergerilya di mana mana dengan ciuman nya. Biasanya dia akan mengganas bila sudah seperti ini.


Tapi sayang hasrat dan keinginan nya harus di tahan takut menyakiti si kembar dan terlebih lagi kondisi Lea saat ini sedang hamil.


Meskipun ia sendiri sudah berkonsultasi dengan dokter untuk itu. Tapi Mario memilih untuk bersabar untuk beberapa bulan.


Seminggu saja sudah membuat nya pusing tujuh keliling. apalagi sampai berbulan bulan lamanya itu membuat Mario merasa tersiksa.


"Aku tidak sudah tidak tahan sayang" bisiknya sambil meraba bagian sensitif di bawah sana.


Ciuman nya masih bertahan membuat Lea terpejam merasakan hangatnya sensasi yang di bangkitkan oleh suami posesif nya ini.


Setelah puas mencium dan ******* bibir seksi yang membuat dunia nya seakan berwarna kini.


Mario menatap wajah cantik dengan pipi chubby nya yang menggemaskan.


"Aku semakin mencintai mu"


'Gombal"

__ADS_1


"Tidak sayang serius nih, coba deh belah dadaku" kata Mario dengan tatapan nakal nya.


Dia semakin menggoda Lea, mereka berdua berada di dalam kamar debay. Mengatur semua mainan anak-anak yang di berikan oleh Malik.


Walaupun awalnya Mario menolak, dia bersikeras karena dia juga punya uang masih mampu membeli satu toko mainan.


Tapi demi istri tercintanya dan debay Mario harus rela untuk menerima pemberian Malik.


Lea tertawa melihat wajah Mario yang menahan gairah nya. Wanita hamil itu memilih duduk di tempat tidur yang tersedia di kamar bayi mereka itu.


Mario kini ikut duduk di sampingnya sambil mengelus sayang perut buncit Bu mil.


"Jangan nakal ya" Kata nya sambil mendekatkan wajahnya mencium perut Lea. Seakan ia sedang mencium anak anak nya di dalam sana.


Para debay seakan tau Daddy mereka sedang berbicara dengan nya. Mereka merespon dengan beberapa gerakan membuat tonjolan yang bergerak di perut Lea.


Mario sedang berbicara dengan nada pelan seakan sedang berbisik dengan mereka. Entah apa yang di bisiknya Lea tidak mendengar Jelas.


Perutnya yang semakin buncit dan membesar melewati ukuran normal wanita hamil membuat Lea agak kesulitan berjalan.


Tidak bisa melihat ke bawah hanya bisa melihat ke depan. karena perutnya yang terlalu besar.


Mario selalu mendampinginya kemanapun dan mengatur semua kebutuhan istri nya.


My LeGaCy, tiga wanita itu kini heboh saat para suaminya mengantarkan mereka untuk berkunjung ke kediaman wanita hamil itu.


Dua sahabat Lea itu seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Mereka sampai bingung binti heran melihat perut Lea yang teramat besar melampaui ukuran normal wanita hamil.


Tiga sahabat sejati itu sedang asyik bercerita dan bercanda. Terdengar tawa mereka yang membahana di ruangan itu.


Hingga para suami yang sedang duduk berbincang bincang soal bisnis menatap ke arah mereka.


"Biasa para wanita kalau sedang berkumpul seperti itu, pasti mereka sedang membahas keperkasaan suaminya" ujar Dandy dengan bicara nya yang tidak pernah berubah sajak masih remaja.


"Apalagi kalau seperti si Rio ini yang sekali cetak langsung jadi" Sambung nya lagi.


"Asyik dong punya anak kembar, pasti sangat lucu dan menggemaskan" ujar.


"Apakah kamu tidak bisa diam?"


"Bukan nya diam Dandy semakin menjadi, mulut nya yang memang sudah terbiasa dengan segala kalimat membuat Tomy tertawa melihat dua sahabat nya itu selalu bersiteru.


"Selamat ya Rio, akhirnya kamu sukses juga" ujar Tomy.


Sebenarnya Tomy ingin tertawa, ya menertawakan saudara sepupunya ini yang tiga kali menikah dengan wanita yang sama.


"Semoga saja kali ini kamu tidak gagal lagi, dan sukses membangun kehidupan yang lebih baik" kata Tomy sambil tersenyum.


"Ya dia tidak hanya sukses di dunia bisnis tapi juga sukses di atas ranjang" timpal Dandy.


Mario sendiri merasa bangga dan juga was was dengan kondisi istri nya. Bahkan dia sangat menjaga dan tidak membiarkan Lea melakukan pekerjaan nya sebagai ibu rumah tangga.


Makan tidur dan istirahat itu yang di lakukan Lea selama kehamilan nya.


Mario tidak ingin istri nya itu melakukan hal apapun menyangkut keselamatan bayi dan istrinya.


Belajar dari pengalaman yang sudah sudah, dari kegagalan dalam hidupnya membuat Mario lebih banyak memperbaiki diri nya.


Melakukan apapun menyiapkan semua kebutuhan istri dan anak nya.


Terutama makanan yang harus di konsumsi Lea, hingga Semua jenis buah di siapkan Mario, termasuk susu untuk ibu hamil pun selalu tersedia.


Mereka pun tertawa, lama tidak berjumpa membuat Tiga wanita itu asyik bercerita. Gabby yang telah memiliki tiga orang anak.


Begitu pula dengan Cynthia wanita yang menjadi istrinya Dandy itu juga memiliki tiga orang anak.


Hanya Lea yang terlambat untuk punya anak, karena setiap kehamilan nya mengalami keguguran.

__ADS_1


Ini merupakan kehamilan Lea yang ke tiga kalinya, kali ini dia sangat menjaga kandungan nya.


Semua pekerjaan rumah di kerjakan oleh Mario bersama dengan asisten rumah tangga nya. Mario sendiri tidak ingin Lea sampai kelelahan, bahkan dia harus rela melakukan apapun untuk istri itu.


Termasuk mencari semua makanan yang di inginkan Lea yang lapar di tengah malam buta.


Setelah puas melepas rindu mereka lalu pamit pulang. Lea merasa senang dengan kehadiran kedua temannya itu.


"Kami pergi! jaga para ponakan ku baik baik ya!" pesan Tomy sebelum masuk ke mobil nya.


Rombongan itu pun meninggal kan kediaman pasangan fenomenal itu.


Banyak pekerjaan yang harus di kerjakan Mario hari ini di kantor nya. Beberapa hari tidak masuk kantor membuat Mario benar benar harus bekerja ekstra.


Penat dan lelah itu yang di rasakan Mario, Ia harus selesai semua hingga sore hari. Bahkan jam makan siang nya pun terlewati.


Sore nya baru Mario bisa pulang dan baru saja kaki nya menginjak pintu rumah.Lea sudah menyambut nya dengan keinginan nya untuk panjat mangga.


"Daddy kami ingin makan mangga ,,, panjat dong mangga nya" rengekannya.


"Astaga,,,,!" Mario benar benar hampir tumbang.


Capeknya yang luar biasa di tambah lagi keinginan Bumil membuat Mario merasa frustasi.


Matanya yang berat dengan kepala nya yang sakit membuat tubuh Mario terasa sakit semua. Baru kali ini Ia merasakan capek yang luar biasa.


"Daddy suruh penjaga yang manjat mangga nya ya?" bujuk Mario.


"Tidak mau, Daddy aja yang manjat"


Mario ingin mengatakan bahwa sesungguhnya dia sangat capek yang teramat sangat hari ini.


Tapi mau bagaimana lagi demi cinta nya Mario memanjat pohon mangga di samping rumah mereka yang sedang lebat berbuah.


Setelah memetik beberapa buah mangga Mario pun bergerak turun. Tapi karena tidak fokus ia terjatuh. Mangga yang sudah di petik ya berhamburan kemana mana.


Untung mangga nya tidak terlalu tinggi hingga tidak ada yang cindera.


"Daddy?" pekik Lea begitu melihat suaminya terjatuh.


Dengan cepat dia berlari hingga tidak memperhatikan kondisi perut nya yang sudah membesar. Kehamilan nya yang memasuki bulan terakhir.


Lea hampir saja terjatuh hal itu membuat perut nya terasa keram dan sakit.


Lea tertegun mematung merasakan sakit yang tiba-tiba akibat gerakan reflex nya. Mario yang sedang meringis kesakitan terpaksa bangkit dan melupakan rasa sakit nya saat melihat istrinya kesakitan.


"Sayang?! apa yang terjadi" bergegas dia menghampiri Lea. Walaupun sebenarnya dia juga dapat merasakan sakit akibat terjatuh dari pohon mangga.


Dengan cemas Mario memeluk Lea yang masih memegang perutnya.


"Apa yang sakit, apa yang kamu rasakan?" Mario kini panik.


Meneliti perut Lea dan berusaha memapahnya untuk masuk ke dalam rumah.


"Dadd,,,,?! perut ku terasa kram" kata pelan sambil menahan sakit.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang" Mario semakin di buat panik. Ia tau anak yang di kandung Lea sangat rentan salah satunya bisa tidak selamat.


"Ya Tuhan! selamat anak anak dan istri ku,aku tidak ingin kehilangan salah satu di antara mereka.Biarkan aku mensyukuri amanah yang engkau titipkan" Dio Mario dalam hati.


Mario kini merasa khawatir dan ketakutan yang luar biasa.


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ Salam manis*****


__ADS_2