Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Drama Daster


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri itu berjalan menuju kamar mereka, Ricki melihat Yuna berganti baju dia hanya duduk di tepi ranjang memperhatikan tingkah sang istri. Yuna kini sedang merias wajahnya dan Ricki melihat pantulan wajah cantik itu dibalik cermin.


"Jangan terlalu centil, ini hanya di rumah kenapa kok begitu berpakaian sangat rapi dan harus berdandan juga," protes Ricki.


Yuna membalikkan tubuhnya, menatap suaminya dengan perasaan yang senang.


"Kamu tahu kan aku sangat mencintai dia di Wajar saja aku berdandan akan terlihat menarik di depannya."


Ricki tidak segan-segan melempar bantal dan tepat mengenai wajah Yuna. Tidak tinggal diam perempuan berambut pirang itu kembali melampar bantal ke wajah suaminya, hingga tubuh pria itu terjungkal ke belakang hingga tubuhnya terlentang di atas ranjang.


"Dasar lemah, begitu saja sudah tumbang," keluh Yuna.


"Kelemahan seorang pria itu bukan dari hal seperti ini melainkan seberapa lama dia bertahan ketika berperang dengan istrinya," jawab Ricki cekikan.


"Dasar omes!"


"Dih, emang gitu. Gak percaya."


"Iya. Di otak kamu itu gituan aja dasar mesen!"


"Normal."


"Udah gak usah debat, cepat ganti baju. mau sampai kapan kamu sarungan seperti itu?"


"Gak mau ganti baju. Kamu emang mau ke kantor, pake pakaian resmi begitu? Jangan norak deh, kamu itu pake daster aja napa."


"Hah? Daster? Nggak!"


"Eh, Markonah. Kamu itu mau terima tamu di rumah, bukan untuk meeting ngapain pakai rok span, kemeja dan blazer. Dasar norak!"

__ADS_1


"Tapi Edward itu sangat suka jika aku mengenakan pakaian resmi."


"Ia dia suka. tapi bukan di dalam rumah kalau seperti ini kamu terkesan norak yang ada dia malah ilfel."


"Masa?"


"Iya. Sekarang pake daster sana!"


"Gak! Aku mau pake hot pant sama kaos aja. Dia pasti suka."


Ricki menghampiri Yuna, yang menjabat telinga istrinya itu kemudian berbisik.


"Jangan mancing syahwat, mau aku kunci dan goyang di kamar hah," ancam Ricki.


"Omeeeees!" jerit Yuna ketika Ricki mencium bibir istrinya.


Tanpa disadari ceritanya itu terdengar oleh Edward lelaki itu kemudian menoleh ke arah Jessica yang masih setia menemaninya di ruang tamu. gadis yang kuliahnya tidak selesai-selesai itu pun membuka suara.


Edward hanya mengangguk, sejujurnya dia merasa iri dengan keharmonisan keluarga ini yang tepatnya lebih terkesan humoris. sejujurnya Dia memiliki perasaan yang cukup misterius kepada Yuna, rasanya selalu mengatakan bahwa perempuan itu adalah istrinya. ketika Ricky dekat-dekat dengan Yuna dia merasa cemburu yang besar, terkadang dia juga memiliki keinginan untuk merebut istri dari kliennya itu.


"Apa Kak Yuna suka memasak?"


"Gak! Sebagai perempuan dia itu tidak bisa apa-apa, yang jago masak di rumah ini cuman aku," ucap Jesica. Jawaban gadis itu bertolak belakang dengan sebuah kenyataan.


"Tidak bisa bikin kue kering?" tanya Edward. dia selalu berharap bahwa Yoona sama seperti Anastasia yang menggemari membuat kue-kue kering.


"Jangankan blue kering, kue basah aja dia gak bisa. Nih, ya. bikin pangsit aja udah kayak makan batu keras banget," dustanya.


"Beda dengan buatan aku yang renyah crispy crispy krenyes maknyus begitu." Jesica mengibaskan rambutnya yang panjang.

__ADS_1


Steven yang berada di ruang keluarga ingin sekali menimpali dan berteriak bahwa yang dikatakan oleh adiknya adalah sebuah kebohongan. Namun, Erna melarang anak keduanya itu untuk melakukannya, dia menjelaskan kepada Steven bahwa Edward adalah mantan suami Yuna. Mendengar itu, Steve beranjak.


"Ada apa?"


"Mau usir si Kawat itu."


"Elah. Jangan lha."


"Momy gak takut kalau Kak Yuna tergoda, sejarah di itu lebih tampan dari Kak Ricky lebih macho. aku yakin jika tidak dibiarkan agar Kakak akan menjadi duda."


"Sini mommy ceritakan." Erna menarik tangan anak keduanya yang tempramental.


Erna menceritakan semua, Steven tidak menyangka bahwa kehidupan Ricki lebih rumit dari drama percintaan yang dia jalani.


Ricki dan Yuna berjalan beriringan seperti yang dipinta oleh suaminya perempuan itu mengenakan daster bermotif batik warna orange, dia terus menggerutu dengan menuruni tangga, tidak ada rasanya Dia menggunakan pakaian rumah yang tipis ini. benar-benar tidak elegan. namun jika tidak dilakukan suaminya tidak akan membiarkan dia menemui Edward, sedang kerinduannya sudah sangat menjalar.


"Di mana-mana seorang suami itu ingin memperkenalkan istrinya agar terlihat cantik dan berpakaian modis, tapi kamu sebaliknya membuatku malu saja," gerutu Yuna.


"Dimana-mana di atas dunia, banyak ibu menggunakan daster," jawab Rickie dengan bernyanyi dengan gaya bang Roma.


Ingin bersamamu tertawa dengan tingkah hulu suaminya tetapi dia sudah lebih dulu kesal karena disuruh menggunakan daster ini.


"Udah jangan cemberut, usah kek tutut tuh."


"Kamu tuh keong!"


"Tuh lihat, mereka selalu saja ketika pepesan kosong," keluh Jesica.


"Romantis," gumam Edward.

__ADS_1


Beberapa kali mereka bertemu dan melihat pernikahan yang tidak biasa, Edward selalu saja ingin berada di posisi Ricky. Namun begitupun sebaliknya Wiki juga ingin berada di posisi Edward yang dicintai oleh istrinya sendiri.


__ADS_2