
Ricki berjalan menyusuri land yang penuh dengan mesin mesin besar, dia akui dia merasa ngeri saat Aris yang badannya tinggi kurus, menjalankan mesin sebesar itu sendiri.
Ricki menghampiri Yuna, yang kala itu sedang berjongkok memeriksa ada mesin lama yang oli nya bocor.
"Sepertinya mesin ini tidak di produksi, " yuna
akan beranjak pergi untuk memanggil salah seorang maintenance, untuk menanyakan perihal mesin tersebut.
Namun, langkahnya terhenti saat tangan Ricki menarik nya, Yuna yang kelelahan hampir kehilangan keseimbangan hampir terjatuh. Namun, pinggangnya di tangkap oleh Ricki hingga mata mereka saling bertatapan.
Di sana memang tidak ada seseorang. karena, tempat nya memang di mesin pojok yang tidak beroperasi,
Ricki mencoba merapikan anak rambut Yuna yang keluar dari helm nya .
namun, ia tertawa Yuna yang melihat itu segera melepaskan diri dari dekapan Ricki.
"Kenapa Bapak ketawa?"
"Kau lihat dirimu! mukamu penuh dengan oli.
jelek tahu!" ledek Ricki.
Yuna mulai dengan ide jailnya, dia menempelkan tangannya yang terkena oli pada tangan Ricki. Lalu, pergi meninggalkan Ricki.
"Ricki tersenyum melihat tingkah jail yuna."
Ia berjalan menghampiri Yuna yang sedang berbincang dengan seorang maintenance. Sesekali terlihat senyum manisnya pada laki laki itu.
"Pantas saja, dia di bilang primadona perusahaan ini. ku pikir modal cantik sajah. Tapi, memang dia pantas di katakan primadona dia benar-benar menarik, supel, cerdas, cerdik, kreatif dan bisa di andalkan."
"Senyumnya memang benar benar meluluhkan hati. Pantas saat dia di tarik menjadi sekretaris saat rapat semua terlihat gusar. Ternyata, mereka masih tergantung dengan pekerjaan Yuna," Ricki masih sibuk dengan pikirannya.
"Oh jadi begitu, apa saya boleh bantu memperbaikinya," tanya Yuna.
"Kalau ibu tidak keberatan kami sangat senang," jawab seorang maintenance dengan senyum berseri.
"Oke, ayo bantu saya!"
"Kamu mau apa Yuna?" tanya Ricki.
"Saya perbaiki mesin itu dulu, Pak. Kita sangat membutuhkannya," ucapnya dengan menunjuk salah satu mesin. "karena, belum ada mesin pengganti untuk projects ini."
"Apa kamu tidak lelah?"
"Tentu! Tapi, semua harus selesai hari ini, Pak."
Yuna kembali memeriksa kerusakan mesin.
"Coba kamu perbaiki dalam sini, yah!" titah Yuna.
"Baik, Buk."
"Di dalam sini, ada lubang lain. Coba cek dalam sini! biar saya perbaiki yang lainya." titah Yuna.
"Tapi, kami baru mengetahui tenyata ada lubang di sini, Buk. Pantas saja kami tidak menemukan kerusakannya selama ini!"
"Iyah, tidak apa- apa. Kan, sekarang sudah tahu. Ya sudah, sekarang coba kamu jalan kan!"
"Baik, Buk."
"Semuanya, kembali lancar, Buk."
"Alhamdulillah, bisa beroperasi lagi. Lain kali kalau ada problem coba kamu cek bagian- bagian yang ku tunjukan padamu!"
"Baik, Buk. Terimakasih, ilmunya ini sangat berharga buat saya, dan maaf merepotkan," ucapnya dengan mengatupkan kedua tangannya Yuna hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya saya harus memanggil ahli teknisi biar mereka tidak merepotkan mu!'
__ADS_1
ucap Ricki sambil berjalan beriringan dengan Yuna.
"Sebenarnya, di sini semua sudah ahli dan bm kompeten. Hanya saja, saya yang memberi target secara berlebihan. Jadi, mereka kewalahan," jelas Yuna. "Maaf, saya hanya mengikuti sistem kerja tuan Edward," Yuna berkata dengan tersenyum.
"Sepertinya, kamu sangat mengenalnya?"
"Bukan hanya saya, Pak. Yang mengenal sistem kerja Tn. Edward. Tapi, semua pemilik perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan endelson D'company harus benar-benar hafal cara kerja nya. Kalau meraka puas akan banyak tender tender besar yang akan kita dapat! jelas Yuna panjang lebar.
"Belajar dari mana kamu semua ini?"
tanya Ricki. "Seperti yang saya selalu bilang, Bapak tidak akan percaya kalau saya ceritakan. Ngomong ngomong, ada perlu apa bpa kesini?" tanya Yuna.
"Kamu sudah makan?" Ricki bertanya dengan senyum hangatnya.
"Belum, Pak."
"Ya ampun, ini sudah jam sepuluh malam, Yuna. Ayo makan!" ajak Ricki.
"Yah, kantin jam segini tidak ada yang buka."
"Tuh ....!" Ricki menunjuk meja di dekat ruangan Yuna dulu, setumpuk makanan dengan box piza, box makanan ayam bakar dari restauran ternama dan beberapa minuman just segar.
"Ayo, Pak." Yuna semangat lalu memanggil teman- temannya.
"Kamu makan dengan saya saja, di sana!" ajak Ricki dengan menunjuk k sebuah ruangan.
"Sesekali Bapak coba deh makan bareng karyawan, Pak! Pasti lebih menyenangkan, Tapi makan di sini lesehan, Pak."
"Kotor Yuna!" Yuna hanya tersenyum dan segera memanggil teman temannya.
prok
prok
prok
"OMG ...!' teriak Arin dan Rina bersamaan.
"Gila, cogan Rin! tabok gue, tabok buruan! titahnya. Rina dengan senang hati menampar Arin.
plakkk....
"Sakit bego! tidak usah keras-keras juga kali!
asli gw ga mimpi, sakit banget habisnya." heboh Arin.
"Iyah, Arin. gue mau deh lembur 24 jam tiap hari asal bareng si Bos," cicit Rina.
"Ogah, sana Lo ajh! Bisa mamp*s gue kalau lembur 24 jam." Arin menoyor Rina sembari berkata. "Sadar!"
"Awas cogan lewat," songong Aris. "Najis tralala!" sergah Arin dan Rina bersamaan.
"Kalian mau tetap ribut, apa mau makan?" tanya Yuna. "Makan lah!" ucap Arin. "Kalau gitu, Sana cuci tangan!" titahnya pada kedua sahabatnya.
Yuna mengajak Bosnya untuk mencuci tangan di wastafel. Lalu, Yuna membuka loker yang ada di ruangan. "Untung masih bawa kunci lokernya," gumamnya.
Yuna mengambil sandal jepit , sabun cuci muka serta kaos oblongnya. Lalu, ia mengganti pakaiannya.
"**B**egini lebih nyaman tidak terlalu gerah dan panas."gumam nya.
"Sudah selesai, Pak. cucu tangannya?" tanya Yuna. "kenapa tidak langsung ke sana?" tanyanya kembali. "Saya menunggu mu!" jelasnya.
"Kenapa kamu berpakaian seperti ini?" tanya Ricki heran. "Kerjaan saya sudah selesai, Pak. setelah ini hanya cek data dan hasil pengukuran Arin dan Rina," timpalnya. "Apa mereka bisa di percaya dengan pecicilan seperti itu?" tanya Ricki sedikit ragu.
"Apa, Bapak. meragukan kami? Meski begitu, mereka karyawan yang rajin dan dulu mereka selalu membantu ku. Jadi, sedikit banyak Paham, tanpa sepengetahuan Bapak, saya juga sering ke produksi untuk menggembleng keduanya.
"Kenapa dulu kamu bisa mengerjakannya sendiri dan mereka berdua?" tanya Ricki. "Kemampuan seseorang berbeda beda, Pak!
__ADS_1
Harusnya saya dulu meminta gaji double, Yah." Yuna terkekeh. Ricki hanya tersenyum masam.
Ricki dan Yuna berjalan beriringan,
mereka semua makan bersama dengan seksama, Yuna dan Ricki duduk bersebelahan, Ricki terpaksa makan bersama karyawannya. Memang benar yang di katakan yuna. Terasa beda sekali makan dengan mereka, mereka makan dengan canda dan tawanya. Mereka makan dengan lahap tanpa malu. Memang berbeda sensasinya, meski hanya makan alakadarnya tapi benar-benar terasa nikmat.
Ricki terus mencuri pandang pada yuna, I tersenyum dalam diam.
'
'
'
'
'
'
**intermesso dulu yah.
salam ngakak 🤣🤣🤣🤣
ini cerita Nye tentang "Facebook " yah
Facebook telah menjalar ke seluruh bagian masyarakat, tidak hanya kalangan muda tapi juga orang tua. Bahkan ada beberapa akun yang diciptakan oleh orang untukbinatang piaraannya. Jika seandainya hewan‐hewan itu benar‐benar memiliki akun Facebook, apa saja status yang akan diposting mereka?
Kecoa : Maaannn, untung tadi gw kagak ke injek ama tu orang.
Anjing pudel : Duh, nunggu mo ke salon neehhh…
Nyamuk : Untung gw gak kena HIV!!
Sapi : Gila gw abis diraba-raba ma majikan gw!!
Kucing : Anak gw yang ke-7 nanya, sapa bapaknya, gawath gw lupaaa!!!
Ayam : Woy kalo besok gw blom berkokok yah berarti gw belom bangun yah!!
Buaya : Ngajak ribut banget c thu orang, udah tau gw cowok, masih ajah dipanggil bu!
Semut : Capeeeknya abis latian paskibra!!!
Cumi2 : Abis isi ulang tinta nich.
Babi : Gw difitnah nyebarin flu. Sialan!!
Kambing : Bentar lagi Idul Adha. Ya tuhan, selamatkan aku
Cicak : yang mpunya rumah baru beli raket elektrik .. hwehe .. gwe pesta nyamuk panggang gratis nih .. mangstabh
Nyamuk : abis ngider di rumah para rastaman … ktularan giting nih … wuyow
Cacing kremi : buset …. ternyata gw bersarang di orang maho, cilaka!!
mohon dukungan nya .
like😍
komen 👍**
tolong tinggalkan jejak y kka biar author nya semangat 🤩🤩🤩🤩
semoga di lancarkan rejekinya ,bagi yang tinggalin jejak like, comen ,vote 🤭
rate bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1