
Ricki masuk ke dalam kamar, dia melihat sang istri sedang duduk di tepi ranjang dengan membelai rambut pirang Elizabeth. Pria itu berjalan menghampiri dan menepuk pundak Yuna, hingga perempuan itu bertanya, "Ada apa?"
"Cuci tangan dulu kalau mau pegang anak," serunya.
"Cih, aku kira penting," sungut Yuna.
"Ya penting lah, udah sana bersihkan diri dulu. Biar aku yang jagain Elizabeth."
"Gak usah dijaga, dia itu udah biasa tidur sendirian."
Yuna mengajak Ricki pergi untuk membersihkan diri. Rumah ini tak memiliki kamar mandi di dalam kamar, sehingga mereka harus ke belakang dan melewati kedua orang tua yang masih asyik menonton sepak bola.
"Na, rame nih. Nonton yuk," ajak ibunya.
__ADS_1
"Gak ah. Yuna dah waras," sahutnya dengan berlalu.
"Tuh bocah kalau ngomong kek kompor meleduk, ya."
"Semodel sama situ."
Memandang wajah sang putri yang begitu sangat cantik, Setelah membersihkan diri Yuna tidur meringkuk menghadap Elizabeth. Gadis cantik itu tidak menyadari kehadiran Yuna. Tidurnya sangat lelap karena lelah seharian bermain dan belajar.
"Aku buatin susu anget, minum dulu sana," seru Ricki dengan menyimpan segelas susu hangat di atas meja kecil. Yuna hanya mengangguk tapi tak beranjak.
"Jangan dipindahkan, kasian nanti bangun," seru Ricki.
"Terus kamu mau tidur dempet-dempetan sama aku, hah?"
__ADS_1
"Elah. Aku dah ngantuk banget. Gak Bakal ngapa-ngapain. Lagian kamu pengen banget aku apa-apain," cicit Ricki.
"Idih, siapa juga yang mau. Ogaaaah!"
Ricki tak menjawab, dia memejamkan mata. Yuna hanya bisa menghembuskan napas lelah, tidak bisa berkata-kata. Dia tidur membelakangi sang suami sehingga membuat Ricki kembali membuka suara.
"Gini nih, istri durhalek. Dosa tau tidur membelakangi suami," cicitnya.
"Gaya bicara dosa. Lebih dosa mana dengan orang yang salatnya setahun dua kali," sahut Yuna dan Ricki langsung melengos.
Yuna sangat sadar, bahwa yang dikatakan Yuna adalah kebenaran, Ricki salah hanya di kala Idul Fitri dan Adha saja. Namun baginya lebih mending dibandingkan sebelum bersama Yuna dia terakhir salat saat umur sepuluh tahun. Ricki tidur dengan memeluk pinggang Yuna yang membelakangi dia, perempuan itu tahu bahwa pria ini selalu memeluk guling sedang di tempat ini gak ada, sehingga dia rela manjadi pengganti guling s
kesayangan. Yuna merasakan hembusan napas yang menerpa tengkuk lehernya. Dari sana dia.bida menebak bahwa suaminya sudah tertidur. Perempuan ini berusaha untuk melepaskan pegangan tangan suaminya, tetapi itu sangat sulit. Semakin dia berusaha lepas pria itu mengeratkan pelukannya. Namun Yuna tak menyerah hingga akhirnya terbebas, dia beranjak dari tempat tidur dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin ada gelombang yang mengganggu waktu tidur anak dan suaminya saat dia bergerak.
__ADS_1
Perempuan berambut pirang itu berjalan meninggalkan kamar, akan berbicara dengan kedua orang tua tentang sesuatu hal yang penting, karena selain merindukan Elizabeth ada banyak hal yang harus dibicarakan dengan ayahnya.