
pukul 5.00 pagi. Yuna sudah terbangun dan membersihkan kan diri setelah selesai ia melaksanakan sholat subuh dan Menganti pakaian dengan pakaian joging. Ia berlari kecil di pinggiran pantai. Udara sejuk dan dingin menyesap ke tubuh mungilnya.
Udara pagi sangat sejuk dengan angin yang lembut, menari nari memainkan rambut Yuna yang terikat tinggi. Beberapa anak rambut menghiasi wajah mungil Yuna yang mulus tanpa cacat.
Terlihat dari jauh seorang wanita parubaya, sedang duduk dengan memainkan benda persegi di tangannya.
Tiba- tiba,
Ada seorang laki- laki yang mengambil handphone yang d gengam nona itu.
"Tolongggggg..."
"Tolong..", teriak nya.
Yuna melihat laki-laki itu berlari ke arah nya. Segera ia menghalangi langkah laki laki itu dengan kakinya hingga tersungkur. Baku hantam pun terjadi, pukulan mendarat manis di pipi mulus Yuna. Ia tak tinggal diam ia kembali memukul wajah pria itu, dan menendang kelelakian pria itu.
"Maaf, tidak sengaja!"
"Opppss..." dengan menutup bibir dan tawanya.
Lalu mengunci tangan laki- laki itu dan mengambil handphone wanita parubaya tadi.
"Lo mau lanjut baku hantam sama gue?" tantang Yuna.
"Lo cewe cantik cantik gila!"
"Lo cowo ganteng -genteng copet!"
Pria itu mendengus kesal.
"Lepasin Gue, cewek sinting!"
"Diem Lo, mau gje hancurin alat reproduksi Lo, hah!" sentak Yuna
"Gila, Lo!"
"Berisik..!" sentak Yuna.
Yuna masih mengunci tangan laki laki itu dan menyeretnya ke ibu paru baya tadi.
"Ini, Buk." Yuna memberikan handphone ibu itu seraya berkata "Lain kali tolong hati hati- hati, di apain ini copetnya, Buk?"
"Cewek sinting, jangan bilang gue copet!"
"Heh, jadi copet jangan berisik ngapa, emang Lo copet, kan! Diemmm..!" Yuna menjitak kepala pria tadi .
"Songong banget nih Cewek Gila!"
"Bagaimana, kalau kita sunati ajah dia, Dek?" tanyanya.
"Setuju, tuh! Yuna tertawa semrik.
"Lepaskan!" pencuri itu mencoba melepaskan diri. "Saya belum kawin, Buk!"
"Lepasin ajh deh, kasihan dia!"
"Apa...,Buk? harusnya d penjara ajah sih, Buk!"
kaget Yuna.
"Tidak apa- apa, Dek. Kasihan pasti belom kawin," senyum ibu itu.
"Hah..." kaget Yuna
__ADS_1
"*Ada yang ke gini model copet sama yang d copet nya." gumam Yuna dalam hati*.
Yuna melepaskan kuncianya pada pria itu dan pria itu segera lari meninggalkan dua wanita itu.
"Permisi, Buk. Saya pamit," ucap Yuna.
"Iyah terimakasih, Dek."
"Sama- sama, Buk." Dengan senyum manisnya.
"Apa sebaiknya, kita sarapan bersama dulu," tanya ibuk itu.
"Maaf, Buk. Saya takut bos saya sudah bangun dan tidak mendapati saya, mungkin lain waktu."
"Assalamu'alaikum," pamit Yuna.
"Waalaikum salam..."
'
,
,
,
,
Tiba di hotel Yuna masih mendapati bosnya masih terlelap dari tidurnya. ia segera memesan sarapan pada pihak hotel untuk di antar ke kamarnya. Ia mengambil air hangat dari kamar mandi dan perlahan mengompres mukanya.
"Sial..!"
"Sekian lama, tidak mengunakan ilmu bela diri ku, sampe memar gini. "Untung lukanya tidak parah, masih bisa ku tahan tangan si brengsek itu! Tetap saja kena muka."
Yuna mengambil handuk dan pakaian gantinya, setelah beberapa saat pelayan hotel mengantarkan sarapan meraka.
45menit Yuna berada di kamar mandi untuk berendam, mendinginkan kepalanya yang sedikit pusing. karna kurang tidur dan rasa lelahnya yang telah bertarung melawan copet.
Yuna keluar kamar mandi dengan pakaian sudah rapi.
"Astaga..." Yuna menutup mulut nya,
karna keluar dari pintu, Ricki sudah berdiri di ambang pintu.
"Lama sekali kamu!" sentak Ricki.
20 menit Ricki keluar dari kamar mandi dengan muka yang lebih fress dengan menggosok- gosokkan rambutnya yang basah dan sudah mengenakan pakaian rapinya.
Sangat tampan dan sempurna, memang kaum wanita pasti banyak yang terpesona.
Tapi tidak buat yuna, dia masih cuek cuek ajh, fokus menatap laptopnya sambil memasukan potongan roti sandwich ke mulutnya.
"Semuanya sudah siap?" tanya Ricki.
"Heem..." jawab Yuna dengan mulut penuh dengan roti.
"Jadi cewe ga ada manis- manisnya!"
Ricki melihat bibir Yuna yang berantakan terkena potongan sandwich.
Ricki mengambil tisu dan mencoba untuk me
bersihkan mulut yuna namun di tangkis oleh yuna.
__ADS_1
"Maaf, Reflek."
"Huuhhhh..." Ricki mendengus dan melempar kan tisu pada Yuna.
"Bersihkan bibirmu, makan belepotan seperti anak kecil!"
Saat akan berbalik Ricki melihat luka lebam di muka Yuna,
"Hey, mukamu kenapa?" tanya Ricki
"Emmm, tadi ada kecelakaan kecil, Pak."
"Coba saya lihat!"
"Jangan, Pak!" Bukan muhrim! Hahaha."
"Memangnya, saya mau ngapain? Jaga dirimu baik-baik, saya tidak mau gara- gara mukamu yang lebam, saya di kira KDRT!"sentak Ricki dengan melemparkan salep pada yuna. "Pakai lah!" Yuna menagkap salep itu. "Kemarin saya pakai itu langsung sembuh!"
"*Memangnya saya istrinya apa? KDRT segala!" gumam Yuna*.
"Memang Bapak kenapa?" tanyanya.
"Pakai saja! jangan banyak bertanya!"
,
,
,
,
,
,
,
intermesso, dulu biar ga oleng,
cuma hiburan!
Pada suatu hari ada seorang wanita bugil yang naik becak. Tukang becak mengamatinya terus dengan pandangannya. Wanita itu meminta kepada tukang becak untuk tidak menatapnya terus-terusan karena dia merasa tidak nyaman.
Tukang becak pun akhirnya berkata bahwa ia penasaran dari mana wanita itu akan mengeluarkan uangnya nanti untuk membayar ongkos becak.
'
'
'
'
mohon dukungannya kakak 😍😍😍😍
like
Comen
vote
tips
__ADS_1