Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
kediaman Yuna


__ADS_3

Yuna sampai d rumah pukul 18.45


ia mengucap salam lalu segera ke kamar mandi dan menuju kamar solat


untuk melaksanakan sholat Maghrib.


selesai sholat, dia mandi dan segera ke kamar nya untuk menemui buah hati nya


yang telah tertidur.


Yuna menghela nafas panjang nya.


"Ya Tuhan terkadang aq merasa hidup ini berat. Namun, aq bersyukur


atas apa yang Kau titipkan pada ku.


Yuna menatap lekat anaknya yang masih berumur dua tahun.


"Untuk kamu, mamah akan lakukan apapun


asalkan kamu bahagia tidak pernah merasakan perih yang mamah rasakan!"


Yuna terus mengusap pipi anaknya,


dia menatap langit langit kamar, air bening itu tiba tiba keluar dari pelupuk matanya dan Ia segera menghapus air matanya.


Entah apa yang ada di pikirannya hanya dia yang tahu. Ia segera menyeka air matanya dan menampakan senyumnya lagi untuk menyapa keluarganya.


Yuna memang selalu ceria dan bahkan orang orang termasuk orangtuanya menganggap nya selalu bahagia. Meski dalam titik terberat dan terpuruk pun Yuna tak pernah sekali pun menampakan kesedihannya. Karena dia sadar setiap orang memiliki masalahnya masing -masing .


Yuna keluar kamar dan menemui adik dan kedua orang tuanya.


"Yuna apa kamu sudah makan?" tanya ibunya


"Belum, Buk," jawabnya.


"Segera makan! istirahat pasti kau lelah," kali ini papahnya yang menimpali.

__ADS_1


"Baik, Pah."


"Dek, bagaimana sekolah mu?" tanyanya pada sang adik.


"Lancar, kak."


"Semangat lah belajar, jangan terus main game seperti itu. Kakak, tidak suka!" sentak Yuna.


"Apa'an sih, kalau main perempuan gimana, boleh?" tanyanya dengan terkekeh.


Yuna melotot dan menjitak kepala adik nya.


"Masih kecil, sudah mau pacaran!" sentak Yuna.


"Biarin! wew," Arya menjulurkan lidah nya


"Kau, ini!" Yuna sudah mulai geram.


Arya hanya tertawa melihat kakanya yang memerah menahan amarah.


"Tuh kan, kakak kalo lagi marah malah lucu,"


"Makanya, segera move on dan cari calon lagi, hhhahaha." Ucap Arya dengan tawanya.


"Sini kau, jangan lari aryaaaa!" teriak Yuna


"husttt" ibunya menengahi.


" Sudah- sudah, jangan ladeni! Nanti anak mu bangun."


Yuna seketika menutup mulutnya dan segera menghabiskan makannya.


Yuna kembali membuka pembicaraan.


"Oh Iyah, Buk. Rasanya nanti aku tidak bisa pulang setiap hari."


"Kenapa, sayang?" papahnya bertanya karna kaget.

__ADS_1


"Begini, Pah, Buk. Bosnya baru jadi ada kemungkinan aku selesai jam 21.00 malam


kalo aku pulang bisa hampir tengah malam sampainya. Yuna berat tinggalin lexsa tapi mau bagaimana lagi."


"Papah sih gimana kamu Yuna, lakukan yang terbaik dan jaga dirimu!"


"Baik, kalian tahu sendiri dari dulu aku bisa menjaga diri."


"Kau akan tinggal d mana? Nak."


Hemmmzz


"Belum tahu nanti Yuna kabari lagi kalo dah pasti pah."


"Ya sudah, sekarang istirahat!"


Yuna menuju kamarnya dan ia menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya.


"Hari ini sungguh aq lelah,


aku belum bisa mengatakan, aku akan lanjut kuliah dan di biayai perusahaan. Mungkin saja dia tidak serius," gumamnya.


yuna memang tidak pernah Langsung percaya.


"Untuk jaga-jaga aku mengatakan kalo itu memang benar adanya baru aku bicarakan dengan ibuk."


"Apa maksudnya, harus move on bahkan aku harus bisa mengubur semuanya. Aku hanya ingin semuanya selamat tidak boleh ada yang tahu tentang kami."


karna lelah akhirnya Yuna pun tertidur.


...Bersambung...


...****************...


mohon dukungan nya kka


tinggal kan jejak ,like commen 😍😍😍

__ADS_1


vote 😍 dan


pasti author bahagia dan semangat


__ADS_2