
Edward mengajak keduanya ke meja makan. Namun, langkah Ricki terhenti saat melihat foto berukuran sangat besar terpajang rapi di ruang keluarga. Foto wanita dengan gaun pink yang elegan riasan yang natural dan cantik. Ricki menatap lekat wajah wanita dalam lukisan.
"Aku seperti pernah melihatnya," gumamnya.
Edward menyadari hal itu ia berbalik dan ikut menatap foto yang berukuran raksasa itu.
"Dialah istri ku, "Nona Ana," ucapnya.
"Saya dari tadi tak melihatnya, Tuan? tanya Ricki yang memang sudah sangat penasaran sedari tadi.
"kau pasti pernah mendengar nama
nona Anastasya endelson?" tanya Edward.
"Ahhh, Saya pernah mendengarnya," Ricki teringat sesuatu. "Ia, Mamy ku pernah bercerita, dia wanita yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis sangat jenius. Bukan kah dia sudah?" Ricki tidak melanjutkan ucapan nya.
"Semua orang berfikir istri ku telah tiada, karna kecelakaan itu. Tapi, aku sangat yakin dia tak sebodoh itu, meninggal dalam kecelakaan," Ana wanita yang jenius aku yakin itu, tidak mungkin dia tak mengetahui gerak gerik musuhnya. Namun, entah apa yang membuatnya tidak kembali pada ku?" ucapnya, terlihat mata Edward berkaca kaca.
"Seperti nya wajah istri anda mirip siapa yah?" Ricki masih memperhatikan.
"Apa kau, tak menyadari satu ha" tanya Edward.
"Entah lah," Ucap Ricki dengan mengangkat bahunya.
Edward menertawakan Ricki
"Istri ku sangat mirip dngan nona Yuna. Bahkan, aku berharap dia adalah Nona Ana ku!" tutur Edward.
Yuna membulatkan matanya dan tersenyum kikuk
"Aku hanya bercanda nona," ucapnya dengan senyum nya.
"Tidak, tidak, itu sangat tidak mungkin!" sergah Ricki. "Yang saya tahu, Nona Anastasya endelson adalah wanita yang anggun, cerdas dan berwibawa, tutur katanya sangat lembut dan dia sangat apik dengan cara bicaranya, dia wanita yang sempurna, sedang Yuna," ucapnya terhenti, dan menatap Yuna. " Cih, Dia sangat ceroboh!" ucap Ricki dengan sinis.
"Hemmmmm," Edward berdehem. "Itu di depan orang lain dan publik, di depanku dia sangat berbeda sangat berisik," tuturnya. "Lihat lah ke sana!" ucap Edward, dengan tangannya menunjuk ke dinding. Ricki melihat arah tangan Edward.
Ricki melihat ke ujung dinding terdapat dua foto seorang anak laki laki yang masih terlihat muda dan seorang gadis dengan senyum manisnya.
"Itu adalah istriku, di ambil saat dia kelas 3 SMA.
"Apa dia nona Anastasya?" tanya Ricki.
"Tentu saja, Aku hanya mengenal dua wanita dalam hidup ku, Mamyku dan istri ku," ucapnya kembali.
"Kalau di pikir- pikir tidak ada bedanya yah?" Ricki menatap Yuna dan tertawa.
"Tentu saja beda pa, dia adalah nona Anastasya sedangkan aku hanya butiran debu," ucap Yuna dengan tawanya.
Ricki menatap foto nona ana dengan lekat dan kembali menatap Yuna
memang sangat mirip bahkan tidak ada bedanya.hanya saja Yuna terlihat dewasa
jelas karna memang itu foto nona ana saat masih sangat muda.
kemudian , Ricki beralih pada sosok potret laki laki muda dengan rambut pirang mata biru,kulit putih dan tampan.
ia sangat meyakini itu adalah Edward saat masih muda.
"Itu adalah foto ku saat kelas 3 SMA juga,"
"Saya tak pernah suka memajang foto. Tapi, isteri ku yang memajangnya di rumah lama," Edward tersenyum getir, soal foto itu,
dulu, dia berkata pada ku.
flashback on
"Sayang, aku ingin sekali kita memajang foto sebelum kita menikah," seru Ana.
"Untuk apa? aku tidak mau foto mu di lihat orang lain!" sergah Edward.
__ADS_1
"Kita buat rumah khusus kita berdua, aku yang menjadi arsitek nya, kamu yang jadi kuli bangunan nya," hahahahah. Ana tertawa riang kala itu.
"Berani sekali, apa kau mau di hukum? Edward mulai mengelitiki pinggang calon istri nya.
"Aku mau kau hukum, setiap hari asalkan kau sudah menikahiku!"
"Kita akan menikah sebentar lagi sayang," ucap edward.
"Bagaimana?" tanyanya kembali.
"Baiklah, tapi aku mau fotoku yang paling tampan,"
"Tapi, foto mu tidak ada yang tampan!" sergah Ana sambil tertawa, terlihat raut bahagia di wajah mereka kala itu.
"Kalau begitu tidak usah!" tolak Edward.
"Kenapa kau menyebalkan sekali! hanya pajang foto saja!" sungut Ana
"Ayolah, apa kau tahu laki- laki kalau sudah menikah badannya akan gendut? kepalanya suka botak, aku ingin melihat perbedaan kau sebelum dan sesudah menikah denganku."
"Nanti kau simpan di sini yah, foto kamu dngan perut buncitmu seperti orang hamil," pinta sang gadis.yang di cintainya kala itu dengan tertawa. Edward berhenti bercerita matanya sudah basah, dia menunjuk tempat Ana waktu itu akan menyimpan fotonya.
Dia mengingat kenangannya bersama Ana.
sakit yang Edward rasakan bagai mana tidak ,edward bersama dengan Ana sejak umur 10 tahun tak pernah terpisahkan
Edward kembali berteriak
" Annaaaa "...
"tapi sampai sekarang,perut ku tidak gendut ana apa kau lihat,"???!!!!!
Edward berlutut memegangi foto Nona Ana.
Edward sudah tak terkendali dia berteriak teriak.
Edward kembali berteriak
" Anaaaaa ". ....
"kembali lah ana...." Edward memeluk foto Yuna dan berlutut dengan tangis nya.
Ricki dan Yuna sudah sangat bingung dengan keadaan ini ,Ricki ikut berjongkok dan mengusap bahu edward.namun , Edward tetap tak bergeming masih berteriak .
Bi molly mendengar edward berteriak langsung menghampiri
" mohon maaf Tuan ,Nona.Tuan edward memang sering seperti ini
saya akan mengambilkan obat penenang untuk Tuan agar dia bisa lebih baik.
Bi molly berbalik dan menjauh .namun,langkah nya terhenti.
" Tunggu..."!!
" kenapa nona ?? tanya bi molly
" biarkan saya coba memenagkan nya obat penenang sangat tidak baik kalo sering di konsumsi ."
" apa nona yakin ?? tanya Bi molly pada Yuna
Yuna hanya menganggukan kepala nya.
Bi molly berlalu dengan senyum merekah di bibirnya .
Yuna mencoba mendekati Edward,mengantikan Ricki mengusap bahunya edward yang masih berteriak .
perlahan Yuna myangengambil foto yang di
peluk edward dan memberikan nya pada Ricki.
Edward melirik menatap Yuna sendu
" Nona Ana pasti juga sangat merindukan mu,"Yuna berucap dengan senyum nya
Tidak di sangka Edward memeluk Yuna dengan sangat erat Ricki yang melihat itu entah kenapa hati nya terasa sesak .
__ADS_1
"Yuna apakah kau Anastasya ku??"
Yuna yang sedang di peluk Edward hanya menangis entah apa yang ia tangisi.
Yuna tidak membalas pelukan Edward.karna, bagaimana pun Ricki akan menjadi suaminya saat ini.
Yuna mencoba melepaskan pelukan Edward saat ia mulai tenag .
namun Edward berbisik
"kumohon,""
"tetap lah seperti ini aku hanya ingin menganggap mu istriku sebentar saja ."
" aku sangat merindukannya.."
Yuna hanya bisa menganggukan kepalanya .
Ricki pergi meninggalkan tempat itu entah kenapa dia benar benar merasa tidak nyaman ..
awal dari rasa penasaran nya malah menjadi bumerang buat nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
intermesso dulu yah😍😍😍
Pemuda: “Ustadz, mengapa saya tidak pernah menemukan jodoh saya? Mengapa saya belum berhasil mendapatkan seorang pacar sekalipun?”
Ustadz: “Gadis seperti apa yang kau inginkan?”
Pemuda: “Saya menginginkan gadis yang putih, cantik, tinggi, pintar, perhatian, dan mencintai saya.”
Ustadz: “Ohhh… kalau begitu kamu harus melaksanakan ajaran 3B. “B” yang pertama adalah “BERUSAHA”, apakah kamu sudah cukup berusaha?”
Pemuda: “Wah… yang namanya usaha tuh sudah saya lakukan dengan maksimal. Sudah sangat banyak tempat yang saya lalui demi mendapatkan gadis impian saya itu.”
Ustadz: “Kalau begitu kamu harus melaksanakan “B” yang kedua, yaitu “BERDOA” bila perlu berdoa dan berpuasa.”
Pemuda: “Pak Ustadz, setiap hari saya berdoa untuk hal ini, bahkan berpuasa Senin dan Kamis.”
Ustadz: “Wah, mungkin kamu harus melaksanakan ajaran “B” yang ketiga.”
Pemuda: “Apa itu, Pak?”
Ustadz: “BERCERMIN!”
salam ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤭
...****************...
mohon dukungan nya Kaka,😍
silahkan tinggalkan jejak
like👍👍👍
coment 😍😍😍
dan kalo ikhlas kasi vote
rate bintang 5 ka
klik favorit ka
buat tahu update terbaru ka😍😍
terimakasih telah mampir😍😍
my Love Love ku🤭😍
__ADS_1