Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Tak Ingin Kembali


__ADS_3

"Biarlah Mario mencari wanita lain yang bisa membahagiakan hidupnya" Lea menatap wajah aBunda. ada senyum terpatri di sana.


Bunda teringat akan janjinya kepada mendiang ibunya Mario yang meminta untuk kebalikan Lea kepada Mario suaminya.


Tapi Bunda bisa apa Bunda tidak bisa lagi memaksa dia dengan keinginan Bunda.


Lea akan tetap ada pendiriannya untuk tidak ingin kembali hidup bersama Mario.


Lea sendiri berusaha tersenyum di atas puing puing reruntuhan hatinya. Istri mana yang mau suaminya mendua, istri mana yang tidak terluka suaminya berbelah hati.


Pada akhirnya Lea memilih untuk menceraikan Mario, meskipun dia harus rela menyandang gelar janda di bawah umur alis Jamur.


"Semua terserah padamu Bunda tidak akan memaksakan kehendak, bila kamu memilih untuk tidak ingin hidup bersama Mario" kata bunda membelai rambut putrinya.


Lea memeluk bunda lalu melepaskan diri "Aku akan fokus dengan masa depan, untuk berumah tangga, untuk saat ini Lea belum siap. Pengalaman kemarin telah mengajarkan Lea Bagaimana menjalani kehidupan ini. Bunda saya harap Bunda bisa mengerti akan semua ini".


"Kalau kalau itu sudah menjadi keputusan dan pilihan Bunda tidak akan memaksa." Bunda lalu keluar dari kamar Lea.


"Bunda menyadari Lea bukan anak kecil lagi yang harus kita paksa dan kita atur-atur.


Lea sudah dewasa, sudah bisa menentukan pilihan hidupnya.Antara baik dan buruk biarlah Lia yang akan menjalaninya, toh berumah tangga itu bukan sehari dua hari tapi untuk selamanya seumur hidup."tutur bunda kepada Papi, mereka kini berada di kamar dengan papi yang sibuk dengan kegiatan rutin nya.


Lea menjalani kehidupannya seperti biasa pergi ke kampus dan di kantor, yang ada di pikiran ingatannya hanyalah fokus dengan masa depannya,untuk memikirkan kembali Mario Lea sudah menyingkirkan bayang-bayang lelaki itu dari relung hati nya.


Hari ini sepulang kantor Lae kaget melihat Mario yang telah menunggu nya di parkiran.


Mario memaksa Lea untuk ikut dengan nya.


Frans yang melihat kejadian itu dia menghalau Mario untuk kembali mendekati Lea.


"Anda seharusnya tidak perlu mengganggu Lea lagi" kata Frans datar.


"Anda tidak perlu mencampuri urusan kami" balas Mario dingin.


"Saya tidak perlu mencampuri urusan mu,tapi kalau menyangkut Lea, saya terpaksa harus ikut campur" tegas Frans.


Auto ketegangan mulai terlihat dari aura gelap keduanya.


Lea yang melihat itu segera berdiri diantara keduanya.Lea menatap satu persatu wajah-wajah tampan di hadapannya mereka dengan aura ketegangan diantara mereka.


Lea akhirnya berkata "baiklah aku ikut kamu mario!"


Lea terpaksa ikut dengan Mario lelaki itu membawanya, mereka kini duduk di pantai.


Frans tetap mengikuti mereka dia memperhatikan Lea dan mario dari kejauhan.


"Lea, maaf kan aku,aku sadar terlalu banyak kesalahan yang aku buat selama ini, kembalilah kita mulai semuanya dari awal!' pinta Mario.


"Maaf Rio,aku tidak ingin kembali mengulang masa Lalu" ucap Lea pelan namun tegas.


"Lea aku tidak bisa hidup tanpa mu, jujur aku rindu, rindu akan diri mu, aku ingin kita bangun kembali kehidupan kita, kita mulai dari awal tanpa ada siapapun, hanya kita berdua"


Lea menatap wajah Mario yang sendu, tatapan matanya yang penuh harap, tubuh nya yang agak kurus, terlihat sangat berbeda dengan Mario yang dulu.


Berulang kali Mario meminta dan bermohon tapi Lea tetap pada pendiriannya dia tidak akan mungkin kembali lagi untuk hidup bersama Mario.


Sekuat apapun Mario berusaha untuk membujuk dan meraih simpati Lea, semakin sulit untuk bisa merengkuh hatinya.


Di tolak dan di tinggalkan Kiki dulu Mario tidak sehancur ini. Dia malah fokus dengan kuliah dan pekerjaan.


Di tolak dan di tinggalkan Lea Mario kini benar-benar hancur bagaikan pohon yang tumbang, dirinya benar benar menjadi kacau.


Malam ini di temani beberapa botol minuman dan bungkusan rokok, barang yang tidak pernah di sentuh dan di kenal Mario kini menjadi teman sejati nya.


Mario menghidupkan sebatang rokok menghisap dan menghembuskan asapnya yang keluar dari mulut dan hidung nya. menatap kosong dan hampa.


Hidup nya kini terasa hampa, dia kini bagaikan berada di tengah padang yang gersang seakan haus dan kelaparan di sana.

__ADS_1


Bila di ingat di setiap sisi kehidupan ada air, tapi tidak bagi Mario. semua seakan Gersang.


Padahal di belahan bumi yang manakah yang tak pernah basah bila hujan mencurah.


Semua kini terasa hampa baginya, berulang kali Lea menolaknya. Pendirian dan kekerasan hatinya tidak bisa lentur lagi meskipun Mario harus membujuknya setengah mati.


*


*


*


Dandy yang telah menyelesaikan semua tugas-tugasnya di kantor dia pun memenuhi janjinya untuk segera menikahi Cynthia.


Seminggu lagi pernikahan Dandi dan Cynthia akan digelar.


Mereka memilih untuk menikah apa adanya tanpa resepsi tanpa meriahnya pesta.


Tanpa kemewahan pernikahan sederhana yang dilaksanakan di sebuah mushola.


Menurut Sintia dan Dandi itu lebih baik daripada menghambur-hamburkan uang untuk berpesta.


Tujuan dari pernikahan itu juga untuk hidup berbahaya saling berbagi dalam suka dan duka.


Sebagaimana pada kodratnya Tuhan menciptakan seisi bumi ini untuk hidup berpasang-pasangan, agar kamu bisa saling mencintai dan menyayangi antara satu dan lainnya.


Setelah menikah dan dia akan mengajak istrinya untuk pindah ke apartemennya hari ini dia sibuk berbenah membeli semua barang yang dibutuhkan.


Dari semua barang dapur makanan hingga pakaian Dandy benar-benar menyiapkan segalanya untuk Cynthia.


Hari ini Mario berkunjung ke apartemennya Dandy.


Teman merangkap asistennya itu seharian ini laki-laki itu minta izin untuk tidak masuk kantor.


Sementara Mario sendiri pusing untuk mengerjakan tugas-tugas kantornya seorang diri tanpa adanya Dandy yang selama ini membantunya mengurus segalanya menyangkut urusannya di kantor.


Begitu masuk Mario melihat banyaknya barang yang baru di beli.


"Untuk apa dengan baju baju perempuan itu?" tanya Mario.


"Ya untuk istri ku lah, masak aku harus beli pakaian untuk perempuan lain" jawab Dandy santai.


Justru Mario merasa tersindir mengingat dulu dia membeli apartemen untuk Lea istrinya tanpa satu barang apapun.


Tanpa sehelai benang pakaian yang dia siapkan. Bahkan barang-barang di apartemen Lea sendiri yang menyiapkan.


Miskin nian hatinya waktu itu menikah tapi tidak punya tanggung jawab pantas saja Lea tidak ingin kembali pada nya.


*


*


*


Di kosan My LeGaCy, tiga wanita muda itu sedang bertangis-tangisan. Cynthia yang sedang berbenah untuk ikut suaminya tinggal di apartemen.


Gaby yang akan ikut bersama suaminya membuat Lea hidupnya kini merasa sunyi.


Tidak ada yang mereka bawa hanya barang barang penting.pakaian dan lain sebagainya tidak mereka bawa, karena sewaktu-waktu mereka juga akan kembali ke tempat ini, berkumpul bersama bila mereka saling merindukan.


Ketiga nya lalu merayakan perpisahan itu dengan memasak dan makan bersama.


"Bu mil tidak boleh banyak bergerak tidak boleh capek ya?"titah Lea.


"Kamu cukup duduk manis tunggu sampai semua masakan siap di hidangkan" ujar Cynthia.


"Aku bantu iris sayuran nya aja" Gabby mengambil keranjang berisi beberapa contoh sayuran. Lalu mencuci dan mulai mengirisnya.

__ADS_1


"Hanya kita bertiga yang makan kok sayuran sebanyak ini?" tanya Gabby


"Kita akan undang suami kamu untuk acara makan siang bersama dengan Dandy" ujar Lea.


"Oh ya? apa tidak menggangu...?"


"Moment kebersamaan ini akan kita rayakan bersama" kata Lea lagi.


Acara makan siang nya di rayakan bersama di kosan My LeGaCy. Lea sempat mencari Jhon di rumah sebelah tapi rumah itu masih kosong.


Si pemilik rumah masih bertugas.


Hanya Lea yang tidak memiliki pasangan gadis itu terlihat ceria bersama teman teman nya.


"Kenapa Mario tidak ikut?" bisik Tomy pada Dandy yang duduk di sebelahnya.


"Takut merusak acara nya"


"setidaknya kita bisa mendekatkan mereka berdua di moment ini" kata Tomy lagi.


"Dia bukan anak kecil " balas Dandy kesal.


"Apa yang kalian bisik bisik?" tegur Gabby.


"Tidak ada sayang, urusan laki laki" Tomy mengecup nya. agar Gabby tidak lagi bertanya. wanita hamil itu mencibir kesal. jelas aja dia melirik mereka yang berbisik bisik, sempat mendengar nama Mario.


Lea yang sejak tadi dengan santai menikmati makanan nya tidak banyak bicara, hanya Cynthia dan Gabby yang sibuk cerita dengan pasangan mereka.


Gabby yang Genit memasukkan postingan mereka di akun instagramnya.


Tomy sebenarnya ingin mendekatkan kembali Mario dengan Lea, dia sedang mencari akal agar bisa membuat pasangan yang lagi perang dingin itu bisa bersatu kembali.


Sementara di kantor nya Mario sempat melihat postingan Gabby di akun nya.


Terlihat kelompok kecil itu sedang menikmati berbagai macam makanan.


Mereka kelihatan nya sangat berbahagia, Tiga wanita itu sedang tersenyum di antara dua orang pria yang Mario kenal betul siapa mereka.


hatinya merasa iri dan geram, dia lagi terpuruk mereka malah bahagia merayakan pesta makan.


Lea sudah tidak ingin kembali kepada nya gadis itu memilih untuk menjalani hidupnya tidak terikat.


Bunda bahkan sudah membujuk nya, memberitahu Lea soal janji mendiang ibunya Mario namun Lea tetap pada pendiriannya.


Malam nya Lea pulang ke rumah, dia di kaget kan dengan keberadaan papa nya Mario di rumah mereka.


"Nah yang di tunggu kini pulang" ujar Bunda.


"Papa?" panggilan itu kini terasa asing bagi Lea.


Lea memaksakan untuk tersenyum menyalami papa Liton mencium tangan nya.


Papa Liton datang meminta Lea untuk kembali membangun kehidupan rumah tangganya bersama Mario.


Tapi Lea tetaplah Lea dengan pendiriannya yang sudah benar benar tidak ingin kembali kepada Mario.


Rasa di hati nya benar benar telah membeku akibat sikap dingin Mario kepadanya sewaktu mereka masih hidup bersama sebagai suami istri.


Ketidak pedulian Mario padanya, membuat Lea sadar rasa di hati tidak bisa di paksakan.


Itu yang kini dia tunjukkan pada Mario, agar dia tau bagaimana rasanya di tolak, dan seperti apa penyesalan itu bila kita di tinggalkan.


*


*


*

__ADS_1


***love you All ❤️❤️❤️ tinggalkan jejak kalian.


Salam sayang untuk kalian semua ❤️❤️❤️


__ADS_2