
Semalaman merenungi setiap ucapan orang-orang terdekat, Yuna mulai merasakan ada api yang membakar setelah bicara dengan Andra. Dia harus menyelesaikan ini semua, adiknya biru benar bahwa dia yang pernah terlibat pun tetap saja diserang oleh Erik. Rayhan pria yang selama ini selalu melarang guna untuk membalas dendam, cuma berbalik arah pria itu mendukung Yuna. bukan tanpa alasan itu disebabkan karena Erik telah berani menyandra Elisabeth. Yuna akan menghubungi James untuk mengatakan bahwa dia siap untuk melawan Etic. Namun, panggilan masuk. Ina tersentak kaget ternyata itu dari ayah Sella yang berarti temannya sendiri.
"Anastasia," panggil pria itu di seberang sana.
"Paman, bagaimana kabarnya?"
"Baik."
"Kabar bibi?"
"Baik juga."
"Sudahlah, Ana. Kamu tidak perlu berbasa basi lagi, sekarang katakan Apakah kamu sudah bisa menyelamatkan putri kami?"
Yuna diam sejenak, itu memang sebuah pertanyaan, tetapi tepatnya sebuah penekanan. ucapan pria yang berada di seberang sana mennyatakan bahwa Yuna harus segera menyelamatkan Sela.
"Ana kenapa diam?"
"Eum, maaf belum Paman."
"Astaga! Bagaimana bisa kamu kenal ini sedangkan sahabat dan anakmu dan berada dalam cengkraman Erik?"
"Aku tahu Paman, beberapa hari yang lalu aku benar-benar merasa kehilangan kepercayaan diri tapi Tenang saja sekarang sudah lebih baik."
__ADS_1
"Aku tidak suka dengan pekerjaanmu yang menurun. Aku mau segera menyelesaikan kasus ini."
"Iya."
"Apa kamu ragu karena kurang orang? Kamu tenang saja, orang-orang James sangat banyak."
"Iya, Paman."
"Kalau kamu tidak segera menyelamatkan Sella, aku akan kembali pulang ke Indonesia."
"Jangan!"
"Aku akan segera bergabung dengan James."
"James!" Yuna berteriak dalam sambungan telepon sehingga membuat James yang berada di seberang sana menjauhkan ponselnya.
"Apa kamu mau mengajukan protes, karena aku telah melaporkan Anda Nona?"
"Ya. baru kini aku tahu ternyata kau suka mengadu."
"Aku terpaksa melakukan itu dan memang aku serius jika anda tidak ingin ikut ngambil maka aku akan mmengajak Paman."
"Apa kamu sedang mencoba mengancamku, James?"
__ADS_1
"Tidak. Aku bukan tipe orang yang suka mengancam atasan. Tapi kalau Anda merasa seperti itu, ya silahkan saja. Coba nanti anda menyetujui bahwa akan melakukan penyerangan denganku bukan?"
"Ya. Sebenernya mesti kamu tidak berbicara dan mengajak paman pun aku akan tetap pergi bersamamu."
"Akun tidak percaya."
Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan james dia segera menghampiri suaminya untuk meminta izin karena dia ingin segera pergi. Namun, di ruang yang berbeda ada Ricki panas kantong berbicara dengan adiknya.
"Kakak memangnya sudah yakin, akan melepas Kak Yuna?"
"Mau bagaimana lagi." Ricki menghembuskan nafas kasar dan mengedarkan tubuhnya di badan kursi.
"Aku pikir aku sangat mencintai Kak Yuna."
"Aku tidak boleh mencintai dia karena dalam kesepakatan kamu tidak boleh ada yang paling mencintai jika hal itu terjadi maka kontrak ini akan batal."
"Oh, aku sekarang mengerti kenapa Kakak ingin melepaskan Kak Yuna, setelah dia berhasil dalam misi ini dan kembali bersama Tuan Edward."
"Kenapa memang?"
"Kakak jatuh cinta kan sama Kak Yuna?"
"Jangan bicara omong kosong, aku sudah berjanji dengan perempuan yang hati di masa kecilku."
__ADS_1
"Aku rasa bukan itu alasannya, Kakak mulai jatuh cinta dan aku tahu dengan begitu melanggar kontrak. Hayo, mengaku saja." Jessica mengajukan jarinya ke udara dan menunjuk tepat ke arah wajah kakaknya itu.