
Malam semakin larut, hawa dingin sudah menyelimuti sekujur tubuh, langit sudah semakin gelap, nampak bintang bertaburan menghiasi kesunyian malam. Dedaunan masih bergoyang ke sana- ke mari di gerakan nakal nya angin malam.
Beberapa waktu lalu, James dan keluarga sela telah melakukan penerbangan menuju Los Angeles City. Yuna baru saja selesai berbincang dengan beberapa asisten rumah tangga kepercayaan nya.
Ia kembali mengenakan jaket nya dan ia mengganti sepatu hak tingginya dengan sepatu boots yang tak kalah stylish di mata kaum awam. Tapi, setiap inci yang melekat dalam tubuhnya saat ini semua memiliki fungsi.
" Kau harus menjelaskan semua ini Yuna? siapa kamu kenapa mereka menyangka kamu adalah Nona Ana?"
" Dari tadi kau masih belum bisa menebak, setelah semua yang kau lihat sangat mencolok matamu. Aku penasaran berapa IPK mu dulu? akan ku jelaskan pakai lah jaket dan celana ini, tidak perlu banyak bertanya seperti kakek tua." Ucap Yuna sinis.
Ricki tidak dapat bertanya apapun, Ia hanya bisa menuruti semua yang di ucapkan Yuna.
Yuna dan Ricki menuju parkiran mereka hendak meninggalkan kediaman Sela. Saat ini Ricki yang mengendarai mobil Yuna, di dalam mobil Yuna masih sibuk memasangkan Wfs di telinganya. Dari arah belakang sudah ada dua mobil hitam yang berada tepat di belakang yuna dan satu di depan.
Ricki tetaplah Ricki ia masih tetap tidak mempercayai siapa sebenarnya Yuna. Ia terus bertanya berkali- kali sekali pun Yuna tak menanggapi ocehan Ricki. Yuna sibuk dengan ponsel di tangannya dengan sesekali ia juga menjawab sambungan telpon yang ia dengar melalui Wfs di telinganya.
Ricki hendak menyalakan music di dalam mobil namun tangan nya di cegah oleh Yuna.
" Jangan pernah kau menyentuh satu tombol pun dalam mobil ini." Ucap Yuna tegas.
" Ada apa? dasar pelit baru punya mobil mewah sampai tidak boleh di sentuh. Memang kalau orang kismin baru punya mobil begitu yah." Ucap nya dengan senyum mengejek, Yuna hanya memutarkan bola matanya jengah.
" Terserah saja jika kau tidak mau mendengarkan ku. Jangan salahkan jika kau terluka."
" Memutar musik apa salahnya, kalau kau tidak mau terluka dengar kan music yang membuat mu bahagia jangan kau dengarkan musik galau seperti anak muda sajah kau." Ucap Ricki berkata penuh percaya diri. Yuna hanya melongo dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Entahlah, siapa di sini yang bodoh." Yuna berucap dengan sibuk memasukan sesuatu ke sisi sepatu boots nya entah apa.
Akhhhhh.......
terdengar suara Ricki yang menjerit kesakitan. Yuna yang sibuk berjongkok dengan sepatu boots nya pun menenggak kan kepalanya sontak kaget mendengar teriakan Ricki.
" Mobil macam apa ini hah...? apa kau sudah gila Yuna aku hanya ingin memutar musik kenapa yang keluar sederetan pisau kecil. Apa kau pemakan daging, kau sungguh mengerikan." Ricki berucap sambil bergidik ngeri.
" Aku memang pemakan daging." Ucap Yuna santai.
" Jadi kau Sumanti? Astaga."
" Hey, bodoh siapa Sumanti...?" tanya Yuna antusias.
" Lah, begitu saja kau tak tahu kau tahu seorang kanibal pemakan manusia itu kan Sumanto dan kau adalah Sumanti istrinya kan?" Ucap Ricki dengan tampang serius.
Yuna bukan nya marah malah tertawa terpingkal- pingkal.
" Hey bodoh..., kau mengerti apa yang kau ucapkan jika aku adalah istrinya si Sumanto berarti kau adalah Sumanto si pemakan manusia seperti perkataan mu." Yuna berbicara dengan tawanya.
" Lah kenapa berbalik ke gue." Tanya nya polos.
" Apakah kau lupa aku adalah istrimu, jadi jelas kau Sumanto, Haaaaaa." Yuna masih tertawa dengan kebodohan Ricki.
" Padahal jelas- jelas kau yang mengoleksi pisau, kenapa jadi saya yang jadi kanibal. Ada yang aneh dengan semua ini, tapi jika di pikir- pikir kalau kau adalah Sumanti istri si Sumanto memang benar aku Sumanto karna aku suami mu." Ucap nya dengan mengacak- ngacak rambut nya.
Hahahaha
Yuna masih tertawa tak henti- hentinya melihat kebodohan dan tingkah Ricki. Ricki menatap Yuna dengan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman yang tak nampak oleh siapapun seraya dia berucap dalam hati nya.
" Aku rela, jika aku harus terlihat bodoh di depan mu. Asalkan aku bisa melihat tawa mu kembali seperti dulu Yuna." Ucap Ricki dalam hati.
__ADS_1
" Kenapa kau terus tertawa seperti orang gila. Yuna?"
" Aku hanya tidak habis pikir orang bodoh seperti mu bisa memimpin perusahaan, Hahahaha." Tawa Yuna semakin menjadi, namun tawanya seketika hilang saat ia mendengar suara ledakan pistol.
Dooor......
Suara ledakan itu kembali terdengar, Yuna melihat ke spion ternyata mobil anak buah nya di hadang oleh sekawanan orang asing bertubuh tinggi yang memakai pakaian serba hitam karena sudah sangat larut malam ia tidak bisa melihat dengan jelas. Yuna baru menyadari Wfs nya terlepas dari telinganya dan beberapa panggilan telpon tidak terangkat oleh nya.
Ia kembali memasangkan Wfs ke telinganya. Ia memakai kaca mata dan jaket nya kembali.
Yuna masih terlihat santai namun berbeda dengan Ricki. Ricki tampak panik, keringat dingin mengucur di pelipisnya.
" Kau, jangan takut lajukan mobil dengan kecepatan tinggi, Jika terjadi sesuatu tetaplah di dalam mobil." Ucap Yuna pada Ricki.
" Bagaimana dengan mu Yuna, bahkan saat ini James tidak ada di sini dan anak buah mu sudah entah di mana."
" Tenanglah, kau tidak usah takut." Yuna berucap sembari menghubungi seseorang.
" Nona, di depan sudah ada juga yang menghadang kami bagaimana keadaan Nona sebaiknya Nona segera melarikan diri ke arah Hutan." ucap seseorang dari seberang sana.
" Kau urus sajah dan selamatkan diri kalian. Aku bisa menjaga diriku sendiri, bantu aku untuk mengecoh nya.
" Ada apa." Tanya Ricki.
" kita dalam keadaan sulit untung nya sisa dua mobil anak buah James, satu mobil di depan dan satu di belakang masih tersisa untuk membantu ku mengecoh para penjahat itu."
" kenapa banyak sekali musuh mu." Ucap Ricki.
" Dia mengincar nyawamu bukan nyawaku, jangan banyak bertanya segera lajukan mobil ke arah hutan di pertigaan kita berpencar. Ucap Yuna.
" karena mobil ini berfungsi dengan baik di tempat sepi. Jangan banyak bertanya otak mu tidak akan pernah sampai. Lakukan saja." Ucap Yuna dengan sedikit menahan kekesalan nya.
Ricki terus melajukan mobil nya ke dalam hutan ia harus hati-hati karena ini sudah hampir tengah malam dan sangat minim pencahayaan. Ricki hendak bertanya namun mulut nya seketika terdiam, saat Yuna menekan tombol dan mobil ini memiliki lampu khusus untuk menerangi jalan.
Sulit di percaya. Namun, inilah kenyataan kehidupan Yuna yang terbiasa dengan hal- hal di luar nalar pemikiran manusia biasa.
Tiga buah mobil masih berusaha mengejar mobil yang di kendarai Ricki.
" Kau jangan pernah bertanya dan heran dengan apa yang akan kau lihat, Simpan semua pertanyaan mu." Ucap Yuna pada Ricki.
Yuna mulai memainnkan tombol- tombol dalam mobil miliknya sambil sesekali melihat layar kecil dalam mobilnya yang menampakan mobil - mobil yang berada tepat di belakang nya yang adalah musuhnya.
Satu tombol telah meluluhlantahkan mobil di belakang nya, suara ledakan terdengar sangat nyaring.
Ricki hendak bertanya, namun ia urungkan karena teringat apa yang di katakan Yuna padanya. Yuna masih fokus melihat bidikan melalui layar di hadapan nya, ia kembali menyerang kali ini mengenai salah satu ban mobil musuhnya, ketika kedua musuh nya itu keluar dari mobilnya. Yuna membuka atap mobil nya dan menembak kedua musuh nya tepat mengenai jantung nya secara bergantian ia menembak mengenakan pistol yang di berikan James padaku, Pistol tanpa suara namun mematikan hingga tidak akan ada yang menyadarinya.
Tanpa Yuna sadari mobil yang di tumpangi nya telah di hadang oleh mobil lain. Terpaksa ia harus keluar untuk menghadapi musuhnya.
" Diam lah, apapun yang terjadi jangan pernah keluar mobil, aku bisa mengatasi dua bandit itu." Ucap Yuna sebelum membuka mobilnya.
Saat Yuna keluar ia terlah di sambut dua pria bertubuh tinggi besar, satu berambut gondrong dan satu lagi berambut cepak, wajah yang menyeramkan dan tubuh yang besar tak sedikit pun membuat nyalinya ciut.
Yuna menghajar secara bergantian, namun salah satu laki- laki berambut gondrong mulai mengunci tangan Yuna sehingga tidak bisa bergerak dengan mencoba melecehkan Yuna.
" Ternyata, secantik ini bodyguard Tn. Ricki Ariando, lebih baik kita bersenang- senang dulu sayang." Ucap laki- laki beramabut cepak dengan sesekali mengelus pipi Yuna.
" Dengan siapa kau bekerja dan di mana bos mu." Ucap Yuna sinis.
__ADS_1
" Tidak perlu kau berteriak- teriak Nona manis mari kita bersenang senang," ucapnya seraya berbisik di telinga yuna sembari memainkan rambut Yuna.
Ricki yang melihat itu kesal dan ia lupa akan perintah Yuna untuk tetap di dalam mobil seumur hidup nya Ricki memang tak pernah berada dalam bahaya seperti saat ini. Namun, harga dirinya sebagai lelaki di pertaruhkan saat ini.
Ricki keluar memukul laki-laki berambut cepak itu, pukulan nya sama sekali tidak merubah posisi penjahat itu.
Ck
Yuna berdecak.
laki- laki itu mengeluarkan pisau kecil dari sakunya untuk menyerang Ricki. Yuna yang melihat itu dengan cepat menendang kejantanan milik laki- laki yang menguncinya, hingga terlepas dan seketika menembak laki- laki itu dalam hitungan detik satu nyawa lagi telah melayang.
Laki- laki berambut cepak itu, hendak mengayunkan tangan nya untuk menyerang Ricki dengan pisaunya. Namun, Yuna menghalanginya hingga pisau itu mengenai lengan Yuna, darah segar mengalir dari tangan Yuna dengan cepat menendang laki- laki itu untuk menjauh dari Ricki dengan sepatu bootsnya, entah apa yang tertanam dsri sepatu Yuna darah segarengalir dsri pelipis musuh nya karena terkena tendangan yuna, dengan cepat Yuna menembak laki laki itu hingga terbunuh.
Ricki yang melihat darah segar terus mengalir di tangan Yuna, seketika wajah nya pucat. Entah apa yang terjadi pada masa lalu Ricki sehingga ia begitu sangat lemah menjadi seorang laki- laki.
...Bersambung.........
...**...
intermesso ga yah ๐คญ
intermesso ajh biar g tegang.
Selingkuh
Cewe : " Hebat yah kamu bisa selingkuhan aku."
cowok : " Justru hebatan kamu lah ayaaang, bisa tahu aku selingkuh."
Cewek : " Ahhhhh, kamu bisa ajah."
cowok :" Love you baby."
cewek. : " love you to honey."
ane gagal paham, ini siapa yang Oneng๐๐๐คง๐คง๐คฃ๐คฃ
Masuk GC otor pake alesan yah๐
kenapa sih yah gaya pake alesan segala๐
Mohon maaf, biar keren dikit ke olang-olang๐ค๐ค๐๐
1.Siapa nama sahabat Yuna/ Ana yang di kirim ke L.A?๐ค
jawaban nya buat alasan masuk GC.
ya udah lah yah, sekarang jekakin ๐คง๐คง
biar otor senag, serah jejakin apa ajh
Terimakasih, yang sudah dukung Othor ๐๐ jangan lupa bahagia dan selalu tersenyum tapi jangan di pinggir jalan kau tertawa, tar di sangka gile๐คญ๐คญ
Luv luv all๐๐
Salam sayang ๐
__ADS_1