
Menjadi istri yang sesungguhnya itu kini sedang di lakoni Lea. Melayani semua kebutuhan Mario dengan putri nya.
Perlahan meskipun masih terasa canggung bagi Lea setiap kali berhadapan dengan Mario. Bahkan setiap kali Mario mengungkapkan rasa cintanya. Lea hanya tersenyum tanpa kata.
Cinta, semua masih utuh untuk Oscar, entah apa yang akan terjadi bila selanjutnya hari hari panjang akan di laluinya bersama Mario.
Bayangan kejadian di masa lalu yang terjadi di rumah ini membuat trauma. Di mana Lea harus kehilangan janinnya, anak dari Mario.
Setiap kali melihat tangga itu Lea akan tertegun dan meringis tanpa sadar.
Mario yang melihat hal itu baru menyadari betapa luka yang luar biasa Lea rasakan di masa lalu.
Lea sedang bersiap siap untuk membuat kue ulang tahun nya Sesil. Besok sore Sesil akan ulang tahun yang ke empat.
Dan hari itu pula hari di mana Karina meninggal dunia, saat berjuang untuk melahirkan putri nya.
Sebelum acara ulang tahun Sesil di mulai,Mario akan mengunjungi makam Karina terlebih dahulu.
"apa kamu yakin akan membuat kue ulang tahunnya Sesil,apa tidak sebaiknya kita pesan saja?"
"Tidak Dadd! aku akan membuat kue spesial untuk Sesil"
Lea yang sedang membuat adonan kue dan Mario memeluknya dari belakang.
"Aku ingin membuat adonan untuk adiknya Sesil" Bisik Mario membuat Lea menegang kaku.
Itu artinya Mario sedang meminta haknya sebagai seorang suami. Mixser yang ada di tangan Lea hampir terlepas.
"Dadd,,,ku mohon,,,,!" Lea seakan gugup gemetar dan panik.
Sekian tahun rasa itu sudah tidak lagi ada, butuh waktu untuk bisa melakukan hal itu bagi Lea. Meskipun lelaki pertama yang memasuki dirinya adalah Mario.
"Jangan di pikirkan aku hanya bercanda Beb!" Mario melepaskan pelukannya.
Mario tidak ingin memaksa meskipun sesungguhnya tidak dapat di pungkiri Mario memiliki hasrat untuk itu.
Setiap hari bersama dalam satu atap tapi tidur beda kamar sebagai suami istri. Mario tidak ingin mengganggu Lea yang sedang membuat kue ulang tahun untuk Sesil.
Semua telah di siapkan Lea, undangan untuk keluarga nya. Anak anak Gabby dan Chintya sudah datang sejak pagi.
Terlihat Sesil begitu riang bermain dengan anak anak dua sahabatnya. Rumah besar itu sangat ramai pagi ini.
Sementara Gabby dan Chintya sibuk membantu Lea di dapur. Para lelaki suami suami mereka asyik bercerita sambil mengawasi anak anak.
"Rio? apakah kamu sudah punya program memberikan adik untuk Sesil?" ujar Tommy yang tidak lain adalah sepupu Mario.
Tiga pria tampan itu mulai dengan acara kepo, Dandy yang paling heboh soal beginian.
"Sepertinya proyek itu mulai berjalan, kelihatan nya Marsha And the bear mulai akur dan dekat. mana tahan bro sudah lama tidak berenang" sambung Dandy.
Senyum menggoda dua temannya itu membuat Mario geram.
"Lebih nikmat dari kalian bahkan sampai pagi tau berenang nya" ejek Mario.
"Ayo bertaruh beberapa lama Sesil akan memiliki adik" tantang Dandy.
"Kalau untuk bertaruh kalian tidak bisa menang" kata Mario cepat.
"Dua bulan?" seru Dandy.
"Kalau aku empat lima bulan lagi" kata Tommy.
"Terserah kalian, gimana kalau aku cetak nya lema dari waktu yang kalian tentukan" ucap Mario.
"Bibit nya kadaluarsa kali ya terlalu lama tidak di pakai" ledek Dandy.
__ADS_1
Dandy tau sejak Karina meninggal Mario tidak pernah berhubungan dengan wanita. apalagi setingkat hubungan intim, itu tidak sama sekali.
Mario memilih sibuk dengan pekerjaannya dan mengurus putri nya.
"Hahaa,,,Aku tidak menyangka jodoh kembali mempertemukan kalian" ujar Tommy.
"Asam digunung garam di laut dalam tempurung bertemu jua hahaa,,,,?!" seru Dandy.
"Gimana rasanya ya,,,,lama gitu baru masuk?!"Goda Tommy.
"Eh jangan sibuk gila urusan kalian, urus tu anak kalian lagi nangis buatkan susu sana" ujar Mario mengalihkan pembahasan saat melihat anak Tommy yang menangis berebut mainan.
Di ledek sejak tadi membuat urat malu Mario mulai putus. Merasa ada kesempatan untuk menghindar maka Mario melangkah ke dapur melihat kue buatan Lea yang sudah jadi.
"Wao,,, cantik sekali kue nya!" puji Mario.
"Daddy ngapain kesini ntar di lihat Sesil nangis dia minta di potong sekarang kue nya. Bakalan gagal acara nya" usir Lea.
Mario terpaksa ikut gabung sama komplotan nya, Kali ini bukan hanya mereka bertiga tapi sudah ada Reno dan isterinya.
Leo dengan istri nya Lian, Jhon dengan istri nya Riley, serta semua keluarga besar mereka. tak lupa pula kedua orang tuanya Karina.
Acara ulang tahun Sesil menjadi acara pertemuan keluarga besar mereka. Mario sendiri merasa senang karena mereka akhirnya akan menjadi sebuah keluarga yang harmonis.
Tidak lagi ada batasan antara dirinya dengan Lea.
Papa Liton pun ikut senang melihat Mario dengan Lea yang mulai akur.
Terlihat saat keduanya mencium pipi Sesil bersamaan dan Mario sempat memberikan kecupan mesra kepada Lea di saksikan oleh seluruh keluarga mereka.
Bunda Ranny juga berharap agar Lea temukan kebahagiaan nya, bersama Mario. Putri bungsunya yang keras kepala dan memilih untuk hidup mandiri tidak tergantung kepada orang tuanya.
Papi Velen terlihat sedang berbincang dengan papa Liton serta papanya Kerina.
Jhon yang lama tidak berjumpa dengan Lea, memilih untuk melepaskan rindu nya dengan adik iparnya itu.
Lea yang nampak sangat lah cantik malam ini, wanita yang dulu nya nakal menurut Jhon. Kini telah berubah menjadi wanita dewasa yang anggun.
"Apa kabar nu cantik!" kata Jhon saat mereka berdua berbicara di sebuah meja.
"Seperti apa yang kakak lihat sekarang"
"Semoga kamu berbahagia dengan pernikahan ini, aku tau betapa sulit nya menjalani semua ini, tapi aku yakin kamu pasti bisa untuk merelakan sahabat ku tenang di alam sana" tutur Jhon.
Mengingat Oscar yang telah tiada membuat Jhon berharap Lea bisa temukan kebahagiaan nya bersama suaminya ini.
"Jangan nakal! aku yakin Mario merupakan lelaki yang baik, bahkan jodoh mu kembali bersamanya"
"Aku akan berusaha untuk menjalani nya kak! meskipun Oscar masih belum bisa hilang dari ingatan ku" kata Lea sendu.
"Jadilah istri yang baik untuk Mario dan temukan kebahagiaan mu" Jhon tersenyum memberikan semangat buat adik ipar nya yang sempat di sukainya dulu.
Namun faktanya Lea jatuh cinta pada Mario saat itu dan Mario merupakan cinta pertama dan juga terakhir untuk seorang Milea.
"Aku tau Mario adalah cinta pertama mu dulu, dan aku pun yakin Mario pula cinta terakhir mu"
Apa yang di katakan Jhon memang benar lelaki pertama yang membuat Lea jatuh cinta adalah Mario.
Mario menatap Lea dan Jhon dari jauh, kelihatan nya mereka sedang serius membicarakan sesuatu.
Pembicaraan Jhon dengan Lea baru berakhir setelah Sesil menangis karena telah mengantuk.
"Kak aku urus Sesil dulu" pamit Lea.
Jhon mengangguk dan berjalan menuju meja di mana Riley dengan kakak nya Kiki berada.
__ADS_1
Sebenarnya Jhon yang paling tau soal hati Lea, karena dia pernah berbicara dengan Lea dulu saat mereka pertama bertemu.
Acara yang meriah itu di gelar sampai malam, mereka baru bubar kembali ke rumah masing-masing setelah anak anak nya pada tidur.
Mario mengambil alih Sesil dari gendongan Lea saat semua tamu tamu telah pulang. Kini rumah mereka kembali sunyi.
Lea mengikuti Mario untuk masuk ke kamar Sesil, memastikan kalau Sesil benar benar pulas dalam tidurnya, barulah Mario memeluk tubuh Lea yang malam ini terlihat sangat cantik dan anggun.
Wangi tubuhnya membuat Mario tidak tahan untuk tidak mencium nya. Mario dengan cepat menggendong tubuh Lea membawanya keluar dari kamar Sesil.
Lea memukul Mario minta di turunkan namun Mario tidak peduli dia justru membawa Lea ke dalam kamarnya bukan ke kamar Lea.
"Daddy?! turun kan aku?!" pekik Lea.
Namun Mario tidak mendengarkan malah mengunci pintu kamar nya dan membuangnya asal kuncinya.
"Apa yang kamu lakukan?" Lea memberontak menatap tajam wajah Mario.
"Kita buat adik untuk Sesil" Mario mulai menciumi bibir Lea dengan rakus.
Lea yang awalnya merontak kini tidak bisa berbuat apa-apa saat Mario mulai membuat dirinya terbuai dengan sentuhan lembut nya.
Mulut nya melarang tapi tubuhnya merespon tidak dapat menolak sentuhan sentuhan yang di lakukan Mario.
Mario membaringkan Lea di tempat tidur dan mulai melepaskan satu persatu kain penutup tubuh indahnya.
Sentuhan sentuhan lembut nya bahkan di bagian sensitif bagian tubuh Lea membuat Lea mendesah kini.
Mario ******* bibir seksi yang menggoda dan mulai mengakses masuk ke dalam sana. Lea yang tadinya diam akhirnya membalas apa yang di lakukan Mario.
Mario menghentikan kegiatan nya lalu menatap wajah yang kini sayu yang menatap nya dengan sendu.
Lea menatap wajah Mario yang tersenyum menatap nya. wajah tampan yang kini mendamba itu tersenyum dengan tatapan yang sudah berkabut gairah.
"Apakah kamu telah siap untuk melakukan hal itu? kalau kamu tidak siap kita tidak usah melakukan nya" bisik Mario.
Mario tidak ingin Lea menerimanya karena terpaksa. yang pada akhirnya membuat nya terluka untuk yang ke sekian kalinya.
Mario kini memilih untuk berbaring di sisi Lea, menatap langit langit kamar itu.
"Lakukan lah Dadd! kalau itu membuat mu bahagia" ucap Lea.
"Aku tidak ingin melukai mu untuk yang ke sekian kalinya, aku sadar aku pernah melukai mu dan juga menyakiti mu" Mario lalu bangkit dari tidurnya mengambil kunci yang tadi di buangnya.
Membuka pintu kamarnya lalu menghampiri Lea yang kini memejamkan matanya. menutup tubuh kea yang setengah telanjang dengan selimut.
Dia kembali menggendong Lea membawa nya ke kamar yang selama ini di tempati Lea.
Kira kira seperti ini sosok Lea yang selalu di rindukan Mario dan Cinta nya masih utuh kini untuk Lea seorang.
Lea hanya bisa diam melingkarkan kedua tangannya di leher Mario. Mario dengan perlahan meletakkan Tubuh Lea di tempat tidur.
Namun Lea tidak melepaskan tangannya dia malah menarik Mario hingga jatuh menindihnya.
Rasa rindu cinta kasih dan sayang berbaur menjadi satu dan Leburlah semua itu di saat tidak ada lagi batas di antaranya.
*
*
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ Rindu ku untuk Kalian Semua ❤️❤️❤️ salam manis*****
__ADS_1