Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Seperti Es Krim


__ADS_3

Mario membuka matanya, dia tersenyum melihat Lea yang masih pulas dalam pelukannya. Mario masih belum bergerak dia menatap intens wajah cantik yang kini kembali berada di sisinya.


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi" ucapnya pelan.


Mario melepaskan pelukannya dia lalu pergi ke kamar mandi. Membersihkan diri lalu turun dari dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Lea.


Hubungan kedua nya kini mulai membaik, Mario yang selalu menunjukkan perhatiannya. Membuat Lea merasa nyaman. terkadang Mario mengajak nya untuk piknik. Kepantai dan bepergian ke beberapa tempat wisata yang unik.


Berlibur ke beberapa kota di tanah air dalam sebulan mereka akan dua kali berlibur.


Mario sempat mengabadikan kebersamaan mereka di mana tempat yang mereka kunjungi.


Mario juga akan menyuruh Lea mengabadikan Mario dengan beberapa pose nya.


Lelah pulang dari perjalanan bulan madunya Lea memilih untuk beristirahat beberapa hari.


Dia tidak ke kampus dan juga tidak ke kantor.


"Aku akan meminta papi untuk membuat surat mutasi untuk kamu, agar kamu bekerja di kantor ku saja" kata Mario suatu hari.


"Tidak,aku tidak mau" tolak Lea.


"Ayolah sayang,,,,?! aku akan selalu merindukan mu, bila berjauhan sehari saja" bujuk Mario.


"Aku lebih senang bekerja di kantor Papi"


"Apakah kamu ingin ada wanita lain yang ada di ruangan ku setiap hari, bagaimana kalau sampai dia menggoda ku?" ujar Mario memancing reaksi Lea.


"Aku akan membunuhnya!" kata Lea cepat.


Hati Mario bersorak girang melihat Lea yang tampak berapi api saat dirinya mengatakan itu.


"Makanya ayo lah cepat cepat kamu pindah ke sana" seru Mario bertambah girang.


"Akan ku pikir kan nanti" putus Lea.


"Sayang aku lebih suka kamu selalu bersama ku biar kita selalu sama sama" Mario kini memeluk nya.


Mario mulai dengan aksinya bergerilya di tubuh Lea.


"Aku ingin bermain dengan Alif, bagaimana kalau kita jemput Alif" ujar Lea.


"Baik lah aku gantian kita menjemput Alif"


Lea tersenyum "Terima kasih suami ku yang pengertian".


Mereka lalu pergi ke rumah Papa Liton menjemput Alif. Lian menyambut hangat kedatangan mereka.


"Sayang apa kabar mu?' Lian memeluk nya mencium pipi kiri kanan.


"Baik, kak!"


Mereka basa basi sebentar lalu meminta Alif untuk di bawa jalan jalan.


Dengan senang hati Lian memberikan Alif untuk di bawa mereka.


Mario dan Lea lalu pergi dengan Alif, mereka kini bermain di pantai dengan bocah berumur dua tahun itu.


Mario melihat Lea yang sangat bahagia bermain dengan Alif, membuat dirinya berpikir, seandainya dulu mereka tidak berpisah, mungkin mereka juga sudah mempunyai anak.


Perasaan yang membuat diri nya kini menyesal, Seandainya Jenny tidak pernah hadir dalam kehidupan mereka, mungkin mereka sudah hidup berbahagia.


Tapi kini Mario harus berusaha mati Matian untuk bisa membuat Lea lupa tentang Oscar.


Mario tau hati dan cinta Lea, telah tertambat pada sosok Oscar.


Selama mereka berpisah Oscar selalu menemaninya setelah kepergian Frans. Bahkan mereka sempat sempat berpacaran hingga peristiwa tragis itu terjadi.


Di mana Lea yang menjadi umpan target operasi mereka. Lea yang tidak pernah menyadari kalau Oscar seorang Intel yang sedang melacak seorang pengedar narkoba melalui Regina.


Wanita itu termasuk salah satu pengedar di kampus tempat Lea kuliah. Regina yang sangat pandai dan licin dalam melakukan aksinya.


Peristiwa itu yang membuat Lea merasa kecewa dengan sikap Oscar yang tidak jujur padanya.


Lea yang sangat benci dengan orang yang pembohong akhirnya memutuskan untuk hidup bersama Mario.


Suaminya yang telah mengambil haknya dan peristiwa yang membuat Lea sangat malu bila mengingat kejadian malam itu.


Mario menatap Lea yang asyik bermain dengan Alif. mereka terlihat seperti ibu dan anak. orang akan mengira mereka kalau Alif adalah anak mereka.


Alif yang nampak lucu dan menggemaskan, membuat Lea gemas mencium nya berulang kali membuat Alif tertawa geli.


Setelah puas mereka baru lah mereka pulang ke rumah, Alif yang kini tertidur di pangkuan Lea.

__ADS_1


Mario mengemudi sambil sesekali menatap Lea yang sedang mengelus pipi Alif. Mario sendiri sudah ingin untuk mempunyai anak segera.


Sampai di rumah Mario lalu turun membuka pintu mobil untuk Lea.


Dengan hati hati Lea turun sambil menggendong Alif yang tertidur.


Lea membawa Alif naik ke kamarnya, meletakan bocah mengemaskan itu di tempat tidur mereka.


"Jaga Alif sebentar aku mandi dulu" Lea lalu masuk ke kamar mandi.


Lea tidak menyangka kalau Mario juga akan ikut masuk ke kamar mandi.


"Badai" pekik Lea ketika Mario memeluknya.


"Sayang,,,,?! kita mandi bareng" bisik Mario terdengar seksi, dengan gaya nya yang sensual.


Lea akhirnya tidak dapat menolak karena Mario yang mulai menyerang nya dengan ganas.


Bukan hanya mandi ada lagi kegiatan lainya.


bayangkan saja sendiri ya...


Skip aja deh....


*


*


*


"Mom? Alif nya mana,,,?!" Tanya Leon saat pulang kantor dia tidak melihat putra kesayangannya.


"Alif di bawa sama Mario dengan istri nya" Lian menyambut suaminya dengan pelukan dan ciuman mesra.


Itu di lakukan Lian setiap kali menyambut suaminya pulang kantor,


Lian mengambil tas dan jas Leon, meletakkan di sofa lalu membantu melepaskan sepatu dan dasi suaminya.


Setelah itu Lian menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Barulah dia turun menyiapkan makan malam untuk mereka. Lian memilih untuk mengurus sendiri suami dan anak nya.


Dia tidak mau untuk menyewa Beby Sitter, alasannya Lian masih bisa untuk mengurus suami dan anak tanpa bantuan orang lain.


Papa Liton yang pulang kantor tidak melihat cucu nya menjadi heran.


"Di mana jagoan papa?"


Lian tertawa melihat papa nya yang sibuk mencari cari Alif.


"Jagoan papa sedang ikut Uncle dan Aunty, mereka sudah kepingin punya momongan" kata Lian sambil tertawa.


'Oh ya?! papa akan menghubungi mereka untuk makan malam bersama kita" Papa liton lalu menghubungi Mario.


Mario yang sedang berbaring menemani Lea dan Alif di tempat tidur, bergegas bangun ketika mendengar bunyi Ponselnya.


"Papa!" kata Mario saat Lea menatapnya.


"Halo pa?"


"Bawa istri mu dan Alif kita makan malam bersama" kata papa di sebrang sana.


"Baik pa! kita akan datang ke sana sekalian membawa pulang Alif" sahut Mario.


"Papa mengajak kita untuk makan malam bersama mereka, sekalian membawa pulang Alif" ujar mario.


Mario lalu kembali naik ke tempat tidur, memeluk Lea lalu menciumnya. dari lembut hingga berubah panas. ******* bibir Lea atas bawa dengan rakus, melilit kan lidah nya bemain di rongga mulut Lea. Mario sampai menggigit pelan lidah lea.


Mario baru melepaskan ciumannya ketika Lea memukul dada nya.


Mario tertawa melihat Lea yang memberenggut kesal.


"Kamu menggemaskan sih" bisik nya sambil memeluk Lea.


"Bersiaplah kita ke sana sekarang" ujarnya sambil mengecup bibir Lea sekilas.


Mario lalu bangkit berganti pakaian di ikuti Lea, mereka bersiap hendak ke rumah orangtuanya.


Alif yang sedang tidur mulai terjaga mata'nya bergerak gerak melihat sekeliling.


"Hai jagoan uncle sudah bengan ya? tuh Aunty bule mu" seru Mario sambil meraih tubuh mungil sang ponakan lalu menggendongnya.


Lea yang sedang menyisir rambutnya tersenyum lalu mendekati Mario mencium pipi Alif.

__ADS_1


Namun Mario juga mengambil kesempatan mencium Lea, sambil tertawa melihat mata Lea yang melotot padanya.


"kamu seperti es krim manis dan menggemaskan" ujar Mario pada Lea.


Lea mengambil alih si kecil Alif dari Mario,bocah itu tertawa geli ketika Lea mencium pipi nya yang mengemaskan.


Alif yang mudah akrab dengan siapa saja tidak membuat Lea kesulitan menggendongnya.


Bocah tampan itu sangat menggemaskan, membuat Lea selalu mencium nya berulang kali.


"Kamu seperti es Krim, manis dan menggemaskan" Lea meniru perkataan Mario.


Mario tertawa mendengar perkataan Lea. pria tampan itu merasa bahagia melihat Lea yang kini mulai bisa menerima keberadaan nya.


Tidak seperti sebelumnya, Lea yang salalu diam dan bersikap dingin pada nya. berhari hari bahkan butuh waktu untuk Mario bisa membuat Lea tersenyum untuk dirinya.


Mario dengan santai membawa mobil nya pelan menuju rumah orang tuanya.


Mereka tiba di sana papa sudah menyambut kedatangan nya dengan senyum yang mengembang.


Pria tua itu merasa senang melihat kebahagiaan yang terpancar di raut wajah putra nya.


Meskipun Mario yang terlihat agak kurus karena frustasi di tinggal Lea dulu.


Mereka menikmati makan malam dengan diam, Mario yang sibuk mengambil makanan untuk istri nya.


"Aku bisa sendiri" tolak Lea.


"Biarkan aku yang melayani mu di sini" ujar Mario.


Lea terpaksa hanya diam membiarkan Mario yang menyediakan nasi dan lauk pauk nya di piring nya. Dari pada nanti merusak acara makan malam mereka.


Mario sudah tau ukuran porsi makanan Lea, karena sudah sering Mario melihat cara makan Lea dari mereka belum menikmati dulu, masih sebatas pacar pura pura alias sandiwara.


Setelah makan malam mereka lalu berkumpul di ruang keluarga, bercerita soal pekerjaan dan bisnis mereka.


Melihat Lea yang mulai mengantuk membuat Mario pamit pulang.


"Sebaiknya malam ini kalian menginap dulu di sini" kata Papa.


Lea pun tidak bisa menolak, entah sudah berapa lama Lea baru kembali menginap di sini.


Kamar yang pernah di tempatnya dulu bersama Mario, masih tetap seperti dulu tidak ada yang berubah.


Bersih rapi dan terawat bahkan masih ada foto Lea dan mario yang tergantung di dinding kamar itu. karena ini merupakan kamarnya mario.


Lea menatap foto foto yang ada di dinding, foto dirinya dan ada juga foto foto seksi nya Mario.



Tampan ya...Kim nya.



Kita ikutan liat yuk foto fotonya mereka....



Asoi....



Ssst...diam!



Cantik nya... bisa tebak kan siapa nama aslinya mereka???


Segini dulu ya lihat lihannya Coiz Lea udah ngantuk berat.


Mana harus siap kan tenaga untuk di gempur Mario. Tauk ah Mario yang lagi Hot hot nya, dia tidak akan tinggal diam melihat si cantik yang menggoda dan membangkitkan gairah nya.


Benar saja malam ini Maril benar benar menggila, menggarap sawahnya.


Dia yang sudah pingin cepat cepat punya anak biar Lea bisa lupa akan Oscar nya.


Mengingat Oscar? hati Mario seakan tercabik cabik, karena cinta dan hati Lea tertambat pada polisi tampan itu.


*


*


*

__ADS_1


**** jejak cinta nya dong......Love ❤️❤️❤️


__ADS_2