Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Dari Kenyataan


__ADS_3

Lea kini menjalani perawatan intensif dengan alat alat medis yang kini berada di kakan kiri tangan nya. menjalani transfusi darah yang di donor kan oleh abangnya Harsendy. dengan bantuan infus pula, karena Lea kehilangan banyak darah hingga membuat dirinya lemas dan tak sadarkan diri.


Cynthia menceritakannya pertengkaran Mario dengan Lea kepada suaminya saat pria itu baru saja pulang dari luar kota.


"Kenapa harus serumit ini kehidupan rumah tangga Mario?" Dandy menggeleng kan kepalanya. dirinya tidak habis pikir dengan kehidupan rumah tangga bosnya itu.


Dandy semakin terkejut saat Mario menghubunginya mengatakan bahwa istrinya masuk rumah sakit kecelakaan.


Tanpa berpikir panjang Dandy segera meluncur ke rumah sakit, tidak ketinggalan istri nya pun ikut. untuk melihat bos sekalian sahabatnya itu tragis nian nasib kehidupanmu bos.


Papi, Bunda , dan semua kakak Lea mereka segera ke rumah sakit melihat kondisi Lea.


Bunda merasa kasihan sama putri bungsu nya ini, malang nian nasib mu nak. Sejak awal bunda tidak setuju Lea harus menikah di usia nya yang masih terlalu muda.


Begini jadinya putrinya harus berurusan dengan medis lagi. Kisah nya selalu berakhir di tangan dokter.


Bunda tidak bisa marah ataupun berbuat apa-apa mengingat Bunda yang menyetujui waktu Lea memakai obat itu, bahkan bunda sendiri membeli obat itu untuk di konsumsi Lea.


Itu pun sudah di pertimbangkan kan bunda mengingat kondisi Lea saat itu.


Bunda akhirnya memanggil Mario untuk berbicara empat mata. Bunda bahkan menjelaskan semuanya soal trauma Lea saat itu hingga dia harus memakai obat itu.


"Lea mungkin selama ini tidak mengatakan itu kepada mu, agar kalian akan baik baik saja" tutur bunda.


Apa yang di katakan bunda membuat Mario benar-benar menyesal.


Selama bersamanya Lea bahkan tidak pernah mengeluh. Dia bahkan terlihat baik baik saja.


Bahkan Mario sangat terkejut saat dokter mengatakan bahwa istrinya keguguran. usia kandungan nya baru enam Minggu.


"Maafkan aku bunda, aku yang terlalu mencintainya"


"Bunda tau, seperti apa kekecewaan mu, semoga kedepannya kalian bisa saling memahami" tutur Bunda bijak.


Apa yang di takut kan Mario ternyata tidak terjadi, mereka tidak bisa mengalahkan Mario, itu urusan rumah tangganya.


Biarlah Mario dengan Lea menyelesaikan masalah mereka. Mereka juga bukan anak kecil lagi yang harus di atur atur.


Tomy dengan istri nya Gabby, Dandy dengan Cynthia, para istri itu mengomel suaminya menyalahkan Mereka akibat ulah Mario.


"Kalau tau begini kelakukan Mario, sebaiknya dulu kita tidak usah menikah, sepupu laknat mu itu selalu saja bikin masalah" Geram Gabby pada suaminya Tomy.


"Beb! aku tidak ada sangkut pautnya dengan urusan Mario, kenapa aku yang di salah?" kata Tomy membela diri.


"Ya jelas ada dong kamu kan sepupunya?!" omel Gabby sepanjang jalan yang mereka lalui, hingga sampai di rumah sakit pun Gabby masih terus berbicara. Sepajang koridor menuju ruangan di mana Lea di rawat Gabby masih terus melampiaskan kekesalannya pada Tomy.


Tomy menatap nyalang pada Mario begitu ujung hidung nya terlihat. Rahang Tomy mengeras dia menghampiri Mario lalu berbisik geram.


"Kalau saja kita tidak tinggal di negara hukum, aku sudah menghabisi mu' Rahang nya mengeras.


Mario yang nampak kacau tidak bisa berkata apa-apa. Penyesalan membuat dirinya kini bagai orang bodoh. Dia hanya diam saat Tomy mengamuk rasa rasanya Tomy akan mengabisinya.


*


*


*


Perlahan Lea yang mulai sadar membuka matanya. Orang pertama yang di cari Lea adalah bunda.


Lea mengalihkan pandangan nya ketika melihat Mario. Orang yang tidak ingin di lihat Lea saat ini adalah Mario.


Kakaknya Riley dengan Suaminya Jhon serta Oscar datang menjenguk nya.


Mario yang melihat kehadiran Oscar menjadi geram.


"Semoga lekas sembuh" ucap Oscar.


"Makasih OS!" lirih Lea.


Dua insan yang pernah menjalin kasih itu bertatapan, Lea menatap nya sendu.


"Ekhem!" Jhon yang melihat itu berdehem.


Jhon yang melihat perubahan wajah Mario saat melihat kehadiran Oscar. Pria itu pun memahami situasi yang tidak memungkinkan bagi Oscar untuk berada di antara mereka.


Apalagi Jhon melihat tatapan kerinduan di antara keduanya. situasi akan membuat Jhon yang di salah kan.

__ADS_1


Jhon sendiri sudah melarang Oscar untuk tidak ikut, tapi asistennya itu bersikeras untuk tetap ikut dengan alasan melihat kondisi Lea.


Mata elangnya menatap tajam pada Oscar.


Dia memberikan kode dengan memutar bola matanya agar Oscar segera keluar dari ruangan itu.


Oscar yang tidak bisa membantah atasannya itu segera keluar dari sana.


Semua itu tidak luput dari perhatian Mario yang berbeda di dekat istri nya.


Meskipun Lea tidak ingin berbicara dengan nya tapi Mario tetap berada di dekat sang istri.


Mario yang sedang menggenggamnya tangan nya, Lea memejamkan matanya hatinya terasa nyeri, semua yang terjadi membuat Lea tidak ingin melihat wajah Mario.


Jhon lalu pamit balik ke kantor membicarakan istri nya bersama sang adik.


"Aku sudah melarang mu untuk tidak ikut, kami malah nekat" umpat Jhon menatap tajam pada Oscar, ketika mereka berdua berada di mobil menuju kantor.


"Aku hanya ingin memastikan apakah Lea bagi baik saja" ujar Oscar enteng. seakan tidak berdosa.


Padahal Jhon menahan rasa jengkel nya pada Oscar sejak tadi.


"Memastikan kondisi nya? alasan macam apa itu? bilang saja kalau kami ingin melepaskan kerinduan mu pada istri Orang!" sinis Jhon.


"Katakan saja begitu" jawab Oscar enteng.


"Rasanya aku ingin menembaki kepala mu!" Geram Jhon. menatapnya berkilat marah.


"Santai Bro!' ujar Oscar merasa tidak berdosa.


"Santai dengkul mu!"


"Biasa aja boss, jangan tensi"


"Ini untuk terakhir kalinya, kamu ke sana!" tegas Jhon.


"Siap Dan!"


"Aku tidak ingin kamu mengganggu adik ipar ku lagi"


"Siap dan anggap saja itu salam perpisahan untuk terakhir aku menemuinya, Jujur aku tidak bisa menghapus rasa ini, perasaan yang aku sendiri sudah berusaha untuk membunuhnya, tapi rindu ini kian menyiksa" tutur Oscar sendu.


Mereka kini sampai di kantor, kedua nya turun dari mobil melangkah bersama.


"Siang pa!" sapa seorang polwan cantik. ketika berpapasan.


Jhon dan Oscar hanya mengangguk tanpa senyum. pada hal polwan itu sudah memasang senyum termanis nya untuk mereka.


Wajah tegas dan datar keduanya membuat wanita wanita di kantor ini sulit mendapatkan perhatian mereka.


Banyak dari mereka yang patah hati ketika sang atasan memilih menikah dengan putri seorang bangsawan.


"Dia cantik!" kata Jhon di telinga Oscar.


"Ingat istri Bro!" balas Oscar.


"Cih,,! sapa juga yang bilang naksir, itu buat kamu" semprot Jhon sinis.


"Aku tidak menyuruh mu menilai kecantikan mereka pada ku" balas Oscar dingin.


"Lupakan istri orang!"Kata Jhon lalu masuk ke ruang nya.


"Berdoa saja agar aku tidak sampai membawa kabur adik ipar mu itu" kata Oscar sambil terkekeh.


Sontak Jhon menatap nya dengan tatapan membunuhnya.


"Aku akan menghabisi mu!" ancam Jhon.


Oscar tidak menghiraukan apa yang dikatakan Jhon, dia malah masuk buru-buru ke ruangannya sambil tertawa.


*


*


*


Seminggu di dirawat di rumah sakit membuat kondisi Lea kini sudah benar-benar pulih.

__ADS_1


Dan dokter sudah memperbolehkannya untuk pulang ke rumah, pesan dokter agar Lea harus banyak beristirahat.


Lea memilih untuk pulang ke rumah orangtuanya dengan tujuan hanya ingin pemulihan.


untuk mengambil keputusan tinggal dengan Mario Lea masih berpikir butuh waktu untuk itu.


Papa liton benar benar marah saat tau apa yang terjadi antara Mario dengan Lea.


Pria paruh baya itu memarahi anaknya habis habisan.


Lian dengan suami sempat menengok Lea waktu di rumah sakit.


Lian pun berpesan kepada Mario untuk merubah kelakuan buruk nya itu.


Yang selalu buat kesalahan tanpa memikirkan bagaimana akhirnya nanti


Mario setiap hari mengunjungi Lea di rumah orang tuanya. Papi meminta Mario untuk menginap bersama Lea.


Meskipun pada awalnya Lea menolak tapi papi memaksa agar Mario tetap menemani Lea.


Lea akhirnya meminta izin untuk pulang ke rumahnya, karena kondisinya yang sudah pulih.


Lea bukan nya pulang ke rumah suaminya tapi pulang ke apartemen nya.


Rasanya pada Mario kini hambar, rasa yang mulai ada perlahan sirna untuk yang ke sekian kalinya.


Mario yang berulang kali meminta maaf tapi Lea hanya diam tidak menggubriskan permintaan nya.


Bagi Lea Mario sudah bukan apa apa nya lagi, kehilangan yang sempat di jalaninya bagai mimpi dalam semalam.


Mario yang tetap mengalah setiap kali Lea mengusirnya.


Hari ini Mario menunggu Lea di parkiran kampus.


Lea , Gabby dan Cynthia tiga wanita cantik itu melangkah sambil bercanda.


Lea mendadak menghentikan langkahnya saat melihat Mario yang sedang melanggar ke arah nya.


"Centil, tuh Bodyguard mu datang" bisik Cynthia.


"Mau apa lagi dia ke mari?" cibir Gabby.


"Masih ada rasa juga ya rupanya" seru Cynthia tidak suka.


Mario sengaja menjemput Lea hari ini hanya untuk membujuk Lea.


"Lea, aku mohon tolong dengar kan aku, bisa kah kita bicara baik baik?' pinta Mario.


"Aku ikut Mario, kalian duluan" ujar Lea.


Dua sahabat itu meninggal Lea bersama Maril.


Lea terpaksa mengikuti permintaan Mario, Suaminya itu membawa Lea pulang ke rumah mereka.


Mario yang sebelum nya sudah mengganti beberapa pot bunga yang sempat rusak akibat di tabrakannya.


Bahkan pintu gerbang pagar rumah nya yang rusak di tabrak Mario sudah di perbaiki.


Lea kini di kamarnya berbaring di sana sementara Mario sedang memasak untuk makan siang mereka.


Setelah selesai Mario naik ke kamar memanggil Lea untuk makan siang.


Mario melayaninya mengambil nasi dan lauk nya meletakkan di piring Lea.


Lea hanya makan sedikit dan juga beberapa potong buah.


Setelah itu dia kembali ke kamar untuk mengambil semua pakaian nya.


Mario tertegun melihat apa yang di lakukan Lea.


"Aku tau aku salah, bahkan aku tidak menyadari kalau kamu sedang mengandung, jujur aku sangat kecewa saat melihat obat obat itu. hingga aku hilang kendali, aku merasa betapa tidak berarti nya aku saat itu, rasanya begitu sakit yang teramat sangat" kata Mario pelan.


*


*


*

__ADS_1


**** Leve you All ❤️❤️❤️ tinggalkan jejak kalian Love ❤️❤️❤️


__ADS_2