Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Siapa sebenarnya Yuna


__ADS_3

Jalanan pagi ini sangat ramai, seramai kicauan burung yang bersahutan, mentari sudah menghangat kan tubuh mengantikan kebisuan malam.


Yuna melajukan motornya dengan kecepatan tinggi banyak yang harus ia kerjakan di perusahaan. Suara klakson terus berbunyi dari motor Yuna. Ia terus mendahului mobil-mobil besar, Ricki yang saat ini berada tak jauh dari Yuna meringis melihat Yuna membawa motor, Ia terus meminta supirnya untuk mengejar yuna, namun nihil yuna telah tak nampak entah sudah sampai mana.


pagi ini Yuna mengenakan Rok span di atas lutut di balut kemeja softpink serta dilengkapi blazer hitam.


Saat ia turun dari motor ia bergegas menuju kantor dan selama perjalanannya tak hentinya senyuman menghiasi wajah cantik yuna. Ia bergegas menuju lantai 12 tempat ia bekerja bersama Ricki. Tak lama, Yuna berkutat dengan pekerjaannya suara derap langkah terdengar, dia sudah menebak itu siapa karena tidak ada yang bisa naik ke lantai ini tanpa persetujuan darinya.


Ricki melihat Yuna dengan muka datar, tanpa menyapa ia melenggang pergi menuju ruangan nya.


"Takan ku biarkan dia membawa motor lagi!memangnya punya nyawa berapa dia?" Ricki bergumam dengan menatap Yuna sinis


Waktu terus berlalu tidak terasa waktu sudah hampir tengah hari, Yuna masih sibuk dengan semua pekerjaannya. Namun, perhatiannya teralihkan pada sosok wanita yang tiba-tiba datang ke ruangan bosnya, Yuna terlihat frustasi dia berpikir keras tentang suatu hal.


Ia mengambil benda persegi di samping nya dan menghubungi seseorang entah siapa itu, lalu ia beralih menelpon seseorang melalui telpon kantor. Selang berapa lama seseorang menghampiri Yuna .Dia adalah Lisa yang dulu menjadi Sekretaris Andre karena Andre pindah tugas ia menjadi asisten Yuna.


" kak,saya minta tolong berikan ini pada pa ricki dan bilang padanya untuk menemui klien bersama tamu nya!maafkan menggangu pekerjaan mu."


" Tidak perlu sungkan."ucap Lisa dengan menyunggingkan senyum nya


"apa benar dia belum menyelesaikan kuliahnya,aku rasa dia melebihi ku dalam segala hal,apa aku harus iri pada kemujuran gadis itu,rasanya tidak pantas membenci wanita sebaik itu ."Lisa terus bergumam .


Sampai di ruangan Ricki Lisa menyampai kan pesan Yuna dan kembali bekerja,tak lama dari itu seseorang menghubungi Yuna ,Yuna sudah bisa menebak siap yang menelpon.


"Hallo Yuna ,apa yang kamu lakukan ?kenapa dia harus ikut menemui klien."


"Apa bpa sudah menandatangani surat kontrak itu?kalau sudah bpa tinggalkan surat kontrak itu di meja kerja mu dan bawa dia menemui klien satu lagi bpa tanda tangan di kertas kosong !jangan temui aku saat bpa bersama nya ! jangan banyak tanya lakukan jika kau ingin selamat !"


Ricki ingin menimpali Yuna tapi naas tlpon sudah di matikan Yuna,Ricki kembali menemui klien di meja nya karena saat menghubungi yuna ia pergi menjauh dari jangkauan tamu nya .


"Nona,kita harus menemui klien sekalian kita membicarakan tender ini bersama dengan nya ."


" Aneh,biasaya seseorang menemui klien nya bersama Sekretaris nya ?"


"Klien ini ingin bertemu investor nya ,apakah anda keberatan ?"


" Tentu tidak." Tamu itu ingin membawa kontrak kerja nya .namun Ricki menghentikan nya.


" Nona, biarkan kontrak kerja itu di sini .Bahkan kita belum membahas lebih dalam saya juga harus memberikan informasi tentang perusahaan ini kepada anda bukan."


" perkataan Ricki membuat tamu itu tergiur dan tanpa curiga menuruti semua perkataan Ricki .


..."Dari mana dia bisa mengetahui tentang kedatangan klien dan kontrak ini sebenarnya siapa yuna?"...

__ADS_1


Selang beberapa waktu kepergian Ricki Yuna masuk ke ruangan bos nya dengan membawa laptop di tangan nya . Entah apa yang ia kerjakan lama Yuna bertahan dalam ruangan itu ,satu jam berlalu Yuna kembali ke ruangan nya dengan membawa laptop dan sebuah berkas .


" Dia benar -benar terlewat polos cenderung bodoh,pantas saja Mamy Erna begitu sangat khawatir."


tidak lama setelah itu Ricki kembali ke ruangan nya bersama tamu investor nya.Yuna benar - benar tidak menampakan diri dihadapan tamu itu,hingga membuat si tamu keheranan.


" Kemana Sekretaris pak ricki selama aku di sini dia tak nampak?


" Sibuk,banyak yang harus dia kerjakan.kenapa kau menanyakan nya?"


" Aku hanya penasaran saja ."


Ricki hanya tersenyum menanggapi.


Selang beberapa waktu tamu itu keluar dengan senyuman yang merekah di bibir nya .Ia berjalan penuh semangat tanpa ia sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan nya .


"tersenyum lah sayang selagi senyuman itu masih bisa kau pertahan kan ,kau memang licik tapi kau tidak terlalu pintar melawan ku,kali ini akan ku jamin kau membayar rasa sakit ku !"Yuna bergumam dengan tatapan sinis nya


Yuna menghampiri ruangan bosnya ia berjalan dengan cepat.Tanpa mengetuk pintu dia masuk ke ruangan itu .


" kenapa kau menandatangani nya?apakah tidak mendengar ku? apa kau tahu apa yang terjadi setelah kau menandatangani investasi ini?"


"kau terlalu banyak bicara dan terlalu ikut campur ."


" Terserah ,suatu saat kau akan mempercayaiku dan semoga tidak terlambat!"


"kalau bukan mamy Erna yang memintaku untuk melindungi mu,sungguh aku tak Sudi mencampuri urusan mu!"


Yuna terus bekerja sambil sesekali ia menghubungi seseorang melalui wfs di telinga nya dengan lincah tangan nya bermain di keyboard dan sesekali berbicara dengan seseorang di seberang sana dengan muka yang sangat serius.


" pasangkan semua nya sekarang di setiap sudut ,aku tidak mau kecolongan aku tidak ingin kalah cepat .!"


" Antarkan besok sebelum matahari terbit alamat akan saya kirim dan pastikan tak ada yang mengetahui nya!"


tut


Sambungan terputus ,Yuna mengerang frustasi ia menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi kebesaran nya.lalu ia menghembuskan nafas nya seraya memejamkan matanya .


"Aku sudah ingin hidup tenang namun takdir selalu ingin bermain dengan ku"Yuna bergumam dengan memejamkan matanya .


Ia melihat arloji di tangan nya matanya terbelalak karena ini sudah menunjukan pukul sepuluh malam.sepi sudah pasti memang ruangan ini sangat sepi,ia terlalu asik bekerja hingga ia melupakan satu hal ya Ricki .


" Apakah dia sudah pulang ?"

__ADS_1


kalau dia pulang tanpa ku setidak nya sudah ada yang menjaganya.yuna membereskan berkas-berkas nya dan membawa tas kecil miliknya .


Namun ketika ia beranjak berdiri tiba -tiba ruangan gelap ,lampu ruangan lantai 12 mati total sudah bisa di pastikan lift pun mati,tidak mungkin ia menunggu lift nya menyala mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama,dengan terpaksa ia menuju tangga darurat ia menyalakan senter di ponselnya.


Yuna akan berlalu namun langkahnya terhenti saat ia mendengar derap langkah dari belakang , wanita lain mungkin akan takut .namun,berbeda dengan Yuna ia tetap bersikap santai seseorang itu menepuk pundak Yuna namun naas Yuna memegang tangan nya dan memelintir dan membanting hingga seseorang itu terjatuh dan mengerang kesakitan .


...****************...


intermesso lah ya biar ga oleng.


Kesukaan mama Mertua


Tiap hari seorang calon menantu ,selalu memasak masakan untuk calon mama mertuanya.


Adek : Abang,hari ini aku bikinin semur jengkol dan pepes bekicot kesukaan mama"


Abang. : makasih dek,mama pasti suka "


adek. : selama ini mama selalu suka masakan ku kan ! apa ada yang mama tidak sukai?"


Abang : ada satu yang paling mama tidak sukai "


adek. : apa bang?" (dengan antusias)


Abang. : yang mama tidak sukai itu ya "kamu !"


adek. :zzzmmmzzzz


nyesek banget kan 🀭😭😭😭😭


🀣🀣


yaudah lah yah ,sekarang


ayo tinggalin jejak


like πŸ‘. : ga bikin jempol mu patah


comen. : ga bikin keyboard lepas dari tempatnya


vote. : g bikin kamu kismin🀭


tips dah pasti bikin author berbunga -bunga😍😍😍😘

__ADS_1


salam sayang dari Author


luv luv all😍😍


__ADS_2