
Teriakan Jesica memecah keheningan, Ana sudah mengetahui penyebabnya. Berbeda dengan Mamy Erna, Ia terheran apa yang terjadi antara adik Kakak di lantai atas.
Gadis pembuat onar itu, berteriak kemudian tawanya membuat seisi rumah jadi terbangun, termasuk semut- semut yang masih bersarang, tawanya membuat sang burung seketika kabur terpencar menjauh dari pepohonan hingga lupa membawa bajunya.
Tawa yang nyaring disertai teriakan, membuat sang Mamy semakin terheran apa yang sebenarnya terjadi di lantai atas. Yuna hanya terkekeh pelan, sang Mamy pun bertanya pada menantu kesayangannya itu.
"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi pada suamimu?" ia bertanya penuh selidik. "Entahlah, apa Mamy tidak ingin mengeceknya?" tanya Yuna masih dengan terkekeh. "Atau tunggu aku, kita ke sana setelah aku rapihkan semua ini," ucapnya dengan tersenyum, namun sang Mamy pergi meninggalkan menantunya yang terus tertawa dengan menggelengkan kepala.
Entah kenapa Yuna benar- benar nyaman memiliki keluarga dan mertua sebaik Mamy Erna, berbeda dengan kehidupan pernikahannya dulu. Tapi, sayangnya Yuna masih sangat mencintai Edward sampai detik ini. Entah seperti apa kekecewaan sang mertua jika mengetahui pernikahan kontrak ini.
Sang Mamy berjalan menaiki anak tangga, dengan sedikit tergesa. Kaget bukan main saat melihat Ricki membekap mulut adik kesayangannya dengan sesekali menjitak si gadis pembuat onar itu.
Bukan hanya itu, tawanya pecah saat melihat Ricki berpenampilan seperti girls band papan atas Cherry Belle. Tidak ada tubuh yang mungil dan lucu dalam yang membalutnya. Namun wajahnya benar- benar dibuat seperti boneka barbie gagal operasi.
Rahang tegas terlihat halus, mulus seperti jalan tol. Bibir merah merona seperti habis makan cabe sekilo, alis yang terbentuk indah seperti sungai Amazon di lengkapi bulu mata Anti badai yang tahan air hujan.
Bukan cuma itu, rambutnya terkuncir rapi di atas seperti baling- baling Doraemon yang di per indah japit rambut hello Kitty berwarna pink. Mamy Erna dan Jesica tertawa tak henti. Ricki nampak geram ia terus berteriak memanggil nama istrinya.
Teriakan Ricki menembus seisi rumah, hampir meruntuhkan pertahanan kaca- kaca yang melekat indah. Yuna masih asik membereskan bekas makan siangnya. Bukan tak mendengar. Hanya saja, dia lebih menyukai Ricki yang terus mengomel seperti orang yang lagi kesurupan. Baginya, ini adalah hiburan tersendiri.
Beberapa kali Ricki berteriak, Yuna mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dengan senyuman terus menemani bibir mungilnya. Sesekali ia menutup telinganya, teriakan Ricki sungguh bisa merusak gendang telinganya.
Yuna mulai memegang daun pintu, hendak mendorongnya. Namun, langkahnya terhenti. Tatapannya menjurus pada Ricki yang terus mengomel tanpa henti. Sedang adik bungsu dan Mamynya tertawa tak henti dengan memegangi perutnya yang sesekali mengusap ujung matanya yang mulai berair.
"Astaga! Yuna!" teriaknya saat melihat Yuna yang berdiri dengan tersenyum mengejek.
"Yuna! Kau sudah gila! Kau meruntuhkan harga diriku!" teriaknya dengan nada bicara yang tinggi. Yuna berjalan dengan santainya seraya berkata, "Ada apa? Kenapa kau berisik sekali!" ledeknya.
"Kenapa kau masih bersikap santai, sedang suamimu sedang benar- benar di permukaan! Istri macam apa kau!" bentaknya. Yuna duduk dan mulai mengambil tisu basah, "Dari pada kau teriak, mending kau bersihkan mukamu, bodoh!" sentaknya.
Ibu mertuanya sudah tidak heran, dengan Yuna yang berbicara seperti itu pada suaminya. Baginya, yang terpenting mereka selalu bahagia tak peduli seperti apa cara mereka bahagia dan menunjukan kasih sayang mereka. Karena, dia memiliki keyakinan cinta datang karena terbiasa. hanya saja, terkadang kita terlambat menyadarinya.
"Bersihkan!" titah Ricki pada Yuna. "Ogah!" Yuna membuang mukanya, "Astaga! Yuna! Jangan membuatku kesal! Sungguh aku bisa gila memiliki istri sepertimu!" sentaknya.
__ADS_1
"Yang gila kan kamu, bukan aku!" ledeknya dengan terkekeh, suaminya menatap tajam Yuna, Yuna yang melihat itu segera mengambil tisu basah ditangan suaminya. Baru kali ini, Ricki terlihat begitu mengerikan.
Adik dan Maminya seketika berhenti tertawa.
Mereka sudah tahu, bagaimana Ricki saat benar- benar marah. Yuna mulai membersihkan satu persatu coretan yang mengotori wajah suaminya.
Sesekali suaminya mengumpat kesal, dan terus mengomel. Muka sangar yang ia tunjukan telah berubah menjadi muka yang kembali menjengkelkan.
"Bersihkan! Jangan ada yang tersisa! Sebagai seorang istri kau begitu sangat menyebalkan! harusnya kau, melindungi martabat suamimu, bukan membuatnya malu! Apa kau sudah kehilangan kewarasan mu!" Ia terus berceloteh, Yuna hanya meelirik sinis dengan menirukan gaya bicara suaminya.
"Berhentilah meledekku! Atau ku habisi bibirmu! ancamnya. Seketika sang adik dan maminya bertatapan dan menganggukkan kepala. "Jes, sepertinya Mamy akan segera menimang cucu," ucapnya dengan terkekeh, "Wah, itu artinya aku akan punya ponakan Mom?" tanyanya dengan meledek. "Tentu saja! sepertinya kita di sini mengganggu! Ayo pergi!" ajak sang Mamy dengan terkekeh. Namun, mereka tidak merubah posisinya.
Yuna dan Ricky saling bertatapan mereka menggelengkan kepala seraya berteriak, "Tidak!" dengan kompaknya mereka bersuara. Justru hal itu semakin membuat adik dan maminya gencar meledek mereka.
"Ya Tuhan, kalian so sweet. Mom, lihatlah! mereka sudah sangat kompak dalam hal apapun, bahkan demi kak Yuna kak Ricky mau bertingkah konyol." cicitnya dengan tersenyum bangga. "Iyah, Mami turut bahagia," jawabnya dengan terkekeh.
"Hey, Jes! Kakakmu ini sedang dianiaya oleh kakak iparmu! Kenapa, kau malah mendukungnya dan berfikir aku bahagia. Dia itu wanita yang sangat menyebalkan!"
"Kau yang menyebalkan!" sentak Yuna. "Kau!" Ricki menimpali. Mereka terus adu mulut hingga Yuna benar- benar geram. Ia melempar tisu yang di pegangnya. "Kau, bersihkan sendiri!" ucapnya sambil berlalu.
Yuna tidak menghiraukan ucapan sang adik ipar, dia berjalan mendahului gadis itu dengan menggandeng tangan mertuanya menuju ruang keluarga. Jesica masih setia meledek sang kakak dengan menjulurkan lidahnya. Ricki melempar jepit yang dipakainya pada Jesica dengan muka yang masih kesal.
Ricki dengan sabar membersihkan mukanya di kamar mandi. Sesekali dia menatap wajahnya ada kekesalan yang memuncak namun, samar ia tersenyum. Ia membayangkan betapa bahagianya Yuna saat melihat wajahnya yang seperti badut.
Ricki sangat merindukan senyum Yuna saat bersama sahabatnya. Tertawa lepas tanpa beban, pertemuannya dengan Edward perlahan merubah sosok Yuna. Hingga, sudah asing sekali Ricki melihat tawanya.
Ia tak pernah berharap lebih tentang Yuna, karena dia sadar cinta Yuna begitu besar pada Edward. Tapi, bisa bersamanya saja sudah cukup. Melihatnya saat ia terbangun dan saat ia akan tertidur bisa selalu memandang wajah cantik Yuna.
Meski ini salah, tapi Ricki tidak bisa membendung anugrah yang Tuhan titipan padanya. Dia rela selalu bertingkah konyol hanya untuk melihat tawa seorang wanita yang selalu mengganggu pikirannya akhir- akhir ini.
Janjinya pada seorang gadis kecil, mengharuskannya mengubur semua rasa yang mungkin salah.
......................
__ADS_1
Intermesso dulu kuy๐คญ๐๐๐คง
Aku selipkan pesan moral disini yah!!๐
Obrolan anak petani
Abah : "Udin, kenapa kamu tidak mau sekolah?"
Udin. : "Buat apa Abah, sekolah?"
Abah. ;"Biar pinter! Kalau dah pinter nanti korupsi. Tuh lihat, banyak yang masuk tv karna korupsi keren kan!"
Udin : "Si Abah keren juga masuk penjara, kata pak ustad dosa!"
Abah : "Kamu tidak mau jadi orang pintar, Udin?"
Udin : "Buat apa pintar! Kalau akhirnya merusak negara!"
Abah : "Terus kamu mau jadi apa? Kalau tidak sekolah?!"
Udin : "Jadi kuli tani wae kaya Abah, sudah banyak yang mau jadi dokter, lurah, guru, tapi tidak ada yang mau jadi kuli tani. Coba Abah pikir, siapa yang mau garap sawah kalau bukan kita? Yang kaya juga butuh kita yang miskin! Biar Udin miskin harta, tapi tidak miskin Akhlak.
Wkkww si Abah, tidak semua yang masuk Tv keren ๐๐๐๐คญ
Aku skip๐๐
pintar perlu yah ๐คญ๐คญ tapi dibarengi kebenaran.
Kali ini intermesso kisah nyata yah! sempat aku mendengar pas ada tugas. Banyak sekali yang tidak beruntung untuk bisa bersekolah.
Buat adik- adik yang baca novel Kaka yuli, yang masih sekolah๐๐semangat sayang, cari ilmu wajib.
Bantu jejak yah๐๐๐
__ADS_1
bantu share juga, biar aku samangat๐๐