
Matahari masih enggan menunjukan sinarnya, hawa sejuk dan dingin masih menyelimuti sepertiga malam, Yuna mulai mengerjapkan matanya. Hal yang biasa bagi dia untuk terbangun tepat jam 03 .00 pagi
Yuna mulai mengucek matanya dan tersenyum tatkala dia tersadar bahwa dia berada di atas kasur bersama putrinya, Ia mencium pipi gembul anaknya dan mengecupnya, lalu ia pergi ke kamar mandi dan segera melaksanan ibadahnya di sepertiga malam.
Setelah selesai, Yuna berjalan dan berhenti di meja belajar melihat buku latihan dan sepucuk surat konyol dari adiknya.
Hey, *************!
Lo bikin soal banyak banget nih, udah gue kerjain kak, sebelum Lo pergi kerja, Lo periksa deh tuh! kalo ada yang salah, jangan salahin gue! Itu berarti, Lo bege tidak bisa ngajarin gue yang kelewat jenius!
Salam sayang, dari adik tertampan.
Yuna yang membaca surat itu mengerutkan dahinya.
"Ada yah, adik yang songongnya kelewatan!"
Namun Yuna, menarik sudut bibirnya membentuk senyuman. Yuna mulai memeriksa satu persatu soal yang ia berikan.
"Hem, lumayan juga tuh bocah, udah oke semua, gue pastiin nilainya sempurna pas ulangan."
Setelah selesai, Yuna mulai memangku laptopnya dan mulai memeriksa semua laporan. Yuna mengerutkan dahinya saat mendapati salah satu email yang masuk.
"Kau, mau bermain -main dengan ku? kita lihat sejauh mana kau berani melangkah!" gumam nya dengan tersenyum semrik.
Setelah selesai, Yuna mulai membersihkan diri dan menuju dapur untuk membuat sarapan, sambil menunggu adzan subuh.
Tepat pukul 5.00 pagi Yuna sudah memanaskan motornya, dia ke kamar untuk melihat lexsa dan mengambil tas kerjanya.
Yuna berpamitan dengan kedua orang tuanya.
"Arya kemana buk?"
"Masih tidur semalam dia tidur larut sekali"
Yuna hanya menganggukan kepalanya dan berpamitan untuk berangkat.
ย
ย
ย
Yuna melajukan motornya dengan pelan dan sampai di kantor pukul 07 .20 pagi, Yuna menaiki lift untuk menuju ke ruangannya.
Sampai di sana Yuna mulai sibuk dengan pekerjaan nya.
tring..
notifikasi dari group somplak
Arin _ Gue BT nih, hangout akh dah lama nih kita ga jalan
yuna_. Yah
Tiba Tiba..
"Halo, tunangan ku tersayang," Yuna mendongakkan kepalanya dan seketika meletakan hp yang dipegangnya dan menutup mulut calon suaminya tersebut dengan kedua tangannya. Ia melihat ke kanan dan ke kiri lalu menghembuskan nafas kasar nya.
"Pak, sudah tak waras yah?"
"Hey, tenang sajah bodoh! disini tidak ada orang."
"Malam jalan Yuk, gue mau ke clab tidak ada Andra dan Joe gue sendirian," ajaknya.
"Sory, udah ada janji! ucap Yuna.
"Pergi jalan sama siapa Lo? Lo jangan macam macam yah, sebentar lagi kita nikah, Lo jngan bikin keluarga gue malu!" sentaknya.
"Gue bakal tetap pergi ke clab sendirian, kalau Lo ga mau ikut!" tegasnya.
"Terserah," ucap Yuna masa bodo.
__ADS_1
Yuna mendorong tubuh Ricki untuk
keluar ruangannya.
"Hey ...!" Ricki terus berteriak. Namun, Yuna sudah mengunci ruangan kerjanya.
Ck
Ricki berdecak
"Sekretaris gila!" umpatnya.
tring ...
bunyi notifikasi dari handphone Yuna,
gang somplak
Arin _ sory baru bales, gue sibuk tadi, ayo! gue pengen ke club, hhhaaa.
Rina_ Lo gila ngajak Yuna clubing?
Arin _ gw kangen senggol -sengolan sama cowo ganteng ๐คญ๐คญ
Yuna _ Yang lain dah, gue ga bisa minum
โน๏ธ
Rina _ jangan di tangepin, Si Arin tuh otaknya agak geser ๐
Yuna _" gue sih, nongkrong di kafe juga oke.
Arin _ Eh polos banget sih, di sana juga ada soda kali, Ayollaaahhh...!
Rina _ gue sih oke ajh, gimana Yuna?
Arin _ gue lagi suntuk banget nih. Bokap gue sudah berulah lagi! males gue๐ญ๐ญ
Rina _ yah kalo Lo ada masalah solat dong ๐
kalo kalian ga pada mau anterin. Gue berangkat sendiri!
yuna_oke, jm 9 malam
Yuna menyimpan benda persegi itu, tanpa memperdulikan lagi yang di bicarakan di group. "Dua manusia yang menyusahkan!" gumamnya.
...----------------...
...----------------...
Waktu sudah menunjukan pukul 21.00.
Yuna sudah berada di sebuah taksi bersama kedua sahabatnya. Yuna masih terdiam karenaz dia sangat malas untuk hal semacam ini. Arin membuka percakapan.
"Gue, kesel banget sama bokap gue! kemarin dia bawa jal*ng ke rumah," ucapnya dengan nada sendu.
Yuna melirik Arin
"Nyokap Lo ada?" tanya Yuna.
"Nyokap gue kan kerja. Adik gue kan butuh biaya untuk pengobatan dan sepulang kerja dia harus ke rumah sakit jagain adik gue. Tiap hari gue sakit dengar desahan jal*ng itu di kamar!" Arin mulai menangis.
"Lo pindah ajah ke kosan gue," ucap Rina
dengan memeluk Arin
"Kalo gue pindah bokap makin leluasa mukulin nyokap gue!"
"Dari dulu bokap Lo ga berubah kesel banget gue!" Rina menimpali.
Yuna masih menatap Arin dengan tatapan sendu.
__ADS_1
"Siapa nama bokap Lo?" tanya Yuna
kini tatapannya berubah tajam.
Arin paham dengan ucapan Yuna. karna, dia tau apa yang akan di lakukan pada ayahnya.
"Jangan! biarin saja, gue tidak bisa bayangin kalo bokap gue Lo bikin babak belur dan masuk penjara, nyokap gue pasti nangis nangis."
"Gue cuma sedikit kesel ajh dengar dan kadang lihat bokap gue ana ene sama tuh jal*ng, gue juga kan wanita normal, hhha- haha." Arin tertawa sendu.
Arin harus bisa mencairkan suasana. karena, dia sudah lihat tangan Yuna yang mengepal.
mereka tahu Yuna sangat berbahaya kalo dia marah apalagi berhubungan dengan sahabat nya.
Yuna hanya menghembuskan nafas kasarnya.
"Adik lo sakit apa?" tanya Yuna.
"Adik gue sakit kanker, dari dulu dia memang sakit-sakitan, sebelum bokap bangkrut semua tidak seperti ini. Tapi, semenjak bangkrut bokap malah semakin menggila."
"Gue tanya siapa bokap Lo? dan apa nama perusahaan bokap Lo?" tanya Yuna.
"Sekarang nama perusahaan bokap di ganti jadi ERK group," ucap Arin. "Itu pun kata bokap gue!"
" Apaaaa!" Yuna membulatkan matanya.
"kenapa Lo kenal?" tanya Rina.
"Eng-ga sih," Yuna menjawab dengan terbata di hiasi senyuman yang terlihat kaku.
"Lo tenag ajh, gue bakal bantu Lo dengan cara gw! ucap Yuna.
"Gaya Lo! mentang- mentang jadi sekertaris gaya Lo selangit!" ledek Arin.
"Gue bantu doa maksudnya, haaha." Yuna tertawa mencoba menutupi sesuatu.
ย
Mereka sudah sampai di club' terbesar di ibu kota. Yuna bukanlah orang yang suci karena pekerjaannya memang kadang melakukan pertemuan di tempat ini. Tapi, dia juga bukan wanita yang hobi mampir untuk clubing.
Berbeda dengan Arini, dia memang sering ke club malam tapi itu dulu. Semenjak ayahnya bangkrut. Dia jadi bekerja dan bertemu dengan kedua sahabatnya, dia sedikit berubah. Namun, berbeda akhir akhir ini.
Mereka sudah masuk ke dalam. Yuna memang sudah tak nyaman dengan mencium bau alkohol.
...Bersambung...
intermesso dulu kita ๐คญ๐คญ
Tadi waktu di dalam pesawat disapa bapak-bapak yang duduk di samping:
Bapak-bapak: Mau ke mana, dek?
Aku: Surabaya, Pak
Bapak-Bapak: Laah, saama tujuan kita yaa
Aku: Loh lahyaa, iya kan kita satu pesawat, Pak.
ada yang model begini๐คญ salam ngakak ka๐คฃ
๐ธ๐ธ
hallo Kaka ,salam manis dari Author
mohon tinggalin jejak
Like ๐
comen๐
vote. ๐๐
__ADS_1
tingalin jejak dan beri tip buat Author,pasti bahagia banget ๐๐
terimakasih telah bersedia berkunjung ke karya ku ,semoga bisa menghibur Kaka Kaka semua nya .my Love love ku๐๐๐