
Mendengar informasi dari James Yuna berdiri dari duduk nya. Ekspresi wajah nya terlihat dingin dan kusut. Lalu ia kembali mengajak James untuk pergi jauh dari hadapan keluarga sela.
"Apa kau serius? tapi mereka belum mengetahuinya kan ?"
" Mereka memang belum mengetahui keberadaan seluruh keluarga endelson, termasuk keluarga ini. Namun, kita harus bertindak cepat Nona."
" Siapkan semua nya malam ini Jams, aku akan berbicara baik-baik pada paman dan sela. Semoga Sela bisa menerima kenyataan ini."
James hanya menganggukan kepalanya dan pergi berlalu sedang Yuna ia terlihat kebingungan.
" Sel, Aku ingin berbicara dengan mu, paman dan bibi."
" Ada apa nak, bicaralah." Ucap ayah sela.
" Sebelum nya Ana mohon maaf, Ana hanya ingin melindungi kalian. Ana tidak mau jika terjadi apa -apa dengan kalian."
" Bicaralah nak, tidak perlu takut ." Ucap ayah sela sedang sela dan ibuk nya menatap heran Yuna.
" Paman Erik, dia terus mencari tahu keturunan endelson dan keberadaan paman di Indonesia telah di ketahui olehnya. Ana baru tahu informasi nya dari orang kami yang bekerja di sana. Bisakah malam ini sela, paman dan bibi melakukan penerbangan ke Los Angeles? di sana sudah ada orang- orang yang masih bekerja pada ku. Bisa di pastikan aman karena semua akses paman Erik di sana sudah terblokir."
" Ana, aku baru sajah nyaman tinggal di Indonesia, kenapa kau membuang ku lagi.
Seandainya dulu kau tidak memberikan dokumen palsu itu pada paman Erik mungkin kita bisa hidup tenang." Sela menagis di pelukan ibunya. Sela memang seumuran dengan yuna. Namun, tingkah nya sangat manja, sangat berbeda dengan Yuna.
" Kenapa kau berfikir dengan memberikan semua aset keluarga mu kalian bisa hidup tenang. Kau lupa bahwa seluruh Aset keluarga ku di ambil oleh nya, Apa yang terjadi dia mencelakai kami semua dan nyaris membunuh semua anggota keluarga ku. Untungnya Tuhan masih berbaik hati sehingga kami bisa selamat meski adik ku sudah menjadi korbannya. Setidaknya dengan memberi kan dokumen palsu nyawa kalian bisa selamat meski harus hidup tersembunyi."
" Sel, mengertilah. Ini hanya sementara aku hanya tidak ingin kejadian dulu terulang."
" Ana, sejak kecil kita selalu bersama tapi kenapa sekarang hanya untuk bersama mu walau semalam sajah tidak bisa? aku merindukan saat kita selalu bercerita. Kau selalu heboh saat menceritakan Edward dan aku menceritakan tantang perjuangan ku mengejar James. Ana, aku tidak membutuhkan harta aku hanya ingin kita seperti dulu kau yang ceria, periang meski terlihat bodoh saat kau mencari perhatian edward. Aku tidak suka kau yang jenius seperti ini ! aku mau Anastasya ku yang dulu." Sela berucap sambil menangis.
" Sela mengertilah kadang kita hidup tidak sesuai apa yang kita inginkan. Jika aku boleh memilih aku pun ingin selelu bersama mu. Aku ingin menghabiskan waktu ku bersama orang-orang yang ku cintai. Selain aku tidak bisa bersama mu. Apa kau tahu betapa sakitnya seorang ibu tidak bisa melihat anak kandung nya setiap hari, tidak bisa melihat perkembangan anak ku, tidak bisa melihat senyum dan tawanya bahkan aku tidak bisa melihat betapa lucunya anak ku saat tidur."
" Aku bahkan tidak bisa hidup nyaman saat bersama keluarga ku. Bahkan keluarga ku harus mengganti semua identitas demi kelangsungan hidup. Kami rela hidup sangat sederhana hanya untuk menutupi semua ini sel."
" Sela, aku tidak bisa menyerah ketika adik ku meninggal, ketika pernikahan ku bersama Edward di hancurkan dan ketika aku melihat adik mu di perlakukan sangat keji oleh Erik. Aku sudah tidak ingin membalasnya. Tapi, dia dan Helena telah ingin bermain lagi melalui perusahaan ARiando dan nyaris mengancam nyawaku. Erik tetaplah Erik, dia tidak lebih baik dari iblis." Yuna berbicara dengan mata yang hampir basah.
" Ana, maafkanlah aku yang egois aku hanya merindukan masa-masa saat kita bersama. Betapa indah nya masa kecil kita bersama edward dan kamu Ana. Saat kita selalu bermain petak umpet dan aku merindukan perayaan ulang tahun ku di atas rumah pohon. Aku sudah merapihkan dan membersihkan rumah pohon kita. Kupikir kita bisa tidur bersama malam ini. Tapi, berapa kecewanya kau malah akan mengirim kami ka L.A."
" Maafkan lah aku sel, suatu saat kita akan bersama dan hidup seperti dulu. Kau, aku dan edward akan kembali bersama. Sini peluk aku tapi jangan terlalu erat bisa mati aku karna pelukan mu." Sela segera memeluk Yuna dengan air mata membasahi pipinya.
" Hey, aku menyuruh mu memeluk ku bukan untuk mengelap ingus mu di pundak ku sela!"
" Begitu sajah kau pelit, mengganggu momen romantis sajah." Ucap sela dengan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
" Memangnya kita pacaran romantis." Yuna berbicara dengan terkekeh.
" Sudah kangen- kangennya, ayo sela segeralah bereskan pakaian mu. Jangan mempersulit Ana." Ucap ibu sela sambil sesekali mengusap ujung matanya yang berair.
" Maafkan aku paman, aku akan sangat merindukan kalian."
" James, yang akan menjamin keselamatan kalian dan dia yang akan mengawal kalian hingga sampai dengan selamat di L.A."
" Lalu, bagaimana dengan keselamatan mu Ana. Anak buah Erik pasti sudah mengetahui tentang mu kan?"
" Aku rasa belum, dia mengincar nyawa Ricki dan aku khawatir dia mengetahui tempat tinggal paman yang sekarang. Maka dari itu Ana ingin segera melindungi orang- orang yang Ana sayangi."
" Kau, jaga diri baik-baik, papah tidak akan menanyakan kenapa kau bersedia menikah dengan pria lain. Karena, papah tahu kau melakukan ini pasti ada alasannya."
" Ana akan menceritakan semuanya pah. Sekarang Ana tidak banyak memiliki waktu."
Satu jam berlalu semua anggota keluarga Sela sudah siap dengan kepergian nya. James sudah mengurus jet pribadi milik Yuna dan sudah terparkir rapih di halaman belakang keluarga sela.
" Sel, ingat baik- baik pesan ku. Jangan sesekali kembali ke Indonesia tanpa ada orang suruhan ku yang menjemput mu. Apapun yang terjadi dan kabar apapun yang kau dengar tantang ku dan keluarga endelson tatap lah berada di L.A. Apa kau paham? belajar lah melindungi dirimu sendiri dan orang tua mu."
" Ia bawel, jaga dirimu baik- baik Ana, aku akan tagih janjimu setelah semuanya beres aku, kamu dan edward bisa bermain dan kita menginap di rumah pohon."
Yuna hanya menganggukkan kepalanya dengan tatapan sendu. Saat sela baru beberapa langkah Yuna kembali memanggil sela dan memeluk sela dengan erat.
" Anastasya ku, jangan kau tunjukan wajah lemah mu di hadapan musuh mu. Jadilah Ana yang kuat seperti kake Robert. Kau adalah cucu kesayangan nya. Semenjak kakek tak ada kau jadi menderita. Maafkan keegoisan ku Ana."
Mereka tetap berpelukan dengan erat dengan air mata yang membasahi pipi mereka. Yuna tatapan perempuan memiliki perasaan lembut . Meski, kehidupan nya begitu sangat kejam.
" Paman, bibi jaga kesehatan. Jangan lupa minum obat teratur. " Ucap Yuna dengan memeluk kedua orang tua sela yang sudah seperti orang tuanya.
" Berhentilah memanggil kami paman dan bibi kau adalah anak kami." Ucap ibu sela.
"James, kau antarkan sela dan orang tuanya. Pastikan sampai dengan selamat."
" Lalu, bagaimana dengan Nona aku tak mungkin meninggalkan Nona dalam keadaan seperti ini." Ucap James.
" Belajarlah menuruti perintah ku James, aku bisa menjaga diri ku baik- baik dan lagi masih ada anak buah mu yang bisa mengawal ku."
" Baiklah, Mari paman ikut dengan ku semuanya sudah kami siapkan."
Mereka berjalan ke halaman belakang taman Kediaman Sela saat ini. James membuka pagar yang tertutup pepohonan dan rumput liar. Siapapun tidak akan ada yang tahu bahwa di sini ada pintu.
Seketika mata mereka takjub, di balik pintu yang tertutup dengan tanaman liar itu sudah tersedia jet pribadi milik Yuna sudah siap terparkir di sana. Bahkan sela dan orang tua nya sekalipun tidak mengetahui nya. Memang rumah yang mereka tinggali pun sudah di persiapkan Yuna melalui anak buah nya untuk tempat tinggal keluarga sela.
__ADS_1
Ricki pun tampak heran, tentu saja ia tak menyangka bahwa ternyata menikahi wanita yang kemampuan otak nya jauh dsri jangkauan nya, begitupun dengan kekayaannya.
Setelah sela dan orang tua nya masuk kedalam Jet pribadi milik Yuna, James menghampiri Yuna.
" Nona, tolong jaga diri baik- baik, selama aku pergi. Sungguh aku sangat tidak tenang dengan keadaan ini." Ucap James dengan tatapan sendu.
" kau tenag lah, jaga diri baik- baik dan lindungi mereka seperti kau melindungi ku. Bertingkah lah sedikit cerdas di depan sela, jangan kau relakan dirimu jadi makanan semut lagi." Yuna berucap dengan terkekeh.
Jemes hanya membalas dengan tatapan sinis.
" Kau, jangan membuat susah Nona kami, kalau kau tidak bisa melindungi istri mu. Setidaknya kau jangan membuat Nona terus dalam bahaya." Ucap James pada Ricki yang kini tangah berdiri di samping yuna.
" Cepat pergilah dan segera kembali." Ucap Yuna pada James.
intermesso dulu yah🤭
Otor nya lagi galau, keinget mantan 🤭🤭
edisi spesial buat barisan para mantan🤧🤧🤭
A : Kamu tahu mantan nggak? Mantan itu ibarat gajian, biasa numpang lewat dong di kehidupan kita.
A. : Terus-terusan mengenang mantan adalah cara terbaik menuju rumah sakit jiwa.
😒😣
B : solusinya? 😓
A : Jangan mikirin mantan terus, doain aja yang terbaik semoga mantan tenang di alam sana.
A : Aminnn🤧😱
eehhhhh, 🤭
Ya udah lah yah, curhat nya selesai. Sekarang jejakin- Jejakin
kasi othor paket lengkap yah🤭🤭
makasih Yang sudah selalu dukung karya Yuli yang receh ini, aku tuh beruntung punya kalian 😍😍😘
Buat yang belum bisa masuk GC, Jejak itu penting ya sayang 😘😘😘
salam sayang dari otor yang sayang kalian
__ADS_1
love love sekebon kurma di Arab sama tanah-tanah nya😘😘😍