
Yuna melihat itu terenyuh hati nya. Mana mungkin ia memarahi Ricki yang lancang saat ini. kejanggalan dalam hatinya pun terjawab. Namun, kejadian apa yang membuat Ricki hingga menjadi lelaki selemah ini. Pertanyaan itu terus mengusik pikiran Yuna.
Heemmm....
" Boleh kah aku bertanya, apa yang membuat mu bisa seperti ini? sebenernya trauma apa yang terjadi, barangkali aku bisa membantu mu. Aku berfikir kau bukan lah orang bodoh. Tapi, kenapa kau selalu bertindak bodoh." Ucap Yuna berbicara dengan nada melunak.
" Sebenarnya kau sedang memuji atau menghina ku hah..? sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat. Aku selalu memberi kesempatan pada setiap investor. Bukan berarti aku tidak tahu arah pembicaraan mereka. Tapi, kita hanya perlu bertingkah bodoh agar kita bisa mengetahui apa tujuan mereka. Aku juga tidak akan begitu saja terkecoh oleh mereka seperti Ayah ku. Tapi kau bertindak sangat cepat Yuna. Aku tidak menyalahkan mu karena kau memalsukan berkas itu bukan? Aku tahu kau akan melakukan ini Yuna. Kadang kita juga harus bertingkah konyol untuk melihat senyuman dan tawa yang kita rindukan dari seseorang.
Hanya saja kenyataannya aku kehilangan percaya diri ku lagi saat bertemu dengan mu. Aku bahkan tidak pernah bisa ilmu bela diri sedikitpun." Ucap Ricki panjang lebar.
" Kalau kau tahu arah pembicaraan Helena, kenapa kau menyetujui nya? itu sangat berbahaya kau tahu bukan? bukan kah kau tidak tahu tentang Tn. Erik?"
" kalau aku bertingkah lebih cepat dari mu, aku tidak akan mengetahui siapa sebenarnya kamu bukan? dari sini aku mengetahui bahwa kau adalah nona Anastasya. Aku tidak sebodoh itu Yuna, semenjak kejadian di Bandung dari mana kau mengetahui secara detail alamat kediaman tn.edward, seperti apa tatapan mu padanya aku memperhatikan hal itu, aku merasa ada yang tidak beres. Tapi, kau tidak akan menceritakan semuanya bukan? maka dari itu Helena menjadi umpan ku untuk membuktikan kecurigaan ku tentang identitas mu sebenarnya."
" Cara mu itu konyol. Bagaimana kalau kita terluka karena kecelakaan mobil itu hah...?"
Ck....
" Kau pikir di perusahaan tidak ada Cctv-nya. Aku tahu hal itu. Apa kau lupa siapa aku, aku pemilik perusahaan tentu akan ada orang ku yang akan mengawasi semuanya, hanya saja aku tidak suka seperti edward yang selalu di kawal dan memakai asisten pribadi untuk memenuhi kebutuhan pribadi nya. Aku adalah aku, aku tidak suka keramaian dan aku hanya ingin hidup seperti orang biasa. Aku sudah muak dengan semua pengawalan."
" Kalau tahu kau sudah merencanakan ini semua aku tidak akan menghubungi orang- orang ku kembali." Ucap Yuna dengan kekesalan nya.
" Jadi di sini siapa yang bodoh? dan terjebak ? " tanya Ricki dengan senyum mengejek.
" Diam lah, kau sungguh menyebalkan. Lalu apa kau juga berbohong tentang kau yang tidak bisa berkelahi?"
" His, siapa yang berbohong aku hanya menjebak bukan berbohong. Sayangnya itu memang benar, aku tidak bisa ilmu bela diri sedikit pun."
" Kenapa? tidak mungkin putra mahkota seperti mu tidak memiliki ilmu bela diri. Bukan kah itu menjadi hal yang pokok? satu hal lagi kenapa kau menghindari perkelahian dan muka mu nampak pucat saat melihat darah? itu yang aku perhatikan." Tanya Yuna kembali.
" Apa kau sudah tuli aku kan sudah bilang aku memiliki trauma. Aku tidak bisa melihat hal yang mengerikan karena mengingatkan ku pada kejadian naas di masa laluku." ucap Ricki dengan tatapan sendu.
" Apa aku boleh mengetahui nya?" tanya Yuna dengan duduk bersila menghadap Ricki.
" Kenapa kau ingin tahu kehidupan ku, apa untungnya bagimu? aku mau memberi tahu mu asalkan kamu juga menceritakan semua masa lalu mu." Ucap Ricki pada Yuna.
__ADS_1
" Baiklah, barangkali aku bisa membantu mu. Aku juga akan menceritakan semuanya tentang ku padamu. Ayolah aku sangat penasaran kenapa kau menjadi lelaki setengah- setengah." Ucap Yuna dengan antusias.
" Apa kau bilang. Aku setengah perempuan kau meragukan kejantanan ku sebagai seorang pria? kau lupa kau sekarang berada di kamar siapa? hoho...., hari ini kau akan mengetahui seberapa kuat aku sebagai seorang pria. Kau tahu, aku bisa saja membuat mu tidak bisa berjalan selama beberapa hari. Bagi ku pria tidak bisa di ukur dari seberapa kuat dia berkelahi tapi seberapa lama dia bertahan."
Ucap Ricki sembari mendekatkan diri nya pada Yuna, Yuna yang sedang bersila pun perlahan mundur hingga berada di tepian ranjang, Ia tidak mungkin mendorong Ricki karna tangan nya terluka, hentah kenapa tatapan mata Ricki membuat nya terpaku.
Saat ini mereka bertatapan Ricki terus mendekatkan diri nya Hingga posisinya hanya terhalang beberapa centi sajah, hampir saja hidung mereka beradu. Namun, teriakan Yuna membuat Ricki seketika menjauh.
Aaaaahhhhh, hentikan.....!!!!
" kenapa suara mu berisik sekali. Aku muak dengan mu, aku ini suami mu dan aku berhak atas mu." Ucap Ricki dengan duduk membelakangi Yuna.
" Maafkan aku, ingat lah misi kita di awal pernikahan, kau menikahi ku bukan kah karna ingin menemukan cinta masa kecil mu. Begitu pun aku, aku memiliki tujuan yang tak jauh beda dengan mu. Jangan sampai karna terbawa nafsu kita lupa akan tujuan awal kita. Sekarang ceritakan tentang trauma mu, mungkin aku bisa bantu. Kita lupakan soal kejantanan mu." Ucap Yuna dengan terkekeh.
" Jangan selelu memancingku, kalau tidak jangan salahkan jika aku khilaf." Ucap Ricki dengan mencolek dagu Yuna.
" his, menyebalkan." ucap Yuna denan mengerucutkan bibirnya.
" Aku akan menceritakan semua nya, sembari mengganti perban mu, kemari kan tangan mu sayang, aku tidak akan melakukan apapun." Ucap Ricki pada yuna dengan dengan dia jari membentuk hirup V dan mengedipkan sebelah matanya.
" Sudahlah, sini jangan banyak bicara sebelum perban mu penuh dengan darah."
" jadi, kenapa kau bisa trauma berat." Pertanyaan itu kembali lolos dari mulut Yuna.
Hemmmm,
" Baiklah, aku akan menceritakan semua nya padamu, jangan memotong pembicaraan ku! kau dengarkan saja."
Yuna hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Flashback on
" Dulu, aku tinggal bersama orang tua ku dengan sangat bahagia. Namun, Dady saat itu sedang meluncur kan produk terbaru di Italia. Sehingga, ia harus tinggal di sana untuk beberapa saat. Mommy tak pernah bisa jauh dari Dady dan saat itu juga tidak memungkinkan aku untuk ikut ke Italia karena kodisi tubuh ku sangat lemah. Akhirnya aku tinggal bersama kakek dan nenek ku, mereka orang yang cukup berpengaruh di Indonesia.
Saat itu perkembangan hotel dan mall masih di kuasai Ariando group.
__ADS_1
" Terus, terus selanjutnya bagaimana ? ucap Yuna dengan menopang kedua dagunya."
pletak....
" Au......., sakit. teganya. Kenapa kau menjitak kepala ku." Ucap Yuna dengan mengusap-ngusap kepalanya.
" Aku bilang dengarkan tidak usah bersuara, suaramu membuat ku kehilangan konsentrasi. Eumm, apa masih sakit ?" Ucap Ricki dengan nada yang lembut, Yuna tampak bersila dengan mengerucutkan bibirnya.
Ricki menatap tingkah laku Yuna dalam diam, siapa yang tidak akan tergoda dengan kecantikan Yuna.
" kenapa kau sungguh menggemaskan Yuna." Gumam Ricki dalam hati.
...Bersambung.......
Markonah : Eh, itu kata Ricki. Seorang laki- laki diukur dari seberapa lama dia bertahan🤔 maksudnya apa yah?" 🙄
Sarboah : Mana gw tahu, gw juga tahu dari aplikasi sebelah😂😂
Markonah. : Sebelah mana yah, kali ada persi lengkap nya gitu tanpa sensor🤤🤔
Sarboah. : itu emo kondisikan, di lap woeyy ngeces tuh🙄
Markonah. ; Bikin ke adegan Hot Hot pop Gitu yah, Otor ga asyik akh🏃🏃
Sarboah. : permen kali akh, Kalau pengen hot nungging Deket kompor sana😂😂💃😜
Maaf, blom sempat bikin imtermesso. Jejak ajh banyakin.
Di GC otor, akan ada even kuis seputar SEKRETARIS DADAKAN 😍
otor mau curhat,
ini view 4k tapi yang jejak ko dikit🤔 sisanya kemana yah? othor minta jejak like comen deh minimal, bantu jejek yah 🤭
Terimakasih, yang udah setia😍😍
__ADS_1