
Bandung, Indonesia.
Hotel Swiss Bandung.
Di tempat inilah Edward dan Helena melangsungkan pesta pertunangan. Senyuman merekah, pancaran kebahagiaan menghiasi wajah Helena. Gaun mewah berwarna gold membalut tubuhnya, ia mengenakan long dress yang memiliki belahan hingga pangkal paha.
Helena berjalan menyambut para tamu undangan dengan ramah. Namun, pandangannya terhenti saat melihat sosok wanita yang mengenakan Gaun Pesta lengan panjang mewah. Gaun prom seksi A-Line leher O, berwarna grey yang begitu sangat kontras dengan kulitnya yang putih.
"Anastasya." Bibirnya bergumam lirih. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, memastikan bahwa penglihatannya tidak sedang bermasalah. Setelah ia merasa yakin, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Ricki yang tepat berada di samping Yuna.
"Tn. Ricki." Matanya membulat sempurna seperti biji jengkol yang belum terbebas dari kulitnya.
"Bukankah Anastasya sudah mati? Siapa wanita ini?" Helena terus bertanya di dalam hati. Di waktu yang bersamaan Edward datang menyambut kedatangan Ricki.
"Tuan Ricki dan Nyonya Yuna." Edward menyapa dengan sangat ramah.
"Selamat ya," ujar Ricki dengan mengulurkan tangan. Edward menjabat tangan itu dan tersenyum simpul.
Yuna masih berdiri tidak bergeming, entah ia harus mengucapkan selamat atau sumpah serapah. Saat Yuna masih bergelut dengan pikirannya Helena datang menghampiri. ia tersenyum sinis melihat Yuna.
__ADS_1
"Selamat malam tuan," sapanya pada Ricki.
"Selamat malam."
"Selamat atas pertunangannya, Nona," seru Yuna. ia berusaha keras untuk tenang, menjaga nada suaranya agar tidak bergetar. Yuna mengulurkan tangannya, Helena mengabaikan tangan Yuna yang terangkat di udara, dengan pongah Helena bersidekap dan membuang wajah. Yuna kembali menarik tangannya dan tersenyum simpul. Ekspresi wajah Edward berubah ia menatap kesal ke arah Helena.
"Mereka tamuku, bersikap baiklah!" tegur Edward. Intonasi suaranya sedikit meninggi.
"Siapa wanita ini?" Helena mengacungkan jarinya di udara menunjuk Yuna.
"Jaga sikapmu, Helena!" Edward menurunkan tangan Helena yang terangkat di udara.
"Dia ini Nyonya Yuna. Istri dari Tn. Ricki," jelas Edward. Helena melirik ke arah Yuna sekilas, kemudian Ia kembali membuang wajahnya ke satu sisi. Edward semakin geram melihat tingkah Helena.
"Tuan Ricki, Nona Yuna. Silahkan anda menikmati pesta yang sederhana ini. Maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak bisa menemani anda," sesal Edward. Ricki mengangguk begitupun dengan Yuna.
Edward menarik tangan Helena dengan sangat kasar, ia membawa calon tunangannya ini jauh dari para tamu. Dengan sedikit dorongan Edward menghempaskan tubuh Helena ke kursi kayu. Hingga membuat Helena Meringis kesakitan.
"Kau sudah tidak sabar? Kenapa kasar sekali!" Helena menunjukan protesnya. Edward berdiri membelakangi Helena. "tapi aku suka dipaksa. Apa kau menginginkanku hari ini juga," cicit Helena penuh percaya diri. Ia bangkit dan berjalan mendekati Edward, kemudian dengan lancang memeluk tubuh Edward.
__ADS_1
Edward melepas kedua tangan Helena yang melingkar di perutnya. Ia menepis kedua tangan itu. Helena tercengang dengan sikap kasar Edward.
"Menjauhlah!" titah Edward dengan nada suara yang tinggi. Helena mundur dua langkah. Ia menyadari Edward sedang marah.
"Helena! Tidakkah kau berpikir. Sikapmu sangat kekanak-kanakan!" Edward berkata dengan memasukan kedua lengannya ke dalam saku celana dan membelakangi Helena.
"Kekanak-kanakan? Ck! Aku rasa aku pantas memperlakukan mereka seperti itu."
"Atas dasar apa kau berhak memperlakukan tamuku dengan tidak baik? Memangnya siapa dirimu, Helena?!"
"Aku ini calon tunanganmu dan harus kupastikan kau jauh dari wanita yang akan menggangu hubungan kita!"
"Tunangan? Apa kau pikir aku sudi menjalin hubungan denganmu? Jangan mimpi kamu, Helena!" Edward berbalik, menatap Helena dari atas ke bawah dan tersenyum sinis. "jika aku jadi kau, aku akan sangat malu!" Edward meninggalkan Helena begitu saja. Helena geram merasa diabaikan. Ia menghentakkan satu kaki sebelum akhirnya ia membuntuti Edward dengan bersungut-sungut."
****
Assalamu'alaikum, Maaf hiatusnya cukup lama. Tapi, sesuai janjiku. Aku akan selesaikan kisah ini. Tadinya otor mau lanjut di I'M Sorry My Hubby. Tapi, karena keterbatasan waktu. Aku lanjut sini aja🙈
Semua ini aku tulis hanya untuk memenuhi permintaan kalian, tidak ada harapan yang lebih. Semoga kalian terhibur.
__ADS_1
Terima gaji 😌 eh, maksudnya, terimakasih🤭