Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Yuna yang aneh


__ADS_3

"Bagaimana menurut mu Yuna?"


"Menurut saya sangat bagus, Pak. Lokasinya


dari sini tidak jauh ke pulau dan dekat dengan pantai yang sering di kunjungi para wisata.


jadi sangat strategis, kalau di buat hotel di sini atau pun resort."


" heemmzz "


"Baik pak, saya sangat setuju dengan lokasi ini," ucap Ricki.


"Untuk selanjutnya, nanti akan di urus oleh direktur perhotelan saya, Pak." Ucap Ricki


"Baik, Mr. Terimakasih," ucapnya dengan senyum mengembang.


"Saya permisi," ucap Ricki.


"Pak..."


"hemmmm"


"Habis ini kita kosong, Pak."


"Lalu....?"


"Boleh kah saya ke pulau itu? Saya ingin menyelam, Pak."


"Memang kamu bisa berenang?" tanyanya meremehkan.


"Berantem ajah bisa, masa berenang gak bisa!" canda Yuna dengan tawanya.


Ricki mengerutkan dahinya.


"Hemmm, apa kau lupa?"


"Saya ingat, Pak. Saya sudah mempersiapkan semuanya untuk meeting nanti malam, Pak."


"Saya tidak mau kita membuang buang waktu untuk tender besar ini! Saya mau kamu mempelajari nya!" sentak Ricki.


"Kalau begitu, satu jam saja saya ingin menikmati udara di sini!" Yuna mengatupkan kedua tangannya.


Ricki menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Horeee....!" Yuna kegirangan, Yuna berjalan melepas sepatu hak tingginya dan menentengnya.


brukkk


Yuna menghempaskan pantatnya di pasir putih dan membuka blezernya dan menutup pahanya yang terbuka karna roknya yang di atas lutut. karna, kalau bertemu klien Yuna selalu berpakaian rapi meski di luar jam kerja, kecuali jamuan makan malam.


Ricki duduk di sebelah Yuna, memberikan dua buah es cream.


"Pilih yang mana?"


"Strawberrrry..." berucap dengan senyum yang mengambang.


Ricki dan Yuna menikmati sore dengan melihat anak-anak bermain pasir. Yuna melihat anak kecil dengan seksama yang sedang bermain dengan ayahnya. Entah apa yang ada d pikiran Yuna.


"Apa kau merindukan anakmu?" tanya ricki.


Yuna menoleh dan menganggukan kepalanya.


"Anak ku," gumamnya. Yuna menghembuskan nafas kasarnya.


"Kau tidak apa- apa?"

__ADS_1


"Heem..." Yuna menghujam kepalanya.


Terkadang, orang yang selalu ceria, biasanya menyimpan banyak duka," Ricki berucap.


Yuna hanya tersenyum dan ia menyandarkan kepalanya di bahu Ricki.


"Saya pinjam sebentar saja bahunya, Pak."


Yuna berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari laut yang luas, biru dan menenangkan. Namun, tak seindah hati Yuna saat ini.


"T****erkadang**, kita ingin berlari sejauh mungkin. Namun, jika takdir berkehendak lain apalah daya kita**.


"Rasanya saat ini saya ingin berlari. Namun, kenyataan mengharuskan ku bertahan."


"Bertahun - tahun aku bertahan tanpa melihat nya dengan rindu yang menyayat jiwa ku. Perih setiap detik ku rasakan.


Namun,


apakah saat ini semua pertahananku harus hancur.


Yuna menoleh pada Ricki di samping nya, setelah berucap. Ricki mengerutkan dahi dengan penuturan Yuna .


"Ku mohon berhentilah mencari tahu tentang saya," ucap Yuna.


"Maksudnya..?" tanya Ricky heran.


Yuna kembali menatap laut yang luas.


"Dengarkan saja!" sentak Yuna.


"Saya sedang belajar menjadi seorang yang puitis, huaaaaaa." kekeh Yuna dengan senyum getirnya.


"Kau, sudah gila!" sungut Ricki.


Yuna hanya tersenyum masam.


Yuna beranjak dari duduknya dan berlari ke tengah laut. Yuna berteriak.


Tuhan....


apakah aku salah lari dari semua ini?


Tuhan...


Aku hanya ingin hidup ku tenang


Tuhan.....


aku tidak ingin lari dari takdirmu.


Tapi, aku hanya mencoba melindungi apa yang ku miliki.


oh Tuhan... Yuna berteriak dengan tangisnya.


yuna menghempaskan Tubuhnya hingga Ia berlutut, ombak berdeburan menghempas tubuhnya. Namun, tak membuatnya berpindah, Ia terus menangis tersedu -sedu. Entah apa yang ada di pikirannya.


"Yuna...."


Yuna menghapus semua air matanya dan berbalik dan tersenyum.


"Lupakan apa yang sudah ku katakan dan ku lakukan! Ayo pulang!" ajak Yuna dengan senyumnya.


Ricki mengerutkan dahinya.


"Benar- benar wanita aneh, tadi dia berkata puitis. lalu berteriak -teriak seperti orang gila.

__ADS_1


dan sekarang dia kembali tersenyum," gumam Ricki dengan mengelengkan kepalanya.


"Baju mu basah, Yuna."


Yuna menoleh dan tersenyum.


" he'em.." ucapnya.


"Pakai lah, jasku biar kau tidak kedinginan!" serunya.


"Saya pernah merasakan dingin yang lebih dari ini, dengan tatapan kosongnya ke depan."


"Terserah, saya hanya tidak ingin kamu sakit, dan bolos bekerja!"


"Apa cuma hanya pekerjaan yang anda pikirkan?" tanya Yuna.


"Tentu saja!" sentak Ricki.


"Aku tahu kamu memiliki masalah yang besar Yuna. Tapi apa? Apakah kata- katanya tadi isi hatinya? kenapa dia berkata seperti itu padaku? saya benar-benar dibuat bingung oleh nya." Gumam Ricki.


'


'


'


'


'


'


''


'


'


**


intermesso dulu


salam ngakak ....😍😍🀭


Ayam : Gwe benci banget sama manusia.


Sapi : Lah, mang lo napa..yam??


Ayam : masa gue baru makan beras dikit aja, langsung diusir, sampe di lempar-lempar batu segala. Padahal mereka ampir tiap ari makan telur dan daging gwe. Sebel!!! benci bngt gwe sama yang namanya manusia.


Sapi : Emang lo doang yang benci???? Gwe lebih benci mereka dari siapapun!


Ayam : Emang lo kenapa.. pi?


Sapi : Coba elo bayangin, ampir tiap ari susu gue di elus-elus, dipencet-pencet, diremas-remas, tapi manusia durjana itu ga pernah nikahin gwe, boro-boro ngelamar… Sakiiiittt banget batin gwe , emangnya gw jab1ay.!!!!!


,


,


,


,


inget ya jangan

__ADS_1


lupa like dan coment nya😘😘😘


my love love ku 😘😘**


__ADS_2