Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Rumit


__ADS_3

"Begitu saja kamu gak bisa?" Erik melempar berkas tepat mengenai wajah Helena.


"Ricki itu bodoh, kenapa tidak bisa bekerja sama. Bukankah dulu dia sudah setuju?"


"Iya tapi mendadak membatalkan. Aku rasa itu karena sekertaris dia."


"Sekertaris?"


"Ya. Perempuan yang mirip dengan Anastasia."


Eric diam sejenak, dia menatap tajam Helena. kemudian dia berjalan mendekatinya dan mencengkram wajah gadis itu. "Jika dia menjadi penghalang, habisi dia! Bisa saja dia bukan hanya mirip tapi memang itu Ana."


Helena merasakan sakit di rahang, karena pria itu terus mencengkram kasar rahangnya. Helena tidak bisa berkata apa-apa, karena bibirnya sulit sekali digerakan karena cengkraman tangan Erik begitu kuat. Helena meringis, menahan sakit. Pria itu melepaskan cengkramannya.


"Aku tidak bisa membunuhnya, karena dia bukanlah Ana."


Plak!


Tamparan keras mendarat di wajah gadis itu, Helena mendesis merasakan perih. Jemarinya menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. Erik benar-benar geram, karena Helena gagal melakukan tugas.


"Bagaimana kau yakin bahwa itu bukan Ana."


Helena pun menceritakan rentetan peristiwa di pesta pertunangannya. Dia meyakini bahwa itu bukan Anastasia, karena memiliki karakter yang berbeda dan yang sangat meyakinkan bahwa Anastasia adalah orang yang tidak pernah bisa menyanyi berbeda dengan Yuna yang bisa bermain alat musik dengan baik. Erik berdecak, dia berjalan dan duduk di kursi kebesaran.

__ADS_1


"Jadi hanya dengan seperti itu kamu yakin dia bukan Anastasia?" tanya Erik. Helena mengangguk.


"Bodoh! Itu semua tidak menjadi jaminan. sekarang logikanya begini, Jika dia bukan Anastasia untuk apa dia melarang Ricky untuk bekerja sama dengan kita sedangkan keuntungan yang kita berikan cukup banyak. coba kamu bikin ke arah sana jangan mengetes dengan cara yang simpel itu," berang Erik.


Helena terdiam dia benar-benar seperti orang yang bodoh langsung mempercayai karena hal itu. Ucapan Erick membuka pikirannya.


"Sekarang, pergilah! Cari tahu dan selidiki asal usul perempuan itu. Jika ada yang janggal segera kamu laporkan padaku, paham!"


Helena mengangguk patuh, akan tetapi dia masih dia mematung di tempat itu sampai pada akhirnya membentaknya agar segera meninggalkan ruangannya. pria itu juga mengatakan kepada Helena untuk kembali berusaha mengambil alih dan menguasai perusahaan Ariando Group. Helena ingin sekali membantah tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menurut dan melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Erik.


Mulai dari sekarang Helena meningkatkan pengawasannya terhadap Yuna, dia juga meminta detektif kepercayaan untuk mencari tahu siapa perempuan itu latar belakangnya dan tempat ia tinggal. kali ini dia tidak ingin bertingkah gegabah.


***


"Napa lagi sih? Murung terus, masih mikirin Edward?" tebak Ricki. Yuna menggeleng lemah.


"Lalu kenapa?"


"Aku kangen banget sama Elizabeth."


"Bukannya tadi udah VC ya?"


"Justru karena itu. rasanya aku nggak tega banget lihat dia nangis pengen ketemu."

__ADS_1


"Ya udah hari Minggu kita ke rumah kamu aja temenin Elizabeth kasihan juga kamu udah lama nggak jengukin dia kan."


"Aku mau tapi takut orang-orang Erik mematahiku dan menemukan keberadaan mereka. sudah cukup dulu mereka menderita, bahkan Andre saja dikabarkan mati dan beruntung mami yang menyelamatkan dia kalau nggak kami mungkin tidak akan pernah bisa bertemu lagi."


"Kenapa kamu masih mempertahankan Edward kalau tahu akan sesulit ini."


"karena aku sangat mencintai dia. dia adalah segala-galanya buatku dan aku juga sudah bertekad akan merampasnya dari Helena."


Sorot mata Yuna kembali berubah tajam dan menakutkan padahal tadi sangat terlihat sendu, setiap menyebut nama Helena emosinya selalu meluap-luap. Ricki tidak bisa berkata banyak karena apapun yang disarankan jarang sekali diterima oleh istrinya itu, Dia memiliki pemikiran sendiri dengan perhitungan yang sangat matang sedangkan Ricky sadar bahwa dirinya melakukan sesuatu sesuai keinginan dan mengutamakan apa kata hati.


"Kalau kamu emang rindu sama Elizabeth aku sarankan temui dia. jika memang di siang hari tidak aman maka kita akan menemuinya di malam hari."


"Meski begitu aku sangat tidak yakin."


"Bukannya kamu sudah memberikan pengawasan terbaik untuk keluargamu?"


"Semua itu tidak menjamin. rasanya aku benar-benar trauma apalagi di masa lalu ayahku pernah mengalami kecelakaan yang begitu berat, kami harus merubah identitas semua dia juga melakukan operasi plastik di wajah tetapi wajah ibuku tetap sama seperti dulu. aku takut mereka mengenali dari dia."


"Sebaiknya kamu tidur jangan terlalu berpikir keras nanti sakit. kalau emang mau menemui Elizabeth bilang aja nanti aku temenin," ucap Ricki.


"Sekarang kamu minum susu hangat ini." Ricki menyodorkan susu coklat hangat.


Yuna menyadari bahwa selama ini Ricky selalu ada untuknya, bahkan dia sangat pengertian dan baik meskipun terkadang selalu bersikap menyebalkan. Akan tetapi selama ini dia partner yang cukup baik dan pengertian. terlebih Dia sangat menyayangi Elizabeth dan gadis itu sangat akrab dengannya. Yuna tidak yakin Elizabeth akan menerima Edward sebagai ayah kandungnya kelak jika dia kembali bersama, karena selama ini yang dia tahu Riki adalah ayahnya. sebelum kehadiran Edward dan juga Helena datang ke Indonesia kehidupan mereka baik-baik saja, bahkan Ricky sangat sering mengajak Elizabeth jalan-jalan ke taman bermain.

__ADS_1


__ADS_2