
Perjalanan ke rumah Edward tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan Ricky dan juga Yuna. Ternyata rencana mereka juga sudah bisa ditebak. Namun kali ini dia tidak ingin kalah. yu ***** juga suaminya berhasil mengelabui musuh dan sebentar lagi mereka akan sampai di kediaman rumah Edward yang berada di Bandung.
Dering ponsel berbunyi membuat Yuna terperanjat. dia melihat nomor yang tidak dikenal menghubungi, segera diangkat dan ternyata itu adalah dari Helena.
"Kau akan menemui Edward dan mengatakan bahwa anak yang berada dalam cengkramanku adalah putrinya?" tanpa basa-basi Helena langsung bisa menebak isi pikiran Yuna.
"Silahkan saja kau katakan kepada Edward tapi jangan harap nyawa anak kecil yang berada di tanganku selamat," ancam Helena.
"Dasar sialan! tidak puaskah kau telah mengambil suamiku? Sekarang ketahuan anakku!"
Helena tertawa dan itu membuat Yuna sangat muak. "Aku bisa menjamin keselamatan putrimu tapi kau juga mematuhi semua aturan. oh Jangan lupakan Sheila juga sudah berada dalam cengkramanku!"
"Baik aku tidak akan mengatakannya kepada Edward tapi sekarang katakan di mana kau sembunyikan anak dan sahabatku?"
"Kau jangan takut. Mereka akan baik-baik saja aku pikir mereka sangat betah di tempat ini."
"Sebenarnya apa maumu, Helena? aku ingin kita ketemu," pinta Yuna.
"Helena. jangan lupakan bahwa aku masih memiliki banyak orang yang berpihak, jadi bisa saja aku menemukan kalian dan melakukan serangan balik. sebelum itu terjadi sebaiknya kita melakukan kesepakatan."
__ADS_1
"Jika kau melakukan itu dan berpikir akan berhasil, kenapa harus melakukan kesepakatan?"
"Aku sudah lelah bertarung. lagi pulang bukan kakak sudah mendapatkan Edward?"
"Rupanya kau memangku kalah."
"Ya bisa dibilang seperti itu.
"Ternyata seorang Anastasia kini bisa ditaklukkan oleh kucing kecil seperti Helena. Benar, tanpa kakekmu kamu tidak bisa melakukan apa-apa," ejek Helena.
Yuna menghafalkan satu tangan dia benar-benar sangat kesal dengan ocehan mantan sahabatnya itu. namun dia harus benar-benar bisa santai dan bersabar karena tidak bisa melakukan tindakan ceroboh seperti kemarin.
Tina harus bisa membujuk perempuan itu agar bisa berteman dan tentu saja, Dia memiliki rencana terselubung. Ricki meminta istrinya itu untuk menjauhkan ponsel, kemudian dia berbisik di telinga Yuna. sejenak perempuan itu membolak mendengar ide gila yang disarankan oleh suaminya tetapi jika dipikir lagi itu adalah satu-satunya kesempatan.
.
"Aku memiliki tawaran yang sangat bagus untukmu Helena."
"jitka kau menawarkan Edward itu suatu hal yang sangat tidak menguntungkan karena tanpa kau serahkan dia memang sudah menjadi milikku sekarang," jawab Helena pindah.
__ADS_1
"Kau ambil saja dia lagi pula aku sudah memiliki suami yang lebih baik darinya. ah dia bukan apa-apa lagi bagiku," dustanya.
"Sungguh? Kenapa mendengar itu aku jadi tidak tertarik ya semua semakin tidak menantang lagi."
"Terserah. hanya saja aku ingin mengajak bekerja sama. Aliando Group mah bekerja sama denganmu."
"Kau ingin menjebakku dengan sebuah iming-iming? Maaf aku tidak akan pernah terkecoh!"
"Terserah' saja jika kau memang menginginkan kerja sama bersama Aliando Group aku bisa menunggumu di sebuah Cafe dulu tempat kita pernah bertemu," jelas Yuna. dia menutup panggilan dan melemparkan ponsel itu ke belakang, beruntung tepat mengenai kursi sehingga tidak membuat ponsel itu rusak.
Yuna kembali memastikan kepada suaminya apakah ide ini akan berhasil atau semakin membuat mereka terjebak. namun dia itu mengatakan Dia memiliki rencana lain, tetapi dia juga membutuhkan James dan Android namun dia tidak ingin menggunakan orang-orang dari pihak James karena yakin ada mata-mata dan pria yang tidak setia. mereka tidak akan memiliki waktu banyak untuk menyelidiki siapa penghianat itu. Yuna hanya pasangan dan setuju dengan ide gila suaminya.
"Apa kita akan tetap menemui Edward?" tanya Ricki.
"Tidak! kita tidak perlu bertemu dengannya karena itu sangat membahayakan Elizabeth sebaiknya kita putar arah dan pulang."
"Ke rumah aku?"
"Tidak aku akan mengajakmu ke mamson."
__ADS_1