
" Ia berkata pada ku bahwa hadir ku adalah musibah baginya. Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi. Sampai pada akhirnya kebenaran itu terungkap siapa dia sebenarnya."
" Saat itu aku hampir kehilangan nyawaku, tubuhku mengigil, aku masih berusia enam tahun kala itu. Wanita itu selau berkata berulang kali bahwa aku adalah musibah baginya, aku tak pernah mengerti apapun. Yang aku tahu pipi ku sudah sangat perih karena sayatan pisau dan terkena air mata ku, kepala ku pun sudah berat."
" Tangan ku masih di cengkram nya, sambil dia berteriak- teriak kesetanan. Tapi, karna teriakan nya itu pengawal jadi tahu kejadian itu. Wanita itu seperti kesetanan dia menarik tubuh ku ke tepi jendela dan akan melemparkan ku, Aku masih ingat malam mengerikan itu seorang pengawal yang paling Deket dengan ku dia memaksa merebut ku dan mendorong tubuh ku pada satu pengawal lainnya. Namun naas, Ia di dorong dan jatuh dari lantai empat kamar ku, aku sudah di peluk oleh pengasuh ku sedari kecil. Dia yang kau kenal Bi Ami. Wanita gila itu di sekap di ruang bawah tanah semenjak kejadian itu. Wanita itu ternyata depresi yang berat dan ayahku membawanya ke rumah sakit jiwa. Entah apa yang terjadi ayah ku kehilangan jejak wanita itu. Karena, ia melarikan diri."
" Aku melihat, paman EL yang menyelamatkan ku telah meninggal dengan mengenaskan, aku sudah tidak ingin mengigat rupa nya kala itu yang sangat mengerikan karena terbentur batu. Wanita itu juga selalu memberiku sebuah pil, yang dia katakan vitamin. Tapi, ternyata karna obat itu aku selelu merasa lemah dan sesak. Entah obat apa aku sudah tidak ingat."
" Lalu, siapa wanita itu ? maaf kau tak perlu mencium ku. Aku sungguh penasaran tentang wanita yang menginginkan nyawamu?" ucapnya dengan penuh penasaran.
" kau, sangat ingin sekali di cium oleh ku, karena memotong pembicaraan. Aku akan melanjutkan, hukuman nya nanti sekalian saja biar aku bisa menikmati nya, " ucap nya dengan kekehan.
" Ayah ku yang mengungkap tentang siapa wanita itu. Selama ini dia menyamar agar bisa masuk keluarga ku. Orang tua ku tidak curiga, karna dia sangat mahir berakting. Dia adalah mantan kekasih Ayah ku, dulu ayah ku pernah berjanji akan menikahinya. Namun, kedua orang tuanya tidak merestuinya. Tidak banyak yang ku ketahui, hanya saja dulu yang ku tahu ayah ku menikahi ibuku karna di jodohkan."
" Setelah menikah pun, ayahku masih berhubungan dengan wanita gila itu, untung saja ibu ku orang baik, dan sabar. Aku mendengar dari ibuku bahwa ayah ku berniat menceraikan ibuku dan menikahi wanita itu."
" Namun, karena ke isengan Nenek ku yang memberikan green tea yang di beri obat. Sehingga mereka pun melakukan itu dan lahirlah aku," Aku mengetahui cerita itu dari nenek ku, ia terlihat bahagia saat menceritakan tentang kejahilan nya sehingga aku hadir sampai detik ini."
"Saat kecil, aku masih samar ingat aku di bawa lari oleh seorang wanita cantik ke dalam mobil aku di bawa ke hutan olehnya, ia ingin melempar ku ke jurang namun Ayah menembak tangan nya dan mengambil ku dari tangan nya. Dari kejadian itu Ayah ku murka dan membenci wanita itu. Maka dari itu dia menganggap ku sebagai musibah bagi cinta mereka."
" Dari kejadian itu aku selalu merasa ketakutan, namun masih bisa di kendalikan Karena aku selalu di dampingi Dr. Phisilogis. banyak hal yang mengerikan dalam hidup ku."
" Yang membuat ku selalu dihantui, adalah ketika aku pulang sekolah, saat ini aku berusia 10th. Hari berat itu terjadi ketika orang tua ku berada di italia, seperti yang diceritakan padamu mereka baru saja memulai bisnis di sana. Aku terheran kedua pengawal ku dan pengasuh ku membawa ku berkeliling di Taman kota setelah mereka mendapat telpon. Aku masih berfikir bahwa akan ada kejutan di hari ulang tahun ku, meski begitu entah kenapa hati ku gelisah."
__ADS_1
" Siang itu tepatnya pukul satu, Aku kembali ke rumah. Itu pun aku memaksa untuk pulang. Surprise yang ku dapat kan di hari kelahiran ku adalah rumah yang berantakan. Darah segar mengalir dari setiap tubuh dan kepala penjaga rumah ku, Aku melihat semua itu lutut ku merasa Lemas dan sempat tidak bisa di gerakan dalam beberapa saat."
" Aku teringat sesuatu, seketika aku bangun dan mencari kakek dan nenek ku. Aku tak menemukan mereka di kamar nya. pikiran ku sudah kacau saat itu, bagai mana tidak beberapa pengawal mati dengan mengenaskan. Rumah ku sudah seperti tempat pembantaian kala itu, Aku sudah tak mengingat apapun kala itu, karena yang ku ingat aku sudah tidak memiliki tenaga dan pandangan ku kabur."
" Ketika aku membuka mata, aku sangat bahagia. Di sana aku bisa melihat kedua kakek dan nenek ku tersenyum manis, aku masih bisa merasakan belaian tangan kakek ku dan kecupan hangat nenek ku di kening ku, mereka selalu melakukan itu saat aku hendak tidur, meski aku sulit bertemu orang tua ku namun aku tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari mereka."
" Mereka seperti mantra yang ajaib, selemah apapun tubuh ku jika berada di sisi mereka aku bisa menjadi kuat. Senyum mereka masih tersimpan indah di ingatan ku."
" Apa yang terjadi pada mereka? kenapa kau nampak sedih?" Yuna bertanya dengan menatap lekat mata Ricki yang hampir ber air.
" Ketika itu nenek dan kakek ku masih di kamar ku, aku masih tertawa dengan dongeng yang di bacakan kakek ku dan aku masih tertidur di paha nenek ku dengan merasakan belaian halus tangannya."
"Terdengar suara bising di lantai dasar, suara tembakan sangat nyaring terdengar, seseorang menggedor pintu kamar ku. Aku di sembunyikan nenek ku di dalam lemari seraya ia berkata dengan lirih."
" Teriakan seseorang membuat ku bergetar, aku masih ingat dia mencari ku dengan membawa senjata di tangan nya. Kakek dan nenek ku masih bungkam aku bisa melihat dengan jelas karena aku membuka tirai jendela kamarku."
" Para pengawal sudah tidak berdaya, mereka hanya orang yang sudah tua, aku ingin sekali berlari menghampiri mereka sungguh aku tidak tega melihat nenek ku terus di hajar dan di pukuli, begitu pun dengan kakek ku. Namun, mereka masih bungkam dengan keberadaan ku. Ketika aku akan keluar menghampiri mereka ada satu tangan yang menarik ku."
...Bersambung.........
Intermesso dlu lah, aku ko tegang yahπ€π
Supir Yang Gak Bisa Move onπ€
__ADS_1
Kisah ini berasal dari supir taksi beserta penumpangnya. Saat itu penumpang ingin menanyakan sesuatu makanya ia menepuk punggung sang sopir. Hal ini menyebabkan supir kaget dan hampir mengalami kecelakaan yang sagat fatal. Setelah itu ia berhenti sejenak dan menenangkan diri.
Sang penumpang pun akhirnya minta maaf karena telah membuatnya kaget. Hal ini dikarenakan sebelum menjadi sopir taksi ia menjadi sopir jenazah selama 30 tahun sehingga seolah β olah ia sedang membawa jenazah. Sopir itu masih belum bisa move on.
π€π€πππ
Dah yah sekarang bantu jejekπππ
like
comen
vote π€
tips π
Dan bantu share juga ya kaππ
Ucpaan Terimakasih,
Saya sangat berterima kasih pada semua pembaca SEKDA, karya perdana ku ya g banyak sekali kekurangan.
Terimakasih, untuk yang sudah dukung aku, dan karya receh ku. Sungguh tak bisa membalas kebaikan kalianπ€§ semoga Alloh membalasnya.
__ADS_1
salam sayang,ππππ