Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Peringatan Penting


__ADS_3

"Mommy?"


"Aku baik-baik saja, Edward."


Setelah mengucapkan itu dia langsung pergi meninggalkan Edward, menuju kamar dan menutup pintu. Edward berjalan mengekor di belakang, dia benar-benar sangat khawatir. Namun ibunya berbalik.


"Aku hanya ingin sendiri," ucapnya.


Setelah itu dia masuk ke kamar dan mengunci pintu. Edward semakin bingung dibuatnya kemudian dia berniat menghubungi Helena. Namun, urung dilakukan karena dia tidak ingin perempuan itu datang dan jika dia sudah berada di rumah ini akan sulit untuk mengusirnya.


Yuna mengajak bicara Jessica. Kini mereka duduk di taman belakang rumah.


"Ada apa sih Kak? Serius amat," ucap Jesica.


"Aku harap kamu jangan menggoda Edward."


"Kakak cemburu?"


"Bukan itu."


"Lalu?"


"Jangan pernah main-main dengan Helena."


"Helena? Wanita yang tadi datang menjenguk kakak?"


"Iya."


"Kenapa harus takut, aku melihat tidak ada yang istimewa. Atau Dia memiliki kekuatan spiritual yang bisa membunuh orang dengan satu telunjuk tangan?"


"His, kau pikir ini dunia fantasi," sungut Yuna.


"Terus, untuk apa takut? Sama-sama makan nasi."


"Dia itu ular berbisa bisa melakukan apapun untuk melumpuhkan lawan."


"Aku lihat dia berjalan dengan menggunakan kaki, bukan sisik."


"Oh, ayolah. Aku serius, Jessica."


"Kak, aku sebenarnya nggak suka saat mengetahui bahwa Kakak ini adalah Nona Anastasia."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Sejujurnya, itu memang suatu hal yang membanggakan Karena aku tahu betapa hebatnya Kakak."


"Begitu?"


"Iya. Tapi nyatanya itu hanya pikiranku saja, fakta yang paling mengejutkan ternyata kakak tidak seberani itu."


"Kamu terlalu tinggi berekspektasi."


"Tidak. Bukan aku yang memiliki ekspektasi tinggi, nyatanya emang semua orang berpikir sama denganku."


"Mereka berlebihan."


"Tidak. Hanya saja, sepertinya Nona Anastasia kehilangan kepercayaan diri. Benar begitu?"


"Kak, aku tahu Elizabeth senang berada dalam pengawasan perempuan ular itu. Namun, bukan berarti itu menjadi kelemahan."


"Aku merasa kemampuan aku menurun, kemarin sangat percaya diri mengalahkan Helena. Nyatanya aku mendapatkan serangan balik."


"Jadi sekarang kehilangan kepercayaan diri?"


"Entahlah. Aku jadi tidak yakin."


"Jangan pernah ragu untuk melakukan sesuatu, jika ingin jadi perempuan baik maka baiklah. Tidak perlu ikut andil urusan yang melibatkan diri dengan seorang mafia."


"Tapi aku tidak bisa lepas."


"Maka lakukanlah dengan sungguh-sungguh."


"Apa aku bisa?"


"Bisa! Jangan pernah takut, Kak."


"Kakak tahu, dulu Kak Ricki selalu membicarakan Kakak."


"Pasti dia bilang aku sangat menyebalkan?"


"Haha. Tidak. Dia selalu bilang, kalau dia sangat bangga pada Kakak. Dia bilang, Kakak wanita yang hebat dan tangguh."


"Sungguh?"

__ADS_1


"Iya. Jangan takut pada Helena. Aku sangat yakin, dia tak lebih hebat dari Kakak."


"Makasih ya."


"Sama-sama."


"Jujur, aku minta kamu untuk menjauhi Edward, karena sangat khawatir Karena melakukan hal buruk padamu."


"Aku pikir Kakak cemburu."


"Haha. Tidak."


"Hanya saja, jujur. Aku sangat trauma."


"Trauma?"


"Erick, dia yang telah membunuh Kakakku. Dia juga yang membuat aku dan Edward terpisah. Bukan hanya itu, Dia sangat takut adikku yang menjadi penerus perusahaan Wilson, sehingga dia membunuh Andra."


"Dulu aku sangat berani menentangnya. Butuh beberapa tahun untuk menyamar menjadi Yuna. Kamu lihat? Semua tidak berguna. Entah bagaimana caranya dia selalu bisa mengalahkan aku."


"Jangan terburu-buru."


"Iya. Sebenarnya aku tidak tenang ketika Elizabeth dan Sheila berada dalam tawanan Helena."


"Jadi karena itu kakak mengikuti semua keinginan Helena?"


"Ya. Aku tidak lagi ingin ceroboh seperti kemarin. James dan aku, sudah sangat lelah dengan semua ini."


"Kenapa Kakak tidak melaporkan semua ini ke polisi?"


"Haha. Eric tidak akan pernah takut dengan hal seperti itu. Dia orang yang licik dan licin, begitu juga dengan Helena."


"Sulit ya, Kak."


"Sangat dan aku sangat lelah."


"Semangat, Kak. Jangan pernah menyerah."


"Iya terima kasih. Namun, aku tetap memohon kepadamu untuk tidak mencari masalah dengan Helena."


"Iya. aku tidak akan mengganggu Edward di depan dia. Kalau di belakang ya itu urusan nanti."

__ADS_1


"jangan Jes. Dia itu sangat terobsesi pada Edward."


"Astaga!" Jessica mengusap wajahnya dnegan kasar.


__ADS_2