
hari yang melelahkan sudah berakhir .Yuna masih berada di rumah nya,karena ia berniat untuk pulang besok pagi,langsung berangkat ke kantor.yuna masih di kamar bersama adik dan anak nya
sedang kan lexsa sudah terlelap dengan manisnya memeluk boneka kesayanganya.
"Kak ...."
"Heem "
"Apa serius kau akan menikah?" tanyanya.
"Entahlah, gue juga bingung ," Yuna berbicara masih dengan memangku laptop nya.
"Bagaimana pun gue tahu ka pasti Lo masih belum melupakannya dan apakah sekarang kau sudah bodoh? kali ini rencana apa lagi yang ada di otak mu kak? Gue tidak mau kejadian dulu terulang!" tegas Arya.
"Justru, gue lakuin ini karna gue gak mau kejadian dulu terulang!" tegas Yuna.
"Tapi, gue gak mau Lo dalam bahaya, Kak! Gue cuma ada Lo, Kak." Arya memegang tangan yuna. Yuna menutup layar laptopnya dan menyimpannya di meja kerjanya.
"Gue baik- baik ajh, Dek. Lo jagain lexsa, Ibuk dan papah, Yah! setelah rencana gue berjalan. gue ga akan balik ke rumah ini dulu!"
"Selalu begitu, Kak. Kenapa hidup Lo ga hidup normal ajh sih kak?" tanyanya.
"Gue juga maunya gitu, tapi pas gue lihat kesedihan dia, gue gak bisa biarin dia kenapa kenapa," jelas Yuna.
"Kenapa Lo masih peduli pada keluarga itu ka? apa secinta itu kah, Lo? Apa Lo ga sakit hati, atas perbuatannya pada Lo, kak!" sentak Arya.
"Gue sudah terlanjur janji pada kakek, Dek. Kakak gak yakin kalo dia sengaja, mungkin ada yang menjebaknya," Yuna mengusap pucuk kepala adiknya dengan senyumnya. "Kau tenag saja, kaka akan baik baik saja! Gimana sekolah mu?" Yuna mulai mengalihkan pembicaraan.
Arya menghembuskan nafas kasarnya mengerti kakaknya sudah tak ingin membahasnya.
"kebetulan, bantuin gue Kak! Besok ada ulangan fisika. Gue gak mungkinkan kalah sama anak cewe itu lagi!"
"Lo kalah sama anak cewe? ternyata gue baru tahu kalo gua punya adik bege," ledek Yuna dengan terkekeh.
"Apa gue pacarin ajh yah, Kak? Arya menopang kedua tangannya di dagu
"Nah, abis itu gue bikin dia sakit hati. Kalau patah hati kan bisa gampang gua kalahin dia," Arya tertawa.
"Otak Lo pacaran Mulu! Lo yang bucin baru nyaho loh," sentak Yuna dengan menoyor adiknya.
"Gila ajh gue suka sama tuh cewe, Kak.
Dia itu yah, ngebosenin! Setiap hari cuma baca buku. Gue aneh sama otak Lo, Kak? Gue lihat Lo ga banyak baca buku. Tapi kenapa otak Lo bisa encer gitu yah?" tanyanya.
"Apaan! Menurut Lo gue ga baca buku, gitu? Lo kira gw bisa kaya gini instan! Ya kali, gyr dapat gratisan otak ada isinya dari Tuhan!
Lo lihat gue pas di rumah, kan? Makanya gue santai. Itu ceritanya gur lagi liburan, bisa jantungan Lo kalo lihat gue dulu belajar hampir 24 jam," jelasnya. "Tidak ada yang instan di dunia ini Arya."
"La, gue kira Lo dapat bonus otak yang ada isinya dari orok," ledeknya dengan terkekeh.
"Iialan Lo!" Yuna menoyor kepala adiknya.
" Gue kangen kaya gini, Kak. Ngobrol banyak bareng Lo. Tapi, dari kecil hidup Lo udah setingan!" Arya menatap kakaknya dengan tatapan sendu. "Hidup Lo miris amat, Kak."
"Emang, gue artis setingan! Korban sinetron lo, dek." Yuna terkekeh. "Sudahlah, mana yang Lo ga paham jangan kebanyakan cingcong Lo!" sentak Yuna.
__ADS_1
Yuna dan Arya sibuk membahas soal-soal yang belum di kuasai Arya. Meski sesekali Yuna selalu memarahi Arya yang tidak langsung paham. Yuna terus mengajarkan adiknya yang sudah duduk di kelas 2 SMA dengan sesekali memukul kepala sang adik karena kesal. Namun, Arya jangankan marah dia terus tertawa karena baginya hal seperti ini sangat langka dan ia rindukan.
Baginya Yuna adalah wanita istimewa setelah ibunya, meski saat bertemu mereka selalu adu mulut.
"Sakit tahu, Kak . Lo jahat banget sih!
Mukulin gue. Lo tahu Ga? Tangan Lo itu melebihi kuli bangunan, lo cewe tapi kaya petinju," gerutu Arya.
"Berisik lo! Gitu ajh ngeluh. Lo harus tambah jadwal latihan karate, jadi cowo letoy banget."
"Padahal, gue di sekolah udah paling jago bela diri tapi di depan kka gw selalu kalah. Sebenarnya Kak Yuna makan apa sih?"
gumam arya.
"Hey, melamun ajh Lo," Yuna menyenggol tangan Arya. "Lo baru sadar, yah? Lo punya kakak, yang keceh basai kaya gue!" Yuna berucap dengan menaikan kedua alisnya.
"Najis!" Arya membuang muka nya, Yuna hanya terkekeh.
"Entah, sampai kapan? Gue harus jauh dari orsng- orang yang gue sayangi," Yuna bergumam dengan menatap sang buah hati.
"Kak, tolong di periksa?" pintanya. "Oke! Sudah."
"Hey, Kak. Lo periksa cuma sekilas? Lo periksa ga sih?" tanyanya. Orang gue udah periksa, lagian Lo ngerjain gini ajh lama banget!" ejeknya.
"Gue ajarin cara cepat. Perhatikan! gue cuma ajarin satu kali."
Yuna mulai mengajarkan cara mengerjakan secara cepat pada Arya. Karna memang dia dulu belajar di sekolah umum tapi itu semua hanya formalitas saja, sesungguhnya Yuna belajar ilmu bisnis dan semua pelajaran dari guru ahlinya.
"Lo dapat cara ini dari mana, kak?" tanyanya. "Kalau gue bilang, gue belajar dari guru fisika terbaik dunia. Kau percaya, dek?" tanyanya.
"Gue kan, tidak tahu masa kecil lu, Kak. Yang gue tahu, lu Kaka gue yang harus banyak belajar! Yah, itu pun kata papah," jelasnya.
"Ekh, Lo Kaka kandung gue, kan? tanyanya.
"Ya, Iyalah. Tapi, tidak boleh ada yang tahu, sebelum kerjaan Kaka selesai, kau mengerti!" tegasnya.
Arya tahu kka nya menyimpan banyak Rahasia. Tapi, orangtuanya selalu melarang menanyakan alasa nya pada Yuna. Kehidupan Yuna memanglah tidak mudah, Meski ia berlari ingin menjauh dan hidup normal itu sangatlah tidak mungkin. Karena, ia harus tetap menyelesaikan semuanya.
Yuna menyerahkan banyak soal pada Arya berupa latihan soal.
"Banyak sekali!" protesnya. "Pakai cara yang gue ajarin, barusan! Tapi, kalo uraian kamu pakai cara yang gurumu kasih! Cara ku cukup kau pakai untuk pilihan ganda, kau mengerti?!" jelasnya. "Kerjakan sekarang! Nanti gue cek."
Arya sangat bersemangat mengerjakan latihan soal dari kka nya, semenjak belajar dengan kka nya .Sekarang dia akui bahwa mengerjakan soal serumit apapun jadi menyenangkan.
Arya fokus mengerjakan tanpa ia sadari Kaka nya sudah tertidur di meja belajar dengan menumpu kedua tangan nya di kepala.
"kak, kau pasti sangat lelah. Seandainya Kaka masih ada, kita pasti bisa belajar dan bercanda bertiga. Arya membenarkan anak rambut kakaknya. Kak, aku selalu berharap kau bukan Kaka kandungku, tapi jelas itu tak mungkin aku terlalu mengagumimu. Semoga nanti aku bisa mendapatkan wanita seperti mu."
Arya memangku Kakanya ke tempat tidur dan menyelimutinya.
"Selamat malam, Kak."
Sebelum pergi Arya merapihkan meja kerja Kakanya dan menaruh buku latihannya dan sepucuk surat untuk Kakanya.
__ADS_1
****************
intermesso dulu 😘
Ada seorang peternak kerbau yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor Kerbau.
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya.
“Setiap hari, kerbau ini bapak beri makan apa?”
“Oh saya beri makan rumput-rumput saja.” Jawab Peternak.
“Kalau begitu bapak saya denda karena telah memberi makan kerbau ini secara tidak
layak” kata si petugas. “Bapak saya denda 500 ribu”. Lanjut si petugas.
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal
yang sama kepada si peternak.
“Bapak beri makan apa kerbau ini.??” Kata si petugas .
“Saya beri makan keju, hamburger, & susu.” Suhut si peternak.
“Kalau begitu bapak saya denda 1 juta rupiah karena memberi makan diluar batas
sewajarnya…!!” Kata si petugas.
Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menanyakan hal sama kepada si
peternak.
“Bapak beri makan apa kerbau ini..??” tanya si petugas.
Akhirnya karena takut didenda lagi si peternak menjawab.
"Begini pak, setiap hari semua kerbau ini saya beri uang masing-masing lima ribu rupiah, terserah mereka mau makan di mana….!!!!”.
salam ngakak 🤣🤣🤣🤣
silahkan tinggalkan jejak
like 👍
coment 😍
vote 😍😍😍😍😍🤭
biar Author nya semangat 🤩🤩
semoga selalu menghibur
terimakasih telah mampir
salam manis dari author 😘😉
__ADS_1
my love love 😍