Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Cat kuku yang Hot


__ADS_3

Mario berusaha untuk mengalihkan perhatian istri nya yang sedang membahas tentang perutnya yang membesar.


"Wajar dong orang hamil perut nya besar!"


"Tapi aku kok rasanya sesak Daddy"


"Sabar kalau sudah lahiran pasti tidak lagi sesak sayang" Mario mengecup bibir nya.


Membelai pipi Lea dengan rasa sayang nya, menatap lekat wajah cantik yang kini sedang mengandung anak nya.


Mereka berdua sedang berada di dalam kamar dengan Lea yang terus bersandar di dada suaminya.


Lea melepaskan pelukannya lalu turun dari tempat tidur menuju meja rias mengambil kuteks yang di beli nya kemarin.


"Daddy tolong aku" seru nya.


Mario mengikuti apa yang di minta istrinya mengoleskan pewarna kuku berwarna pink ke kuku kaki dan tangannya.


"Selesai" ujar Mario.


"Apakah ini cantik dadd?"


"Sangat cantik"


"Daddy! kemarilah"


Mario mendekati istri nya, sesuai dengan perintah Lea. Dia menarik tangan suaminya dan mulai mengoleskan pewarna kuku yang barusan dia pakai kan di jemari lentiknya.


Mereka berdua kini sendirian di rumah tanpa ada si kecil Sesil. Seperti biasa jadwal liburan si kecil dengan keluarga mendiang ibu nya.


Ya tentu saja mereka liburan ke luar negeri dengan biaya yang di tanggung Mario seluruh nya untuk keluarga itu.


Mario tidak menyadari kalau keluarga Karina sedang mempergunakan kesempatan untuk bersenang senang setiap weekend dengan uang Mario.


"Apa apaan ini mom? aku bukan wanita!' protesnya.


Mario menarik jemarinya dari tangan Lea. mana mungkin dia yang seorang pria tulen harus memakai pewarna kuku, seperti bencong.


"Sini Daddy mereka ingin melihat papanya di dandani oleh mommy" Lea memaksanya menarik tangan Mario dengan mimik cemberut.


Mario bersikeras agar Lea tidak boleh memakai cat kuku di jari nya. apa lagi cat kuku nya berwarna merah menyala.


"Sayang mana mungkin Daddy harus ke kantor dengan jari yang memakai cat kuku seperti ini? apa dunia?" protes nya.


Mario mulai mencari akal agar Lea menghentikan kegilaannya untuk memakai cat kuku di jarinya.


"Daddy akan terlihat semakin seksi, dan macho! Mommy sangat menyukainya" Lea berkata tawanya sambil berbisik seksi di telinga Mario.


Bahkan tangannya dengan nakal meremas sesuatu di bawah sana yang ada di balik celana suaminya itu.


Mario tersenyum dengan Smirk nya, mendapatkan perlakuan yang sangat menyenangkan bisa menggagalkan kegiatan konyol si Nakal.


Mendapat perlakuan seperti itu dari istri nya jelas aja sang empunya burung ingin terbang. Hal itu merupakan kesempatan untuk Mario agar Lea tidak memakai dia cat Kuku.


Mario akhirnya menyerang si penggoda dengan ganasnya. Menggendong Lea membawanya berbaring di tempat tidur.


Menciumi nya tanpa ampun bahkan dengan kasar Mario ******* bibir seksi yang sudah menggoda nya itu.


Tangan nya kini sibuk melepaskan penutup tubuh seksi sang istri sambil mulai bergerilya.


"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu perbuat" Bisik Mario dengan suara berat nya.


Jelas aja burung nya yang sudah berontak ingin segera terbang. Karena telah di ganggu oleh majikannya itu.


"Sekarang aku akan membuat mu melayang nikmat"

__ADS_1


Akhirnya kamar yang dingin itu menjadi panas mengalahkan dingin nya AC yang ada di dalam kamar mereka.


Beruntung kamar mewah itu di buat kedap suara, hingga suara suara aneh itu tidak di dengar oleh siapapun. Tubuh keduanya kini Bermandi keringat dan Mario semakin seksi dengan tubuh nya yang berkilatan dengan keringat


Mario tidak melewati setiap jengkal kulit mulus halus nan lembut itu. Dia bahkan membuat lukisan cinta di sekujur tubuh seksi yang selalu membangkitkan gairah nya.


Mengingat sang pujaan hati sedang mengandung anak nya,.Mario melakukan tugas dengan pelan, lembut dan hati hati.


Mengingat di dalam sana berada di zona rawan dan tempat berlindung nya yang lemah. Membuat Mario tidak lama menyerang dan mengakhiri pertempurannya setelah melakukan pelepasan dengan erangan nikmat.


Membuat lawan terkulai lemas dalam perlukan nya, dengan mata yang terpejam serta tubuh mereka yang basah bermandi keringat.


Mario mengecup sayang pipi Lea dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Akhirnya dia berhasil membuat Lea tidak memaksa untuk memakai kan cat kuku kepada nya.


Berbaring memiringkan tubuhnya menatap wajah Lea yang terpejam dengan berbantalkan sebelah tangannya.


Dengan hati hati Mario melepaskan pelukannya dari tubuh si penggoda yang kini pulas kelelahan.


Melepaskan tangannya agar tidak membangun kan Lea.


Mario lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Mario tersenyum puas, Masih sempat menatap pantulan dirinya di cermin besar yang terletak di dalam kamar mandi yang berdinding kaca bening itu.


Setelah mandi Mario dengan hanya mengenakan celana pendek segera ke dapur memasak makanan kesukaan istri nya.


Tidak lupa pula membuat salad buah untuk sang penggoda yang sedang hamil, istri tercinta nya itu.


Sepiring salad buah bersama segelas susu hangat untuk ibu hamil telah tersedia saat Lea membuka matanya.


Melihat Mario yang sedang mengelus pipinya dengan rasa sayang. Perlahan Lea bergerak bangun lalu duduk.


"Nih di minum,Aku sudah menyiapkan makanan untuk mu" bisik Mario. Menyerahkan segelas susu hangat.


Namun baru saja mengambil susu dari tangan Mario, pria itu terkejut dan menutup mata nya saat Lea menyemburkan muntah ke wajahnya.


Dan mengenai sebagian tubuh serta seprei.


"Ops,,,!" Mario meraih tubuh seksi dengan perutnya yang mulai membesar itu. Menggendong nya ke kamar mandi meletakkan Bumik dengan hati hati ke dalam bathtub.


Mario yang memang saat mandi tadi sudah menyiapkan air hangat untuk istri nya itu. Biar Lea bisa puas berendam untuk memulihkan tenaga nya yang sempat terkuras.


"Sementara Mommy berendam dulu ya, Mario mencuci mukanya di wastafel, sekarang Kita mandi bareng" kata Mario lalu melepaskan celana pendek nya dan ikut masuk ke dalam bak mandi duduk di belakang Lea.


Mengusap lembut punggung putih sang istri lalu meletakkan dagunya di sana..


Tangan nya pelan melingkar di tubuh Lea, membuat wanita itu melotot kepada nya.


Mario tersenyum lebar menatap wajah yang sedang garang menatap nya.


"Jangan kuatir aku tidak akan mengulangi nya lagi" bisik nya sensual, sambil terkekeh. Tangannya dengan lembut menggosok sabun aroma terapi ke tubuh putih mulus tanpa cacat itu.


"Selalu menggunakan kesempatan dalam kesempitan" cibirnya.


Mario yang gemes mengigit pelan pipi chubby nya.


"Ayo selesai kan mandi nya kita makan, aku lapar" rengeknya.


Mario lalu melepaskan penutup bathtub mengeringkan dan mengganti airnya. Membilsas tubuh putih di hadapan nya.


Mereka pun menyelesaikan ritual mandi bareng berganti pakaian lalu menuju ke dapur.


Mario sudah menyiapkan makanan untuk ibu dan bayi yang ada di dalam sana. Seperti biasa porsi untuk tiga orang.


Lea tersenyum melihat banyaknya makanan yang telah di sediakan oleh suami nya ini.


Dengan lahap dan karena sudah lapar memang, Lea menghabiskan makanannya tidak tersisa bahkan malah minta tambah.

__ADS_1


"Mom? bukan kah yang kau makan itu sudah cukup?" tegur Mario.


Pria itu lalu memindahkan makanan dari hadapan Lea, hingga membuat nya menangis bagaikan anak kecil.


"Sayang? ini tidak baik untuk kesehatan mu, jangan sampai kamu obesitas saat hamil" Mario membujuknya.


Jujur dalam hati nya ia sangat ketakutan dengan peristiwa yang di alami Karina dulu.


"Anak mu yang meminta nya bukan aku, lagian mana mau aku makan sebanyak itu kalau tidak sedang mengandung anak mu" protes nya sambil berpaling.


Dengan kesal Lea menepis tangan Mario yang hendak memeluk nya. Wanita yang sedang hamil itu lekas lekas berdiri dan pergi dari dapur masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


"Sayang buka pintunya dong?! oke kamu makan sekarang, Daddy antarkan makanan nya ke kamar ya?!" Bujuk Mario sambil mengetuk pintunya.


Dia jadi pusing tujuh keliling melihat istrinya yang kini ngambek kepada nya. Sebenarnya Mario paling takut kalau sampai Lea sudah marah apalagi mendiaminya.


Mario cepat cepat pergi ke dapur mengambil semua makanan yang akan di makan Lea tadi.


Kalau sudah seperti ini, Itu merupakan sebuah siksaan baginya,Mario masih berdiri di depan pintu kamar berharap Lea akan membuka kan pintu untuk dirinya.


Dengan nampan makanan yang berada di tangan nya. Pada saat yang sama bunda Ranny tiba tiba datang.


Wanita paruh baya itu masuk setelah di bukakan pintu oleh BI Ratih.


"Rio? sedang apa kamu berdiri di situ dengan nampan makanan?" tanya Bunda merasa heran melihat Mario yang berdiri di depan pintu kamar.


Wanita itu mendekati Mario melihat apa yang ada di nampan nya.


"Lea nya sedang ngambek dan marah kepada ku"


Bunda tertawa mendengar penuturan Mario yang seperti orang bodoh.


"Kamu sendiri sudah tau kan? seperti apa kelakuan istri mu kalau sedang marah, sekuat apapun kamu membujuk nya, tidak akan mampan"


"Bi...! tolong bawa makanan nya ke dapur tutup di meja makan ya!" perintah Mario. ia menarik nafasnya yang tersisa sesak lalu menghempaskan pelan.


"Baik tuan" bi Ratih mengambil nampan itu membawanya ke dapur sesuai perintah.


"Oh ya Bun ada yang ingin aku bicarakan dengan mu bunda" kata Mario.


"Sebentar ya Bun aku pakai baju dulu" Mario merasa tidak sopan dan tidak pantas bersama mertua nya dengan dirinya yang tidak memakai baju


Mario lalu melangkah menuju ruang ganti mengambil baju kaos dan memakai nya lalu menemui bunda yang duduk di ruang tamu.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda itu menatap punggung Mario yang hendak melangkah masuk ke ruang ganti.


Teringat pada papanya Mario yang merupakan mantan pacarnya dulu.


"Maaf ya Bun, lama menunggu" Mario lalu duduk di hadapan ibu mertua nya itu.


"Apa yang ingin kamu sampaikan?"


"Maaf Bun aku menyembunyikan kehamilan Lea, dia mengandung anak kembar, tapi aku tidak memberitahukan soal ini kepada nya,aku kuatir dia akan drop nanti nya"


Bunda tersenyum senang mendengar apa yang di katakan Mario.


"Rio! kamu tidak perlu kuatir soal kehamilan nya itu, Bunda yakin Lea orang nya kuat. Dia pasti bisa melewati semua itu, Bunda juga kan punya anak kembar, mengapa kamu musti takut?"


"Tapi Bun, ini soal keselamatan Lea" Mario nampak ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu*****


__ADS_2