
Rumah dengan desain yang sangat apik, rumah yang mewah bergaya Eropa. Yuna di persilahkan duduk di ruang tamu
ruangan yang mewah dan unik, berwarna silver, teduh dan mengesankan. Edward mempersilahkan duduk Yuna dan Ricki.
"Silahkan duduk, Saya tinggal ke dalam untuk mengambil berkas yang telah saya pelajari," Edward berucap. Yuna menatap lekat ruangan itu, entah kenapa matanya terlihat sendu.
"Ricki keheranan dan mungkin dia berfikir bahwa Yuna hanya terkagum akan rumah Edward.
Tidak lama seorang pelayan datang membawa nampan berisi minuman, untuk di suguhkan pada tamu Tuannya. Yuna masih berdiri membelakangi dan melihat lihat isi ruang tamu dengan tatapan sendu, entah apa yang ada di pikirannya.
"Silahkan tuan nona," ucap pelayan. Yuna berbalik dan menatap senyum ramah
namun,
prayyyy....
Pelayan menjatuhkan nampan yang di pegang nya dia menatap dengan mata yang berkaca.
"Noona Ana...," kata itu lolos dari mulut pelayanan itu.
Ricki mengerutkan dahinya.
Yuna menghampiri pelayan itu dan mengambil nampannya dan memberikannya pada sang pelayanan. Yuna tersenyum ramah dan mengulurkan tangan nya.
"Kenalkan, saya Yuna, senang bertemu dengan anda," ucapnya.
"Maaf nona, saya bibi molly. mohon maaf saya membuat kekacauan," ucapnya dengan mengatupkan kedua tangannya.
Yuna menepuk nepuk punggung tangan bi molly.
"Tidak apa apa bi, terimakasih telah membuatkan kami minum," ucapnya dengan senyum hangat.
Dari arah lain Edward datang membawa berkas di tangan nya.
"kenapa bi?" tanya Edward.
"Maaf tuan," ucap Bi molly dengan membungkuk kan badannya.
"Dia Yuna bik, bukan Nona Ana, Edward paham dengan melihat mata bi molly yang berkaca. Ricki nampak keheranan dengan keadaan ini.
"Bi molly pamit ke dapur Tuan," ucapnya dengan membungkukkan badannya.
"Maaf, untuk kejadian tadi," ucap Edward.
Ricki dan yuna hanya menganggukan kepalanya dengan senyum manis nya.
Ricki mulai mencair kan suasana
emm
"Ruangan ini sangat nyaman sekali," puji Ricki
basa basi.
"Ini semua istriku yang menatanya saya tidak pernah merubah apapun yang sudah dia lakukan untuk rumah ini," tutur Edward.
"Sepertinya anda sangat mencintai istri anda ya Tuan?" Ricki bertanya.
"Saya sangat mencintai istri ku melebihi diri ku sendiri. Jika boleh memilih saya rela kehilangan nyawaku demi istriku," tutur Edward dengan mata yang berkaca.
uhuk uhuk .....
Yuna terbatuk, mendengar penuturan Edward.
__ADS_1
Ricki menatap Yuna
"Hati-hati!" sentaknya.
"Minum lah," ucap Edward lembut
Edward memberikan air putih pada Yuna dengan senyum manisnya.
"Apa bisa kita lanjutkan pembahasan tentang kerjasama selanjutnya tuan?" tanya yuna
Ricki menatap tajam Yuna, entah apa yang terjadi pada ricki, biasanya Ricki tidak pernah mau berbasa basi. Namun, kali ini dia di buat penasaran dengan sosok yang bernama Ana.
Mereka sibuk dengan pembahasan nya. karna Edward memang merencanakan peluncuran mobil mewah baru dan sebagian besar sparepart di ambil dari perusahaan Ricki sebagai pendornya.
Lama mereka berbincang tentang program dan rapat divisi nya.
"Jadi kita akan mengadakan rapat divisi di mana tuan?" tanya Yuna.
"Saya tidak mau di perusahaan saya!" tegas Edward. Ricki semakin mengerutkan dahinya.
"Saya akan atur semuanya tuan," ucap Yuna dengan mantap.
Yuna sangat paham dngan pola pikir Edward. Namun, berbeda dengan Ricki menurutnya ini sangat janggal.
"Makan siang lah dulu. Di sini bibi sudah memasak," ajak Edward
Yuna menatap Ricki. Ricki menganggukan kepala nya tanda setuju
"Saya memiliki tempat yang bagus, apakah kalian berniat untuk berlibur?" tanya Edward.
"Mohon maaf Tuan, sebenarnya kami ingin tinggal lebih lama, kebetulan kami memiliki acara lain," ucapnya dengan menyesal.
"Oh sayang sekali,"
Namun kali ini Ricki di buat heran
edward menjadi ramah dan selalu setuju setiap apa yang di ajukan dan penuturan Yuna. Meski Yuna sangat jenius dalam memenagkan tender besar. Namun, Ricki tetaplah merasa heran.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...---------------...
Setelah selesai membahas pekerjaan,
Yuna sudah tidak tenang. karna waktu sudah lewat tengah hari. Ricki dan Edward masih terlibat perbincangan.
"Mohon maaf tuan," ucap Yuna, Edward menoleh ke arah Yuna, "Iyah, ada apa?" tanyanya. "Apa di sekitar sini ada mushola?" tanya gadis mungil itu.
"Oh anda ingin melaksanakan ibadah yah? kebetulan saya juga akan melaksanakan sholat," ucap Edward.
Ricki menatap Edward dengan tatapan heran,
Edward pun paham
"Saya mualaf," ucap Edward. "Istriku, dia seorang muslim dia memang bukan muslim yang fanatik. Namun, dia selalu mengajari ku dengan lembut." Aku mengenal Islam darinya,
saat aku pertama kali mendengarnya membaca Ayat suci Al-Qur'an. Hatiku tersentuh, diam-diam aku selalu mengikuti nya belajar mengaji meski jaraknya sangat jauh," ucapnya dengan tatapan sendu.
"Mari!" ajaknya.
Mereka memasuki mushola di dalam rumah mewahnya.Memang tidak terlalu besar. Namun, sangat rapi banyak terjajar Al-Qur'an dan tafsirnya dan banyak bacaan bacaan agama di sana.
__ADS_1
Setelah keduanya mengambil wudhu, Yuna kembali kedalam mushola, Edward menghampirinya.
"Ijinkan aku untuk menjadi imam mu!" Edward berkata dengan senyumnya.
Yuna membulatkan matanya, ini seperti Dejavu baginya.
"Edward kembali tersenyum, maksud ku untuk menjadi imam dalam solat Dzuhur ini," ucapnya kembali.
Yuna hanya mengangguk tanda setuju. Mereka berdua sangat khusyu melaksanakan ibadah. Jangan tanya kemana Ricki dia masih sibuk dengan handphonenya. Di tempatnya Ricki masih berpikir keras tentang sosok istri yang di ceritakan Edward,
"Dari tadi dia bercerita istri selama aku di sini kemana dia?" gumam Ricki."
Di tempat yang berbeda, Edward dan Yuna telah melaksanakan ibadahnya. Mereka masih dengan Do'anya, Edward menadahkan tangannya ke atas entah apa yang ia pinta. Yuna menatap Edward dengan mata yang berkaca. Sesekali ia mengusap ujung matanya yang berair entah apa yang ada di pikiran Yuna.
Saat terlihat Edward akan menyudahi
ibadahnya. Yuna segera mengelap ujung matanya kembali dan merapikan mukena nya untuk di simpan di tempat nya.
Edward tersenyum ke arah Yuna.
Edward mengajak Yuna untuk kembali pada Ricki, yang berada di ruang tamu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
intermesso dulu kite 😊😊👍
Seorang ibu mengajar anaknya memasak, sambil menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa:
Ibu : Neng tolong taruh wajan diatas kompor.
Anak : Baik bu,,terus apa lagi
Ibu : Masuk kan 2 sendok makan minyak goreng, tunggu sampai panas.
Anak : Iya bu,,ini minyak nya sudah panas.
Ibu : Nah masukkan bumbu yang sudah di uleg halus tunggu
sampai baunya harum.
Anak : Sudah bu, terus apa lagi.
Ibu : Tuangkan santan yang dipanci itu tunggu sampai mendidih. Anak : Bu,,santan sudah mendidih terus bagaimana??
Ibu : Kalau sudah mendidih kasih salam(daun salam).
Anak : Mendekatkan mukanya ke wajan sambil berbisik
“ASSALAMMUALAIKUM…
salam ngakak 🤣🤣🤣
mohon dukungan nya kkaa😍😍
like comen
tinggalin jejak kka👍👍
my love love 😍😍
terimakasih telah mampir
__ADS_1