Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Kepergian James


__ADS_3


Visual Marsela Endelson / Sela



Visual Anastasya / Yuna kecil



Visual Edward Endelson



Visual James


Mentari sudah kembali dari peristirahatannya, sinar keemasan memancar dari sudut-sudut kegelapan menembus celah pohon dan dedaunan. Nampak empat anak manusia masih meringkuk dari tidurnya, satu dari mereka terbangun menatap ke tiga sahabatnya yang masih di buai oleh mimpi.


Tatapan anak laki- laki itu kosong, tanpa nyawa. Ia menatap lekat satu per satu sahabatnya diam adalah bajunya, sudah melekat dalam jiwanya, Ia menatap dan mengusap satu persatu sahabatnya dengan tatapan sendu.


Panggilan seseorang, menyadarkannya dan ia segera turun menemui seorang yang mencarinya.


"James, apa kau sudah siap? sekarang sudah waktunya!"


"Apakah aku memiliki waktu sebentar saja, untuk menghabiskan waktu bersama mereka? tanyanya dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Maaf, kamu sudah memasuki sekolah menengah. Sudah waktunya kamu melakukan pelatihan khusus untuk menjaga mereka!"


"Bukankah selama ini aku sudah banyak belajar ilmu bela diri, Yah." tanyanya. " Semua itu tidak cukup, James! kau harus bisa melindungi mereka jadi kau harus lebih dari mereka dalam hal bela diri! mengertilah, kau sudah terlalu banyak membuang waktumu! kau hanya boleh Patuh tapi tidak ada alasan mencintai karna itu akan membuatmu lemah. kau mengerti maksudku, kan?!" ucapnya dengan memegang tubuh James. James hanya terdiam dan menganggukan kepalanya.


Ayahnya pergi berlalu meninggalkan Jamse yang mematung, tanpa di sadari seseorang telah bangun dan menyaksikan semuanya. Dia perlahan menghampiri James dan memegang bahunya.


"Kau akan pergi, James?" tanyanya dengan tatapan dalam penuh tanya. "Heem" jawabnya. "Aku mengerti perasaan mu! tapi kita hidup membutuhkan cinta, James!" serunya. James hanya menatap manik mata wanita itu dengan tatapan sendu. "Entahlah, tapi jika hidup ku hanya untuk mengabdikan diri untuk Tn. Robert dan keturunannya aku rela meski hidup tanpa cinta!" tuturnya dengan penuh keyakinan.


"Duduklah!" seseorang itu meminta James untuk duduk di sebuah kursi panjang yang letaknya tak jauh dari rumah pohon. "Kau, perlu bahagia James! saat ini kita masih remaja dan belum mengerti apa arti cinta. tapi, aku meminta padamu ketika kau sudah dewasa bukalah hatimu, biarkan angin sejuk menyelimuti hatimu!" ucapnya dengan menepuk tangan James.


"Maafkan aku Nona Ana," ucapnya dengan menundukan kepalanya. Yah, seseorang itu adalah Anastasia gadis remaja yang memiliki pola pikir dewasa.


"Pergilah, dengan membawa cinta dan kesetiaan mu! Mungkin, tugas kita berbeda tapi semoga nanti kita bisa bersama," ucapnya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"James ...." panggilannya terhenti ia menatap sendu. "Heem" James kembali menghadap berharap Ana melanjutkan ucapannya. "Bagaimana dengan sela? dia pasti sangat terluka begitupun Edward," tanyanya dengan serius. "Entahlah, aku pergi juga untuk melindungi kalian bersama saudaraku!"


"kapan kau akan pergi, dan berpa lama?tanyanya kembali. "Entahlah," jawabanya dengan menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi. "Bicaralah dengan Sela! sebelum kau pergi biar Edward aku yang menjelaskan!" tuturnya dengan menepuk pundak James dan berlalu pergi. "Hati- hati dan jaga dirimu, James!" serunya dengan tersenyum.


Saat berbalik, betapa kagetnya ia melihat Sela dengan air mata yang membasahi pipinya. Sela tersedu dan mengusap air matanya itu dengan bajunya, persis seperti anak kecil. Ana menepuk punggung Sela seraya berkata. "Jangan membuatnya berat! dia pergi untuk kembali, dan untuk kita juga!" tutur Ana sembari berlalu meninggalkan mereka.


"Kenapa ....?" tanyanya dengan Isak tangis.


James menatap Sela dengan diam. "Kenapa kamu tega! apa kau pikir aku main- main tentang perasaan ku, hah?" sentaknya dengan mendorong James namun tak membuat James bergerak dari tempatnya. "Kau jahat! kau pikir aku berbohong tentang perasaan ku, hah!" Sela memukul bahu James namun James masih tak bergeming. "Jawablah James!" Ia berteriak dengan berdiri menghadap James.


"Duduklah!" James berucap dengan menarik tangan Sela. Sela pun duduk dengan membelakangi James. "Kita masih terlalu kecil untuk berbicara tentang cinta," serunya dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. "Kau, masih berfikir bahwa cinta ku hanya main- main, James?! Cih, akan ku buktikan bahwa sampai kita dewasa aku tetep akan mencintaimu!" sentaknya dengan berteriak. "Sel ...." ucapannya terpotong.


"Apa! kau, mau bilang apa, James?! James terdiam lalu menghembuskan nafas kasarnya. "Mengertilah ...." ucapnya dengan menatap langit. "Mengerti! mengerti apa?! mengerti kalau kita dari dunia yang berbeda? begitu maksudmu kan! aku sudah bosan, James! teriak Sela dengan memukul bahu James Isak tangis masih nampak keras terdengar. "Sel, kita bukan Nona Anastasya dan Tn. Edward yang di jodohkan sejak dalam kandungan!" tegasnya.


"Siapa yang mengatakan kita sama seperti mereka, hah?! sentaknya. "Mengertilah, aku hanya seorang anak dari salah satu bodyguard keluargamu!" tekasnya. "Lalu apa salahnya, hah! Sela tampak frustasi Karna dia sudah bosan dengan jawaban James. "Terserah! saat kau pergi aku tidak akan pernah mengantarmu!" ucapnya dengan berlalu. "Sel ...." James memanggil namun suaranya parau tak terdengar, seperti tercekik di tenggorokannya. James menatap langit dan tak terasa air bening membasahi kelopak matanya. Entah apa yang di pikirkan olehnya.


Sela pergi berlalu dengan terus menggerutu dan menendang apa saja yang ada di hadapannya. Isak tangis masih menemani langkahnya.


"Bahkan dia tidak mengejar ku saat aku merajuk! biasanya kan di film- film suka begitu. Harusnya ini menjadi adegan romantis! James, benar- benar tidak perduli perasaan ku. Lihat saja, aku tidak akan pernah menyerah, James. Aku akan mendapatkan mu dan kau harus hidup bersama ku, apapun yang terjadi!" gerutunya dengan tangisannya.


Di tempat lain, nampak Edward sedang duduk memeluk kedua lututnya, dengan kepala bersandar di bahu Ana.


"Dari kecil, dia yang selalu menemaniku, meski dia diam tapi dia mengerti apa mau ku!" Edward berucap dengan menatap Ana. Sejak mereka mengetahui bahwa mereka sudah di jodohkan sejak dalam kandungan, mereka tidak dapat menolak karena berteman adalah kunci dari semuanya, kalau pun belum ada cinta setidaknya mereka bisa berteman. Itulah pernikahan di pikiran mereka.


"Aku khawatir dengan Sela, dia sangat tertinggal bagaimana dia bisa meneruskan perusahaan paman!" Edward berucap dengan tatapan sendu. "Satu- satunya yang bisa ku percaya hanyalah James!"


Kita harus membantunya! itulah gunanya saudara dan sahabat, apapun kekurangannya kita yang melengkapi, tidak adanya James harus membuat kita lebih kerja keras, agar setelah kita dewasa tidak menyulitkan James!" tutur Ana dengan tersenyum manis.


"Edward!" serunya. "Iyah, Ana." Edward menatap dalam Ana. "Aku mengabdikan hidup ku kelak untuk suami ku. Tapi, sebagai imbalannya aku menuntut kesetiaan mu!" tegas Ana.


"Kau, tahu bukan? bahwa selama ini aku tak pernah dekat dengan wanita kecuali kau dan Sela!" tutur Edward dengan mengacak pucuk kepala Ana. "Aku percaya" ucapannya dngan tersenyum. "Kita relakan dan dukung James, jangan membuatnya berat! agar dia segera selesai dan kembali pada kita!" tuturnya, Edward membalas dengan senyuman. Mereka telah menerima kenyataan berbeda dengan Sela.


...Bersambung...


Intermesso dulu kite


Cucu Kaga ada Akhlak๐Ÿค”


Kakek : "Bud, lu ngumpet sonohh!"

__ADS_1


Budi : "Lah emang napa, kek?"


Kakek : "Lahh kan tadi Lu bolos, guru pulang bubaran sekolah pasti lewat depan rumah kita."


Budi : "Lah yang kudu ngumpet mah kakek dong!"


Kakek : "Lho napa jadi kakek yang ngumpet, yang sekolah kan elu?"


Budi : "Orang Budi bolos bilangnya kakek baru meninggal kemarin."


Astogeee๐Ÿคญ hayati Shock ada cucu model ke begono๐Ÿค”๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Salam ngakaak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Tapi, jangan lebar- lebar kebuka tuh mulut, gajah masuk baru nyaho๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dah lah cucu kaya gitu gue rebus!!๐Ÿ˜’๐Ÿ˜ช


Mon maaf, kalau kebanyakan Flashback ๐Ÿค”


aku kan pake alur campuran ๐Ÿ˜’.


Dan memang season satu ini, fokus ke masa lalu antar tokoh. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Sekarang JEJAKIN!!!


like


komen


vote


bantu share juga yah๐Ÿ˜


Aku insyaallah bisa yah up setiap hari๐Ÿค”


tapi, bantu jejak dong!


itu yang sider๐Ÿคซ

__ADS_1


pinjem jempol like komennya๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Aku cintah kalian semua, dan makasih banyak yang selalu dukung karya ku๐Ÿค— semoga bisa bikin kalin tersenyum ๐Ÿค—


__ADS_2