Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Kebenaran Identitas Andre


__ADS_3

Kecemburuan masih saja tersisa di hati Ricki. Meskipun Andre sudah tidak ada, pria itu masih saja tidak menyapa sang istri. Hingga makan malam, dia masih diam.


"Mau makan apa?" tanya Yuna saat dia sudah selesai mengambil nasi untuk suami, akan mengambilkan teman nasi.


"Terserah," jawab Ricki ketus.


"Kasih aja sate terasi," celetuk Jesica dengan menguapkan nasi ke dalam mulut. Dia tampak acuh tak acuh.


Ricki tidak menjawab, membuat Yuna bingung sendiri. Dia mengambil semur jengkol yang sangat disukai pria itu ke dalam piring. Ricki mendelik sinis seraya berucap.


"Perasaan orang kaya itu makanannya steak, kenapa ini semur jengkol," sungut Ricki.


"Dih, biasanya juga satu baskom habis. lagian orang kaya emangnya nggak boleh makan dengan semur jengkol," sahut Erna.


"Aku masak ini khusus buat kamu, Kalau nggak suka ya ganti menu lain kan bisa." Yuna mencoba bersabar di depan sang ibu mertua. padahal ingin rasanya dia memaki.


"Gak usah ribet-ribet mungkin dia masih pengen makan bolu buatan aku," sambung Jesica.


"Dikasih satu rumah pun ogah makan bolu buatan kamu. apaan bentuknya udah nggak jelas pengen-penyot begitu, rasanya aneh. mana ada bolu rasanya ada goreng bawang."


"Elah, kan udah dijelasin blue band cake and butter abis, jadi ya udah pakai margarin buat masak aja. Ya, aku pikir sama," jawab Jesica.


Yuna tidak lagi menjawab, rasanya dia sudah sangat lelah mengajarkan adik iparnya ini membuat kue. Kalau gagal satu kali itu masih mending, dia itu membuat sesuatu sesuka hati, mengganti bahan seenaknya. Gula tidak sesuai takaran, sehingga membuat bolu tidak mengembang.


"Kak, kamu kenapa sih dari tadi cemberut aja kayak tutut. muka udah jelek jangan dijelek-jelekin deh," cicit Jesica.


"Gak ada!"


"Oh iya aku baru ingat. Kak Ricki itu kan tadi buntutin Kak Yuna, sepertinya dia cemburu deh pas lihat kakak jalan sama Andre."


"Membuntuti?" ulang Yuna.


"Iya. Bahkan baju kerjanya penuh dengan ilalang."


"Jangan-jangan yang bersembunyi di semak-semak itu kamu bukannya kucing."


"Ya kucing lah."


"Nah, dari mana kamu tahu itu kucing."


"Tadi kamu bilang."


"Bilang apa?"


"Tau ah. Aku gak mau makan!" Ricki beranjak dari duduk.

__ADS_1


"Dih, dia ngambek," goda Jesica.


Erna yang menyaksikan perdebatan tidak penting itu menahan putranya untuk kembali duduk, dia tidak ingin terjadi salah paham sehingga retaknya hubungan pasangan suami istri itu. awalnya putranya menolak untuk duduk kembali di meja makan dia kehilangan selera. Jessica terus menggoda kakaknya tetapi dengan cepat Erna membungkam mulut putri bungsunya itu dengan melemparkan potongan apel sehingga masuk ke dalam mulut gadis itu. Mata Jessica tapi itu di awal kemudian dia mengunyah potongan apel itu. "Enak," ucapnya dengan menyisir pinggiran bibir dengan lidah.


"Mommy tidak menyangka ternyata kamu bisa cemburu juga," godanya.


"Kalau cuma untuk ganggu aku nggak usah ngomong." Ricki terus merajuk. Erna tersebut tipis. Jessica berbisik di telinga ibunya.


"Benih-benih cinta Sudah tumbuh subur. sepertinya aku akan secepatnya memiliki keponakan."


"Aku nggak cinta. hanya saja perbuatan itu bisa mencemarkan nama baikku. Mana mungkin bisa mereka berpelukan di tempat umum. bikin malu saja!" sembur Ricki.


Yuna menunduk menyadari kesalahannya dia benar-benar tidak bisa menjaga diri dan menahan emosional. Seharusnya dia tidak melakukan hal seperti itu, bagaimanapun orang-orang tahu bahwa dirinya istri orang lain dan tidak pantas tampak begitu akrab. tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa mereka adalah kakak beradik, dan tidak ingin mempublikasikan hal itu juga.


"Dengarkan aku Ricki. Mommy ingin bicara serius," ucap Erna dengan memasang wajah setegang mungkin.


"itu muka nggak usah di daftar-datarin juga keles, Mom. muka lawak nggak usah sok-sokan begitu deh," celetuk Jessica dan mendapat pukulan di kepala dari Erna.


"Diem. Jitak nih."


"Kan ini udah di jitak, Mom."Jessica mengusap kepalanya.


Yuna hanya menyaksikan perdebatan tidak penting itu dia tidak pernah banyak berbicara dengan keluarga yang tampak absurd ini.


"Kenapa? sekarang mami dukung mereka berselingkuh."


"Dih, dengerin dulu."


Erna kemudian menjelaskan bahwa Andre itu adalah adik kandung Yuna, mendengar itu Ricky sontak begitu sangat kaget. dia menoleh ke arah istrinya seperti tidak peduli dia kembali menyuapkan nasi yang sudah dipenuhi kuah semur jengkol makanan kesukaannya.


"Adik? bukannya Arya adiknya Yuna."


"Andrea adalah adik Yoona yang telah lama menghilang. Dia dikabarkan mati karena kecelakaan, mungkin kamu masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika mumi menemukan dia dengan keadaan wajah dan tubuh yang rusak parah. Itu adalah Andra."


"Kenapa semuanya semakin ribet sih. tiba-tiba dia datang dalam kehidupanku ini pasti karena kebetulan."


"Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. itu semua sudah kami rencanakan."


"lalu hanya aku yang tidak tahu?"


"Jessi juga nggak tahu dan nggak mau tahu," jawab Jesica. "Tenang aja kita sebasib."


"Ogah senasib sama kamu," tolak Ricki. Jessica mencebik.


"lalu apa tujuan Mami?"

__ADS_1


"Maaf, Nak. kami tidak akan melibatkan Karena traumamu bisa sangat berbahaya biarkan ini menjadi urusan kami. semua saling bersangkutan dan kamu tidak perlu tahu."


"Kalian memang selalu menganggapku orang yang lemah."


"Emang Kakak lemah. buktinya sampai sekarang nggak punya anak itu menandakan bahwa Kakak itu melehoy," sahut Jesica dan segera menutup mulut karena di pelototi oleh Erna.


"Karena semua sudah tahu jadi sebaiknya kita harus berbicara lebih serius, membantuku," ucap Erna.


Usai menikmati makan malam Ricky dan Jennifer tidak diajak berbicara oleh Erna. sedangkan saat ini Yuna dan juga Erna berada di ruang kerja milik Yuna. mereka berbicara sangat serius dan banyak rahasia yang diucapkan Erna pada menantunya itu dia juga Tidak segan meminta tolong kepadanya, karena sejak dulu dia yang sebenarnya sudah mengetahui siapa Yuna dan Salah satu tujuan menikahkan dengan putranya adalah untuk meminta bantuan.


Sedangkan di tempat yang berbeda, Ricki yang sedang duduk bersisian dengan adik kandungnya. Pria itu tampak murung, sejak tadi memegang remote dan memindahkan channel dan membuat adiknya marah-marah.


"Kak, bisa gak? Gak usah dipindah-pindah melulu napa. Ini lagi seru. Daripada kelihatan bete gitu mendingan ngemil deh. ini aku punya cemilan tadi aku buat." Jesica menyodorkan satu toples pangsit goreng.


Ricki yang sedang marah melupakan gue ntar yang dibuat adiknya, dia mengambil satu pangsit dan memasukkan ke dalam mulut tapi baru saja satu gigit dia sudah menjerit histeris.


"Kamu ini gimana sih? Bikin pangsit goreng kenapa keras banget! ini seperti makan batu tau gak," omel Ricki.


Jesica menoleh dan terkekeh. "Elah, tinggal makan aja banyak protes."


"Mending kamu nggak usah masak besok sayang bahan-bahan. Semua makanan gak ada yang enak."


"Ini enak, kok. Cuma kakak aja yang lagi bete, semua-semua gak enak," kelit Jesica.


Ricki sudah tidak menimpali, dia hanya memperhatikan adiknya yang sejak tadi mengunyah makanan di toples yang berbeda. Dia terlihat tampak menikmati, padahal dia juga sedang makan pangsit tapi begitu sangat keras. Ricki mulai berpikir apakah benar, rasa makanan jadi tidak enak karena dia sedang tidak enak hati.


"Jadi kalau kesal semua gak enak ya, Dek?"


Jessica mengangguk dengan mulut yang penuh. Dia duduk bersila dengan memeluk toples berisi cemilan.


"lihat aku maaf banget kan, kalau hati enak ya begini. Makan apapun yang jadi enak. renyah begini kamu bilang keras," cicit Jesica.


"Iya, kah?" Ricki kembali mengigit pangsit dan dia meringis. "Masih keras, padahal aku sudah membuat hati lebih baik."


Jennifer mendelik dan berkata, "Se.pertinya gigimu bermasalah. Faktor U tuh."


Ricki mulai curiga karena sejak tadi adiknya tidak berhenti mengunyah dan pangsit yang berada di tangan adiknya itu terlihat enak sehingga dengan cepat dia mengambil satu dan menggigitnya, kemudian dia memukul kepala adiknya dengan keras sehingga membuat Jessica tertawa terbahak karena dia tahu apa penyebab kemarahan kakaknya.


"Dasar adik durhalek! jelas aja enak ini emang renyah beda dengan punyaku. aku pikir beneran karena hati sedang tidak senang makan jadi tidak enak."


"Haha. lagian Kakak percaya aja meskipun cinta juga tetap bisa membedakan mana tahi kucing dan coklat." Jennifer tertawa terbahak. "Apalagi ini soal pangsit."


"Gak bener tuh peribahasa kalau cinta eek kucing kelihatan kayak coklat."


Ricki tidak lagi menjawab, dia tidak habis pikir bisa-bisanya dia dibodohi anak bau kencur yang kuliah saja belum lulus-lulus.

__ADS_1


__ADS_2